
Keesokan harinya, seperti biasa Martin datang ke restoran miliknya, berharap hari ini semuanya berjalan dengan baik, dan semoga saja keadaan restorannya segera pulih. Hingga akhirnya Hilda datang ke restoran tempatnya bekerja. Mulai hari itu Hilda berjanji kepada dirinya untuk merubah tujuannya yang semula atas dasar perintah Lita, kini Ia akan membalas jasa Aira yang sudah menyelamatkan Ibunya.
"Pak Martin, Bu Aira! Mulai hari ini Aku akan mengabdi kepada kalian berdua, Aku akan mengaku jika selama ini Aku lah orang yang sudah membuat bahan-bahan mentah itu menjadi cepat membusuk, semoga kalian berdua memaafkan Aku." batin gadis itu yang mulai berjalan menuju ke ruangan Martin.
Martin mendengar suara pintu diketuk, Ia pun segera menyuruh masuk. Terlihat Hilda berdiri di depan pintu, kemudian Martin menyuruh nya untuk untuk masuk dan duduk.
"Hilda, masuklah!" titah Martin sembari memeriksa pengeluaran dan pemasukan hari itu.
Hilda pun masuk ke dalam dan segera duduk di kursi yang sudah disediakan. Kemudian Ia memberanikan diri untuk mengatakan hal yang sebenarnya.
"Ada apa Hilda? Kamu perlu sesuatu?" tanya Martin sembari menatap wajah Hilda serius.
__ADS_1
"Saya kesini ingin mengucapkan maaf kepada Pak Martin, Saya minta maaf, Pak! Jika selama ini Saya sudah ... Saya sudah ...!" suara Hilda terputus-putus karena ia begitu takut untuk mengatakannya, Ia takut jika dirinya dilaporkan ke polisi.
"Sudah apa? Apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Martin semakin serius.
"Selama ini Saya sudah membuat restoran ini jatuh, Pak! Dan Saya lah orang yang membuat bahan-bahan mentah itu menjadi cepat busuk. Saya bersedia di hukum untuk mempertanggung jawabkan semuanya." ungkap Hilda dengan penuh penyesalan.
Martin pun hanya bisa menghela nafas panjang, rupanya kecurigaan istrinya selama ini memang benar, jika Hilda adalah dibalik perginya pelanggan-pelanggan restoran.
"Saya memang yang sudah menaburkan bubuk kimia pada bahan-bahan mentah itu, Pak! Dan Saya sudah menyadarinya, Saya sangat menyesal telah melakukannya kepada restoran ini, seharusnya Saya tidak menerima pekerjaan itu dari Mbak Lita." seketika Martin terperanjat saat mendengar nama Lita disebut oleh Hilda.
"Iya, Pak! Mbak Lita membayar Saya untuk membuat semua bahan-bahan mentah di restoran ini tidak bertahan lama, maafkan Saya, Pak! Saya khilaf! Saya menyesal. Ternyata apa yang Saya lakukan selama ini telah membuat Saya tidak menyadari tentang kebaikan isteri Bapak, Bu Aira yang membuat Saya sadar, ternyata Bu Aira benar-benar berjiwa malaikat, Saya baru tahu jika Bu Aira yang sudah membiayai operasi Ibu Saya, dan Alhamdulillah sekarang Ibu Saya Kembali sehat. Saya benar-benar berhutang budi kepada Bu Aira. Tolong maafkan Saya, Pak! Saya bersedia menerima hukumannya!" ungkap Hilda dengan linangan air mata yang membasahi pipinya.
__ADS_1
Martin pun akhirnya bisa bernafas lega, akhirnya Hilda mengakuinya kesalahan nya, tentunya dalang dibalik semua ini adalah Lita, mantan kekasihnya.
"Hilda! Aku tahu apa yang kamu lakukan memang salah, jika Aku mau Aku bisa melaporkan mu ke polisi sekarang juga. Tapi, Aku melihat ketulusan hatimu untuk meminta maaf, baiklah! Aku memaafkan mu, dan Aku berharap kamu bisa merubah keadaannya seperti semula, kamu tahu mempertahankan pelanggan itu sangat susah, Aku ingin kamu memperbaiki semuanya, Aku berharap istriku bahagia mendengar jika kamu sudah menyesali perbuatan mu, dan jangan diulangi lagi, karena pastinya kami sudah percaya padamu!" balas Martin.
"Alhamdulillah! Terima kasih banyak, Pak Martin! Saya berjanji tidak akan membuat kecewa Pak Martin dan Bu Aira, Saya akan menebus semuanya dan Saya akan mengembalikan citra restoran ini kembali seperti semula, saya berjanji!"
"Alhamdulillah ya Allah, Aku sangat bersyukur sekali, ternyata Allah masih memberikan rejeki kepada keluarga kecil kami, mungkin inilah yang dinamakan rejeki anak Sholeh, mungkin ini juga terjadi karena kehamilan istriku, rejeki itu datang kembali." rupanya ucapan Martin membuat Hilda ikut bahagia.
"Apa Pak? Bu Aira hamil?" Martin mengangguk dan mengiyakan pertanyaan Hilda.
"Alhamdulillah! Saya ikut senang, semoga kehamilan Bu Aira selalu diberi Rahmat oleh Allah SWT, dan selalu diberi kelancaran dalam kehamilannya."
__ADS_1
"Aamiin! Terima kasih ya!" Martin tampak bahagia, dan dirinya pun tak sabar ingin memberi tahukan kabar gembira ini kepada istrinya.
...BERSAMBUNG ...