
“harunya gue ngga gini tapi gue benci lagi liat orang yang sama gue akhirnya punya pasangan lagi seperti dulu yang pernah terjadi.”
Pict. Lala Face Claim
Aletta dan Alisa duduk di salah satu bangku kosong yang ada dikantin setelah memesan bakso dan es teh untuk makan siang. Hanya butuh beberapa menit pesanan mereka diantar karena keadaan masih sepi, belum bel istirahat kedua.
“lo niat mau masuk ekskul apa?.” tanya Aletta sambil memakan makanannya.
“gue sih pengen ikut Cheerleader.”
“lo dulu disekolah lama ikut Cheerleader?.”
“iya, tapi gimana ya masuknya disini?.”
“ketuanya mantan Athan, suruh aja Athan ngomong ke mantannya, soalnya tuh cewek ribet banget.”
“masa sih harus ngomong ke Athan.”
“ya mau gimana lagi, btw kalo sampek Dinda tau lo jadian sama Athan, lo dalam bahaya banget.”
“gue udah tau itu, Athan cerita ke gue kalo Dinda masih ngejar dia, tapi gue baru tau kalau Dinda itu jadi Ketua Cheerleader.”
“ya begitulah.”
Aletta meneruskan makanannya, tanpa dia sadari Athan sudah duduk di sampingnya tepat di depan Alisa sambil tersenyum pada Alisa.
Aletta yang tengah fokus mengorbankan sedikit waktu makannya untuk menengok ke samping, dan benar Athan duduk di sampingnya.
“dih kadal gurun ngapain sih kek orang gila.” Celek Aletta karena kesal melihat Athan yang terus tersenyum pada Alisa.
“syirik aja lo, ngga punya pacar ya.”
“liat aja ntar gue punya pacar, gue pamerin ke lo.”
“hahahah gue tunggu, itu pun kalo ada yang mau sama lo.”
“enak aja.”
Selesai menghabiskan makan siangnya, Aletta berpamitan terlebih dahulu untuk pergi ke kelas, tugasnya belum dia selesaikan untuk kelas jam terakhir.
Saat berada di lorong suara laki-laki memanggil namanya dengan sedikit lantang, bukan suaranya yang keras tetapi pantulan suara itu yang terdengar keras karena berada di lorong.
“kak Aletta!.”
Aletta langsung menghentikan langkahnya dan menengok ke belakang.
“siapa?.”
“Areksa dari kelas 1 IPS A, anak MPK kelas 1.” Areksa Bimanthara, salah satu anak kelas satu yang lumayan popular dikalangan anak gadis disekolah, tidak hanya wajahnya yang tampan dan dompetnya yang tebal, Areksa adalah salah satu anak berprestasi dibidang olahraga terutama Basket dan Futsal, tetapi tidak berprestasi mengenai nilai akademik di sekolah, karena dia selalu menempati urutan terakhir.
“terus?.” Tanya Aletta dengan wajahnya yang cengo karena tiba-tiba ada yang mendatanginya mengucapkan nama dan darimana kelasnya, seakan mereka tengah mengadakan MOS.
“tadi kak Grace bilang kalau bertemu dengan kak Aletta suruh bilangin, ntar pulang sekolah tidak ada rapat, soalnya kak Grace dan pengurus inti mengadakan rapat dengan guru-guru.”
“okay, kenapa dia tidak mengirimiku pesan saja, dih.” Celetuk Aletta lirih tapi masih bisa di dengar Areksa
“kayaknya hp kak Aletta mati.”
Aletta mengambil ponselnya yang ada di saku seragam sekolah, dan benar hp nya mati.
“hehehe kayaknya lupa cas.”
__ADS_1
“kak Aletta mau ke kelas?.” Tanya Areksa
Aletta mengangguk
“ya udah barengan aja kak.”
“okay.”
Aletta dan Areksa berjalan beriringan menuju kelas mereka, kelas 1 IPS A berada tepat di depan kelas 2 IPS A, jadi mereka bisa barengan dan bukan sekali Areksa melihat Aletta, sejak awal masuk SMA Galileo, bagi Areksa, Aletta adalah sosok ceria yang sangat menarik perhatiannya, tetapi Areksa selalu takut berbincang dengan Aletta karena ada Athan di samping gadis itu. Mendengar Athan berpacaran, Areksa mulai berani mendekati kakak tingkatnya itu.
“gue masuk duluan.” Ijin Aletta
“iya kak, semangat belajarnya.”
“lo juga.”
Aletta langsung masuk kekelasnya, begitu masuk Lala langsung menghadangnya dengan mata yang penuh selidik.
