Athan & Aletta

Athan & Aletta
Kemunduran Regor


__ADS_3


“yang salah akan tetap mati”


 


 


Deru suara motor mengisi jalanan depan SMA Galileo, mereka semua anak-anak Arcux yang lumayan banyak akan kembali bertemu dengan anak-anak Regor di jalanan biasa tempat balapan, jalan itu terbilang sangat sepi dan jarang ada yang lewat. Athan memimpin didepan dengan Dicky dan Aldo disebelahnya.


Sampai dijalanan, Anak-anak Regor termasuk Kelvin yang memimpin ada disana, tawanya pecah saat melihat wajah marah Athan.


“hahaha gue ngga nyangka lo bakal dateng bro, lo kan pengecut.” teriak Kelvin di sahut gelak tawa anak-anak Regor


“bacot lo!.”


Athan turun dari motornya begitu anak-anak yang lain, lelaki itu langsung mendatangi Kelvin menarik kerahnya dengan tatapan bengis “anak-anak Arcux ngapain Regor hah!.” Teriak Athan tepat diwajah Kelvin “Regor harus bayar ulahnya.”


Bugghh


Pukulan bertubi tubi mengenai wajah Kelvin, lelaki itu tidak tinggal diam dan kembali memukul Athan. Begitu pula yang lain saling berkelahi hebat, wajah tempan Athan penuh dengan luka, darah segar mengalir dari sudut bibirnya tapi dia bahkan tak merasakan apapun, hanya ingin membuat Kelvin membalas apa yang sudah dilakukannya pada Markas Arcux.


Tulit tulit tulit


Suara sirine polisi mengaburkan dan menghentikan perkelahian mereka, semua kabur meninggalkan jalan tersebut, anak-anak Arcux menuju markas sebagian menuju warung dekat SMA Gelileo, termasuk Athan dan teman-teman inti Arcux yang menuju warung dekat sekolah.


“lo ngga papa than?.” Tanya Aldo tatkala melihat darah dari sudut bibir Athan


“engga, santai aja kalik.”


Areksa datang dengan kotak pk3 dari jok motornya, lelaki dengan wajah tampan sedikit memar di pipi itu berjalan menuju Athan dan duduk disamping lelaki itu.


“Aletta bisa khawatir kalo liat lo kayak gini, sini gue obatin.” Ucap Areksa.


Athan hanya mengikuti arahan Areksa mengingat betapa khawatirnya Aletta padanya, selalu saja dia datang pada Aletta dengan wajah penuh luka, dan Athan tidak ingin melakukannya lagi, membuat gadisnya khawatir terhadapnya.


Areksa membersihkan luka diwajah Athan dan memberinya obat sekaligus menutupnya dengan plester.


“thanks.”


“yoi bang.” Areksa beranjak dari duduknya menaruh kembali kotak P3K milik ibunya didalam jok motor, tidak sia-sia dia inisiatif membawa kotak itu.


“gimana selanjutnya?.” Tanya Dicky yang datang dengan membawa beberapa botol minuman bersoda.


“Regor sudah kalah hari ini.” Ucap Athan


“kekalahan mereka adalah awal pertarungan.” Jawab Areksa


“benar, kalau Regor kalah, Arcux harus siap-siap lagi.”


“Kelvin punya backup an dari ayahnya, dia tidak akan semudah itu masuk ke penjara hanya karena memukul anak orang, apalagi soal hal kayak gini, pengedar narkoba aja dia masih lolos.” Jelas Areksa


“sampai kapanpun, dia tidak akan pernah kalah.” Lanjut Aldo


“dia akan menerima kekalahan, gue bakal mastiin itu.” Ucap Athan tegas, semua tau kalau Athan tidak pernah main-main dengan ucapannya, lelaki itu selalu menepati janjinya.


.


Aletta baru saja keluar dari SMA Galileo, sore itu dia baru saja menyelesaikan urusannya terkait dengan perpindahan kepengurusan anak MPK kelas 3 ke kelas 2. Dia sudah memesan ojek online, tapi belum datang jadilah dia berdiri di samping gerbang SMA Galileo.


“lo belum balik?.” Suara wanita membuat Aletta menengok kebelakang dan menemukan Alisa disana


“eh lo.”

__ADS_1


“nungguin apa ta?.”


“ojek nih.”


“bareng gue aja, gue bawa mobil, sekalian gue mau ke rumah Areksa.”


“eh ngga usah soalnya udah pesen, bentar lagi juga dateng.”


“lo yakin?.”


“iya, lo duluan aja daripada ntar macet kalo sore banget.”


“ya udah gue duluan ya.”


“eh Alisa.” Panggil Aletta kembali


“iya kenapa?.”


“gue mau nanya ke lo.”


“nanya aja.”


“lo masih suka sama Athan?.”


Alisa tersenyum kecut “seperti yang lo liat, walaupun Athan itu anak yang lumayan bandel dan susah diatur tapi Athan baik banget, siapa yang ngga suka sama dia, tapi tenang aja gue ngga suka ngerebut cowok orang kok, lagian kalo suka itu ngga perlu memiliki kan.” Alisa menyentuh pundak Aletta “lo cocok banget sama Athan, Athan ngga bisa tanpa lo, begitupula sebaliknya.”


“thanks ya.”


Alisa hanya mengangguk dan meninggalkan Aletta menuju parkiran. Bersamaan dengan perginya Alisa, sebuah mobil menghampiri Aletta dan menarik gadis itu secara paksa masuk kedalam mobil tersebut.


“diam!.” Bentak seorang laki-laki yang ada didalam mobil sambil memegangi kedua tangan Aletta.


Aletta hanya diam, dia melihat kesamping. Kelvin


“lepasin gue!.”


