Athan & Aletta

Athan & Aletta
Kita dan Kata


__ADS_3


“kalau ada sesuatu itu di omongin, bukannya saling diam dengan fikiran jelek  masing-masing”


 


Aletta terbangun dari tidurnya, pakaiannya masih sama saat dia terlelap siang tadi, seragam sekolah dengan sepatu yang masih melekat dikaki, punggungnya terasa sakit semua karena tidur tidak dengan posisi benar. Gadis itu melihat angka di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 8 malam, dia sudah tidur kurang lebih 6 jam sejak kejadian mengenai Athan siang tadi.


Tidak ada notif dari Athan sama sekali, hanya ada notif dari Lala yang mengajaknya pergi ke salon dan sudah terlambat karena Lala mengajaknya pukul 7 tadi.


Aletta : Sorry gue baru bangun la


Lala : ya elah ngga papa, lo dirumah ngga? Gue habis dari salon ini males pulang


Aletta : Ada


Lala : Otw gue bawain pizza sama chattime


Aletta meletakkan ponselnya dimeja dan pergi ke kamar mandi, dia belum mandi sejak tadi. Beberapa menit kemudian Aletta keluar dari kamar mandi dengan kaos oblong hitam dipadukan hot pants.


Tok tok tok


“siapa?.”


“Lala, buka dong gila lo gitu aja dikunci.”


“bentar.” Aletta membuka pintu kamarnya dengan cengengesan.


Lala masuk dan duduk di sofa kamar Aletta setelah menaruh makanan yang dia bawa dimeja. Selama bermenit-menit mereka menonton film dan Aletta hanya diam menatap kosong kedepan, entah kemana fikirannya sekarang yang pasti bukan fokus ke film ataupun spoiler dari Lala.


“lo kenapa sih ta?.” Tanya Lala yang sudah jengah


“engga.”


“ada masalah sama Athan?.”


“La-.” Aletta menatap kearah Lala “gue dapet dari Kelvin kalo Athan bakal lanjutin sekolah di London.”


“seriusan? Emang lo udah nanya ke Athan?.”


“gue udah bilang soal itu ke Athan dan ngga perlu dijelasin juga udah jelas kalo Athan udah ketrima disana.”


“bagus dong, walaupun dia nakal bisa lolos universitas di London.”


“tapi-.”


“please ta, lo jangan egois, itu kan pilihan Athan emang apa salahnya kalo dia disana kalian masih bisa bertemu, atau lo juga mau kuliah disana kan bisa.”


“iya sih lo bener juga.”

__ADS_1


Ditengah-tengah perbincangan mereka, Aldo mengirimi pesan Lala.


Sayang, ini masih ada urusan di Markas, ada yang buat kacau markas nih, sorry baru bales.


Lala yang raut wajahnya berubah langsung melihat kearah Aletta.


“Kenapa?.”


“Markas Arcux ada yang obrak abrik.”


“ya udah gue mau kesana.”


“gila aja, jangan dulu, gue tanya Aldo dulu gimana disana.”


“ya udah cepetan.”


Beberapa saat kemudian Lala mendapatkan pesan dari Aldo untuk tetap stay di rumah, karena mereka tidak apa-apa, hanya tengah membereskan barang-barang yang rusak, dan sekarang sudah selesai, anak-anak Arcux juga udah pada balik, tinggal anak-anak inti aja.


.


Tidak seperti biasanya pagi itu Athan datang sendiri dengan motornya di ikuti anak-anak Arcux yang lain, biasanya dia pasti dengan Aletta, tapi kali ini Aletta keluar dari mobil antar jemputnya didepan gerbang. Athan sama sekali tidak melihat kearah Aletta yang tengah berjalan masuk ke SMA Galileo dengan Lala, lelaki itu masih sibuk dengan teman-temannya.


Di sudut parkiran terlihat Kelvin yang tengah berbincang dengan Alisa, tapi Alisa sepertinya tidak menyukai perlakuan Kelvin padanya, karena lelaki dengan seragam masih putih tapi tidak rapi itu menarik tangan Alisa yang membuat empunya meringis.


Athan menghampiri mereka dan manarik Kelvin untuk menjauh dari Alisa “jangan kasar sama cewek, lo cowok apa bukan?.”


“lo ada masalah apa sama gue? Ngga usah ikut campur.”


Alisa sembunyi dibalik punggung Athan, gadis itu sukses membuat Aletta yang melihat kearah mereka sakit hati, walaupun Aletta tau Athan hanya membantu Alisa, tapi pagi ini lelaki itu sama sekali tidak melihatnya bahkan mengabaikannya.


“lo ikut gue ke kelas, ngga ada gunanya ngomong sama orang bego.” Athan menarik Alisa berjalan beriringan dengannya mengabaikan teriakan Kelvin.


