
“mau nunggu apa lagi? Kalo ada yang sayang sama lo, kenapa harus nunggu orang yang ngga akan lo milikin walaupun rasa sayangnya sama ke lo.”
...
Areksa duduk di
bangku depan kelasnya, kelas 11 IPS 1 belum keluar sejak bel berbunyi, hingga
akhirnya pintu itu terbuka dan Aletta keluar dari sana, gadis itu tengah
mengobrol dengan Athan.
“lo balik sama gue ta.” Ajak Athan
“sorry gue ada rapat MPK.”
“ya udah deh.”
Aletta menghampiri Areksa yang sudah menunggunya.
“hari ini rapat kan?.”
“iya ayo, kita udah telat, ngapain lo masih disini.”
“nungguin lo kelar.”
“apaan sih kan bisa di tunggu di ruang MPK.”
“pengen aja.”
Mereka berdua berjalan beriringan menuju ruang MPK, sampai disana
sudah berkumpul semua di meja rapat termasuk Grace yang juga sudah ada disana
dengan berkas di depannya.
“baiklah karena Aletta sudah datang dan semua sudah berkumpul.
Sebelumnya Assalamualikum wr.wb, selamat siang semua, jadi diadakan rapat
dadakan ini dikarena ada penggantian tugas, dimana saya sebagai ketua festival
seni SMA Galileo tahun 2020 akan menyerahkan seluruh tanggung jawab saya kepada
wakil ketua saya, Aletta Fredella dari MPK kelas 11 IPS 1. hal tersebut saya
lakukan karena saya harus mengikuti olimpiade biologi tingkat internasional di
Singapura minggu depan, bersamaan dengan festival seni SMA Galileo.” Jelas
Grace, semua mengangguk.
“untuk itu saya akan tetap cek progress kerja kalian hingga saya
berangkat ke Singapura. Apakah ada pertanyaan? Jika tidak, rapat akan di
tutup.”
Semua terlihat tidak bermasalah.
“kalau begitu rapat kita tutup, wasslamualaikum wr.wb.”
Semua keluar dari ruangan MPK, tinggal Grace dan Aletta yang masih
stay didalam.
“thanks banget ta lo mau gantiin gue.”
“iya, lo juga semangat, pokoknya lo harus bawa piala kayak
biasanya.”
“siap deh doain aja.”
Selesai berbincang dengan Grace, Aletta keluar menghampiri Areksa
yang menunggunya di depan.
“kalian makin deket ya.” Ucap Grace sambil tertawa.
“apaan sih Grace.”
Aletta dan Areksa langsung meninggalkan SMA Galileo setelah
selesai berurusan dengan MPK, saat tengah di jalan, Areksa menghentikan
motornya di tempat tongkrongannya, banyak motor vespa disana, bahkan ada teman
Areksa yang masih memakai seragam sekolah negeri keluar dari dalam warung
membawa piring berisi nasi.
“dateng juga lo rek.” Ucap teman Areksa. “oh itu cewek lo, cantik
ngelebihin ekspetasi gue.”
“apaan lo berisik banget”. Areksa melihat Aletta yang hanya senyum
“ta, lo tunggu sini aja atau mau ikut masuk?.”
“gue disini aja.”
__ADS_1
“ya udah bentar ya.”
Areksa masuk kedalam warung, didalam sudah ada beberapa temannya
yang membawa bunga mawar pesanan Areksa dan beberapa balon. Hanya beberapa
menit Areksa keluar dengan bunga mawar ditangannya dan teman-temannya yang
mengikuti dibelakang sambil membawa balon dan juga bunga mawar setangkai.
Aletta yang melihat hal tersebut hanya melongo, itu kali
pertamanya ada orang yang memberikan kejutan seperti itu selain hari ulang
tahunnya.
“Areksa.”
“ta, sorry ya lama. Emm gue mau bilang ke lo, gue nyaman sama lo,
gue suka sama lo sejak masuk SMA Galileo, lo selalu narik perhatian gue,
jantung gue selalu berdebar kalo deket sama lo, gue cinta sama lo ta. Lo mau
ngga jadi pacar gue? Kalo lo mau, lo ambil bunga ini, kalo lo ngga mau lo bisa
terbangin balon ini.” Areksa menyodorkan bunga dan balon, Aletta pun mengambil
balonnya dan menerbangkannya, tapi kemudian saat Areksa menengok ke atas,
Aletta juga mengambil bunga dari tangan Areksa.
“lo…”
“gue mau jadi pacar lo, gue ngga mau aja bawa pulang balon, kayak
anak kecil.”
“serius?.”
Aletta mengangguk.
Areksa langsung membawa tubuh Aletta kedalam pelukannya, semua
teman-teman Areksa bersorak gembira seperti orang sedang tawuran.
