
Isti terlihat begitu bahagia, ternyata perasaan seorang Ibu itu begitu kuat, sejak pertama bertemu dengan Aira, Isti sudah merasa kan sesuatu yang berbeda, Ia merasa jika Aira tidak asing baginya, apalagi melihat wajah dan senyum Aira yang sangat mirip sekali dengan Alesha, putri pertamanya.
Waktu pun berjalan begitu cepat, setelah beberapa jam perbincangan antara Tirta dan kedua orang tua Lita semalam, akhirnya pagi yang cerah itu, mereka sudah tidak sabar lagi untuk menunggu kedatangan dokter yang melakukan tes dan mencocokkan DNA terhadap golongan darah Aira dan golongan darah Prapto Suherman.
"Mama sudah tidak sabar lagi, Pa! Mama ingin segera mengetahui hasilnya." Isti terlihat begitu antusias untuk menunggu hasil tes itu keluar.
"Bukan hanya Mama saja, Papa juga sudah tidak sabar ingin segera meyakinkan jika Aira adalah putri kita yang hilang saat di pasar malam itu." balas Prapto sembari merangkul pundak istrinya.
Sementara itu Lita yang keadaannya mulai membaik dan sudah bisa berjalan sedikit demi sedikit, Ia pun ingin keluar sebentar dari kamar nya untuk menghilangkan kebosanan selama di dalam ruangan perawatan, Ia tak ingin merepotkan Isti maupun Prapto hanya untuk sekedar cari angin di luar ruangannya. Lita memutuskan untuk keluar sendiri, gadis yang mulai memakai jilbab itu terlihat mulai membuka pintu kamarnya, Ia pergi jalan-jalan sebentar untuk melihat-lihat suasana di luar kamar rumah sakit, setelah beberapa menit Lita berjalan, akhirnya dia sampai di suatu salah satu koridor rumah sakit, seketika Ia terkejut melihat Mama dan Papa nya sedang duduk di luar ruangan seorang dokter.
"Mama, Papa, Mas Tirta! Ngapain mereka di sana?" Lita terlihat bersembunyi di balik dinding, Ia penasaran dengan apa yang sedang mereka tunggu di sana. Tak berselang lama seorang Dokter membuka pintu dan seketika semuanya masuk ke dalam ruangan dokter itu.
Karena Lita curiga, akhirnya Ia memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya Isti dan Prapto lakukan di ruangan Dokter itu, apalagi Tirta juga ikut di sana.
"Mereka pasti menyembunyikan sesuatu! Tapi apa?" batin Lita sembari terus berjalan menuju ruang dokter dimana kedua orang tuanya masuk ke dalam sana. Ia pun telah sampai di depan pintu ruangan dokter itu.
Sementara di dalam, sang Dokter menyerahkan hasil tes DNA itu kepada Prapto dan Isti selaku pihak yang melakukan tes DNA, Prapto menerima hasil tes tersebut dengan tangan yang gemetar, berharap hasilnya benar-benar cocok dengan DNA Aira.
__ADS_1
Prapto mulai membuka amplop berwarna coklat yang berisi tentang hasil tes DNA antara darahnya dan darah Aira, perlahan namun pasti Prapto pun mulai mengeluarkan kertas yang berada di dalam amplop coklat itu, Ia menatap wajah istrinya dan berusaha untuk tenang, kemudian Prapto mulai membuka lipatan kertas itu. Setelahnya Prapto membaca hasil tes DNA yang baru saja Ia terima.
Tangannya bergetar, bibirnya tak mampu berkata apa-apa lagi, bening matanya mulai penuh terisi dengan air mata yang siap tumpah sewaktu-waktu, hati Ayah mana yang tak bahagia jika akhirnya Ia bisa bertemu dengan putri kandungnya sendiri. Seketika Prapto sujud syukur setelah membaca hasil tes DNA itu, sementara Isti pun penasaran dengan hasilnya, setelah Isti membaca hasil tes itu dengan mata kepala nya, Ia pun ikut bersyukur seperti sang Suami, pasangan suami istri itu melakukan sujud syukur di ruangan dokter itu juga, sementara Tirta terlihat begitu bahagia bercampur haru saat Ia melihat sendiri hasil tes DNA yang menunjukkan 99,99% DNA Aira memiliki kecocokan dengan DNA Prapto selaku Ayah kandungnya, dan Aira adalah benar-benar Alesha putri pertama mereka yang lama menghilang.
"Alhamdulillah ya Allah! Engkau telah mendengarkan doa kami, Aira adalah Putri kami, dia adalah Kakak kandung Lita, Alhamdulillah Alhamdulillah!" Prapto dan Isti saling memeluk, betapa bahagianya mereka, akhirnya mereka bisa berkumpul lagi seperti dulu." ucap Prapto sembari memeluk istrinya.
"Apa? Jadi, Aira adalah Kakak kandung ku?" Lita terlihat lemas seketika, antara terkejut dan tidak percaya jika Aira yang selama ini Ia musuhi adalah Kakak kandung nya sendiri.
"Astagfirullahaladzim! Ternyata Aku sangat jahat sekali ya Allah! Hamba telah menyakiti Saudari kandung hamba sendiri, benar-benar hamba sangat menyesal." Lita terduduk lemas di bangku depan ruangan itu, Ia menangis sesenggukan saat tahu kebenaran nya jika istri dari Martin adalah Kakak kandung nya sendiri.
"Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, jika kamu benar-benar menginginkan perubahan sikap dan akhlak mu, maka dekatkan diri mu kepada sang Illahi, Allah itu maha pengampun lagi maha penyayang kepada hambanya, siapa saja yang sudah melakukan taubatan nasuha." sahut Tirta yang tak sengaja melihat Lita sedang duduk di kursi tunggu depan ruangan dokter dimana Prapto dan Isti masih berada di dalam ruangan dokter itu.
"Mas Tirta!" Lita begitu kaget saat melihat Tirta yang tiba-tiba duduk menghampirinya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Tirta kepada Lita yang tampak begitu terkejut saat Tirta tiba-tiba mengagetkan nya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
*
*
*
*
Yuk sambil nunggu othor update, mampir dulu ke karya Kak Teh Ijo yang berjudul BELENGGU PERNIKAHAN SEMU
-Pernikahan tanpa cinta, tak selamanya berakhir dengan bahagia-
Zahra terpaksa harus menikah dengan Alzam, pria asing pilihan ibunya. Pernikahan tanpa cinta membuat Zahra harus menerima perihnya kenyataan. Terlebih saat dia mengetahui jika Alzam telah memiliki seorang tunangan.
Selama pernikahan Alzam tak pernah sedikitpun menganggap Zahra sebagai seorang istri meskipun mereka berada dalam satu ranjang yang sama. Bahkan Zahra harus berlapang dada ketika Alzam memutuskan untuk menikahi Aira. Mampukah Zahra mempertahankan rumah tangganya?
__ADS_1