
“yang patah itu bukan hanya ranting, tapi juga hati, bukan hanya hati orang yang saling mencintai, tapi juga hati
yang telah dikecewakan oleh orang yang disayangi.”
...
Aletta
melangkahkan kakinya dengan lemah dilorong SMA Galileo, langkahnya terhenti
saat melihat kaki dan sepatu milik Areksa didepannya.
“Areksa.”
“kamu kemana aja semalam? Aku datang kerumah, tapi kata penjaga
gerbang, kamu dan bang Athan pergi naik mobil buru-buru dan sampai pagi kamu
belum juga pulang, hp mu kenapa? telponku ngga kamu angkat?.”
“aku kerumah sakit, mama nya Athan kecelakaan.”
“terus itu jadi alasan kamu buat ngga bales chatku bentar doang?.”
“aku ngga sempat membuka hp. Reksa, kamu bisa ngga sih dewasa
dikit? Kamu ngga kasihan sama Athan?.”
“apa?! aku pacarmu ta! Bukan Athan!.” melihat sekeliling yang
memperhatikan mereka penasaran membuat Areksa menarik Aletta menuju halaman
belakang sekolah.
“ta, kamu kan bisa chat dulu dikit doang bilang kalo kamu ada
dirumah sakit, kenapa harus mengabaikan telepon dan pesanku? Kamu kira aku ngga
khawatir ke kamu? Aku ngga bisa tidur karna nunggu balesan kamu.” Jelas Areksa
“maaf.”
“maaf doang?.”
“gimana lagi? Udah kejadian.”
“lain kali kalo ada apa-apa itu bilang.”
“iya Areksa, aku pasti bilang.”
Areksa membawa Aletta kedalam pelukannya “jangan bikin khawatir
lagi.”
Aletta mengangguk. “makasih Areksa, maaf Aletta bikin khawatir.”
“ngga papa.”
Triiingggg
Suara bel masuk kelas membuat Areksa dan Aletta melepaskan pelukan
dan berjalan menuju kelas masing-masing.
Saat Aletta masuk kelas, bangku Athan kosong. Athan sudah
berpamitan kalau dia tidak ingin masuk sekolah, dan memutuskan untuk stay
dirumah.
“semalam Areksa DM gue nanyain lo.” Ucap Lala berbisik
“gue udah bilang ke Areksa tadi.”
“lo berantem ta sama Areksa? Tadi anak-anak pada lebar mulut
banget.”
“engga kok, Cuma debat dikit.”
“syukur deh.”
Jam istirahat berlangsung, Aletta dan Areksa menuju ruang MPK,
hari ini beberapa barang datang dan harus ditata di ruang MPK agar tidak hilang
sebelum acara berlangsung. Areksa beberapa kali melihat kearah Aletta yang
fokus dengan pekerjaannya mengecek semua barang yang masuk.
“elahh pacarnya ngga usah di liatin gitu kalik, ngga akan ilang
juga.” Ledek Grace yang baru saja datang
“eh kak hahaha engga.”
“engga apa? orang kelihatan banget.”
__ADS_1
“Grace.” Panggil Aletta yang langsung menghampiri Grace. “gue kira
lo ngga dateng.”
“dateng lah, gue Cuma mau liat lo bisa menghandel apa engga, tapi
lo lebih pro ketimbang gue.”
“hahaha bisa aja, gue juga liat lo waktu kerja.”
Aletta dan Grace duduk di bangku bawah pohon mangga di depan ruang
MPK, mereka mengobrol beberapa kali mengulas tawa. Hingga jam istirahat
selesai, sebelum kembali ke kelas, Aletta bertemu dengan Areksa kembali, lalaki
itu membawa susu kotak dan roti.
“makan dulu ini biar ngga sakit.” ucap Areksa sambil memberikan
susu kotak dan roti pada Aletta
“makasih ya.”
Areksa mengangguk, sambil berjalan dengan Areksa, Aletta memakan
rotinya dibantu Areksa yang menusukkan sedotan ke susu kotak milik Aletta.
Sampai di depan kelas mereka masing-masing, Areksa masuk kekelas
nya begitupula Aletta yang juga masuk ke kelasnya.
Alisa yang baru saja keluar dari bilik kamar mandi menghentikan
langkahnya tatkala bertemu dengan Dinda dan juga teman-temannya, dua orang
berada di pintu keluar dan dua orang lagi Dinda dan Micella menghadangnya
dengan wajah kesal.
“ada apa lagi?.” Tanya Alisa yang malas
“gue ngga akan pernah lepasin lo Alisa.”
“gue juga ngga peduli, gue bisa bikin lo dan semua temen lo ini
dikeluarin dari sekolah.”
“coba aja kalo lo bisa dan lo sayang ke paman lo.”
“maksud lo apa Din?.”
“hahaha semua anak di SMA Galileo juga tau kalo bapak Pram sudah
sekolah sampai tau mungkin paman lo bakal dipecat.”
