
“kalo lo ngga mau punya masalah, ya jangan buat masalah itu dateng ke lo. Masalah itu bukan jailangkung yang ngga diundang dateng, masalah itu adalah musuh lo yang sengaja lo undang ke acara pesta milik lo, dan lo tau Akhir nya.”
Aletta keluar dari gerbang rumahnya, menyapa Areksa dengan senyuman manis seperti biasanya.
Tepat saat mereka akan pergi jalan-jalan di weekend, mobil kedua orang tua
Aletta datang.
“ayah! Bunda!.” Teriak Aletta
Athan yang sudah memakai helm nya melepaskan kembali dan mengikuti
langkah Aletta yang menghampiri kedua orang tuanya.
“Aletta kangen tau!.” Peluk Aletta kepada kedua orang tuanya.
“maafkan ayah dan bunda sayang.”
Areksa menyalami kedua orang tua Aletta.
“siapa?.”
“Areksa om, tante.”
“gebetan Aletta bun.” Jawab Aletta to the poin
Mira yang baru pertama kali melihat Aletta dekat dengan laki-laki
selain Athan dan Dimas hanya melongo mendengar ucapan Aletta yang bahkan tidak
malu sama sekali. Areksa sendiri sedikit terkejut mendengar ucapan Aletta, tapi
hatinya senang sekaligus berdebar.
“kalian mau pergi?.” Tanya Hans, Ayah Aletta yang juga nampak
senang melihat Areksa.
“tadinya iya tapi kayaknya ngga jadi deh bun.”
“loh kenapa?.”
“soalnya ayah sama bunda kan balik.”
“Aletta, ngga papa sayang kalau mau jalan-jalan, lagipula ini
weekend. Bunda dirumah sampek lusa.”
“serius?.”
“iya.”
Aletta dan Areksa pun berpamitan pada kedua orang tua Aletta.
Mereka berdua memutuskan tetap pergi ke bioskop karena memang sudah membeli
tiket untuk nonton film bareng.
Beberapa kali Areksa melihat kearah Aletta yang fokus dengan
filmnya.
Selesai menonton film, mereka berdua pergi kekedai es krim.
“coklat.” Ucap Areksa sambil memberikan es krim yang dipesan
Aletta.
“thanks.”
“sama-sama.” Areksa sedikit berfikir “ta, soal yang tadi waktu lo
bilang-.”
“lo gebetan gue?.”
Areksa mengangguk.
“orang tua gue tau kalik kalo gue suka becanda, biasanya juga gue
bilang mau nikah sama Athan.”
“ohh begitu.” Seketika harapan Areksa pupus.
Waktu terus berjalan, mereka berdua memutuskan pulang saat sudah
mulai sore, Areksa ada acara dengan keluarganya jadi harus pulang lebih awal.
“Aletta pulang!.”
__ADS_1
“kamu sudah pulang nak, ayo makan, tadi bunda bawain makanan
kesukaan kamu, oh ya Athan juga ada disana.”
Aletta langsung ke ruang makan dan benar Athan tengah berbincang
dengan Hans, ayah Aletta dimeja makan.
“meja makan buat makan bukan buat ngobrol.” Sindir Aletta
“ciee yang kencan.” Ledek Hans dan Athan bersamaan.
“dih kalian janjian ya.”
“hayo di meja makan ngga boleh berantem, duduk Aletta.”
“iya bun.”
Aletta duduk di samping Athan.
“Athan udah cerita kalo kamu deket sama Areksa, dia cowok yang
baik, jadi ayah tidak akan takut putri ayah ini kenapa-napa.”
“apaan sih Athan ngadu, Aletta sama Areksa itu ngga ada apa-apa
yah, kita Cuma temenan biasa, lagian kalian kan tau mana Aletta becanda dan
mana yang engga.”
“ta, si Areksa suka sama lo, lo ngga peka apa gimana.”
“gue juga tau kalik, emang lo apa, btw Areksa itu udah suka sama
gue sejak lama banget.”
“sombong.”
Selesai makan, mereka berempat pergi menonton tayangan tv. Sejak
lama Athan sudah seperti keluarga bagi keluarga Aletta, bahkan Mira sangat
menyayangi Athan sejak Athan masih kecil, karena sering dengan Athan, Mira
akhirnya bisa mengandung Aletta.
“ta gue pengen ngerokok, asem banget ni mulut.”
“ya udah pergi aja ke balkon.”
