Athan & Aletta

Athan & Aletta
Kenaikan Kelas


__ADS_3

*




“kenyataan terburuk yang harus di terima adalah keadaan yang tidak bisa dikembalikan”*


Pagi-pagi sekali gerombolan anak-anak Arcux berjalan di lorong kelas, suatu hal yang langka mengingat mereka tidak pernah berangkat pagi-pagi dan juga bersamaan. Hari ini adalah hari pertama ujian kenaikan kelas untuk kelas 1 dan 2. Paling depan ada Athan yang berjalan santai mengobrol dengan Dicky, bahkan bajunya saja tidak dimasukkan, dasinya tidak dipakai, tetap saja terlihat sangat tampan.


Disebelah agak belakang ada Areksa dengan pakaian rapinya dan senyuman manis yang dilontarkan pada setiap anak perempuan SMA Galileo yang menyapanya, wajar saja lelaki itu memiliki followers sangat banyak di instagram, Areksa juga selalu live saat malam hari hanya sekedar menjawab pertanyaan para followers, followers nya meningkat mengingat dia mantan pacar Aletta yang sekarang berpacaran dengan Athan, ketua Arcux.


Aletta yang keluar dari kelas 11 IPS 1 ingin membuang sampah ditempat sampah depan kelas, sangat terkejut saat berhadap langsung dengan tubuh kekar didepannya yang lebih tinggi beberapa centi meter darinya.


“selamat pagi cantikku.” Sapa Athan lembut.


Aletta mendongak keatas, wajahnya memerah saat melihat Athan ada didepannya.


“pagi.” Aletta berusaha menghindari dari Athan tapi malah menahan lengannya.


“mau kemana?.”


“buang sampah.”


Athan mengambil sampah kertas dari tangan Aletta dan membungnya ke tempat sampah menggantikan Aletta.


“thanks.”


“sama-sama cantik.”


“hoek!.” Dicky yang mendengar dan melihat Athan pura-pura muntah jijik. “dih bucin.” Ucapnya kemudian meninggalkan Athan menuju bangku paling depan.


Athan dan Aletta hanya tertawa melihat Dicky.


“ehmm pacaran jangan di depan pintu.” Suara bu Vira membuat Athan dan Aletta langsung menuju bangku masing-masing.


Bu Vira berdiri didepan kelas. “selamat pagi anak-anak, hari ini pertama ujian kenaikan kelas, ibu harap kalian tidak mengecewakan seperti ulangan harian terutama kamu Athan, harusnya kamu itu minta ajarkan Aletta, kalian kan pacaran, lagian kalian ini apa ngga bosen dari kecil barengan terus gedenya malah pacaran, ngga sekalian aja ntar nikah.”


“emang niat mau nikah sih bu, doain aja.” Jawab Athan


Bu Vira hanya menggeleng-geleng mendengar ucapan Athan.


Ujian hari ini selesai, Athan keluar terlebih dahulu, otaknya sudah tidak bisa diajak mikir kalau kata dia. Lelaki itu menunggu Aletta di depan kelas sambil bermain game diponselnya.


“woi bang!.” Teriak Areksa


“apaan sih lo ngagetin aja.”


“main apa lo?.”


“bang bang.”


“ha? Emang ada?.”


“ada, ML.”


“anjir gue kira apaan.”


Aletta keluar dari kelas sambil berbincang dengan Lala, Athan yang bahkan belum selesai langsung mematikan ponselnya dan memasukkan kedalam saku celana kemudian menghampiri Aletta.

__ADS_1


“hmm makin ngebucin aja, gue duluan ya ta, Aldo udah nungguin di parkiran. Dahh.” Pamit Lala, tinggalah Athan dan Aletta yang berjalan dilorong menuju parkiran sembari sedikit mengobrol.


“ta, ntar kerumah gue dulu ya.”


“okay.”


Athan memakaikan helm ke kepala Aletta dengan lembut, digerbang sekolah terlihat Alisa yang mengamati mereka berdua sembari menunggu jemputan. Sedangkan Dinda, beberapa hari setelah festival Seni SMA Galileo, dia memutuskan untuk pindah sekolah ke Eropa ikut dengan kedua orang tuanya yang kebetulan berada disana dan memiliki bisnis lumayan besar.


Kalaupun Dinda tidak melakukan kesalahan, gadis itu akan tetap pindah ke Eropa ketika naik kelas 3, kedua orang tuanya sangat overprotektif pada gadis itu yang notabenya adalah anak tunggal.


Sebuah motor berhenti didepan Alisa, disana ada Kelvin yang membuka kaca helmnya.


“ayo.” Ajak Kelvin


“ngga, ngapain sih lo kesini.”


“jemput lo, bisa-bisa gue dimarahin kalo ngga sama lo pulangnya.”


Dengan terpaksa Alisa naik ke motor Kelvin, tepat saat itu Aldo dan Lala melihat mereka berdua.


“bukannya itu Alisa kan ya.”


“lah iya ngapain sama Kelvin.”


