ASMARA TURUN RANJANG

ASMARA TURUN RANJANG
Dugaan Martin


__ADS_3

Melihat Isti yang terlihat bersedih, Aira mencoba menghibur Ibunda Lita itu,Aira mendekati Isti dan memegang tangan wanita berhijab itu.


"Tante Isti tidak perlu khawatir, Inshallah Lita akan baik-baik saja, Saya mengerti perasaan Tante, seorang Ibu pasti sangat mencemaskan keadaan putrinya, Lita sangat beruntung memiliki seorang Ibu seperti Tante Isti, Saya terkadang merasa iri melihat mereka-mereka yang masih memiliki orang tua lengkap, sedangan Saya! Ah sudahlah, Saya tidak mau mengingat nya lagi." tampak Aira menundukkan wajahnya tatkala dirinya mengingat saat kedua orang tuanya meninggal.


Isti melihat Aira yang tertunduk bersedih, entah kenapa tiba-tiba saja Isti merasakan sesuatu saat gadis itu sedang bersedih, seperti ada panggilan jiwa untuk memeluk gadis itu.

__ADS_1


"Aira! Bolehkah Tante memelukmu!" ucap Isti sembari menatap wajah Aira yang selalu membuat nya teringat dengan Alesha, putri pertamanya yang lama menghilang.


Aira tersenyum dan mengangguk, Ia pun membalas pelukan Isti, ada sebuah rasa yang aneh saat keduanya saling berpelukan.


"Ya Allah! Kenapa tiba-tiba perasaanku seperti ini, sejak pertama kali Aku bertemu dengan gadis ini, Aku sudah merasakan hal-hal yang aneh dan Aku merasa seperti sangat dekat dengannya, siapa sebenarnya gadis ini? Kenapa dia bisa mengaduk-aduk perasaan ku seperti ini?" batin Isti sembari memeluk Aira dengan kasih.

__ADS_1


"Mereka berdua aneh sekali, mereka berdua seperti memiliki ikatan batin yang kuat, seperti seorang Ibu dan Anak, istriku begitu nyaman saat Tante Isti memeluknya, apa jangan-jangan mereka mempunyai hubungan? Lita dulu pernah bilang jika dia memiliki seorang kakak perempuan yang telah lama menghilang, dan sampai sekarang belum ditemukan, tunggu-tunggu kenapa Aku sampai berpikiran jauh seperti itu, jangan-jangan Aira ...." batin Martin yang tampak serius memperhatikan keakraban Aira dan Isti.


Sejenak Martin berpikir untuk menyelidiki tentang siapa sebenarnya keluarga istrinya, yang Ia tahu jika Aira berasal dari panti asuhan, tapi sebelum Aira di asuh oleh Bu Fatimah, Ia pernah memiliki orang tua dan kedua orang tuanya sudah meninggal, Martin berpikir untuk menemui Bu Fatimah dan minta penjelasan tentang siapa sebenarnya orang tua kandung Aira, apa benar jika yang meninggal itu adalah orang tua kandung istrinya atau bukan. Jika dugaan Martin benar, mereka bukanlah orang tua kandung Aira. Bisa jadi ada kemungkinan jika Aira adalah anak dari Isti dan Prapto yang hilang belasan tahun yang lalu.


"Aku harus menemui Bu Fatimah, karena Aku curiga jika istriku adalah putri dari Tante Isti dan Om Prapto yang hilang belasan tahun yang lalu, semoga saja. Jika itu benar, istriku pasti sangat bahagia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya, dan tentunya Ia bisa merasakan kembali kasih sayang dari kedua orang tuanya. Ya Allah mudahkanlah urusanku, semoga dugaanku tidak salah. Jika istriku adalah putri mereka." batin Martin yang akan bertekad untuk mencari tahu kebenaran tentang siapa sebenarnya Aira, istrinya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2