Athan & Aletta

Athan & Aletta
Waktu dan Rasa


__ADS_3


“gue ngga tau gue ini lagi ngerasain apa, tapi gue butuh waktu buat ngartiin semuanya.”


 


...


Jam menunjukkan


pukul tujuh malam, Aletta menuruni tangga dengan pakaian rapi, celana jeans dan


juga crop hoddie cream, Aletta juga membawa helm kuningnya.


“mau kemana?.” Tanya Dimas yang tengah santai di ruang keluarga


sambil menonton film


“jalan bang, Athan kemana?.”


“ngga tau gue, balapan kalik.”


“ohh gitu, gue berangkat dulu ya.”


“hati hati ta.”


“siap.”


Aletta keluar rumahnya, didepan sudah ada Areksa yang menunggu,


lelaki itu tampan seperti biasanya, hoddie hitam celana pendek hitam dan sepatu


vans.


Areksa dan Aletta pergi ke sebuah café, ini bukan weekend atau


malam minggu tapi sama seperti biasanya café ramai dengan pengunjung, bukan


pertama kali Aletta pergi tapi ini adalah pertama kali dia pergi bersama


pacarnya.


“silakan duduk tuan putri.” Ucap Areksa sambil tersenyum


“thanks.”


Areksa memesankan minuman kesukaan Aletta, Redvelvet. Dan juga


makanan ringan untuk menemani perbincangan mereka kali ini.


Sambil menunggu makanan datang, Areksa mengambil gambar Aletta dan


memasukkannya kedalam Snapgram di akunnya.


Bahkan mereka berdua tidak saling follow.


“kamu kan belum follow.” Ucap polos Aletta yang membuat Areksa


tertawa,


“hahaha bener.”


Mereka pun saling follow, Areksa juga menandai akun Aletta di


snapgram nya.


“duh malu banget tau, aku jelek.”


“apaan sih ta, lo tuh cantik, cantik banget malahan, aku beruntung


banget dapetin kamu.” Jelas Areksa yang membuat Aletta malu.


Makanan mereka pun datang, karena duduk bersebelahan. Areksa


melakukan siaran langsung, dan banyak sekali yang bergabung, ratusan.


Banyak komen yang menanyakan siapa wanita yang ada bersama Areksa.


“duh malu nih.” Ucap Aletta lirih


Areksa menarik Aletta lebih dekat agar bisa masuk frame. “guys


kenalin ini pacar gue, namanya Aletta Fredella, dia bagian dari hidup gue


sekarang, gue sayang banget sama dia.”


Ucapan Areksa membuat Aletta meleleh, bahkan semua komenan


mengatakan mereka berdua sangat serasi, banyak yang memuji Aletta cantik.


Sambil makan dan mengobrol di live, Aletta sering tertawa membaca


komenan dan juga mendengar cerita Areksa. Aletta juga bercerita sedikit saat


ada yang bertanya mengenai sekolahnya, dan bagaimana soal festival seni


tahunan.


Festival seni tahunan SMA Galileo itu bukan sebuah kontes seni,

__ADS_1


melainkan ada penampilan dari berbagai ekstrakulikuler di SMA Galileo, yang


utama adalah band, tari tradisional modern, dj, dan banyak lagi.  Untuk tahun ini akan berbeda karena dilakukan


seharian start jam 7 pagi dan selesai tengah malam, dimana acara malam hari


adalah puncak dari rangkaian acara sebelumnya.


Selesai kencan, Areksa dan Aletta pergi ke Markas Arcux, Aldo


menyuruh Areksa datang ke Markas malam itu juga, karena untuk ke arah jalan


pulang melewati markas, jadilah Areksa masih bersama Aletta datang kesana.


“dateng juga lo.” Ucap Aldo yang berada di bengkel membenarkan


motornya


“kenapa bang?.” Tanya Areksa, karena hari ini bukan hari untuk


rapat


“dadakan sih, Athan ngga bisa di hubungin, lo bisa kan ya datengin


ke tempat balapan.”


“bisa-bisa.”


“biar Aletta disini aja dulu.”


“oke oke.” Areksa melihat Aletta “aku bentar doang kok.”


“iya hati –hati.”


Areksa langsung pergi menyusul Athan di tempat balapan.


“do, emang si Athan balapan?.”


“engga, gue disini ta.” Sebuah suara membuat Aletta menengok dan


melihat Athan berjalan dari dalam markas Arcux


“lo kok nipu Areksa sih, jahat banget.”


“gue mau ngomong sama lo.”


Athan menarik lengan Aletta masuk kedalam markas Arcux.


“lo ngapain sih, terus Areksa gimana? Kalo dia kenapa-napa gimana


than?.”


“dia ngga akan kenapa-napa, disana ada Roni, dia bawa motor gue


Aletta duduk di sofa


“lo mau ngomong apa? kenapa ngga bilang dirumah aja.”


