
"Dari pengamatan Saya, Inshallah Nyonya Aira sedang mengandung. Tapi, semua itu harus dicek pada dokter ahli di bidangnya, Saya hanya dokter umum, Pak Martin bisa datang ke Dokter Ratna, dia ahli kandungan dan kebidanan, ruangannya ada di ujung jalan sebelah kanan." ucap Dr. Ferdy kepada Martin yang hari itu terlihat begitu senang mendengar jika Istrinya sedang mengandung.
"Baiklah Dokter! Kalau begitu kami permisi dulu, terima kasih atas perhatiannya, Kami akan pernah ke ruangan Dokter Ratna!" balas Martin sembari bersalaman dengan Dokter Ferdy.
Martin dan Aira beranjak pergi keluar dari ruangan Dokter Ferdy, di saat mereka hendak keluar dari ruangan itu, tiba-tiba saja ada seorang perawat yang panik, Ia memberi tahukan kepada Dokter Ferdy jika Pasien yang bernama Lilis kondisinya semakin memburuk.
"Maaf Dokter! Pasien yang bernama Bu Lilis keadaannya ngedrop lagi, Dok!" mendengar laporan dari perawat tersebut Dokter menyuruh keluarga pasien untuk segera menandatangani persetujuan operasi untuk Bu Lilis.
"Cepat hubungi Keluarganya! Bu Lilis harus segera dioperasi secepatnya, jika tidak Kita tidak bisa berbuat apa-apa, hanya ini jalan satu-satunya agar penyakit tumor Bu Lilis bisa segera di angkat." ungkap Dokter sembari mempersiapkan diri untuk datang ke kamar pasien yang dimaksud.
Sekilas Aira mendengar percakapan Dokter Ferdy dan Suster itu, Ia pun tidak ingin mencampuri urusan orang lain, dirinya hanya bisa berdoa semoga pasien tersebut segera mendapatkan kesembuhan.
Kemudian Martin bergegas menuju ke ruangan Dokter Ratna, rupanya jarak antara ruangan Dokter Ratna dengan Dokter Ferdy hanya sekitar sepuluh meter. Tak butuh waktu lama mereka tiba di ruangan Dokter Ratna.
Tak berselang lama, Martin dan Aira diperbolehkan untuk masuk ke dalam ruangan Dokter Ratna, mereka berdua disambut hangat oleh sang dokter. Kemudian Sang Dokter menanyakan keluhan apa yang sedang di alami oleh Aira.
Aira pun menjelaskan bahwa dari tadi pagi dirinya merasa mual muntah dan itu terjadi begitu saja apalagi saat Ia mencium sesuatu yang menusuk hidung, Aira langsung ingin muntah. Kemudian sang Dokter bertanya kepada Aira apakah dirinya sudah mendapatkan haid untuk bulan ini dan kapan terakhir kali dirinya mendapatkan haid terakhir. Aira mengatakan jika bulan ini dirinya belum mendapatkan haid. Karena seingatnya dirinya haid di tanggal muda, sementara sekarang masih tanggal 30.
__ADS_1
"Nyonya Aira! Apa Nyonya masih ingat kapan terakhir kali Anda kedatangan tamu bulanan?" tanya sang dokter, Aira pun tampak mengingat-ingat kapan dirinya terakhir kali datang bulan.
"Emm ... kalau nggak salah sekitar sebulan yang lalu Dokter, seminggu sebelum Saya menikah dengan Mas Martin, tapi Saya lupa tanggalnya, Kami menikah tanggal sepuluh, berarti kira-kira Saya haid terakhir tanggal 3 atau 4, Saya lupa Dok!" jawab Aira sembari memijit pelipisnya.
"Sekarang tanggal tiga puluh, jika benar dugaan Saya, itu berarti Anda sedang hamil Nyonya, dan kehamilan Anda sudah menginjak usia 4 Minggu." sejenak Aira dan Martin saling menatap, bagaimana bisa usia kehamilan Aira 4 Minggu, sedangkan mereka berdua baru resmi menikah sejak 3 Minggu yang lalu.
"Ah pasti Dokter bercanda nih, mana mungkin istri Saya hamil satu bulan, sementara kami baru saja menikah belum ada sebulan Dok! Dan nggak mungkin bisa secepat itu istri Saya hamil, apa jangan-jangan benih-benih Saya itu terlalu bagus ya Dok! Kok bisa cepat banget bikin istri saya hamil!" penuturan dari Martin membuat sang Dokter tertawa kecil. Kemudian Dokter Ratna menjelaskan tentang siklus menstruasi seorang wanita.
"Begini Pak Martin ....!
"Baiklah untuk meyakinkan jika Nyonya Aira sedang hamil, Saya akan melakukan USG, biar hasilnya akurat. Nyonya Aira, mari! Silahkan berbaring di tempat ini." ucap Dokter sembari menunjukkan tempat untuk melakukan USG.
Dengan senang hati, Aira pun mengikuti perintah sang Dokter, di temani sang suami, Aira berbaring di atas tempat tidur yang sudah disediakan.
Dokter Ratna mulai mengoleskan gel pada perut Aira, setelah itu sang dokter segera melakukan pemeriksaan terhadap kandungan Aira. Monitor pun mulai menunjukkan pergerakan kecil yang tertangkap belum terlalu jelas.
"Lihat Nyonya! Itu dia, kita sudah mendapatkannya, selamat ya, Nyonya Aira positif hamil." mendengar ucapan dari sang Dokter, keduanya terlihat begitu senang apalagi Dokter berkata jika kantung embrio itu bukan hanya ada satu, tapi dua kantung embrio.
__ADS_1
"Subhanallah! Selamat ya Pak Martin, Bu Aira. Ternyata janin kalian ada dua, Inshallah Bu Aira akan melahirkan anak kembar." Dokter berkata sembari menunjukkan kantung embrio yang tertangkap pada layar monitor USG.
"Alhamdulillah! Selamat Sayang, kamu akan menjadi seorang Ibu!" ucap Martin sembari mengecup kening istrinya.
"Kamu juga, Mas! Kamu akan menjadi seorang Ayah!" timpal Aira dengan tangis bahagianya.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
Sambil nunggu othor update bab berikutnya, Guys yang belum mampir ke karya Author yang berjudul AMNESIA BRINGS LOVE segera merapat yuk! Babnya udah banyak ya! Yuk kepoin segera 🥰🥰🏃🏃
__ADS_1