Athan & Aletta

Athan & Aletta
Dimas & Diana


__ADS_3


“kisah lama berjumpa kembali”


*


Dimas turun dari motornya, memarkirkan dengan motor lainnya di parkiran. Bangunan tingkat 10 itu terpampang didepannya, kantor milik ayahnya. Sedikit berlari Dimas menuju bangunan tersebut, tepat saat menaiki tangga pertama, bersamaan dengan seorang wanita yang juga melangkahkan kakinya menaiki tangga pertama. pandangan mereka bertemu, ada banyak cerita yang belum selesai diantara mereka berdua.


“Diana.”


“Dimas.”


“l-lo ngapain disini?.”


“ini-.”


Ucapan Dimas terputus saat suara berat pria menghentikan pembicaraan mereka.


“Dimas, kapan datang?.” Panggil Nicolas sembari tersenyum pada putra pertamanya itu


“pah.”


Diana sedikit terkejut saat mendengar Dimas menyebut Nicolas dengan panggilan papa.


“oh iya, Dimas ini Diana, calon mama mu.” Jelas Nicolas


“mama?.”


“Diana.” Ucap Diana sambil mengulurkan tangan seakan mereka beru saja saling lihat.


“stress.” Celetuk Dimas meninggalkan mereka berdua dengan penuh tanda tanya di wajah Nicolas.


“anak itu memang kayak gitu, yang sabar sayang.” Nicolas merangkul Diana, Diana hanya tersenyum melihat punggung Dimas yang mulai tak terlihat dimatanya.


Flashback


Dimas melangkahkan kakinya terburu dengan tas yang ada di punggung, lelaki itu mengendap-endap menuju belakang sekolah untuk bolos di jam terakhir, tepat melewati depan perustakaan, dia bertabrakan dengan seorang gadis yang baru saja keluar dari perpustakaan.


“aw.” Gadiss itu terjatuh


“sorry sorry.” Dimas membantunya berdiri


“kalo jalan pake mata dong.” Omelnya


Mata mereka bertemu, tatapan tajam Dimas hanya tertuju pada mata indah gadis itu, sedangkan sang empunya terpukau dengan ketampanan lelaki yang berdiri didepannya saat ini.


“sorry gue buru-buru.” Dimas langsung berlari menuju belakang sekolah meninggalkan gadis itu yang masih terpaku ditempatnya.


Flashback off


Motor Dimas berhenti disebuah apartemen kalangan atas, setelah memarkirkan motornya di basement, Dimas melangkahkan kakinya menuju latai 7 dimana dia mendapatkan alamat dari sebuah pesan nomor asing yang masuk ke ponselnya.


Unit 119


Ting tong……


Ceklek


Diana berdiri diambang pintu menatap Dimas dengan mata sembabnya. Wanita itu memeluk Dimas erat menumpahkan segala hal yang ada di hati dan fikirannya, bukan hanya Dimas yang kecewa tapi Diana juga merasakan hal yang sama, di lain sisi Diana ingin bersama Dimas, tapi dia butuh Nicolas.


Dimas melepaskan pelukan Diana, “lo mau apa lagi?.”


“gue mau jelasin semua.”


“apa lagi? Lo ngga tau atau pura-pura ngga tau, dia bokap gue, gila lo.”


Diana menyentuh tangan Dimas tapi lagi-lagi lelaki itu melepaskannya dengan kasar. Tanpa berfikir panjang lagi, Dimas meninggalkan apartemen Diana, dia memutuskan untuk pergi ke club. Bahkan dia melupakan acara Arcux hari ini, fikirannya hanya ada Diana dan kekecewaan lelaki itu.


Dimas melihat ponselnya yang mati dan memasukkan kembali ke saku celana, mengendarai motor itu dengan kecepatan penuh menuju club.


Flashback


Dimas berdiri di lorong sekolah, pandangannya tertuju pada seorang gadis dengan lesung pipi indah tengah mengobrol dengan kedua temannya. Gadis itu berjalan kearahnya, tatapan Dimas tak pernah kearah lain, hanya kepada gadis itu, hingga membuatnya malu-malu.


“tunggu.” Ucap Dimas saat gadis itu melewatinya


“kalian duluan aja.” Diana melihat kearah Dimas “kenapa?.”

__ADS_1


“pulang sekolah lo kemana?.”


“gue langsung balik.”


“gue anterin balik?.”


“ngga usah, gue bisa naik angkutan umum.”


“daripada naik angkutan umum mending sama gue gratis.”


“seriusan gratis.”


“ngga juga sih, bayar pake id line lo aja.”


“okay.”


“yess!!.”


“gue duluan.”


Diana meninggalkan Dimas yang kegirangan, bahkan teman-teman Dimas anak-anak Arcux yang baru saja datang heran melihat tingkah lelaki itu.


“dih lo kenapa dim.”


“engga.”


“biasa, lagi gencar deketin Diana.”


