Athan & Aletta

Athan & Aletta
Night Time


__ADS_3


“adat kita itu berbeda-beda dan bermacam-macam”


 


Athan baru saja


keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dan handuk yang ada di


kepala, tubuhnya tidak terbalut apapun kecuali handuk yang menutup area


bawahnya. Didalam kamar itu hanya ada Aldo, Roni, dan Dicky. Sekamar di isi


beberapa anak, kecuali kamar khusus perempuan yang hanya di isi 4 anak.


“mana Areksa?.” Tanya Athan, Athan bertanya bukan karena


membutuhkan Areksa, tapi Athan bertanya untuk memastikan kalau Areksa tidak


tengah bersama Aletta sekarang.


“diluar tuh.” Kode Aldo sambil memainkan matanya kearah jendela


yang mengarah langsung ke halaman depan.


Athan melihat dari jendela, Areksa duduk dibangku dengan Aletta,


lelaki itu memainkan gitar sembari menyanyi depan Aletta.


“cih gue juga bisa kalik nyanyi doang mah.”


“bacot doang ngga ada buktinya buat apa.” celetuk Dicky


Athan yang mendengarnya sangat jelas, langsung memakai kaos dan


celana, tanpa menyisir rambut, Athan pergi keluar. Tapi sebelum sampai di luar


menemui Areksa dan Aletta. Athan terlebih dahulu mengirimi pesan Areksa agar


membuatkan nya minuman hangat dengan alasan Aldo tidak enak badan.


Setelah Areksa meninggalkan Aletta sendirian, Athan menghampiri


Aletta dan menghentikan langkah Aletta tatkala gadis itu akan meninggalkan


halaman depan.


“eh than, ngapain lo kesini?.”


“duduk, sini temenin gue dulu.”


“ya udah.”


Aletta kembali duduk dibangku putih yang ada disana sembari


melihat langit yang bertaburan dengan bintang.


“ta, lo inget ngga dua tahun yang lalu.” Ucap Athan yang membuat


Aletta menengok kearah lelaki itu. “waktu lo dateng kerumah gue dan ngajak gue


lari-lari dilapangan.”


“gue inget.”


“rasanya hidup gue udah hancur waktu itu, abang gue pergi, nyokap


gue pergi, bokap gue apalagi.” Athan mencoba mengusap air matanya yang hampir


jatuh “gue ngga tau jadi apa gue waktu itu kalo lo ngga dateng.”


Aletta yang mengingat jelas kejadian itu hanya terdiam, mata Aletta


melihat Athan yang menahan sakit dengan senyuman pahitnya.


“than, gue sama sekali ngga berubah, gue tetep Aletta yang dulu lo


kenal baik, gue bakalan selalu ada disamping lo kapanpun, karena itu gue.” Ucap


Aletta sambil menyentuh pundak Athan.


“gue ngga yakin ta, lo udah ada yang punya.”


“bukan berarti persahabatan kita selesai kan? Lagian ngga ada yang


berubah walapun gue udah punya cowok.”


Athan melihat kearah Aletta dengan tatapan dinginnya, membawa

__ADS_1


Aletta kedalam pelukan lelaki itu sangat erat. Isak tangis lirih terdengar pilu


ditelinga Aletta, Aletta yang mendengar hal yang sama 2 tahun yang lalu


membalas pelukan Athan sangat erat, mengusap punggungnya lembut.


Areksa yang baru saja selesai membuatkan minuman hangat untuk


Aldo, keluar hendak menemui Aletta menghentikan langkahnya saat melihat Aletta


tengah berpelukan dengan Athan.


Ada rasa sakit dalam hatinya saat melihat Aletta dipeluk lelaki


lain, walaupun Areksa sendiri tau bahwa hubungan Athan dan Aletta lebih dekat


dari itu sejak kecil, mereka berdua tidak lagi seperti orang asing, melainkan


keluarga yang dekat.


Aletta melepaskan pelukan Athan dan mengusap air mata Athan yang


sempat jatuh.


“udah lo jelek banget kalo gini.” Ucap Aletta disertai tawa


“dih apaan orang ganteng gini juga.”


Merasa keadaan kembali seperti semula, Areksa menghampiri mereka


berdua yang tengah bercanda.


“eh bang, lo disini juga ternyata.”


Athan hanya mengangguk mengiyakan.


