
(story about Kelvin)
Tuan Darmawan dan istrinya memasuki ruang kepala sekolah setelah mendengar kabar bahwa putranya Kelvin Darmawan menghamili teman satu kelasnya, gadis cantik dengan seragam sekolah SMP itu duduk bersebelahan dengan Kelvin yang keduanya menunduk, di samping gadis itu ada seorang nenek yang sudah lumayan tua hanya diam saja tidak mengatakan apapun.
Nyonya Darmawan yang melihat keadaan gadis itu beserta neneknya hanya menggeleng tidak suka.
“apa yang kamu mau gadis kecil?.” Tanya nyonya Darmawan dengan gaya angkuh dan sosialita nya.
“mah, aku mau nikahin Talia.”
“what? Jangan gila Kel, mama ngga sudi punya mantu kayak dia. Lagian kamu ini masih SMP.”
Tuan Darmawan menampar pipi Kelvin dengan keras. “kamu anak penerus keluarga Darmawan, papa tidak akan pernah setuju, masa depanmu adalah segalanya. Dan juga kamu anak kecil, gugurkan kandunganmu dan kamu akan mendapatkan uang berapa pun yang kamu mau.”
“pah.”
Gadis cantik dengan lesung pipi itu berdiri dari duduknya “maaf tuan, saya tidak akan melakukan hal itu, saya akan pergi dari kehidupan anak anda, bahkan dari kota ini, tapi tidak dengan mengorbankan anak yang tidak bersalah.” Ucap Talia tegas “nek maafin Talia, ayo pergi.”
Talia meninggalkan sekolah setelah kejadian itu, bahkan dia tidak mengundurkan diri dari sekolah, melainkan di keluarkan. Sedangkan Kelvin tetap disana seakan tidak pernah terjadi apapun.
Kelvin menghampiri Athan di kantin sekolah sambil membawa minuman soda yang diambilnya dari lemari pendingin.
“ngapain lo duduk disini?.” Tanya Athan Dingin
“maksud lo apaan than?.”
“apa ucapan gue kurang jelas? Gue ngga mau liat muka lo lagi disini, lo fikir lo hebat ha? Lo ngga lebih dari sampah! Bisa-bisanya lo masih pd sekolah disini setelah lo bikin anak yang tidak bersalah apapun keluar dari sekolah membawa aib, sedangkan lo?.” Athan melihat Kelvin dari atas hingga bawah “lebih menjijikan jika disebut sebagai manusia.” lanjut Athan.
Athan dengan teman-temannya meninggalkan Kelvin, sedangkan semua melihat kearah Kelvin tidak suka, bahkan dengan terang-terang para gadis menghindari Kelvin.
Tapi hanya satu yang masih mengajak biacara Kelvin, Aletta. Dia sosok gadis kecil yang tak kalah cantik dari Talia, lebih muda dari Kelvin tapi sukses membuat Kelvin takjub dengan sikap dewasanya.
“lo ngga papa?.” Aletta memberikan roti dan susu yang dibelinya dikantin dan memberikannya pada Kelvin yang tengah duduk di taman sendirian.
“makasih, nama lo siapa?.”
“Aletta.”
“Kelvin.”
“ta!!.” Teriakan itu membuat Kelvin dan Aletta menengok, Athan berdiri disana dengan wajah kesalnya.
“Athan.” Panggil Aletta dengan wajah bahagia.
“lo ngapain deket sama tuh anak, ayo!.” Athan menarik Aletta pergi meninggalkan Kelvin, namun Aletta tetap tersenyum pada Kelvin.
Bugghh
Kelvin memukul tembok, kejadian itu terus terngiang dikepalanya, saat semua hal pergi darinya. Kelvin mengambil foto Aletta yang ada dinakasnya, gadis cantik itu berhasil menarik perhatiannya, walaupun dia tidak bisa masuk sekolah yang sama dengan Aletta tapi dia berhasil tinggal lebih dekat dengan Aletta.
__ADS_1
Keluarga Kelvin juga sangat dekat dengan keluarga Aletta sejak kepindahannya disana, beberapa kali ibu Kelvin dan ibu Aletta hangout bareng.
Ambil sekarang dan jual, lo bakal dapet lebih malam ini
Kelvin keluar dari Apertemen pribadi miliknya setelah mendapatkan pesan singkat dari seseorang yang mendukungnya.
Tidak sesuai dengan target, Kelvin tertangkap polisi malam itu karena saudaranya sendiri Areksa, dia sudah sadar sejak awal kalau cepat atau lambat Areksa akan menjadi musuhnya, apalagi melihatnya dengan Aletta hari itu.