Areksa yang keluar dari dalam warteg langsung ikut nimbrung dengan Aldo dan Lala.


“Alisa saudara gue, wajar kalau balik sama Kelvin.” Ucap Areksa


“lah iya?.”


Areksa mengangguk sambil memakan nasi nya.


“lo mau ikut masuk ngga? Kayaknya bokap ada didalem.”


“boleh.”


Aletta ikut masuk kedalam rumah Athan, lelaki itu sedikit terkejut tatkala melihat seorang wanita yang duduk di samping ayahnya, bukan seperti wanita ******, wanita itu lebih terlihat modis dan rapi, bahkan terlihat seumuran beberapa tahun diatas Athan wajahnya.


“pa.” panggil Athan


“udah balik, Aletta juga datang, sini dulu.”


Athan dan Aletta menyalami kedua orang yang terlihat sangat dekat tersebut dan duduk di sofa.


“ini Diana, calon istri papa dan calon mama mu.”


Degg


Seakan jantung Athan ikut berhenti mendengarnya, semuanya runtuh harapan satu-satunya mengembalikan keluarganya yang dulu, gagal. ayahnya telah menemukan wanita pengganti setelah sekian lama.


Melihat reaksi Athan yang hanya diam, Aletta menggenggam tangan lelaki itu kuat.


“wahh selamat ya om,tante. Aletta ikut seneng.” Ucap Aletta dengan senyumannya


“terima kasih Aletta.”


“pah Athan naik dulu.” Athan beranjak dari sofa


“Aletta juga om, tante.”

__ADS_1


Aletta mengikuti Athan yang lebih dulu menaiki tangga menuju lantai dua, lelaki itu kemudian melepas seragamnya menyisakan kaos hitam polos. Sedangkan Aletta duduk di sofa yang ada di kamar Athan.


“lo ngga papa than?.” Tanya Aletta lirih yang masih bisa didengar oleh Athan.


“emang gue kenapa?.” Athan membuka jendela kamarnya dan menyalakan korek untuk membakar sebatang rokok yang ada di tangannya, namun tangan Aletta merebut rokok yang ada di tangan Athan dan menjatuhkannya.


“gue tau lo lagi ngga baik, jangan apa-apa lampiasin nya ke tubuh lo.” Aletta tersenyum, gadis itu memeluk tubuh Athan erat. Sekian lama berlangsung, Athan berbalik memeluk Aletta.


“makasih ta, lo selalu ada buat gue.” Ucap Athan lirih.


“sampai kapanpun gue selalu disisi lo than, jadi jangan ngerasa sendirian.” Aletta melepaskan pelukannya dan menarik sudut bibir Athan “senyum dong.”


Athan tersenyum, “kalo bosan ambil aja makanan di laci.” Ucapnya mengalihkan pandangan Aletta yang membuat Athan salah tingkah.


“laci?.”


Aletta langsung membuka laci dibawah tv, benar banyak sekali makanan ringan disana padahal Athan jarang pulang kerumah. “woahh.” Aletta mengeluarkan 2 makanan ringan dan membawanya ke sofa, sembari membaca ******* di ipadnya, Aletta memakan makanannya.


Athan berjalan kearah Aletta, mengambil beberapa minuman bersoda didalam lemari pendingin kecil yang ada dikamarnya.


“lo kok sibuk sendiri sih ta.”


“abisnya lo sih bikin gue mood baca novel.”


“ya udah lanjutin aja kalo gitu.”


Aletta meletakkan ipad nya di meja.


“kenapa?.”


“mau kiss.”


“dalam mimpi lo!.” Aletta mendorong Athan agar menjauh darinya “ gue mau turun laper.” Aletta keluar dari kamar Athan menuju dapur, di ruang tengah sudah sepi tidak ada siapapun,


Aletta menghampiri bi Sumi yang tengah sibuk membuat makanan untuk makan malam.


“om Nico kemana bi?.” Tanya Aletta


“tuan pergi non, tadi Cuma nitip pesan ke den Athan buat makan malem ntar.”


“ngga usah bi, lagian juga ini mau keluar.” Sela Athan yang sudah memakai pakaian santai dengan tas di punggungnya dan juga tas milik Aletta yang dibawanya turun. “bilangin sama papa kalo Athan ada acara.”


“iya den.”


“ayo.” Ajak Athan, Aletta hanya bisa pasrah ikut Athan pergi.


Lelaki itu memasukkan motornya dan mengeluarkan mobilnya dari garasi, jika Athan memakai mobil berarti dia tidak pulang beberapa hari kedepan dan kemungkinan besar akan menginap di markas atau rumah Aletta.


Athan melempar tasnya ke kursi belakang, memasang sabuk pengaman, dilihatnya Aletta yang juga sudah siap. Mobil Athan meninggalkan rumah menuju rumah Aletta, tepat saat sampai dirumah Aletta, banyak mobil berada di depan rumah Kelvin.


 


 



 


 

__ADS_1


__ADS_2