“viuwwittt jangan lupa
PJ nya nih.”
“ahhh bikin iri aja, mau peluk juga.”
Areksa melepaskan pelukannya sambil malu-malu menggaruk tengkuknya
“ngga papa kok.”
setelah dari warung, Areksa mengantarkan Aletta pulang kerumahnya.
Sampai didepan rumah Aletta, Areksa melepaskan helm yang dipakai
Aletta dan menyentuh lembut pipi Aletta, bahkan mengussap rambut Aletta yang
berantakan.
“thanks.” Ucap Aletta
Areksa mengangguk.
“lo ngga masuk dulu?.”
“engga, gue ada janji mau nganterin mama.”
“ya udah kalo gitu.”
“masuk gih.”
“gue masuk dulu.”
Areksa tersenyum melihat Aletta masuk ke rumahnya.
Melihat Areksa sudah pergi, Aletta berteriak gembira, bahkan tidak
sadar kalau Dimas sedang memperhatikannya di halaman depan.
“eh bang Dimas.” Ucap Aletta malu-malu
“kenapa nih bawa bunga banyak banget.”
Aletta langsung berlari kearah Dimas dan duduk di sampingnya.
“lo tau ngga bang, gue ditembak Areksa.”
“dan lo mau?!.” Suara lantang Athan dari pintu membuat Dimas dan
Aletta menengok bersamaan.
“iya lah, Areksa itu baik banget, dia juga perhatian ke gue, dia
cinta sama gue, gue juga suka sama dia.” Jelas Aletta, walau ada sedikit
keraguan pada kalimat terakhirnya.
Dimas mengusap rambut Aletta “dah besar ya Angel gue sekarang,
udah tau cinta-cinta an.”
__ADS_1
“bang Dimas! Gimana kalo Aletta di apa-apain sama Areksa.”
“kalo itu sama lo mungkin aja, Areksa anak baik, lo juga tau kan
kalo dia sayang dan tulus sama Aletta, ngga usah aneh-aneh, Aletta bahagia sama
dia, jadi jangan ikut campur lagi.”
Athan terdiam, benar kata kakaknya lagipula Athan sendiri sudah
percayakan Aletta pada Areksa, tapi entah kenapa Athan merasa sangat khawatir.
Bi Indah datang menghentikan perbincangan mereka bertiga. “non
Aletta sudah pulang, bibi masak rendang lagi hari ini, katanya non Aletta mau
makan rendang.”
“yess rendang!!.” Aletta langsung bangun dan mengikuti bi Indah
menuju ruang makan. Setelah mencuci tangannya, Aletta langsung makan, disusul
Dimas dan Athan yang masih cemberut.
Selesai makan, Aletta langsung naik ke kamarnya untuk membersihkan
diri dan juga mengerjakan tugasnya sebentar. Pesan masuk kedalam ponselnya,
pesan singkat dari Areksa
Cantik, aku diluar nih,
ada sesuatu
Aletta membuka pintu menuju balkon dan melihat Areksa yang
melambaikan tangannya dengan membawa sebuah boneka sapi dipelukannya.
Aletta menuruni tangga, Athan yang melihat Aletta terburu-buru
mengikutinya hingga melihat Aletta bertemu dengan Areksa, bahkan memeluk Areksa
sambil membawa boneka di tangannya.
“thanks.”
“sama-sama cantik.”
“katanya kamu nganterin-.”
“dih pake kamu.” Sindiran Athan membuat Aletta menengok kesal pada
Athan, namun kembali tersenyum pada Areksa.
“udah kok, kebetulan lewat toko boneka liat ini jadi inget kamu.”
“kok kamu tau kesukaanku?.”
“apa yang engga aku tau.”
Aletta hanya tersenyum malu-malu, Areksa memang sangat tau apa
yang disukai dan yang tidak disukai Aletta.
“mau masuk ngga?.”
“boleh.”
Areksa mengikuti Aletta masuk kerumahnya, saat masuk Areksa
bertemu dengan Dimas.
“bang Dim.” Sapa Areksa
“eh Reksa, main PS nih sama gue.”
“boleh-boleh bang.”
Areksa menghampiri Dimas dan mengambil stik ps yang disodorkan
Dimas, sedangkan Athan dan Aletta tengah mengobrol di dapur saat Aletta
mangambil camilan di dapur.
“lo serius jadian sama tuh bocah?.”
“than, lo kan udah tau gue suka sama Areksa.”
“tapi dia kan adek tingkat lo.”
“gue lebih muda dari dia, Cuma beda sekolah doang, apa salahnya
sih.”
“dia playboy ta.”
“bukannya lo sendiri yang nyuruh Areksa buat jagain gue gantiin
lo?.”
Athan terdiam.
“bagaimana lo bisa tau?.” Tanya Athan kembali
⁂
__ADS_1