Athan & Aletta

Athan & Aletta
See You Again Athan (END)


__ADS_3


“kita bertemu lagi di ujung jalan dengan takdir yang sama, karena kita di takdirkan Tuhan untuk sampai akhir”


*


Berbulan-bulan berlalu, anak kelas 3 disibukkan dengan berbagai macam try out, ujian praktek, ujian akhir semester, ujian nasional dan banyak lagi termasuk ujian masuk perguruan tinggi.


“Aletta! Ih kamu mah kebiasaan banget loh.” Mira menahan putrinya saat akan membuka pintu mobil


“kenapa bun?.”


“ini bekal kamu.” Aletta menerika kotak berwarna kuning berisikan makan siang Aletta


“makasih bun, Aletta berangkat.”


Aletta mengendarai mobilnya menuju sekolah, dia belum genap 17 tahun tapi sudah menggunakan mobil, sebenarnya tidak boleh dan jangan di tiru, tapi dia janji menjemput Lala karena Aldo sibuk sedangkan mobilnya berada di tempat service, rumah Lala tidak jauh dari perumahan Jingga tempat Aletta tinggal, jadilan Aletta menyetir sendiri, toh setelah bertemu Lala, Gadis itu yang akan menggantikan Aletta membawa mobilnya.


Sampai di rumah Lala, mereka bergantian, Lala yang membawa mobilnya.


Mereka sampai di sekolah lumayan lama, hari ini adalah pengumuman kelulusan sekaligus siapa saja yang ketrima di perguruan tinggi.


Setelah memarkirkan mobil di parkiran, Lala dan Aletta masuk ke SMA Galileo.


Mungkin hari ini adalah hari terakhir anak-anak kelas 12 bertemu di SMA Galileo, termasuk Aletta dan Lala, Lala sendiri akan meneruskan kuliah di Jogja dengan Aldo, mereka berdua sama-sama daftar di jogja bukan kota lain, hanya jogja, sedangkan Aletta tetap dengan pilihannya di Kriminologi UI.


“cantik.” Panggilan Athan setiap paginya adalah suatu hal yang mungkin akan sangat di rindukan Aletta.


“apaan sih.” Jawab Aletta malu-malu


“dah makan belum?.”


“udah.”


“bunda pasti bawain bekal kan? Gue laper nih.”


Selalu saja, sebenarnya Mira tau kalau bekal yang dibawakan untuk Aletta selalu Athan yang memakannya, makanya Mira membawakan porsi Athan bukan Aletta. Aletta tipe anak yang tidak mau makan bekal, Mira tau hal itu.


“nih.” Aletta mengeluarkan kotak makanan kuningnya dan memberikannya pada Athan


“wow thanks.”


Anak-anak berkumpul di lapangan basket terutama kelas 12, mereka akan mendapatkan surat kelulusan sekaligus dimana mereka diterima. Aletta sudah membawa suratnya, gadis itu sedikit takut akan membuka amplop putih itu, sedangkan Athan sudah membukanya. Athan sudah diterima di London University, wajar wajahnya terlihat biasa saja.


Tatkala Aletta dan Lala bersamaan membuka surat itu, keduanya saling menatap dan memperlihatkan hasil masing-masing, Kriminologi UI dan Psikologi UGM. Dengan sorakan bahagia Aletta dan Lala saling memeluk satu sama lain, termasuk anak-anak lain yang juga bahagia dengan hasilnya masing-masing.


.


Aletta terlihat sangat cantik memakai dress putih diatas lutut tanpa lengan, rambut hitam panjangnya di biarkan tergerai. Gadis itu memakai flatshoes, biasnya memakai sepatu tapi kali ini memakai flat shoes. Dia keluar dari rumahnya, didepan sudah ada mobil hitam milik Athan.


“sorry lama.”


“its okay.” Athan membukakan pintu untuk Aletta “silakan masuk tuan putri.”


Aletta tersenyum dan masuk kedalam mobil Athan.


Selama perjalan menuju tempat makan, kedua nya terlena dengan lamunan masing-masing, Aletta yang tak tahu ingin mengatakan apa dan Athan yang bingung berkata darimana.


Sampai di tempat makan, mereka berdua masuk kedalam, Athan so sweet seperti biasanya.


“selamat atas ketrima nya lo di jurusan dan univ yang lo mau.” Ucap Athan memulai perbincangan

__ADS_1


“lo juga.”


“soal gue-.”


“ngga papa kok than, gue bisa kok LDR, gue bakal nungguin lo sampek pulang.”


“thanks ya ta, gue bakal sering-sering ngehubungin lo kok.”


Aletta mengangguk.


Makanan mereka pun datang, keduanya fokus dengan piring masing-masing. Athan yang suka bicara mendadak bisu seketika begitupula Aletta, seperti ada tempok pembatas antar keduanya yang membuat enggan untuk mengatakan sepatah kata.


Hingga acara makan selesai,


“ta.”


