Athan & Aletta

Athan & Aletta
Festival Seni SMA Galileo


__ADS_3


“Tidak perlu memperkeruh suasana dengan membawa suatu hal yang menimbulkan bencana”


 


 


Hari mulai gelap, cuaca terang hari ini mengijinkan puncak festival seni SMA Galileo. Dengan pakaian panitia, Aletta berjalan membawa HT memastikan semuanya beres, dia juga kembali mengecek kertas susunan acara di tangannya. Memastikan bahwa semua sudah berada di tempatnya, terutama kandidat king and queen, seperti tahun sebelumnya King and Queen di pilih secara voting dan Aletta sudah mendapatkan pemeneng King and Queen tahun ini.


Aletta terus berjalan menuju lapangan basket untuk persiapan anak-anak yang akan tampil, setelah itu menuju halaman depan untuk menyambut beberapa tamu penting SMA Galileo bersama dengan Bu Vira.


Suara motor anak-anak Arcux baru saja tiba di perkiran, tatapan Aletta langsung tertuju pada Athan, pria itu memakai jas hitam seperti yang lain dengan kemeja vintage yang dimasukkan kedalam celana jeans, sama seperti pakaian anak Arcux lainnya, Aletta juga melihat Roni ada diantara mereka walaupun lelaki itu bukan anak SMA Galileo.


"ta!." Panggil Athan yang membuat Aletta langsung mendatangi lelaki itu.


"ada apa?."


"lo bisa kan masukin Roni?."


Aletta mengembuskan nafasnya dan mengeluarkan stempel dari kantong celananya.


"sini tangan lo?." Ucap Aletta pada Roni


"kenapa?."


"sini in."


Roni mengulurkan tangannya pada Aletta, satu stempel terkena punggung tangan Roni.


"ini hak istimewa gue, lo dateng karena emang undangan gue, jadi lo bisa masuk tanpa kartu tanda siswa SMA Galileo, ntar lo bakal ngisi daftar hadir dan lo tulis nama gue di kolom undangan."


"oke siap, thanks ta."


"sama-sama, have fun guys."


"thanks cantikku." Ucap Athan sambil mengerling kearah Aletta.


Panggilan bu Vira menyadarkan gadis itu dan membuatnya sedikit berllari menghampiri bu Vira yang tengah menyambut tamu penting SMA Galileo, diantaranya ada kepala sekolah dan juga disana ada Sinta, ibunda Areksa.


"loh Aletta."

__ADS_1


"tante Sinta." Aletta langsung menyalami Sinta dan tersenyum manis.


"kamu-." Sinta melihat lengan Aletta bertuliskan ketua FSSMAGalileo "hebat." Sinta memeluk Aletta bangga.


"tante Sinta bisa aja, mari tante Aletta antarkan."


"thank you honey."


Sembari sedikit berbincang, mereka berdua pergi menuju aula, untuk tamu penting berada di lantai dua aula, dimana disana memang khusus untuk tamu-tamu penting, karena lebih aman ketimbang dilantai dasar yang berisi siswa SMA Galileo.


Acara yang pertama adalah sepatah dua patah dari kepala sekolah membuka sekaligus menutup acara festifal seni SMA Galileo tahun ini, kemudian dilanjutkan oleh Aletta yang mengucapkan terima kasih atas antusias dan kedatangan dalam festival seni SMA Galileo.


Acara berikutnya teater yang di persembahkan oleh anak-anak Teater SMA Galileo, penampilan teater tersebut mengundang gelak tawa seluruh tamu yang datang. Sedangkan Aletta tetap stay dibelakang panggung dan beberapa kali memastikan pintu depan telah ditutup sebelum acara selesai.


Waktu yang ditunggu adalah pengumuman King and Queen. MC mengarahkan seluruh peserta acara untuk melihat laman milik Festival Seni SMA Gelileo, dengan hitungan mundur 5-4-3-2-1 dan nama Alisa Niara 2 IPS A dan Bagas Ramadhan 2 IPA F tertera di sana.


Mereka berdua langsung naik ke atas panggung untuk menyematkan mahkota, menerima bunga dan memasangkan selempang penghargaan.


