
“ngga perlu sembunyiin apapun, karena hal baik akan selalu diterima dengan baik”
*
Aletta berjalan beriringan dengan Lala menuju kantin sekolah untuk makan siang, siang ini anak-anak Arcux pada main basket dilapangan termasuk Athan jadi Aletta makan dengan Lala, hitung-hitung buat girls time sambil gosipin orang.
Aletta duduk disalah satu meja, sedangkan Lala memesan bakso paling favorit dikantin sekolah sekaligus minuman sejuta umat, es teh.
Lala membawa nampan berisikan dua mangkuk bakso beserta dua gelas es teh manis.
“makanan datang.” Lala menaruhnya dimeja dan duduk didepan Aletta.
“thank you.”
Sembari mengobrol mengenai Aldo, dan sedikit gosipin anak kelas sebelah Aletta dan Lala memakan baksonya. Suara keramaian dikantin terhenti tatkala beberapa anak cowok masuk kantin, siapa lagi kalau bukan anak Arcux. Mereka masih memakai baju basket dengan keringat yang bercucuran didahi.
Dicky mengambil beberapa minuman di lemari pendingin setelah membayarnya di kasir, Athan, Aldo, dan Areksa duduk di salah satu meja kosong yang memang milik Arcux dan tidak ada yang berani duduk disana selain anak Arcux.
“kebiasaan banget Aldo, kalo habis main basket ngga bersih-bersih dulu, jadi tumbuh jerawat tuh muka.” ucap Lala kesal, sedangkan Aletta hanya tertawa mendengar gerutuan dari sahabatnya itu.
“kan dia udah bisa mikir.”
“ih bukannya gitu, kalo dia ganteng banget kayak Athan mah ngga papa, ngga mandi juga Athan masih cakep.”
“kalo tuh anak denger pasti tambah kepedean deh.”
Perbincangan mereka terhenti tatkala Kelvin masuk ke kantin dengan Alisa, mereka terlihat seperti pasangan, bahkan dengan santainya Kelvin merangkul pundak Alisa walaupun gadis itu terlihat tidak nyaman. Lala mendekatkan wajahnya pada Aletta dan berbicara sangat lirih.
“gue curiga mereka ada hubungan.”
“lo ngga tau?.”
“apaan?.”
“Kelvin, Areksa, Alisa itu saudara sepupuan.”
“what?.”
“jangan kenceng-kenceng ih.” Aletta menarik Lala yang terkejut hingga berdiri dari duduknya dan membuat semua anak yang ada di kantin melihat kearah meja mereka.
“sorry sorry.” Lala duduk kembali dan mengernyit tidak percaya dengan ucapan Aletta.
Beberapa saat kemudian saat Aletta meminum es tehnya, Alisa dan Kelvin menghampiri meja Aletta dan Lala.
“kosong kan?.” Tanya Alisa
“kosong kok, lagian kita udah selesai, yuk ta.” Lala mengajak Aletta meninggalkan Alisa dan Kelvin, tapi saat beranjak dari duduknya tangan Aletta ditahan oleh Kelvin.
“gue mau ngomong sama lo.”
Dari meja anak-anak Arcux, Athan beranjak dari duduknya, wajahnya memerah menahan amarah, namun kemudian Dicky menahan tangan Athan yang akan pergi menghampiri Kelvin.
“stop, biarin dulu.”
__ADS_1
Aletta duduk kembali di kursinya tepat disamping Kelvin.
“lo mau ngomong apa? gue ngga ada waktu.”
“ntar gue tunggu di café depan sekolah, sepulang sekolah.”
“ga, males.” Aletta kembali beranjak dari duduknya meninggalkan meja Kelvin dan Alisa, menghampiri Lala yang sudah menunggunya didepan pintu kantin.
Setelah melihat Aletta meninggalkan kantin, Athan berjalan menghampiri meja Kelvin.
“udah berapa kali gue peringatin jangan deketin cewek gue, lo punya telinga ngga!.” Teriak Athan menggema di seluruh kantin, semua melihat adegan itu bahkan ada yang sengaja mengabadikan momen tersebut.
“lo kan Cuma cowoknya bukan suaminya, jadi ngapain gue harus mundur.” Jawab Kelvin santai
“bangsat!.” Athan menarik kerah seragam Kelvin, sedangkan Kelvin hanya tertawa melihat kemarahan Athan.
Aldo dan Dicky langsung menghampiri Athan dan menarik Athan agar melepaskan Kelvin karena banyak yang merekam aksinya, kalau sampai terdengar guru kedisiplinan, Athan yang kena hukuman. Athan pun melepaskan kerah seragam Kelvin.
