ASMARA TURUN RANJANG

ASMARA TURUN RANJANG
Bangun setengah lima


__ADS_3

Malam panjang dengan suasana romantis, ada sebuah cinta yang merekah dalam malam itu. Terhanyut dalam sentuhan yang lembut, saling berbagi kasih sayang dalam satu dekapan.


Dengan menyebut nama Allah dalam setiap yang akan dikerjakan, Martin dan Aira menjadikan kewajiban malam ini sebagai ibadah.


Menikah adalah ibadah terpanjang terlama, karena dengan menikah engkau akan menyempurnakan setengah perjalanan agama dan kehidupan mu.


Saat seorang pria mengatakan 'Saya terima' dalam sebuah akad pernikahan, maka berarti Ia mengatakan bahwa Saya menerima tanggung jawab untuk melayani, mencintai dan melindunginya.


Ketika suami istri saling memandang satu sama lain dengan penuh cinta dan kasih sayang, maka Allah memandang keduanya dengan tatapan kasih sayang.


Seorang suami berkata kepada istrinya, jika surga itu setangkai bunga, Aku akan memetiknya untukmu, jika surga itu seekor burung, Aku akan menangkapnya untukmu. Tapi, karena surga adalah tempat yang belum pernah dilihat oleh siapapun, maka Aku akan berdoa kepada Allah, supaya menyiapkan surga itu untukmu.


*


*


*


*


Denting jam terus berjalan, hingga akhirnya jarum jam menunjukkan pukul setengah lima pagi. Aira yang terbiasa bangun sebelum subuh, baru hari ini Ia bangun kesiangan.

__ADS_1


"Astaghfirullah! Sudah setengah lima, Mas, Mas, ayo bangun Mas! Ini sudah siang." Aira menggerak-gerakkan pundak Martin yang masih tertidur pulas karena kelelahan. Sementara Aira terlihat terus berusaha membangunkan Martin agar suaminya segera beranjak ke kamar mandi dan membersihkan diri sebelum menunaikan sholat subuh.


"Mas! Ayo bangun dong!" Aira terus berusaha membuat agar pria itu membuka matanya. Tak berselang lama Martin mulai membuka matanya sedikit demi sedikit, Ia mulai menggeliat dan dengan cepat meraih tubuh istrinya yang tertutup selimut tebal itu.


"Awwww ...Mas udah dong! Kita mandi dulu, yuk! Udah setengah lima, ini sudah siang, Mas! Kita belum sholat subuh loh." rupanya ucapan sang istri membuat Martin tersenyum dan menatap istrinya dengan mesra.


"Kok malah senyum sih, disuruh bangun malah senyum, gimana sih Pak Martin ini!" Aira mengerucutkan bibirnya ketika melihat ekspresi wajah sang suami yang selalu saja menggodanya.


"Hmm ... dari tadi Aku juga sudah bangun, Sayang! Kamu aja yang nggak tahu. Coba pegang deh!" jawabnya sembari meraih tangan Aira dan menuntunnya ke suatu tempat.


"Diihh apaan sih, Mas! Jangan mulai lagi deh, ya! Sekarang kita mandi dan setelah itu kita Sholat dulu, ini udah siang, Mas! Udah setengah lima." ucap Aira sembari menarik tangan Martin agar bergegas bangun untuk mandi Jinabat.


"Jam lima kamu baru bangun! Astaghfirullah Mas! Perintah Allah kamu tunda-tunda itu nggak baik loh, Allah aja ngasih kamu rejeki setiap hari nggak pakai ditunda-tunda, kamu hanya disuruh menunaikan kewajiban saja pakai ditunda segala." ucap Aira sembari terus menarik tangan Martin.


"Hmm ... begitu ya! Hehehe iya sih, dulu waktu bujang Aku sering banget bangun kesiangan, kadang Mas Panji tuh yang suka gangguin Aku pas subuh, dasar Aku nya saja yang pemalas, eh sekarang sosok Mas Panji hadir dalam istriku sendiri. Mungkin benar, Mas Panji ingin Aku menjadi insan yang lebih baik lagi lewat dirimu. Kamu selalu mengingatkan ku tentang kewajiban kepada Allah, makasih Sayang!" ucapnya sembari tersenyum kepada Aira.


"Ya udah kalau gitu, ayo kita mandi!" ajak Aira sembari membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Dengan cepat Martin turun dari ranjang dan mengangkat tubuh istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


"Eh ... eh Mas! Kamu apa-apaan sih, turunin!" Aira mencoba berontak karena Ia malu, saat itu Ia sedang tidak menggunakan apa-apa untuk menutupi seluruh tubuhnya.


"Sudah jangan banyak bicara, katanya mau mandi, biar kamu nggak capek!" Martin terus membawa tubuh istrinya untuk Ia masukkan ke dalam bak mandi.

__ADS_1


"Aku malu, Mas!" jawab Aira dengan wajah yang memerah.


"Malu? Ngapain malu! Lagipula Aku semakin suka melihat mu seperti ini, hehehe lebih cantik!" ucap Martin dengan tersenyum nakal.


"Jangan dilihat, Mas!" Aira menutupi area sensitifnya.


"Hmm kamu pikir Aku akan melihatnya secara langsung? Aku tahu itu hukumnya makruh, tapi tidak diharamkan, bukan?" jawaban Martin selalu saja membuat Aira tidak bisa mengelak nya.


"Terserah kamu deh, Mas!"


...BERSAMBUNG...


*


*


*


Mampir dulu yuk ke karya punya kak Tyatul yang berjudul DADDY LUCAS. cuss kepoin 🏃🏃🏃🏃


__ADS_1


__ADS_2