Athan dan anak-anak Arcux melewati Aletta dan Lala, Aldo sempat menyapa Lala tapi gadis itu menyuruhnya duluan karena Lala menemani Aletta.


“lo ngga papa ta?.” Tanya Lala, wajah Aletta terlihat murung


“emang gue kenapa? ngga papa kok, ayo ke kelas sebelum bu Vira dateng.”


Mereka berdua memutuskan langsung kekelas, banyak anak-anak SMA Galileo yang menyaksikan kejadian tersebut dan beranggapan kalau couple goals SMA Galileo kapalnya sudah karam. Selain Lala dan Aldo, Athan dan Aletta sangat terkenal hubungannya, bahkan melebihi saat Aletta dengan Areksa yang notabenya seorang selebgram dan selalu mengekspresikan kebahagiaannya dengan Aletta di akun instagramnya.


Saat Athan dan Alisa berjalan di lorong kelas, semua beranggapan kalau Athan kembali berhubungan dengan Alisa.


“thanks ya than.”


“santai aja, gue ngga nolongin lo, gue ngga suka sama Kelvin, jadi jangan kegr-an.”


Dibelakang Athan, Areksa tertawa mendengar ucapan Athan. Kalau Areksa di posisi Athan juga dia ngga akan mau dengan nenek lampir, Areksa menyebut saudara nya itu nenek lampir mengingat kelakuannya yang menurut Areksa sangat menyebalkan.


Sampai di kelas, Athan duduk di bangkunya, beberapa menit kemudian Aletta datang dengan Lala. Aletta sama sekali tidak melihat kearah Athan, dia tidak bisa melakukan hal itu. Saat melihat kearah Athan, kajadian pagi tadi kembali terlihat jelas dikepalanya, dan Aletta tidak mau.

__ADS_1


“tuh Aletta.” Senggol Dicky


“apaan sih lo.” Jawab Athan ketus.


Selama jam pelajaran kelas itu tenang tidak seperti biasanya yang rame dengan ocehan Athan.


Triinggg


Bel istirahat berdering dari pengeras suara di sudut atas tiap kelas, semua murid keluar kelas menuju kantin untuk berebut makanan. Siang itu suasana sekolah lumayan sepi, tidak seperti biasanya yang di isi dengan kericuhan anak-anak Arcux, mereka anak-anak Arcux tengah berada di tangga lantai atas sekedar berbincang atau menggoda siswi yang lewat. Termasuk Athan dan teman-temannya yang stay disana, Athan tidak ke kantin dijam istirahat pertama.


“lo ada masalah sama Aletta?.” Tanya Dicky yang merasakan ada yang aneh dengan Athan dan Aletta


“ngga.”


“lo ngehindari dia than?.” Tanya Aldo gentian


“ngga juga.”


“kalo emang kayak gitu gue maju lagi bang.” Celetuk Areksa yang membuat Athan menatap lelaki itu tajam.


Athan menarik kerah Areksa “apa lo bilang!.”


“woilah jangan berantem.” Dicky dan Aldo memisahkan Athan dan Areksa


“ya elah gue becanda kalik bang, kalo lo sayang sama Aletta jangan kayak gitu, lo nyakitin dia bang.” Jelas Areksa


Athan beranjak dari duduknya meninggalkan kerumunan Arcux menuju kelas, saat berada di lorong mata mereka bertemu, Aletta yang tengah membawa buku dari kantor guru dan Athan dan baru saja belok dari tangga lantai atas.


Aletta hanya menunduk, saat melewati Athan, lalaki itu menahan tangan Aletta “gue mau ngomong sama lo.”


Aletta melihat kearah Athan “ngomong aja.”


“ikut gue.”


Kebetulan salah satu anak kelas 12 IPS 1 lewat “tunggu!.” Athan menghentikan anak tersebut dan mengambil buku dari tangan Aletta “bawa ke kelas, suruhan bu Vira.”


“oke.”


Setelahnya Athan membawa Aletta menuju belakang sekolah, mereka berdua berhadapan satu sama lain, walaupun Aletta lebih tertarik melihat sepatu putihnya ketimbang Athan dan saat berdiri didepannya.


“gue minta maaf soal kemarin dan hari ini, gue ngga maksud buat ngehindarin lo dan juga soal kuliah gue.”


“gue ngga papa kok soal kuliah lo di luar negeri, gue bangga lo bisa masuk sana, gue ngga nyangka aja lo bisa than. Malah gue bakal marah ke lo kalo lo sampek ngga nerusin kesana.” Aletta tersenyum, senyum yang sangat dirindukan Athan sejak kemarin, lelaki itu membawa tubuh Aletta ke dalam pelukannya.


 


 


__ADS_1


 


 


__ADS_2