“bacot lo, sotoy.”


Flashback off


Dimas meneguk wine yang ada didepannya, dia telah menghabiskan 3 gelas kecil. Sudah sangat lama sejak di Surabaya dia tidak menikmati minuman keras, rasanya masih sama saat berada di Arcux kala di bangku SMA. Dimas terlalu sibuk dengan organisasi dan juga kuliahnya hingga tak pernah lagi bersenang-senang dengan teman-temannya di club, hingga sekarang dia tengah sendirian menikmati minuman keras.


“sialan!!.” Maki Dimas beberapa kali tatkala wajah Diana terngiang dikepalanya.


“udah Dim, mau berapa gelas lagi lo.” Ucap bartender, lelaki tinggi berkulit sawo matang berwajah tampan, dulu anak Arcux seangkatan dengan Dimas di SMA Galileo.


“apaan sih baru segini juga.” Jawab Dimas santai


“halo, ini gue Tara.”


“eh bang, kenapa?.”


“abang lo ada di club, teler.”


“hah? Seriusan?.”


“iya gue ngga bisa bantuin soalnya lagi rame banget pengunjung.”


“ya udah gue kesana, tunggu bang.”


“oke sip than.”


“thanks bang.”


Beberapa menit kemudian Athan datang dengan menggunakan mobil milik Aletta, baru saja mereka akan memasukkan mobil kedalam garasi, tapi ada yang menghubungi Athan kalau Dimas di club, jadilah mereka langsung menuju club.


“lo tunggu disini jangan kemana-mana.”


“iya.”


Athan keluar dari mobil, dilihatnya motor miliknya yang dibawa Dimas ada di parkiran. Athan masuk kedalam club dan menjumpai Tara, Dimas tertidur di bar dengan beberapa gelas di depannya.


“thanks bang udah hubungin gue.”


“iye sans.”


“butuh bantuan ngga lo.”


“engga gue bisa kok.”


Athan memapah Dimas menuju ke mobil milik Aletta, membuka pintu belakang dan menidurkan Dimas di kursi belakang kemudi. Athan juga mengambil kunci motor miliknya yang ada di saku celana Dimas.


“ta, lo bisa kan bawa mobil sendiri?.”


“bisa kok.”

__ADS_1


“gue bawa motor soalnya.”


“oke siap.”


“hati hati ya.”


“iya.”


“ntar kerumah lo ngga papa kan ta?.”


“iya ngga papa kok.”


Aletta membawa mobilnya di ikuti motor Athan dibelakang menuju ke rumahnya yang ada di perumahan Jingga. Sampai di rumah, Athan membantu Dimas masuk ke kamar tamu dan membaringkan Dimas diatas ranjang.


Athan menutup kembali kamar tamu, sedangkan Aletta menunggu didepan pintu dengan wajah yang penuh tanda tanya.


“gimana?.”


“dia minum banyak banget.”


“ngga biasa nya bang Dimas gitu.”


“iya setau gue juga udah lama tuh anak ngga pergi ke club.”


Mereka berdua keluar dengan banyak pertanyaan di kepala.


Athan dan Aletta menghabiskan makan malam buatan bi Indah di meja makan, tak lupa Athan menyuruh bi Indah untuk merawat Dimas yang ada di kamar tamu, juga memberitahukan kalau Dimas tengah mabuk dan tidur.


Selesai makan, Aletta naik ke kamarnya untuk membersihkan badan dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur, sedangkan Athan tengah berada di ruang santai dengan tv yang menyala tapi lelaki itu sibuk dengan pemikirannya sendiri.


Flashback


Athan mengembalikan motor Dimas di SMA Galileo, dia meminjam motor itu sehabis pulang sekolah untuk mengantarkan Aletta pulang karena motornya sendiri berada di bengkel.


“thanks bang.”


“ngga ngopi dulu than.”


“sabi tuh.”


Athan duduk di samping Dimas dengan seragam SMP nya, menghisap rokok dan menikmati kopi hitam sambil sedikit diskusi.


Hingga seorang gadis datang menghampiri Dimas, seragamnya sama yaitu seragam SMA Galileo.


“Dim gue mau balikin jaket lo, makasih.”


“santai aja kalik, lo ambil juga ngga papa.” Jawab Dimas sambil menerima jaket tersebut


“engga, gue duluan, makasih ya.”


“tunggu.”


“kenapa?.”


“gue anterin balik, lo mau balik kan?.”


Gadis itu mengangguk


“ya udah, than lo tunggu disitu bentar ye.”


“oke bang.”


Gadis dengan name tag Diana di atas saku seragam SMA nya itu tersenyum pada Athan.


Flashback Off


‘Bang Dimas ada hubungan sama Diana, Diana calon nyokap gue sama bang Dimas, bang Dimas ke kantor bokap, ketemu, fix ngga salah lagi, gila aja tuh cewek.’


 


 



 


 

__ADS_1


__ADS_2