Kelvin duduk di kantor polisi menunggu orang tuanya datang, tapi hari itu orang tuanya tidak bisa hadir membantunya seperti dulu, alhasil Kelvin harus menginap beberapa minggu disana hingga ayahnya selesai pekerjaan di luar negeri.
Berminggu-minggu berlalu akhirnya ayahnya datang menjemput, siapa yang tidak mengenal tuan Darmawan, selain licik, dia juga kaya raya, apapun bisa dibelinya, termasuk membeli hukum.
“sorry pah.” Ucap kelvin saat berada di mobil
“pilih saja kamu mau sekolah di Indo apa di Eropa?.”
“Indo, Pah please.”
“hanya sampai SMA mu selesai, papa akan memasukkanmu ke sekolah milik Pram.”
“SMA Galileo.”
Tuan Darmawan mengangguk.
“yess!.”
“kamu benar-benar menyukainya? Kata mama mu kamu menyimpan fotonya di apartemenmu.”
“jangan ikut campur soal itu pah.”
“hahaha, susah kalau masih ada benalu.”
“hahaha kalau begitu singkirkan.”
Mobil mereka sampai dirumah, pintu gerbang terbuka, setelah mobil berhenti, Kelvin keluar dari mobil tersebut bersama dengan ayahnya. Tuan Darmawan melepaskan jas yang dipakainya di bantu beberapa pelayan, sedangkan Kelvin duduk di bar dapur sambil meminum jus jeruk yang diambil dari lemari pendingin.
“nanti malam datanglah kepertemuan keluarga untuk memperbaiki nama baikmu, katakan apapun yang membuatmu tidak bersalah.”
“haruskah?.”
“disana ada Alisa dan Areksa, dua anak itu akan cari muka didepan kakekmu, jangan sampai kamu salah saing lagi.”
“baiklah.”
Kelvin membuka ponselnya, wajah Aletta menjadi locksreennya sejak dulu.
Lo bebas?
Kelvin hanya tersenyum kecut.
Apakah itu namanya saudara?
__ADS_1
Jawab Kelvin, namun tak ada jawaban lagi setelah itu. Kelvin naik kelantai dua, matanya langsung melihat kamar Aletta, terlihat dijendela kaca Aletta yang tidak tertutup gorden, Aletta tengah bersama dengan Athan disana.
“lo puasin aja sekarang, gue bakal rebut apa yang harusnya punya gue.”
Mata Athan melihat kearahnya, jari tengah diacungkan ke Kelvin yang membuat lelaki itu tambah kesal. Kelvin menghubungi teman satu geng nya, hari ini mereka sudah tau kalau Kelvin sudah bebas dan akan kembali menantang Arcux untuk mengikuti balapan.
“kali ini gue bakal bikin lo bertekuk lutut di kaki gue.”
Kelvin membuka kaosnya, melihat luka yang ada diperutnya tetap stay di tempatnya, luka yang diperolehnya satu tahun yang lalu saat tawuran dengan anak sekolah lain. Kelvin menekan nomor Alisa dan menggilnya.
“halo.”
“hi baby.”
“Kelv.”
“kenapa kaget gitu sih anak haram.”
“jaga mulut lo yang busuk itu.”
“hahaha emang gue salah, lo emang anak haram kan?.”
“kalo lo ngga ada pembicaraan lagi, gue tutup.”
“ada yang ingin gue bicarain sama lo, jam 7 malam di Café Gembira, jangan telat, atau lo bakal lewatin hal penting.”
Tut tut
Kelvin langsung mematikan panggilannya dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Jam menunjukkan pukul 7 kurang 15 menit tatkala Kelvin meninggalkan rumah sebelum pertemuan keluarga di jam 8. Lelaki itu duduk disalah satu meja memesan minuman non coffee sambil menunggu kedatangan Alisa, hanya butuh beberapa saat Alisa sudah duduk didepannya.
“apa yang mau lo omongin, gue ngga ada waktu.”
“apa lo tau kalo lo bukan anak haram?.”
“maksud lo apaan?.”
Kelvin membisikan sesuatu ditelinga Alisa.
“ya gue pun kaget, tapi itu bisa masuk akal bukan.”
“gue ngga percaya sama lo.”
Alisa mengambil tasnya dan meninggalkan Kelvin yang tersenyum puas melihat Alisa yang menjadi resah. “cepat atau lambat lo juga bakalan tau sendiri dari mulutnya.”
⁂
__ADS_1