“Areksa Bimanthara, pengikut 11,2k, mengikuti 256, postingan 20, foto profil ngga ada, isi fotonya ganteng semua, like nembus ribuan, komen juga ratusan dan cewek semua. Jadi apa hubungan lo sama dia?.”
“ngga ada.”
Aletta melewati Lala dengan santai yang masih mengomel penasaran.
Bahkan saat kelas berlansung, Lala terus meledeknya dengan Areksa.
Sekolah berakhir, Aletta dan Lala keluar dari kelas bersamaan dengan kelas 1 IPS A yang juga keluar kelas, bersamaan dengan Areksa, Aletta keluar kelas. Areksa terlihat menyapa Aletta dengan senyuman yang bahkan tidak ditunjukkan ke perempuan manapun sebelumnya kecuali ibunya sendiri.
“kak, pulang sama siapa?.” Tanya Areksa mendekati Aletta yang berjalan di lorong sendirian.
“taksi online atau bus mungkin.”
“ya udah bareng gue aja.”
“ngga kok, emangnya rumah kakak dimana?.”
“perumahan Jingga.”
“hahaha kita satu perumahan, ya udah bareng aja kak. Ngga papa kok.”
“tapi-.“
“ngga papa kak santai aja.”
“ya udah deh.”
Mereka berdua berjalan menuju parkiran motor disekolah. Tanpa mereka berdua sadari Athan dan Alisa berjalan dibelakang mereka, Athan terlihat mengepalkan tangannya tidak suka. Siapa yang tidak mengenal Areksa playboy cap jago yang suka berkeliaran di kelas-kelas satu malakin uang buat beli rokok.
Aletta mengambil helm yang diberikan Areksa.
“lo bawa helm dua kemana-mana?.”
“selalu, karna nyokap kadang suruh jemput tiba-tiba.”
“owalah.”
Aletta naik ke atas motor vespa putih milik Areksa, mereka berdua meninggalkan area sekolah, sudah sejak lama Aletta tidak merasa pegal-pegal saat naik motor.
Areksa menghentikan motornya di depan toko bunga.
“bentar kak, nyokap nitip beli bunga tadi.”
“okay.”
Sambil menunggu Areksa keluar dari toko bunga, Aletta melihat-lihat bunga yang di pajang didepan, bunga yang masih segar.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Areksa keluar dengan membawa serangkaian bunga mawar dan setangkai bunga mawar putih yang dibungkus indah.
“ini buat kakak.” Ucap Areksa sambil memberikan bunga itu pada Aletta
“buat gue.”
“iya.”
“thanks, eh sini gue bawain aja bunganya.”
“okay thanks kak.”
“gue risih banget di panggil kak, udah santai aja sama gue, panggil Aletta atau ta aja ngga papa, anggap teman sendiri.”
“ngga papa?.”
“ngga papa lah, lagian kita sebenarnya seumuran.”
“ha? Gue mau 16 tahun.”
“gue baru 15 tahun.”
“what?.”
“gue anak aksel.”
“pantesan.”
“ya udah yuk, panas nih.”
Dengan berbagai obrolan mereka sampai didepan rumah putih yang tak kalah mewah dari rumah Aletta, rumah dengan satpam didepannya adalah rumah milik Areksa. Begitu satpam membuka gerbang, seorang wanita paruh baya dengaan dandanan lumayan mewah dan nyentrik berada di depan pintu utama.
“udah pulang nak.” Ucap wanita tersebut
“udah ni mah.”
Aletta menyalami wanita tersebut dan memberikan bunga yang di beli Areksa padanya.
“kamu temannya Areksa?.”
“iya tante, nama saya Aletta.”
“ohh cantik ya, kayak tante dulu tau.”
“tante aja sekarang masih cantik banget, pasti dulunya juga cantik banget.”
“bisa aja kamu, oh ya masuk dulu yuk, tante tadi udah udah masak banyak loh, oh ya Areksa ngga pernah banget ngajak temannya mampir.”
“pernah mah.”
“itu cowok, cewek kan ngga pernah.”
Areksa seakan memberikan isyarat kalau bisa mengatakan pada ibunya jika Aletta ingin pulang, tapi Aletta menggeleng, Aletta tidak ingin mengecewakan ibu Areksa yang antusias menyambutnya.
“ayo masuk.”
“makasih tante.”
Aletta dan Areksa masuk mengikuti ibu Areksa yang lebih dulu masuk untuk menaruh bunga di meja dapur.
⁂
*part paling aku suka
__ADS_1