"Selamat Malam semua, wow aku ngga nyangka sekarang bisa berdiri didepan kalian semua dengan penghargaan sekeren ini, aku ucapkan terima kasih kepada bapak kepala sekolah dan sejajarannya, panitia yang menyukseskan acara ini, terima kasih banyak." Ucap Bagas


"selamat Malam semua, saya ucapkan terima kasih kepada semua yang mendukung kami berdua sebagai King and Queen SMA Galileo, ini adalah hadiah terbesar saya di SMA Galileo. Kemudian ada satu hal yang ingin saya sampaikan ke kalian semua terutama Aletta, aku minta maaf atas kekacauan yang aku sebabkan. Ada satu hal yang ingin aku tunjukkan." Alisa mengeluarkan ponselnya, Bagas yang ada di samping gadis itu memberitahu agar tidak aneh-aneh, tapi seperti yang di lihat bahwa Alisa tidak dapat dikendalikan sekarang.


"Dinda-Dinda, lo tuh bego dari dulu."


"lo bego, bisa-bisanya lo nuduh gue yang masukin rokok di tas Aletta, padahal kan lo sama temen-temen lo."


"gimana lo bisa tau?."


Alisa mematikan rekamannya dan kembali mengambil alih mic, semua tercengang termasuk Aletta dan Athan.


"Dinda ada dibalik kejadian itu dan aku tidak tau apapun soal ini, paman memang membantuku karena dia adalah tipe orang yang tidak ingin memperpannjang masalah walaupun dia tau siapa yang salah." Alisa tersenyum pada pria paruh baya yang juga tersenyum kearahnya.


Dinda yang berada di antara pesta langsung meninggalkan aula, tetapi tepat didepan pintu, tim keamanan tidak mengijinkan keluar karena Aletta memang tidak mengijinkan siapapun keluar dari acara sebelum para petinggi meninggalkan acara.


"din gue mau ngomong sama lo." Ucap Aletta yang mendatangi Dinda.


"apa lagi? Bukannya lo udah tau kalo gue bukan orang baik, wajar kan gue lakuin itu ke lo."


"hahaha dan lo sekarang kelihatan bangga?."


"iyalah."

__ADS_1


"kalo lo ada masalah sama gue, hadepin gue langsung, ngga usah kayak gini. Biarin dia pergi."


Tim keamanan membukakan pintu dan membiarkan Dinda meninggalkan aula. Alisa yang sudah selesai didepan langsung menghampiri Aletta.


"ta." Panggil Alisa


"sa, gue minta maaf nuduh lo."


"wajar kok, gue juga minta maaf ke lo."


"btw makasih banyak lo udah ngasih tau yang sebenarnya."


"gue juga harus bersihin nama gue kan, oh ya gue udah sadar sama apa yang lo bilang tadi dan gue bakal kejar apa yang gue mau, gue ngga akan takut apapun."


Aletta dan Alisa saling memberikan pelukan hangat.


Jam menunjukkan pukul 10 malam, para petinggi sudah meninggalkan aula, saatnya DJ masuk.


Athan dan teman-temannya berada di sudut gedung tersebut, mereka membawa minuman keras beberapa botol yang disembunyikan diam-diam di aula siang tadi dengan bantuan Areksa.


Areksa sendiri telah bergabung dengan mereka meminum beberapa teguk, tapi tidak banyak karena dia harus pergi untuk bergabung dengan devisi nya dan membersihkan kekacauan ini setelah acara.


Tinggalah anak-anak Arcux yang berpesta minuman keras di sudut ruangan dengan di pandu lagu ala-ala club malam.


"lo gila." Ucap Aletta saat melihat Athan dengan teman-temannya mabuk "tim keamanan." Ucap Aletta kembali di HT "cek sudut ruangan dan pastikan mereka keluar dari Aula sekarang."


Setelah mendengar perintah Aletta, beberapa tim keamanan panitia festival menghampiri Athan dan teman-temnnya, menarik mereka keluar dari aula sebelum menimbulkan kekacauan yang lebih parah.


Aletta langsung pergi mencari Areksa, di belakang panggung gadis itu menemukan Areksa malah tertidur.


buuugghh


Aletta memukul kepala Areksa pelan hingga lelaki itu terbangun "lo yang bawa itu?." Tanya Aletta


"sorry ta."


"astaga lo juga."


Aletta mengisyaratkan teman satu devisi Areksa untuk membawa Areksa pergi. Hanya sedikit kekacauan yang ditimbulkan oleh anak Arcux, untung saja Aletta bisa mengatasinya sebelum kekacauan yang lebih besar terjadi.


__ADS_1


 


 


__ADS_2