
"Aku ... Aku bosan di dalam kamar, jadi Aku memutuskan untuk pergi jalan-jalan sebentar, tapi tiba-tiba Aku melihat Mama, Papa dan Kamu sedang duduk di sini, Aku penasaran dan Aku melihat jika kalian semua masuk ke dalam ruangan dokter, setelah itu Aku ...!" Lita tidak melanjutkan kata-katanya karena Ia telah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Jadi, kamu sudah tahu semuanya?" tanya Tirta sembari menatap wajah Lita yang terlihat gugup. Lita menganggukkan kepalanya, dengan tatapan mata yang sendu, Lita merasa begitu bersalah kepada Aira, tak terasa gadis yang kini berhijab itu menitikkan air matanya, seketika itu Tirta memberikan sapu tangan nya kepada Lita untuk Ia gunakan mengusap air mata yang terlanjur jatuh menggenangi wajah cantik Lita.
"Ini, pakailah! Usap air mata mu." seru Tirta sembari memberikan sapu tangan berwarna biru itu kepada Lita.
"Terima kasih, Mas!" jawab sang gadis sembari menerima sapu tangan itu, kemudian Lita pun mengusap air matanya perlahan-lahan.
"Semua yang kamu ketahui itu memang benar, Aira adalah Kakakmu, Alesha. Aku yang menyuruh dokter untuk melakukan tes DNA terhadap golongan darah Om Prapto dan Aira, kamu tahu! Golongan darah mu dan Aira adalah sama, itulah yang menyebabkan Martin curiga jika kalian adalah bersaudara, Aku tidak sengaja mengetahui hal itu saat Martin memberitahu kan kepada Aira tentang kecurigaan nya, di situlah Aku tergerak untuk melakukan tes itu secara diam-diam, setidaknya Aku sudah menceritakan semuanya kepada Dokter tentang persamaan golongan darah itu." ungkap Tirta yang menjelaskan semuanya kepada Lita.
Tak berselang lama saat Tirta dan Lita mengobral, Isti dan Prapto pun keluar dari ruangan dokter, mereka berdua terkejut saat melihat Lita dan Tirta yang sedang duduk di kursi tunggu depan ruangan dokter.
__ADS_1
"Lita, kok kamu ada di sini? Bukannya kamu harus istirahat di kamar mu?" tanya Prapto yang terkejut melihat kehadiran putrinya yang secara tiba-tiba
Melihat kedua orang tuanya keluar dari ruangan dokter, Lita pun beranjak menghampiri Isti dan Prapto.
"Lita! Kamu jangan banyak bergerak dulu, kamu harus banyak istirahat." seru Isti sembari memapah sang buah hati.
"Lita tidak apa-apa, Ma! Lita ingin bertanya kepada Mama dan Papa!" Lita menatap wajah kedua orang tuanya yang terlihat gugup.
"Apa benar Aira adalah Kakak kandung Lita? Benarkah itu, Pa, Ma! Apa benar jika Aku adalah Adik Aira, istrinya Mas Martin?" Lita bertanya sembari mengeluarkan air mata yang sedari tadi menghiasi wajahnya.
"Baiklah! Karena semuanya sudah terbukti. Maka, Papa akan mengatakan hal yang sebenarnya." Prapto memberanikan diri untuk memberi tahukan kepada Lita siapa sebenarnya Aira, wanita yang menurut Lita adalah wanita yang sudah merebut kekasihnya, Martin.
__ADS_1
"Iya, memang benar Lita, Aira adalah Kakak kandung mu, dan bukti tes DNA ini semakin membuktikan jika Aira adalah Alesha, putri pertama kami yang hilang belasan tahun yang lalu, dan juga seorang Kakak untukmu, Nak! Aira adalah kakak kandung mu." ungkap Prapto yang meyakinkan Lita untuk mengetahui kejadian awal saat Aira menghilang dari pandangan mereka.
"Begitulah ceritanya, Nak! Papa berharap kalian berdua bisa terus akur dan selalu bersama, kalian berdua adalah putri-putri Papa yang sangat kami sayangi. Semoga kamu bisa menerima Aira sebagai kakakmu. Bagaimana pun juga kalian berdua adalah saudara kandung." ucap Prapto sembari tersenyum memeluk putrinya.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
__ADS_1