Athan langsung naik kelantai dua menuju kamar Aletta dan membuka
pintu kearah Balkon, Athan duduk disana sambil melihat langit dan menghisap
rokoknya dengan santai. Tapi mata Athan melihat sosok pria yang berdiri di
balkon rumah dekat rumah Aletta, rumahnya bukan tepat di depan rumah Aletta,
tapi samping rumah depan Aletta.
‘lah bukannya itu Kelvin, ngapain tuh anak turun dari balkon’
“woy!!.” Teriak Athan yang membuat Kelvin langsung menengok.
Kelvin yang sadar suara, melihat kearah balkon rumah Aletta dan
benar menemukan Athan disana dengan jari tengah yang diacungkan.
“fuck you too!!.” Teriak Kelvin pada Athan.
Sebuah pesan masuk ke ponsel Athan.
Kelvin ngga dateng ke
acara keluarga
Athan pun mematikan rokoknya dan masuk kembali ke kamar Aletta,
bersamaan dengan Aletta yang baru saja membuka pintu kamarnya sambil membawa
camilan.
“lo mau kemana? Buru-buru amat.”
“gue ada urusan.”
“udah dibawain makanan juga.”
“sorry cantik.” Athan mengusap pipi Aletta lembut dan pergi.
Athan keluar dari rumah Aletta setelah berpamitan dengan Hans dan
__ADS_1
Mira yang ada di ruang keluarga tengah bersantai.
Athan mengendarai motornya menuju markas, sebelumnya dia sudah
memberitahukan grup Arcux untuk kumpul di Markas malam ini.
Begitu Athan sampai, kemudian Areksa juga sampai di Markas, bahkan
lelaki itu masih memakai jas hitam dengan celana kain dan kaos putih polos,
sepatu formalnya saja masih melekat dikaki.
“sorry gue langsung kesini ngga pulang dulu.”
“santai aja.”
Dalam lingkarang tersebut, Areksa menjelaskan semua apa kejanggalan
yang dia fikirkan selama ini, dan Athan mengangguk, apa yang di fikirkannya
mendapat dukungan kuat dari Areksa.
“keluarga lo gimana?.” Tanya Aldo yang nyeletuk begitu saja,
ketimbang yang lain, Aldo memiliki jiwa kepedulian yang tinggi terutama kepada
orang yang lebih tua.
“keluarga ngga ada yang tau soal ini, tapi kayaknya beberapa
anggota keluarga yang lain ada yang curiga juga.”
“kenapa ngga lapor polisi aja sih, bang Dimas bilang ke gue kalo
kita ngga sekuat itu buat ngatasin masalah ini.” Jelas Roni
“bener, gue setuju sama ucapan Roni. Masalah ngga akan dateng kalo
kita ngga ngundang masalah itu buat dateng, cap Arcux itu udah jelek di
masyarakat hanya karena hal sepele bulan lalu, gue ngga mau tambah buruk,
padahal kita disini bukan orang-orang jahat.” Tambah Dicky
“gue ngehargain apa yang kalian khawatirkan, tapi ini salah satu
kesempatan Arcux buat bangkit kayak dulu.” Ucap Athan.
Semua terdiam, apa yang dikatakan Athan benar, satu bulan yang
lalu saat ditantang oleh Kelvin di balapan liar, Athan memimpin, anggota Arcux
dan salah satu anak buah Kelvin bertengkar yang kemudian membuat mereka tawuran
dimalam hari.
Benyak orang menganggap bahwa itu semua ulah Arcux, karena
kelompok Kelvin tidak memiliki nama waktu itu, mereka aman dan semua nya di
limpahkan ke Arcux.
“gue bakal bilang ke bang Dimas soal ini.” Ucap Roni
“lo mau nyusahin dia lagi kayak dulu? Kita ya kita.”
Roni meletakkan kembali ponselnya, Athan benar, Dimas lah yang
kemudian berurusan dengan kepolisian soal ini, karena orang tua mereka tidak
perlu tau soal ini.
“kita harus percaya pada keluarga kita yang disini, bahwa apa yang
perlu ditegakkan maka itulah yang harus kita lakukan, kita berdiri bukan hanya
soal keluarga dan solidaritas, tapi juga soal kebaikan kepada orang sekitar.”
Semua mengangguk.
“Areksa, lo satu-satunya orang yang bisa menyelidiki lebih dalam
soal Kelvin, lo bakal mimpin misi kali ini.”
“apa? gue ngga bisa, gue kan baru masuk.”
“gue yakin lo bisa.”
Semua mengangguk setuju pada Athan.
“baiklah, tapi gue butuh kalian.”
__ADS_1
⁂