
“buat gabung di Arcux ngga harus lo punya kendaraan yang sama, setidaknya lo punya tekat dan niat yang kuat buat jadi bagian keluarga Arcux.”
Athan memarkirkan motornya didepan markas Arcux, beberapa motor terparkir disana termasuk motor milik Roni dan Dicky. Roni adalah satu-satunya anggota Arcux dari sekolah lain sepanjang sejarah, Arcux adalah bagian dari SMA Galileo tapi Dimas merekrut Roni menjadi bagian dari Arcux sebelem Athan masuk. Walaupun Dimas adalah kakak kandung Athan, sebelumnya Dimas tidak ingin Athan masuk Arcux, tapi karena sesuatu hal, Akhirnya Athan gabung Arcux dua bulan
setelah Roni bergabung.
Sedangkan Dicky adalah ketua kelas 2 IPS A, sekelas dengan Athan yang kemudian mereka berdua gaabung Arcux bersamaan.
Yang terakhir Aldo, anaknya bucin, tapi dia adalah anggota paling tinggi akan rasa kekeluargaan. Aldo juga sering turun balapan liar. Dia di rekrut oleh Athan 4 bulan yang lalu
karena pertemuan pertama mereka saat Athan jatuh dari motor dan Aldo menolongnya, Aldo memiliki sifat yang dibutuhkan oleh Arcux.
Masih banyak anggota lain yang tidak masuk dalam anggota paling berpengaruh di Arcux, dan mereka semua akan hadir di markas saat-saat tertentu, berbeda dengan mereka berempat yang menganggap bahwa Arcux adalah sebuah rumah dan keluarga.
Aldo datang membawa dua kantong plastik berisi nasi bungkus, siang-siang adalah jam lapar, dan sebelum Aldo datang Roni sudah memesan nasi bungkus pada Aldo.
“wihhh makan.” Ucap Athan
“dih emang lo beli?.” Tanya Roni
“engga sih.”
“ya elah, gue bawa empat kalik.” Ucap Aldo memberikan nasi bungkus itu pada Athan.
Setelah makan siang, mereka berkumpul di sofa sambil menghitung uang kas Arcux, yang bendaharanya dipegang oleh Dicky.
“ucah cukup buat bansos minggu depan, jadi kemana?.”
“gue sih ada ide ke plosok daerah xxxx.”
“gue juga barusan liat sih kalo disana rawan banjir, kayak nya gue juga setuju.”
“oke berarti fix kesana.”
“soal anggota baru.” Celetuk Dicky
“bagi gue anggota baru ada atau tidak itu ngga ada masalah, gue ngga suka orang orang daftar Arcux Cuma mau gaya-gaya an biar dibilang keren. Disini bukan ajang buat pamer, kita adalah keluarga.” Jelas Athan
“jadi lo ngga masukin anggota baru than?.” Tanya Roni
“ngga tau liat aja ntar.”
“bang Dimas ngehubungin gue, kalo anggota baru tiap tahun harus ada dan kita tahun ini baru ngerekrut Aldo.”
“gue udah ada, taapi gue butuh waktu.”
“oke gue sih percaya pilihan Athan.” Ucap Dicky
Setelah rapat, Athan dan Roni duduk di depan area bengkel, tadinya ingin cek motor tapi malah jadi nongkrong sambil ngerokok.
__ADS_1
“bang Dimas ngehubungin lo tapi ngga ngehubungin gue sama sekali.” Ucap Athan sambil menghisap rokoknya santai
“dia juga nitip salam buat lo.”
“licik banget tuh orang, gue doang yang kena pukul bokap.”
“sabar than.”
“udalahnya emang bagian gue, kalo bang Dimas hubungin lo lagi, suruh bales chat gue.”
“gue selalu bilang ke dia buat hubungin lo, tapi ngga tau lah kenapa.”
Hingga puntung rokok tinggal sedikit pembicaraan mereka berdua selesai dan Athan pamit untuk pergi duluan.
Athan melewati sebuah warung tongkrongan dengan banyak kendaraan didepannya terutama motor Vespa, bayangan Athan langsung teringat pada Areksa. Athan pun yang sebelumnya ada janji dengan Alisa langsung memarkirkan motornya di depan warung tersebut dan masuk kedalam. Benar, disana ada Areksa yang tengah merokok sambil berbincang dengan teman-temannya.
“bang Athan.” Sebut Areksa begitu mengetahui keberadaan Athan
“lo nungkrong disini.”
“iya bang.”
“bisa ngomong bentar.”
“boleh-boleh.”