“hahaha ngga ada bukti.”
“jangan lo kira gue ngga ada bukti, bahkan gue punya banyak bukti
kebusukan paman lo.”
“Alisa-Alisa, harusnya lo tuh tau diri jadi cewek, jangan
keganjenan apalagi sok mau nantangin Dinda.” Tambah Micella
“apa mau lo?.”
“lo! Harus mengundurkan diri dari team Cheerleader SMA Galileo
sebelum acara festival dan juga lo ngga boleh daftar pemilihan Miss SMA
Galileo.”
“oke gue akan keluar dan gue ngga akan daftar acara itu.”
“bagus, kalo lo sampek ketahuan daftar, lo bakal liat sendiri
paman lo di tending dari SMA Galileo atau bahkan bisa di penjara karena
kecurangan dan korupsi yang dilakukan.”
“iya gue janji.”
“cabut gais.”
Dinda dan teman-temannya keluar dari toilet wanita meninggalkan
Alisa yang masih diam ditempat.
Saat Alisa melewati papan pengumuman Miss SMA Galileo yang telah
dibuka pendaftarannya, Alisa terdiam, gadis itu ingin sekali daftar tapi dia
pun tidak bisa egois dan mengorbankan pamannya untuk gelar yang sama sekali
tidak penting daripada keluarga, pamannya sudah sangat baik dan selalu membantunya.
Alisa berjalan terus hingga langkahnya terhenti karena menabrak
tubuh kekar didepannya. “lo kalo jalan pake mata bisa kan?.”
__ADS_1
Alisa melihat sedikit mendongak mengingat tubuh pria itu yang
lebih tinggi darinya.
“maaf.”
“cihh.”
Aldo hanya melewatinya begitu saja. Sedangkan Alisa ingat kalau
lelaki itu selalu datang ke kelasnya untuk bertemu dengan Lala.
Lala saat membuang sampah ditempat sampah depan kelasnya, melihat
Aldo yang tengah berbincang dengan Alisa, tangannya mengepal. Lala kembali ke
tempat duduknya dengan wajah yang menahan marah.
“lo kenapa La?.” Tanya Aletta heran, tidak pernah Lala terlihat
menyebalkan selama ini
“gue liat Aldo sama ******.”
“Ha? Demi apa lo ngomong kasar.”
“tuh.” Ucap Lala sambil mengisyaratkan untuk melihat kearah pintu
dimana Alisa baru saja masuk kelas. “yang namanya ****** mah ****** aja, abis
fwb an terus kegatelan ke cowok orang.”
“lala ih.” Aletta menyentuh lengan Lala, mengingat semua anak
kelas yang memandang kearah mereka.
“emang gue ada masalah sama lo?.” Tanya Alisa kesal
“ada!! Lo tuh tau diri dikit kenapa? lo udah ngasih apa aja ke
cowok-cowok? Tubuh lo? Emang ****** lo ya.”
Plakkk
Satu tamparan mengenai pipi Lala
“ehh.”
Lala yang kesal langsung menarik rambut Alisa, mereka bertengkar
di kelas ssangat hebat. Dicky yang tengah belajar, melagkahnya kakinya dan
menggeprak meja hingga keduanya terpisahkan, padahal Aletta sudah mencoba
memisahkan tapi tetap tidak bisa.
“guru menyuruh kita belajar karena sebentar lagi kenaikan kelas
dan kalian malah bertengkar di kelas, kalau mau berantem sana di lapangan, yang
lain ingin belajar keganggu!.”
Lala dengan kesal kembali ke bangkunya.
“maaf semua.” Ucap Aletta pada anak-anak dikelas. “udah la.”
Aletta menyentuh pundak Lala dan merapikan rambut gadis itu.
Saat jam istirahat terakhir dimulai, Aldo langsung masuk ke kelas
11 IPS 1 setelah Dicky memberitahunya kalau Lala bertengkar dengan Alisa di
kelas.
“sayang.” Panggil Aldo menghampiri Lala “kamu ngga papa kan?.”
“kamu yang kenapa? kenapa deketin cewek ****** itu?.”
“ha? Siapa? Orang aku ngga deketin siapa-siapa?.”
“tadi aku liat kamu ngobrol sama tuh anak.”
“astaga sayang, kamu salah faham, tadi ngga sengaja nabrak, terus
aku omelin dia, bukan deketin.”
“sumpah?.”
“demi Tuhan.”
Lala memeluk Aldo manja seperti biasanya, sedangkan Aletta dan
Dicky yang melihatnya hanya mendengus kesal.
“dahlah gue mau makan dikantin.”
“gue ikut ta.”
Dicky dan Aletta keluar kelas menuju ke kantin, tadinya ingin
mengajak Areksa tapi Areksa mendapatkan hukuman karena tidak mengerjakan Pr, yang
__ADS_1
mana hukumannya membersihkan toilet sekolah.
⁂