“iya?.”


“emm apa ya.”


“kenapa?.”


“gue-.”


“kenapa sih.”


“gue sayang banget sama lo.”


Blush pipi Aletta memerah seperti tomat,


Flashback


Athan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, saat melewati ruang tengah, terlihat Nicolas tengah duduk sembari membawa majalah, tidak seperti biasanya lelaki paruh baya itu sudah berada di rumah dijam siang.


Athan berjalan kearah Nicolas dan duduk didepannya, masih sama diam


“Aletta meneruskan dimana?.”


“UI pah.”


“ohh dua hari yang lalu papa bertemu dengan Hans, ayah Aletta, dia juga bercerita pada papa kalau putrinya akan kuliah di Indonesia saja, Hans sudah menawari Aletta untuk kuliah di London, tapi Aletta menolak.”


“Athan sudah tau.”


“kau akan tetap kuliah di London sesuai dengan janjimu Athan.”


Athan mengangguk “papa juga harus menepati janji papa.”


“papa sudah putus dengan Diana, tapi papa tidak tau Diana diterima kakakmu kembali atau tidak, papa akan membantu mereka akan kembali bersama dan kamu harus pergi ke London.”


“baik pah, Athan ngga pernah ingar janji kok.”


Flashback Off


Dibantu bi Sumi, Athan memasukkan sedikit pakaian pentingnya kedalam koper, hari ini dia akan berangkat ke London.


“bibi pasti kangen banget sama den Athan.”


“Athan juga bi.”


Athan menuruni tangga, Nicolas sudah menunggunya di depan sambil memanasi mobil, pagi ini mereka akan ke bandara.

__ADS_1


“pah, Aletta mana?.” Tanya Athan, sejak semalam Aletta belum membalas pesannya, padahal Aletta tau hari ini Athan akan pergi ke London


“loh kok nanya papah, emang kamu ngga bilang.”


“bilang, tapi Aletta ngga ada kabar sejak semalam.”


“mungkin udah tidur, coba cek lagi, kita harus berangkat sekarang, kamu terbang 1 jam lagi belum jalanan macet.”


“tunggu 10 menit aja pah.”


“oke.”


Sedangkan disisi lain, Aletta masih didepan meja belajarnya, Aletta enggan melihat ponsel, dia lebih memilih melihat tanggalan yang ada didepannya, angka 8 dengan lingkaran pulpen merah dan bertuliskan London.


Ceklek


“loh Aletta kenapa masih disini? Bunda fikir kamu kerumah Athan.”


“engga bun.”


“yakin ngga ketemu Athan dulu?.”


“Aletta takut ngga bisa lepasin Athan.”


Mira menarik kursi dan duduk di sebelah Aletta “dengar sayang, kamu pernah dengar kalimat sejauh manapun kamu pergi, kamu akan tetap pulang kerumahmu sama dengan Athan, sejauh manapun Athan pergi, dia akan tetap pulang. Temui dia, jangan biarkan dia menunggumu.”


Aletta terdiam, suara Athan terdengar ditelinganya, ingatan-ingatan tentang lelaki itu saat menggodanya, menyanyi saat dia sedih kembali terulang dalam memori di kepala Aletta. Lakas Aletta beranjak dari duduknya mengambil kunci mobil di laci.


“bun Aletta pergi.”


Jalanan macet dan Aletta memakai mobil “shitt!.” Beberapa kali Aletta melihat jam dipergelangan tangannya.


10 menit yang lalu Athan menghubunginya, Aletta memutuskan menuju bandara bukan ke rumah Athan, karena Athan sudah berangkat. Sampai di bandara, Aletta langsung berlari mencari Athan di tempat tunggu.


Jaket hitam dengan lambang Arcux terlihat dimata Aletta.


“ATHAN!.” Teriak Aletta, lelaki itu menengok kebelakang dan menemukan Aletta berdiri di sana.


Athan beranjak dari tempat duduknya berlari menghampiri Aletta, membawa gadis itu kedalam pelukannya.


“maaf.” suara Aletta terdengar kembali, pundak Athan sudah basah karena gadisnya menangis


“kenapa minta maaf, gue yang harusnya minta maaf.”


Athan menatap mata Aletta sambil tersenyum


“gue pasti pulang kok, tunggu ya ta, gue bakal lamar lo nanti.” Ucap Athan yang hanya dibalas anggukan Aletta.


Cup


Satu kecupaan mendarat di bibir Aletta, kemudian beralih ke dahi.


“I love you.”


“Love you too.”


Aletta memeluk Athan erat, mungkin hari ini Athan akan pergi dan berjuang untuk kehidupannya, tapi Aletta yakin Athan akan kembali dan menepati janjinya karena dia adalah Athan, lelaki menyebalkan yang memang di takdirkan hanya untuknya.


⁂SELESAI⁂


Jangan lupa baca THE BUTTERFLY EFFECT🦋

__ADS_1



__ADS_2