Athan & Aletta

Athan & Aletta
Keponakan Kepsek


__ADS_3


“kalo lo ngehujat orang karena dia salah, terus apa bedanya lo sama dia yang juga sama-sama jahat.”


 


...


Alisa keluar dari mobil yang mengantarnya kesekolah seperti biasa, banyak anak-anak yang baru datang melihatnya sambil berbisik. Alisa membiarkannya hingga dia sampai diepan kelas 11 IPS 2 dimana Dinda berdiri disana bersama Micella.


“duh masih berani ya dateng ke sekolah.” Sindir Dinda ketus, Alisa yang merasa tidak memiliki masalah apapun hanya berlalu menuju kelasnya.


Di dalam kelas Athan sudah berada di tempat duduknya, tapi bukan tidur, melainkan memainkan ponselnya. Bangku Aletta masih kosong, hanya ada Lala yang tengah berbincang dengan Aldo.


“pagi Athan.” Sapa Alisa, tapi Athan hanya diam hingga Alisa duduk di bangkunya samping Athan.


“didepan ada yang kosong tuh, pindah aja sana.” Ucap Athan ketus


“maksud lo apa than?.”


Athan meletakkan ponselnya di meja dan menatap Alisa tajam.


“mulai hari ini kita selesai, jangan ganggu gue lagi. Ngerti lo?.”


“ngga, gue ngga mau.”


“kalo lo ngga mau, ya udah terserah, bagi gue kita udah ngga ada apa-apa Alisa.”


“lo kenapa gini?.”


“denger. Walaupun lo ngga ngelanggar perjanjian, tapi lo buat Aletta kena masalah. Siapapun yang ganggu Aletta, berurusan sama gue, tanpa terkecuali”.


Athan beranjak dari duduknya dan pindah tempat duduk di samping Dicky.


Lala yang melihat dan mendengar kejadian tersebut hanya tersenyum, dia sudah tau semua dari Athan apa yang dilakukan Alisa dan membuat Aletta di scorsing selama tiga hari bahkan namanya jadi buruk.


Jam pertama selesai, semua anak keluar kelas menuju kantin.


SMA Galileo memiliki satu ekstrakulikuler yang bergerak di bidang broadcasting, dimana ada ruangan khusus radio dan juga khusus mengisi acara saat makan atau istirahat tiba di kantin dan juga tempat-tempat ramai lainnya


kecuali kelas dan ruang khusus belajar.


“gue sama Alisa ngga ada hubungan serius, kita Cuma FWB an, kalo lo mau gue berhenti jadi partnernya, gue berhenti.”


Belum on air tapi suara itu keluar dari sound yang ada di atas.


Alisa yang tengah makan sendirian di kantin langsung terdiam, semua memandangnya seakan sebuah sampah yang menjijikkan. Padahal bukan Alisa, tapi juga Athan. Bagi anak-anak lain, Athan memang kehidupannya seperti itu, jadi menurutnya sudah wajar.


Alisa langsung berlari menuju kelas, saat berada di depan pintu. Guru kedisiplinan sudah ada dikelas 11 IPS 1.


“Alisa, ikut ibu ke ruang kedisiplinan.”


“tapi saya tidak melakukan apapun bu.”


“ikut terlebih dahulu, kita bahas disana, kamu mau semua tau?.”


Alisa mengangguk dan mengikuti guru kedisiplinan menuju ruangannya.


Sampai di ruang kedisiplinan, guru tersebut menunjukkan sebuah video yang menampakkannya tengah memasukkan rokok kedalam tas Aletta.


“ini benar kamu kan?.”


“bukan bu, ini video bohong.”


“bagaimana video ini bisa bohong?.”


Alisa di Scorsing satu minggu karena melakukan kejahatan kepada teman sekelas nya sekaligus membawa rokok ke sekolah.

__ADS_1


Belum sampai Alisa keluar dari ruang kedisiplinan, kepala sekolah SMA Galileo datang dengan wajah marah. Pria paruh baya itu menutup kembali pintunya dengan rapat.


“om Pram.” Sebut Alisa


“tutup masalah ini dan biarkan anak yang di scorsing itu kembali masuk ke sekolah, katakan bahwa sekolah sudah memaafkannya.” Jelas kepala sekolah


“tapi pak, tidak bisa seperti itu, melanggar peraturan sekolah.”


“lalu? Keponakan saya, saya biarkan?.”


Guru kedisiplinan tersebut melihat kearah Alisa.


“baiklah saya akan melakukannya.”


Alisa keluar dari ruang kedisiplinan dengan lega. Dia kembali ke kelas, namun belum sampai kelas banyak anak yang menatapnya tidak suka.