“kamu udah dari tadi?.” Tanya Aletta


“engga, aku baru aja dateng.”


“oh begitu.”


Areksa duduk di rerumputan sambil memainkan gitarnya, petikan demi


petikan yang menghasilkan nada terdengar, suara Areksa yang lebih dari merdu


Jam terus berjalan, tak disangka pagi datang kembali dengan matahari


yang muncul dibalik bukit depan villa. Beberapa anak Arcux yang muslim baru


saja tiba dari sholat subuh di mushola dekat balai desa. Sisanya membereskan


sampah yang ada di sekitar villa dijadikan satu kedalam pickup, mereka datang


dalam keadaan bersih, pergi pun harus juga bersih.


Athan keluar dari kamarnya dengan wajah bantal baru saja bangun


tidur, tepat dia keluar Dinda menuruni tangga dengan tas bawaannya yang lumayan


banyak.


“Athan!!!.” Dinda berlarian memeluk Athan


“apaan sih din.”


“duh pagi-pagi udah so sweet aja.” Ledek Dicky yang tengah berada


di ruang tengah membereskan barang-barang milik Arcux.


“berisik lo!, minggir Din, gue mau ke kamar mandi.”


“ihhh.”


Athan sedikit mendorong Dinda agar menjauh, saat berjalan melewati


tangga tanpa sengaja Athan berpapasan dengan Aletta yang baru turun dari lantai


dua.


“pagi cantik.” Sapa Athan seperti biasanya


“dih.”


Aletta langsung melewati Athan membawa barang-barangnya ke depan,


Areksa sudah menunggu gadis itu didepan.


“sini aku bantuin.” Ucap Areksa mengambil barang milik Aletta dan

__ADS_1


membawanya ke motor, sebagian di taruh didepan, sebagian ditaruh kedalam jok


motornya.


Sedangkan Aletta mulai membantu membersihkan depan villa yang


lumayan banyak puntung rokok bekas semalam anak-anak Arcux yang tidak tidur.


Selesai membereskan villa dengan bersih, semua pergi ke balai desa


untuk berpamitan dengan kepala desa yang ada disana.


“bapak, kami pamit dahulu, terima kasih sudah menyambut dengan


baik.” ucap Athan sembari bersalaman


“iya-iya, kami juga makasih lo mas sudah di bantu.”


“sama-sama pak.”


Semua berpamitan dan meninggalkan daerah tersebut.


Perjalanan pulang ditempuh seperti keberangkatan mereka, 4 jam,


hanya saja ini kurang dari 4 jam sudah sampai di markas kembali. Areksa


langsung mengantarkan Aletta pulang kerumahnya, karena hari ini Aletta harus ke


SMA Galileo untuk mengurusi persiapan festival seni SMA Galileo siang nanti.


“makasih.”


“sama-sama, istirahat dulu ta.”


“mana sempat, anak-anak MPK sudah disana semua, ntar aku bilangin


kalau kamu telat. Masih bantuin anak-anak Arcux kan.”


“iya palingan bentar doang sih.”


“ya usah sampai jumpa di sekolah.”


“beneran ngga mau dianter aja?.”


“ngga usah kelamaan kalo nungguin kamu.”


“ya udah deh.”


Areksa meninggalkan rumah Aletta menuju markas Arcux, sedangkan


Aletta masuk kedalam rumah untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya


dengan pakaian yang rapi sebelum ke SMA Galileo.


Pukul 10.00 Aletta meninggalkan rumahnya setelah memesan ojek


online lewat aplikasi, disekolah sudah banyak anak MPK yang sibuk dengan devisi


nya masing-masing.


“eh ta.” Suara Grace terdengar ditelinga Aletta, Aletta langsung


menengok ke belakang dan menemui Grace yang sudah rapi untuk berangkat ke


Singapura.


“lo berangkat sekarang?.”


“iya, bokap gue kebetulan ada tugas di Singapura juga, jadi gue


berangkat lebih awal sama nyokap.”


“ohh pantesan.”


“gue tadi mampir di Indoapril depan dan liat lo, jadi gue kesini


dulu.”


“thanks ya lo udah mampir dulu.”


“gimana?.”


“60% selesai sih, ntar tinggal sisanya doang sama hari H.”


“syukur deh, ngga salah gue milih lo.”


“hahaha lo bisa aja dah.”


__ADS_1


__ADS_2