
*
“walaupun gue udah bilang kalo gue suka sama lo, nyatanya untuk berhubungan, gue masih
belum siap” *
Aletta merenggangkan otot-otot di tubuhnya yang mulai lelah karena hampir lima jam duduk di sofa sambil menonton tayangan tv yang bahkan tidak selera lagi untuk mata.
“huh bosen.” Ucap Aletta
“keluar aja yuk.” Ajak Athan
“kemana?.”
“kemana aja gitu, males gue dirumah kek gini.”
“ya udah makan di mcd gimana? Gue laper pengen ayam.”
“ya udah ayo, sana siap-siap gue mau ganti baju dulu.”
“oke siap bos.”
Aletta sedikit berlari menaiki tangga menuju lantai dua, kali ini gadis itu memilih rok pendek hitam dan kaos putih dengan tas selempang kecil dan sepatu berwarna putih, rambutnya di biarkan tergerai.
Sedangkan Athan seperti biasa kaos hitam dan celana jeans sobek andalannya.
Athan mengeluarkan mobilnya dari garasi rumah Aletta, tepat saat keluar gerbang dengan Aletta, Kelvin juga keluar dari rumahnya menggunakan motor.
“sejak kapan?.” Tanya Aletta
“udah lama, lo tenang aja, dia ngga bakalan macem-macem kalo gue ada disisi lo.”
Aletta hanya mengangguk.
Mobil Athan membelah jalanan menuju mcd sesuai dengan keinginan Aletta yang ingin makan ayam hari ini. Sampai disana dan memarkirkan mobil, Athan dan Aletta masuk memesan Panas Spesial 2 dan French fries, hanya menunggu sebentar makanan mereka jadi.
Athan dan Aletta duduk di meja paling ujung dengan view kaca yang memperlihatkan sibukanya jalanan hari ini. Bersamaan dengan itu Micella datang dengan Dicky masuk kedalam menuju tempat memesan makanan.
“bukannya itu.”
Athan menengok kearah pemesanan makanan “lahh Dicky, dah gue duga tuh anak deket sama Micella.”
“hahaha cocok juga.”
“kalo kita cocok ngga?.”
“engga.”
“dih lo kan pernah suka sama gue.”
“khilaf, lagian lo juga pernah suka sama gue sampek mohon-mohon,”
“emang.”
Aletta langsung salting saat Athan meenatapnya.
“ehm, gue mau es krim, beliin.”
“bentar cantik.”
Athan beranjak dari duduknya meninggalkan Aletta, sedangkan gadis itu mulai mengatur detak jantungnya yang berantakan karena Athan. ‘ngga boleh suka lagi, Aletta’
Aletta kembali memakan makanannya dengan lahap hingga habis, dia juga memakan kentang yang dipesannya, padahal sudah banyak makanan yang masuk perut tapi gadis itu tidak merasa kenyang bahkan dia sudah meminta Athan membelikan es krim.
“hai Aletta.” Suara dari belakang Aletta membuatnya bergidik, suara milik Kelvin yang sangat jelas ditelinganya.
Aletta menengok kebelakang “Kelv.”
“apa kabar? Lo kangen gue pasti.”
“ngapain lo disini?.”
“bertemu sama lo, kalo dirumah lo kan ada Athan.”
__ADS_1
Aletta melihat Athan yang masih sibuk mengobrol dengan Dicky sambil menunggu pesanan. Dengan wajah datarnya, Aletta melihat tajam kearah Kelvin, wajah Aletta mendekat kearah Kelvin tepat ditelinganya.
“lo tau gue bukan Aletta yang ngasih roti ke lo waktu SMP, jadi jangan berharap lebih gue bakal sebaik itu ke lo lagi.” Bisik Aletta penuh penekanan.
“hahaha lo lebih menarik sekarang, sampai jumpa lagi sayang.” Kelvin pergi meninggalkan Aletta, walaupun dalam hatinya ada rasa kecewa dan kesal, Kelvin tetap dengan wajahnya yang masih sangat menyukai Aletta.
“dih jijik banget.” Ucap Aletta dengan wajah kesal.
Sedangkan Athan masih asik mengobrol dengan Dicky.
“lo sama Aletta?.”
“iya tuh.”
“ngga dipepet aja than? Orangnya kan dah putus.”
“iya sih, tapi gue takut ntar malah jadian dan putus, jadi musuh, gue ngga bisa kayak gitu sama Aletta, gue ngga bisa tanpa dia.”
“elah bucin banget lo.”
“ngaca nyet, lo juga.”
Athan beranjak dari duduknya mengambil es krim miliknya yang sudah jadi dan membawanya kepada Aletta, gadis itu terlihat kesal.
“kenapa?.”
“ngga.”