“hahaha gue udah tau lo tuh bakal lolos.” Ucap Dinda


“maksud lo apaan.”


“ngga usah sok polos deh, lo kan keponakan kepala sekolah. Liat aja lo bakal dengan sendirinya keluar dari SMA Galileo, ngerti lo!.”


“gue tunggu.” Bisik Alisa


Alisa meninggalkan Dinda dengan wajah datarnya, gadis itu bahkan tidak peduli banyak orang yang melihatnya tidak suka.


“ihhh ngeselin banget tuh anak!!.”


“kayaknya dia emang bahaya deh.”


“yang penting Athan benci sama dia.”


“terus gimana selanjutnya.”


“tenang aja ngga sekarang, kita main-main aja dulu.”


Disisi lain Aletta baru saja bangun tidur di jam 10.00 wib, dengan memakai pakaian tidur lengkap beserta wajah bantalnya, Aletta menuruni tangga saat mencium bau makanan kesukaannya.


“lah bi Indah udah balik? Kapan?.”


“tadi pagi non, oh ya tuan dan nyonya tadi sudah berangkat ke luar negeri.”


“kok ngga bilang Aletta sih.”


“non Aletta masih tidur, jadi nitip ke bibi. Oh ya, ini bibi buatin makanan kesukaan non Aletta, Rendang.”


“wow, pantesan baunya enak.”


Aletta langsung menarik kursi didepan meja makan dan duduk di sana.


Bi Indah hanya tersenyum dengan senang, sudah lama tidak bertemu dengan anak asuhnya. Bi Indah sudah bekerja di rumah Aletta sejak kedua orang tua Aletta masih menjadi pengantin baru, sejak kecil Aletta selalu di jaga oleh Bi Indah karena kedua orang tua Aletta sibuk dengan pekerjaan yang mengharuskan tidak sering di rumah.


Saat tengah asik makan, tiba-tiba pintu terbuka.


“Aletta!.”


Suara Athan terdengar, Aletta langsung menyembunyikan Rendangnya di bawah meja.


“hi Athan.” Sapa Aletta dengan wajah nyengirnya.


“lo nyembunyiin apaan tuh.”


“engga, lo kok udah balik, kan masih jam 10, bolos ya.”


Athan yang makin curiga dengan apa yang disembunyikan Aletta langsung menghampiri gadis itu dan merebut yang ada di bawah meja.


“wow Rendang, enak nih.”

__ADS_1


Athan mengambil nasi dan menaruhnya di piring, tak lupa dengan rendang yang membuat wajah Alletta kesal.


“Athan!!! Itu Rendang gue bego!!.” Teriak Aletta, sedangkan Athan malah sibuk makan.


Bi Indah hanya menggeleng melihat kelakuan Athan dan Aletta, dua anak yang selalu bersama sejak kecil membuatnya mengingat saat Athan menjatuhkan Aletta dari sepeda.


“udah non Aletta, ntar bibi buatin lagi, nyonya beli dagingnya banyak.”


“serius bi?.”


“iya.”


“aaa Thank you.”


“dih gue bakal kesini terus, lumayan makan enak.” Ucap Athan yang membuat Aletta kesal


“Lo kan punya rumah, makan aja dirumah sendiri.”


“ga mau.”


Selesai makan, Athan bermain ps di ruang keluarga. Beberapa hari yang lalu ayah Aletta, Hans membeli PS dan berharap Athan selalu datang menemani Aletta di rumah.


“lo ngapain kesini?.”


“main game.”


“ngga mungkin.”


“ya besok lo bisa masuk sekolah lagi.”


Aletta langsung menaruh makanannya dan memeluk Athan erat.


“thank you.”


“ emang lo ngga salah.”


“than, gue mau nanya.”


“nanya aja.”


“lo fwb an sama Alisa?.”


Athan hanya mengangguk.


“jadi sejak awal?.”


“iya Aletta bawel.”


“kenapa? lo ngga pernah cerita soal ini ke gue?.”


“buat apa? kan ngga ngerubah apapun, gue bakal tetep disamping lo.” Athan mengusap lembut pipi Aletta.


“kesel aja.”


“udah ya, mau main ngga ntar malem?.”


“kemana?.”


“markas nya Arcux.”


“boleh!.” Seru Aletta bahagia


“tumben banget lo seneng di ajak kesana. Jangan-jangan lo ada sesuatu sama Areksa.”


“apaan sih, engga.” Pipi Aletta bersemu merah


“bener-bener tuh bocah.”

__ADS_1


“apaan sih Athan, orang ngga ada apa-apa.”



__ADS_2