“gue ngga akan biarin lo deketin cewek gue!.” Tegas Athan kembali sebelum meninggalkan kantin bersama anak-anak Arcux lainnya.
“semakin lo kayak gitu, Kelvin bakal semakin gencar deketin Aletta.” Ucap Areksa tatkala mereka berjalan dilorong.
Athan menghentikan langkahnya dan melihat kearah Areksa “kalo lo, gimana?.”
“gue? Sama Aletta? Cinta itu ngga bisa dipaksain bang, walaupun Aletta dulu sama gue, tapi gue sadar kalo hatinya ngga buat gue, gue ngga mau kayak gitu. Lagian cewek didunia ini banyak kan, gue juga ganteng.” Jelas Areksa dengan bangga.
Sampai di kelas 12 IPS 1, Athan duduk di bangkunya dan berhadapan dengan Aletta yang tengah membaca novel, Aletta yang merasa diperhatikan meletakkan novelnya dimeja dan melihat kearah Athan.
“kenapa?.”
“dih sok manis, lo mau minta sesuatu kan.”
“engga, gue jujur.”
“emang biasanya engga cantik?.” Aletta menatap Athan dengan puppy eyes nya
“cantik, tapi hari ini cantik banget.”
“hmm masa?.”
“iya serius.”
“bucin.” Sindir Dicky yang baru saja duduk di samping Athan.
“iri bilang bos.” Jawab Athan santai.
Jam sekolah pun berakhir, Athan dan Aletta berjalan beriringan menuju parkiran.
“kenapa diem?.” Tanya Athan tatkala melihat Aletta yang hanya berdiri tanpa berniat memakai helmnya.
“tadi waktu dikantin Kelvin-.”
“ngajak lo ketemu kan? Udah biarin aja.”
“seriusan ngga papa?.”
__ADS_1
“ngga papa sayang, udah yuk laper nih mau makan makanan bi Indah.”
Athan memakaikan helm dikepala Aletta, saat meninggalkan sekolah, Kelvin melihatnya dari café depan, lelaki itu sudah tau kalau Aletta tidak akan pernah datang walaupun digimanapun juga.
Kelvin mengirimi sebuah gambar kepada Aletta.
Tringg
Saat sampai di depan rumah, Aletta membuka pesan gambar yang dikirimkan oleh Kelvin, sebuah surat.
Aletta melihat Athan yang tengah melepaskan helmnya, merasa diperhatikan, Athan kembali melihat kearah Aletta.
“maksudnya apa?.” tanya Aletta sambil menunjukkan foto surat tersebut pada Athan.
“itu, gue bisa jelasin ta.”
“lo ambil aja, kan uddah daftar, lo lolos juga kan.”
“gue ngga mau pisah sama lo.”
“apaan sih than, gue ngga mau egois nahan masa depan lo.”
“sorry ta.”
“kenapa minta maaf? lo ngga salah, kalo emang jalan lo kesana, gue ikut seneng kok.”
“tapi-.”
“gue capek, mau istirahat.”
Aletta meninggalkan Athan masuk kerumahnya, bahkan mengunci pintu kamarnya. Lelaki itu nampak kebingungan didepan rumah Aletta, dia berniat melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah tetapi dering ponselnya menghentikan langkahnya.
“halo.”
“markas sekarang.”
Suara tegas itu keluar dari mulut Dicky, Athan kembali menatap pintu rumah Aletta yang kemudian meninggalkan rumah itu dengan motornya dikecepatan penuh. Hanya butuh beberapa menit Athan sampai didepan markas Arcux, semua inti Arcux ada disana, dan anak-anak Arcux lain tengah membereskan markas yang saat ini lebih terlihat seperti gudang, banyak sampah dan juga berantakan, bahkan beberapa barang disana rusak.
“bagaimana bisa kayak gini?!.” Rahang Athan mengeras, masalah dengan Aletta saja belum selesai, ditambah dengan markas Arcux yang di porak-porandakan.
“Kelvin dan teman-temannya.” Ucap Areksa yang baru saja datang dengan Aldo.
“gue bakal bikin perhitungan, anjing tuh anak.” Athan sudah bersiap pergi, tapi Dicky menahannya.
“kalo lo kepancing sekarang, lo bakal kalah than, dia sengaja dan udah bersiap lo bakal dateng hari ini.” Ucap Dicky tenang
“bener kata bang Dicky, dia pasti udah siap-siap kalo kita bakal dateng.”
⁂
__ADS_1