Athan melihat ke luar jendela kaca yang mengahadap langsung ke parkiran, Kelvin baru saja meninggalkan parkiran dengan motornya.
“dia nyamperin lo.”
“siapa?.”
“Kelvin.”
“engga, mana?.”
Athan hanya menggeleng, walaupun dia tau kalau Aletta pasti baru saja bertemu dengan Kelvin.
Mereka berdua masuk ke mall.
Selagi Aletta memilih pakaian, Athan pergi kesalah satu toko yang menjual aksesoris, ada satu kalung yang menarik perhatiannya, harganya lumayan mahal, Athan mengingat bahwa dia belum memberikan kado Aletta.
“mbak yang ini.” Ucap Athan menunjuk kalung dengan mutiara kecil.
“buat pacarnya mas?.”
“kepo, bungkus aja yang bagus.”
“siap mas.” Jawab penjaga tokonya dengan senyuman, setelah memberikan kertas pembayaran, Athan menuju kasir dan mengeluarkan black card nya.
Setelah membayar, Athan mengambil kotak berwarna kuning yang berisi kalung tersebut dan keluar dari toko menghampiri Aletta yang masih sibuk memilih pakaian.
“menurut lo bagusan yang mana?.” Tanya Aletta menunjukkan dua baju
“sama aja.”
“ya udah dua-dua nya.” Aletta memberikan dua baju tersebut pada pelayan.
Athan hanya menggeleng-geleng melihat Aletta yang sudah memilih banyak sekali baju.
“mau beli sepatu juga.”
“apaan sih ta, sepatu lo kan dah banyak.”
“dikit, gue mau beli lagi.”
“ngga boleh, yang sebelumnya aja lo baru beli kan online.”
“kan udah lama.”
“lama apanya orang baru beberapa hari yang lalu.”
“satu doang than.”
“ngga!.”
__ADS_1
“ya udah sih kan duit-duit gue.”
“ya iya sih, tapi tetep aja jangan beli sekarang.”
“iya iya, tapi besok ya.”
Aletta menuju kasir membayar belanjaannya dan keluar menghampiri Athan dengan banyak paper bag.
Athan mengeluarkan kotak dari sakunya.
“nih buat lo.” Ucap Athan
“apa nih.”
“happy birthday Aletta.”
“thank you.”
Aletta membuka kotak tersebut, wajahnya berbinar tat kala melihat isinya, sebuah kalung. “woahh thanks Athan.”
“sini gue pake in.”
Athan memakaikan kalung tersebut dileher Aletta. Terlihat sangat cantik dipakai oleh Aletta.
Dikejauhan Areksa memperhatikan mereka, tadinya Areksa datang menemani ibunya berbelanja bulanan, saat melihat Athan berada di toko Aksesoris, Areksa mengikuti Athan, karena tidak mungkin Athan berada di sana sendirian, dan benar Athan bersama dengan Aletta. Berbeda saat dengannya, Aletta sekarang terlihat bahagia, lebih bahagia ketimbang dengannya dulu, mungkin Aletta juga tersenyum tapi berbeda senyuman yang diberika tatkala bersama Athan.
‘kalian emang cocok.’
“Reksa!.” Panggil ibunya
“iya ma.”
Areksa menghampiri ibunya dan membantu membawa barang belanja ibunya yang lumayan banyak.
“kamu ngapain disitu tadi.”
“ngga papa kok ma.”
Terlihat Athan dan Aletta meninggalkan mall, bahkan Athan menggandeng tangan Aletta. Mereka pasangan yang sangat serasi.
Saat berada di mobil, Aletta melihat kearah Athan yang tengah memasang sabuk pengamannya, merasa diperhatikan, Athan menengok kesamping.
“ada apa?.”
“lo suka kan sama gue?.”
“iya.” Jawab Athan singkat
“kenapa lo ngga nembak gue?.”
Athan mencoba berfikir “emm ta.” Athan menyentuh kedua tangan Aletta “lo tau kan gue ngga bisa komitmen sama cewek.”
“ngga usah diterusin lagi than.” Aletta melepaskan sentuhan tangan Athan
“gue takut kalo kita berhubungan, ntar putus dan kita jaadi musuhan, gue ngga bisa kayak gitu ta.”
“kenapa lo mikir gitu sedangkan kita belum nyoba.”
“tapi gue ngga bisa ta, gue takut sama kemungkinan terburuk yaitu pisah sama lo.”
“tapi bukannya kalo kita sama-sama ngga mau pisah juga ngga akan pisah.”
“setiap hubungan pasti naik turun ta.”
“ya udah kalo gitu sikap lo jangan kayak pacar gue gini, lo ngehalangin jodoh gue tau ngga sih than.”
Athan terdiam.
⁂
__ADS_1