
“gue ngga tau gue ini lagi ngerasain apa, tapi gue butuh waktu buat ngartiin semuanya.”
...
Jam menunjukkan
pukul tujuh malam, Aletta menuruni tangga dengan pakaian rapi, celana jeans dan
juga crop hoddie cream, Aletta juga membawa helm kuningnya.
“mau kemana?.” Tanya Dimas yang tengah santai di ruang keluarga
sambil menonton film
“jalan bang, Athan kemana?.”
“ngga tau gue, balapan kalik.”
“ohh gitu, gue berangkat dulu ya.”
“hati hati ta.”
“siap.”
Aletta keluar rumahnya, didepan sudah ada Areksa yang menunggu,
lelaki itu tampan seperti biasanya, hoddie hitam celana pendek hitam dan sepatu
vans.
Areksa dan Aletta pergi ke sebuah café, ini bukan weekend atau
malam minggu tapi sama seperti biasanya café ramai dengan pengunjung, bukan
pertama kali Aletta pergi tapi ini adalah pertama kali dia pergi bersama
pacarnya.
“silakan duduk tuan putri.” Ucap Areksa sambil tersenyum
“thanks.”
Areksa memesankan minuman kesukaan Aletta, Redvelvet. Dan juga
makanan ringan untuk menemani perbincangan mereka kali ini.
Sambil menunggu makanan datang, Areksa mengambil gambar Aletta dan
memasukkannya kedalam Snapgram di akunnya.
Bahkan mereka berdua tidak saling follow.
“kamu kan belum follow.” Ucap polos Aletta yang membuat Areksa
tertawa,
“hahaha bener.”
Mereka pun saling follow, Areksa juga menandai akun Aletta di
snapgram nya.
“duh malu banget tau, aku jelek.”
“apaan sih ta, lo tuh cantik, cantik banget malahan, aku beruntung
banget dapetin kamu.” Jelas Areksa yang membuat Aletta malu.
Makanan mereka pun datang, karena duduk bersebelahan. Areksa
melakukan siaran langsung, dan banyak sekali yang bergabung, ratusan.
Banyak komen yang menanyakan siapa wanita yang ada bersama Areksa.
“duh malu nih.” Ucap Aletta lirih
Areksa menarik Aletta lebih dekat agar bisa masuk frame. “guys
kenalin ini pacar gue, namanya Aletta Fredella, dia bagian dari hidup gue
sekarang, gue sayang banget sama dia.”
Ucapan Areksa membuat Aletta meleleh, bahkan semua komenan
mengatakan mereka berdua sangat serasi, banyak yang memuji Aletta cantik.
Sambil makan dan mengobrol di live, Aletta sering tertawa membaca
komenan dan juga mendengar cerita Areksa. Aletta juga bercerita sedikit saat
ada yang bertanya mengenai sekolahnya, dan bagaimana soal festival seni
tahunan.
Festival seni tahunan SMA Galileo itu bukan sebuah kontes seni,
__ADS_1
melainkan ada penampilan dari berbagai ekstrakulikuler di SMA Galileo, yang
utama adalah band, tari tradisional modern, dj, dan banyak lagi. Untuk tahun ini akan berbeda karena dilakukan
seharian start jam 7 pagi dan selesai tengah malam, dimana acara malam hari
adalah puncak dari rangkaian acara sebelumnya.
Selesai kencan, Areksa dan Aletta pergi ke Markas Arcux, Aldo
menyuruh Areksa datang ke Markas malam itu juga, karena untuk ke arah jalan
pulang melewati markas, jadilah Areksa masih bersama Aletta datang kesana.
“dateng juga lo.” Ucap Aldo yang berada di bengkel membenarkan
motornya
“kenapa bang?.” Tanya Areksa, karena hari ini bukan hari untuk
rapat
“dadakan sih, Athan ngga bisa di hubungin, lo bisa kan ya datengin
ke tempat balapan.”
“bisa-bisa.”
“biar Aletta disini aja dulu.”
“oke oke.” Areksa melihat Aletta “aku bentar doang kok.”
“iya hati –hati.”
Areksa langsung pergi menyusul Athan di tempat balapan.
“do, emang si Athan balapan?.”
“engga, gue disini ta.” Sebuah suara membuat Aletta menengok dan
melihat Athan berjalan dari dalam markas Arcux
“lo kok nipu Areksa sih, jahat banget.”
“gue mau ngomong sama lo.”
Athan menarik lengan Aletta masuk kedalam markas Arcux.
“lo ngapain sih, terus Areksa gimana? Kalo dia kenapa-napa gimana
than?.”
“dia ngga akan kenapa-napa, disana ada Roni, dia bawa motor gue
Aletta duduk di sofa
“lo mau ngomong apa? kenapa ngga bilang dirumah aja.”