“yah sayang sekali, mana mungkin gue ngelepasin cewek secantik lo hmm.” Kelvin menyentuh lembut pipi Aletta, namun Aletta langsung menghindar “hahaha Sethan udah apain lo hm?.” Tanya Kelvin memandang rendah kearah Aletta


“maksud lo apaan?.”


“dia udah tidurin lo kan?.”


Plakkk


Satu tamparan keras mengenai pipi Kelvin\, Kelvin yang sudah menahan amarahnya menyentuh pipi Aletta kasar dan menekannya “lo tau kalo lo tuh ngga beda sama ******\, lo pasti udah di *** kan sama Sethan!.”


Aletta hanya diam, dia berusaha menahan air matanya yang akan jatuh sekuat tenaga agar Kelvin tidak melihatnya lemah.


Mobil berhenti di markas Regor, bangunan dengan lantai dua yang lumayan kotor, berbeda dengan markas Arcux yang bersih, markas regor sebenarnya lebih mewah tetapi banyak puntung rokok, botol bekas minuman keras dan sampah lainnya membuat bangunan itu terlihat seperti bangunan tak berpenghuni.


Kelvin membawa Aletta masuk dan mengikatnya di kursi.


“dengar! Jangan ada yang menyentuh cewek gue, kalo kalian menyentuh apalagi menggodanya, gue pastiin kepala kalian hilang saat itu juga!.” Setelah mengatakan hal tersebut, Kelvin keluar dari sana.


Anak-anak Regor yang sebelumnya menjaga Aletta, keluar dari ruangan tersebut untuk membeli rokok, hal itu di gunakan Aletta untuk berusaha mengambil ponsel yang ada di saku rok sekolahnya.


Aletta berhasil mengambil ponselnya, dengan tangan terikat kebelakang, Aletta mencari kontak Line Athan dan menekan telepon.


“halo.”


“tolong.”


“Aletta, lo dimana?.”

__ADS_1


“ngga tau, Kelvin.”


Suara langkah kaki membuat Aletta terburu menyalakan GPS dan mematikan teleponnya, kemudian melempar teleponnya ke sudut ruangan dengan banyak sekali tumpukan kardus disana.


Athan menghentikan makan dan beranjak dari duduknya menuju motor.


“lo mau kemana?.” Tanya Aldo


“Kelvin membawa Aletta ke Markas Regor.” Jawab Athan dengan terburu


Lelaki itu menyalakan motornya dan meninggalkan warung sendirian menuju markas Regor, untuk Aletta dia hanya sendiri ke markas Regor, kali ini dia tidak ingin membawa Arcux kedalam masalah pribadinya, apalagi untuk gadisnya.


Athan mematikan motornya didepan Markas Regor, beberapa anak Regor yang tengah merokok di depan Markas langsung bangun dari duduk dan mengambil balok kayu masing-masing.


“mana Aletta.” Ucap Athan dingin


“hahaha sendiri lo bos? Mana Arcux? Pecundang?.” Celetuk salah satu anak Regor


“kalian pecundang, beraninya masuk urusan pribadi orang, Aletta tidak ada sangkut pautnya dengan Arcux dan Regor.”


“wohohoho siapa ini?.” Kelvin datang dari belakang Athan dengan kedua temannya


“mana Aletta?.”


“gue ngga tau!.”


Bugghh


Athan menendang perut Kelvin menggukan kakinya hingga tersungkur kebelakang.


“bangsat!!.” Kelvin langsung berdiri dan memukul wajah Athan tepat mengenai hidung lelaki itu.


Perkelahian antara keduanya kembali terjadi, bedanya sekarang lebih tepat Athan di keroyok ketimbang satu lawan satu. Buggh Athan langsung terduduk di tanah tatkala salah satu anggota Regor memukul kaki lelaki itu dengan menggunakan balok kayu.


“hahaha.” Kelvin menarik dagu Athan melihat kearahnya


Bersamaan dengan itu suara banyak deru motor terdengar, terlihat dari belokan kearah jalan didepan markas Regor, anak-anak Arcux datang, jumlahnya hampir tidak terhitung lagi, lebih banyak dari tadi siang, mereka semua memakai jaket hitam dengan lambang Arcux di punggung dan nama ARCUX didada sebelah kanan.


Berjalan bersamaan setelah mematikan motor, mereka datang kearah markas Regor untuk pertama kalinya, ya anak-anak Arcux dari awal masuk tidak di ijinkan lewat daerah Regor oleh Athan, first time mereka datang dengan sebanyak itu ke markas Regor.


Entah memang di sengaja atau tidak, dibelakang mereka ada banyak sekali mobil polisi.


Areksa membantu Athan bangun “lo ngga papa than?.”


Athan hanya menggeleng dan menyebut nama Aletta “Aletta.”


“Aldo udah masuk buat menyelamatkan Aletta.”


Polisi itu menangkap anak-anak Regor, sebelum Arcux kesana, Areksa memutuskan untuk menghubungi polisi.


“kenapa bang?.” Tanya Areksa pada Aldo


“Aletta di bawa Kelvin ke markas Regor, Athan kesana sendiri.”


“lo gila, bang Athan bisa di bunuh kalau sendiri. Gue ada ide.” Areksa membisikan sesuatu pada Aldo dan Dicky, mereka akhirnya setuju dengan ide Areksa. Selama Areksa pergi ke kantor polisi untuk melapor penculikan Aletta, Aldo dan Dicky mengumpulkan anak-anak Arcux untuk mendatangi markas Regor.


Hari ini mereka semua menyaksikan runtuhnya Regor yang dibangun oleh Kelvin sejak masuk sekolah menangah atas.



 


 

__ADS_1


__ADS_2