ASMARA TURUN RANJANG

ASMARA TURUN RANJANG
Tes DNA


__ADS_3

"Oke! Aku tahu ini sepertinya aneh, dan ini benar-benar mendadak, musibah yang menimpa Lita membawamu dalam takdir ini, entah kenapa Aku merasa jika Om Prapto dan Tante Isti adalah orang tua kandungmu, satu-satunya cara untuk membuktikan jika kamu adalah dengan tes DNA." mendengar penuturan dari suaminya, Aira pun tidak tahu apakah dia percaya kepada suaminya ataukah tidak, sementara dirinya merasa jika kedua orang tuanya sudah meninggal.


"Sudahlah, Mas! Aku tahu apa yang kamu pikirkan, tapi tidak semudah itu membuktikan jika memang benar mereka adalah orang tua ku, karena jelas-jelas Aku ini bukan anak mereka, Aku terlahir dari Ibu yang bernama Saidah dan Ayahku bernama Ibrahim, nggak mungkinlah tiba-tiba saja Aku ini menjadi anak dari Om Prapto dan Tante Isti." ucap Aira yang masih belum percaya jika dirinya adalah anak dari Prapto dan Isti.


"Oke! Kamu boleh tidak percaya, tapi Aku akan menyelidikinya, Aku akan datang ke panti dan menemui Bu Fatimah, Aku ingin tahu siapa sebenarnya kedua orang tua mu, dan untuk lebih meyakinkan Aku akan meminta izin kepada Om Prapto dan Tante Isti untuk tes DNA, karena untuk melakukan semua itu harus ada persetujuan dari mereka." ucap Martin dengan serius.


Ketika Martin berbicara seperti itu, tanpa sengaja Tirta mendengarnya, Ia tak bermaksud menguping, karena posisi mereka yang terbilang cukup dekat, membuat pembicaraan Martin dan istrinya terdengar meskipun lirih. Seketika Tirta ikut terkejut saat Martin curiga jika Aira adalah putri kandung dari Prapto dan Isti.

__ADS_1


"Apa? Jadi, Aira adalah putri kandung dari Om Prapto dan Tante Isti? Jika benar Aira adalah putri kandung mereka, itu masuk akal, Aira memiliki kedekatan yang berbeda dengan Tante Isti, bukan sekedar kenal biasa, tapi seperti ada sebuah ikatan batin antara mereka, mungkinkah?" batin Tirta yang juga mulai curiga sama dengan Martin, sejenak Tirta memiliki rencana untuk membuktikan jika benar-benar Aira adalah putri kandung dari Prapto dan Isti.


"Aku tahu apa yang harus aku lakukan? Jika ini terbukti benar, maka sudah dipastikan jika Aira adalah Putri kandung dari Om Prapto dan Tante Isti." seketika Tirta pergi ke suatu tempat dimana dia akan membuktikan jika Aira adalah putri kandung mereka.


Tirta menemui dokter dan mencoba menjelaskan semuanya tentang orang yang sudah terjadi, Tirta berharap dokter bisa melakukan tes DNA terhadap golongan darah Prapto dengan darah milik Aira, tentu saja saat itu dokter yang baru saja memeriksa Aira masih menyimpan sampel darah itu, sehingga akan memudahkan untuk segera melakukan tes DNA terhadap golongan darah milik Prapto sebagai ayah biologis.


"Baiklah Pak! Kami akan segera melakukan tes tersebut, hasilnya bisa dilihat dalam waktu 24 jam, karena dengan tes DNA lewat darah akan lebih cepat keluar hasilnya, semoga saja Nyonya Aira benar-benar adalah putri kandung dari Pak Prapto." seru sang Dokter yang membuat Tirta lega.

__ADS_1


Setelah menemui Dokter, Ia pun bisa bernafas dengan lega, kemudian Ia berjalan ke luar dan hendak menemui Martin untuk mengatakan jika dirinya telah memberi tahukan kepada Dokter tentang tes DNA yang akan membuktikan kebenaran jika Aira adalah Kakak kandung dari Lita, tapi Martin dan Aira rupanya sudah pulang, sangat disayangkan Tirta belum sempat memberi tahukan kepada Martin.


"Kemana mereka? Apa mereka sudah pulang?" Tirta melihat ke segala arah, tapi Martin maupun Aira benar-benar tidak ada di sana.


Sementara itu, hari itu juga Martin dan Aira langsung berangkat ke panti untuk menemui Bu Fatimah, meyakinkan Aira siapa sebenarnya orang tua kandungnya.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2