“gue suka sama lo.”
Ucapan Athan membuat Aletta melongo, dia melihat kearah Athan
mencari letak becandaan diwajahnya, tapi Athan nampak serius dengan apa yang
dikatakannya.
“maksud lo apaan?.”
“gue suka sama lo, waktu itu gue ngga tau gue lagi ngerasain apa,
dan gue butuh waktu buat ngartiin semuanya, sekarang gue sadar kalo gue suka
sama lo, tapi gue ngga berharap lebih ke lo.” Jelas Areksa
“buat ngelupain lo itu susah than, lo bilang ke gue buat lupain
lo, karna kita sahabat lama, kalo persahabatan kita berubah jadi cinta, kita
bisa aja musuhan.”
Athan hanya diam.
“Areksa datang buat gue, dia yang nganggep gue ngga sekedar Aletta
anak kecil yang butuh kasih sayang, tapi dia juga nganggep gue sebagai seorang
wanita, dia sayang sama gue, begitupula gue yang suka sama dia.”
“lo udah lupain perasaan lo ke gue ta? Lo yakin?.”
Aletta mengangguk “gue nganggep lo ngga lebih dari keluarga dan
sahabat gue sejak kecil than.”
“kalo emang gitu ngga papa kok ta, gue sadar gue salah, harusnya
waktu itu gue sadar kalo gue suka sama lo juga.”
Aletta menyentuh pundak Athan lembut, “than, apa yang lo rasain
__ADS_1
kali ini cuma sebentar, kalo lo nemuin orang yang tulus sama lo, lo pasti tau
apa yang gue rasain saat ini.”
Suara motor datang, Aletta langsung beranjak dari duduknya dan
keluar dari dalam markas, melihat Areksa yang datang, Aletta menghampirinya.
“gue ngga nemuin bang Athan disana, Cuma mereka berdua.”
“tuh Athan udah balik.”
“aduh gue udah khawatir karna ngga nemuin.”
“reksa, aku mau pulang.” Ajak Aletta
“ya udah aku anterin dulu ya.”
Aletta mengangguk, setelah berpamitan dengan yang lain, Areksa dan
Aletta pergi.
Tinggalah Athan, Roni, Dicky dan Aldo yang masih ada disana.
“udahlah than, banyak yang suka sama lo, ngga liat Aletta bahagia
sama Areksa, Areksa juga anak baik-baik, Aletta pasti baik-baik aja sama
Areksa.” Jelas Aldo
“gue ngga rela aja Aletta sama Cowok lain.”
“lo egois than.” Celetuk Dicky “kalo lo suka sama Aletta dan lo
sayang sama dia, harusnya lo bilang dan lo pacarin tuh Aletta, cewek juga butuh
kepastian, bukannya lo malah nahan dia terus di sisi lo dan lo main-main sama
cewek lain.” Lanjut Dicky yang di kode Roni untuk diam.
“iya gue sadar gue salah, gue juga udah bilang ke Aletta tapi
terlambat mau ngga mau gue relain dia sama Areksa, tapi gue pasti bikin
perhitungan ke tuh anak kalo Aletta gue sampek nangis.”
Dicky menyentuh pundak Athan “itu namanya Gentle.”
“thanks dic, lo selalu nyadarin gue.”
“itu gunanya gue disini, gue pelengkap Arcux, Arcux tanpa gue ngga
akan ada arah.”
“mulai deh.”
“hehehe.”
Sedangkan Aletta sudah sampai dirumahnya, setelah Areksa
berpamitan pergi, Aletta masuk kedalam rumah, dilihatnya rumah yang sudah
kosong. Biasanya Dimas menonton tv, tapi di dapur masih ada bi Indah yang
tengah membuat minuman hangat.
“bi Indah, mana bang Dimas?.”
“oh den Dimas pergi non Aletta, katanya mau bertemu dengan
ibunya.”
“tumben ngga ngajak Athan.”
“ngga tau non, buru-buru deh kayaknya tadi.”
Aletta hanya mengangguk-angguk,
“buatin susu ya bi.”
“siap non.”
Aletta naik ke kamar nya, membersihkan diri dan memakai skincare
malamnya, sambil meminum susu yang ada di meja dia bermain ponsel, melihat
banyak yang tiba-tiba memfollow instagramnya. Akun milik Aletta di kunci, jadi
kalau belum di acc belum bisa melihat foto-foto milik Aletta yang seluruhnya
berisi foto hasil jepretan kamera analognya.
Aletta kembali melihat snapgram milik Areksa, dia tersenyum.
Hingga sebuah DM masuk ke akunnya, diantara DM-DM lain yang memintanya
follback.
Areksa deket sama gue, lo
__ADS_1
selingkuhan Areksa kan? Jauhin dia, karena dia Cuma milik gue
⁂