“gue suka sama lo.”


Ucapan Athan membuat Aletta melongo, dia melihat kearah Athan


mencari letak becandaan diwajahnya, tapi Athan nampak serius dengan apa yang


dikatakannya.


“maksud lo apaan?.”


“gue suka sama lo, waktu itu gue ngga tau gue lagi ngerasain apa,


dan gue butuh waktu buat ngartiin semuanya, sekarang gue sadar kalo gue suka


sama lo, tapi gue ngga berharap lebih ke lo.” Jelas Areksa


“buat ngelupain lo itu susah than, lo bilang ke gue buat lupain


lo, karna kita sahabat lama, kalo persahabatan kita berubah jadi cinta, kita


bisa aja musuhan.”


Athan hanya diam.


“Areksa datang buat gue, dia yang nganggep gue ngga sekedar Aletta


anak kecil yang butuh kasih sayang, tapi dia juga nganggep gue sebagai seorang


wanita, dia sayang sama gue, begitupula gue yang suka sama dia.”


“lo udah lupain perasaan lo ke gue ta? Lo yakin?.”


Aletta mengangguk “gue nganggep lo ngga lebih dari keluarga dan


sahabat gue sejak kecil than.”


“kalo emang gitu ngga papa kok ta, gue sadar gue salah, harusnya


waktu itu gue sadar kalo gue suka sama lo juga.”


Aletta menyentuh pundak Athan lembut, “than, apa yang lo rasain

__ADS_1


kali ini cuma sebentar, kalo lo nemuin orang yang tulus sama lo, lo pasti tau


apa yang gue rasain saat ini.”


Suara motor datang, Aletta langsung beranjak dari duduknya dan


keluar dari dalam markas, melihat Areksa yang datang, Aletta menghampirinya.


“gue ngga nemuin bang Athan disana, Cuma mereka berdua.”


“tuh Athan udah balik.”


“aduh gue udah khawatir karna ngga nemuin.”


“reksa, aku mau pulang.” Ajak Aletta


“ya udah aku anterin dulu ya.”


Aletta mengangguk, setelah berpamitan dengan yang lain, Areksa dan


Aletta pergi.


Tinggalah Athan, Roni, Dicky dan Aldo yang masih ada disana.


“udahlah than, banyak yang suka sama lo, ngga liat Aletta bahagia


sama Areksa, Areksa juga anak baik-baik, Aletta pasti baik-baik aja sama


Areksa.” Jelas Aldo


“gue ngga rela aja Aletta sama Cowok lain.”


“lo egois than.” Celetuk Dicky “kalo lo suka sama Aletta dan lo


sayang sama dia, harusnya lo bilang dan lo pacarin tuh Aletta, cewek juga butuh


kepastian, bukannya lo malah nahan dia terus di sisi lo dan lo main-main sama


cewek lain.” Lanjut Dicky yang di kode Roni untuk diam.


“iya gue sadar gue salah, gue juga udah bilang ke Aletta tapi


terlambat mau ngga mau gue relain dia sama Areksa, tapi gue pasti bikin


perhitungan ke tuh anak kalo Aletta gue sampek nangis.”


Dicky menyentuh pundak Athan “itu namanya Gentle.”


“thanks dic, lo selalu nyadarin gue.”


“itu gunanya gue disini, gue pelengkap Arcux, Arcux tanpa gue ngga


akan ada arah.”


“mulai deh.”


“hehehe.”


Sedangkan Aletta sudah sampai dirumahnya, setelah Areksa


berpamitan pergi, Aletta masuk kedalam rumah, dilihatnya rumah yang sudah


kosong. Biasanya Dimas menonton tv, tapi di dapur masih ada bi Indah yang


tengah membuat minuman hangat.


“bi Indah, mana bang Dimas?.”


“oh den Dimas pergi non Aletta, katanya mau bertemu dengan


ibunya.”


“tumben ngga ngajak Athan.”


“ngga tau non, buru-buru deh kayaknya tadi.”


Aletta hanya mengangguk-angguk,


“buatin susu ya bi.”


“siap non.”


Aletta naik ke kamar nya, membersihkan diri dan memakai skincare


malamnya, sambil meminum susu yang ada di meja dia bermain ponsel, melihat


banyak yang tiba-tiba memfollow instagramnya. Akun milik Aletta di kunci, jadi


kalau belum di acc belum bisa melihat foto-foto milik Aletta yang seluruhnya


berisi foto hasil jepretan kamera analognya.


Aletta kembali melihat snapgram milik Areksa, dia tersenyum.


Hingga sebuah DM masuk ke akunnya, diantara DM-DM lain yang memintanya


follback.


Areksa deket sama gue, lo

__ADS_1


selingkuhan Areksa kan? Jauhin dia, karena dia Cuma milik gue



__ADS_2