Areksa langsung beranjak dari duduknya dan berpamitan dengan yang lain, kemudian mengikuti Athan yang duduk didepan warung tersebut.
“eh bang lo mau pesen apa? biar gue pesenin.”
“bentar yak.”
Areksa masuk kembali dan memesan minuman dan juga camilan untuknya dan Athan. Setelah itu kembali duduk di samping Athan.
“gue ngga mau ngomong panjang-panjang, lo tau Arcux?.”
Areksa mengangguk, dari SMP dia tau apa itu Arcux, karena Kelvin selalu menyebutnya, mendewakan Arcux yang saat itu di pimpin oleh Dimas.
“bagus, Arcux mengutamakan orang yang punya tekat dan solid, dari dulu saat abang gue yang jadi ketua, Arcux ngga pernah mengadakan perekrutan, tapi selalu merekrut orang yang memang sudah terpilih. Jadi gue mau lo gabung di Arcux, itupun kalo lo mau.”
Bagai mendapatkan durian jatuh, Areksa terkejut sekaligus tidak percaya. Banyak hal yang tidak dimiliki Areksa jika gabung dengan Arcux terutama masalah motor, dia tidak menyukai motor gede milik anggota Arcux, dia pecinta vespa sejak dulu.
“gue kayaknya ngga bisa bang, lo kan tau sendiri motor gue apa.”
“balik lagi ke perkataan gue sebelumnya buat gabung di Arcux ngga harus lo punya kendaraan yang sama, setidaknya lo punya tekat dan niat yang kuat buat jadi bagian keluarga Arcux.”
“gue fikir-fikir dulu boleh kan ya.”
“ya tentu saja, tapi gue ngga butuh lama, karna kalo lo niat lo ngga akan butuh waktu lama buat nentuin pilihan lo.”
“ntar malem deh gue bilang.”
__ADS_1
“apa id line lo, ntar gue tambahin teman.”
Areksa menunjukkan barkot id line miliknya pada Athan dan langsung ditambahkan Athan.
“lo bisa hubungin gue segera mungkin kalo lo mau gabung.”
“siap bang.”
Setelah selesai berurusan dengan Areksa, Athan meninggalkan warung tersebut untuk menemui Alisa yang sudah menunggunya di salah satu hotel yang sudah merek booking sebelumnya.
Areksa yang masih ditempat tongkrongan hanya diam di pojokan sambil mikir bagaimana keputusannya. Semuanya terhalang oleh kendaran, mungkin Areksa bisa mengikuti ucapan Athan, tapi mana mungkin dia bisa menyesuaikan jika kendaraan beda sendiri.
Areksa pun memutuskan membuka instagram Arcux, untuk pertama kalinya Areksa tau kalau memang Arcux tidak seperti geng yang dibentuk Kelvin, disana berbeda-beda yang kemudian memiliki tujuan yang sama. Kendaraan yang meresahkannya pun akhirnya terjawab, ada yang memakai vespa jadul, ada yang memakai motor custom. Dia juga baru tau kalau ketua kelas 2 IPS A yang terlihat anak baik-baik juga salah satu anggota Arcux.
Salah satu teman Areksa yang melihat Areksa tengah gelissah dan menyendiri mendatangi Areksa dan duduk didepannya.
“eh lo kenapa bro? kusut amat tuh muka.”
“biasa lah.”
“biasa apaan, lo mah ngga pernah punya beban setiap kesini.”
“kalo ada geng yang rekrut gue, anak-anak yang lain gimana ya.” Ucap Areksa
“ya emangnya kenapa, kita semua ngga akan putus hubungan sebagai teman, lagian disini bukan geng, kita emang temenan lama, jadi apa salahnya kalo lo masuk geng.”
“iya sih.”
“si Chand juga masuk geng, Cuma dia udah lupa aja sama kita, jadi gue harap sih lo ngga pernah lupa sama temen lo sendiri kalo udah masih geng begituan.”
Areksa mengangguk.
“tadi ketua Arcux kan, adeknya Dimas.”
“iya.”
“lo direkrut?.”
“ya begitulah.”
“lo kan anak SMA Galileo, lo emang pantes masuk Arcux. Gue yakin pilihan buat diri lo sendiri adalah pilihan terbaik, jangan mikirin apapun yang penting lo ngga pernah lupa
sama kita—kita ini.”
“iyalah mana mungkin gue lupa kalian.”
Areksa semakin berfikir setelah temannya pergi bergabung dengan yang lain lagi.
‘kalo gue masuk, kemungkinan besar Kelvin tambah kesal sama gue’
Areksa mencari kontak Athan di line nya.
__ADS_1
Bang, gue gabung Arcux
⁂