
“adat kita itu berbeda-beda dan bermacam-macam”
Athan baru saja
keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dan handuk yang ada di
kepala, tubuhnya tidak terbalut apapun kecuali handuk yang menutup area
bawahnya. Didalam kamar itu hanya ada Aldo, Roni, dan Dicky. Sekamar di isi
beberapa anak, kecuali kamar khusus perempuan yang hanya di isi 4 anak.
“mana Areksa?.” Tanya Athan, Athan bertanya bukan karena
membutuhkan Areksa, tapi Athan bertanya untuk memastikan kalau Areksa tidak
tengah bersama Aletta sekarang.
“diluar tuh.” Kode Aldo sambil memainkan matanya kearah jendela
yang mengarah langsung ke halaman depan.
Athan melihat dari jendela, Areksa duduk dibangku dengan Aletta,
lelaki itu memainkan gitar sembari menyanyi depan Aletta.
“cih gue juga bisa kalik nyanyi doang mah.”
“bacot doang ngga ada buktinya buat apa.” celetuk Dicky
Athan yang mendengarnya sangat jelas, langsung memakai kaos dan
celana, tanpa menyisir rambut, Athan pergi keluar. Tapi sebelum sampai di luar
menemui Areksa dan Aletta. Athan terlebih dahulu mengirimi pesan Areksa agar
membuatkan nya minuman hangat dengan alasan Aldo tidak enak badan.
Setelah Areksa meninggalkan Aletta sendirian, Athan menghampiri
Aletta dan menghentikan langkah Aletta tatkala gadis itu akan meninggalkan
halaman depan.
“eh than, ngapain lo kesini?.”
“duduk, sini temenin gue dulu.”
“ya udah.”
Aletta kembali duduk dibangku putih yang ada disana sembari
melihat langit yang bertaburan dengan bintang.
“ta, lo inget ngga dua tahun yang lalu.” Ucap Athan yang membuat
Aletta menengok kearah lelaki itu. “waktu lo dateng kerumah gue dan ngajak gue
lari-lari dilapangan.”
“gue inget.”
“rasanya hidup gue udah hancur waktu itu, abang gue pergi, nyokap
gue pergi, bokap gue apalagi.” Athan mencoba mengusap air matanya yang hampir
jatuh “gue ngga tau jadi apa gue waktu itu kalo lo ngga dateng.”
Aletta yang mengingat jelas kejadian itu hanya terdiam, mata Aletta
melihat Athan yang menahan sakit dengan senyuman pahitnya.
“than, gue sama sekali ngga berubah, gue tetep Aletta yang dulu lo
kenal baik, gue bakalan selalu ada disamping lo kapanpun, karena itu gue.” Ucap
Aletta sambil menyentuh pundak Athan.
“gue ngga yakin ta, lo udah ada yang punya.”
“bukan berarti persahabatan kita selesai kan? Lagian ngga ada yang
berubah walapun gue udah punya cowok.”
Athan melihat kearah Aletta dengan tatapan dinginnya, membawa
__ADS_1
Aletta kedalam pelukan lelaki itu sangat erat. Isak tangis lirih terdengar pilu
ditelinga Aletta, Aletta yang mendengar hal yang sama 2 tahun yang lalu
membalas pelukan Athan sangat erat, mengusap punggungnya lembut.
Areksa yang baru saja selesai membuatkan minuman hangat untuk
Aldo, keluar hendak menemui Aletta menghentikan langkahnya saat melihat Aletta
tengah berpelukan dengan Athan.
Ada rasa sakit dalam hatinya saat melihat Aletta dipeluk lelaki
lain, walaupun Areksa sendiri tau bahwa hubungan Athan dan Aletta lebih dekat
dari itu sejak kecil, mereka berdua tidak lagi seperti orang asing, melainkan
keluarga yang dekat.
Aletta melepaskan pelukan Athan dan mengusap air mata Athan yang
sempat jatuh.
“udah lo jelek banget kalo gini.” Ucap Aletta disertai tawa
“dih apaan orang ganteng gini juga.”
Merasa keadaan kembali seperti semula, Areksa menghampiri mereka
berdua yang tengah bercanda.
“eh bang, lo disini juga ternyata.”
Athan hanya mengangguk mengiyakan.
“kamu udah dari tadi?.” Tanya Aletta
“engga, aku baru aja dateng.”
“oh begitu.”
Areksa duduk di rerumputan sambil memainkan gitarnya, petikan demi
petikan yang menghasilkan nada terdengar, suara Areksa yang lebih dari merdu
Jam terus berjalan, tak disangka pagi datang kembali dengan matahari
yang muncul dibalik bukit depan villa. Beberapa anak Arcux yang muslim baru
saja tiba dari sholat subuh di mushola dekat balai desa. Sisanya membereskan
sampah yang ada di sekitar villa dijadikan satu kedalam pickup, mereka datang
dalam keadaan bersih, pergi pun harus juga bersih.
Athan keluar dari kamarnya dengan wajah bantal baru saja bangun
tidur, tepat dia keluar Dinda menuruni tangga dengan tas bawaannya yang lumayan
banyak.
“Athan!!!.” Dinda berlarian memeluk Athan
“apaan sih din.”
“duh pagi-pagi udah so sweet aja.” Ledek Dicky yang tengah berada
di ruang tengah membereskan barang-barang milik Arcux.
“berisik lo!, minggir Din, gue mau ke kamar mandi.”
“ihhh.”
Athan sedikit mendorong Dinda agar menjauh, saat berjalan melewati
tangga tanpa sengaja Athan berpapasan dengan Aletta yang baru turun dari lantai
dua.
“pagi cantik.” Sapa Athan seperti biasanya
“dih.”
Aletta langsung melewati Athan membawa barang-barangnya ke depan,
Areksa sudah menunggu gadis itu didepan.
“sini aku bantuin.” Ucap Areksa mengambil barang milik Aletta dan
__ADS_1
membawanya ke motor, sebagian di taruh didepan, sebagian ditaruh kedalam jok
motornya.
Sedangkan Aletta mulai membantu membersihkan depan villa yang
lumayan banyak puntung rokok bekas semalam anak-anak Arcux yang tidak tidur.
Selesai membereskan villa dengan bersih, semua pergi ke balai desa
untuk berpamitan dengan kepala desa yang ada disana.
“bapak, kami pamit dahulu, terima kasih sudah menyambut dengan
baik.” ucap Athan sembari bersalaman
“iya-iya, kami juga makasih lo mas sudah di bantu.”
“sama-sama pak.”
Semua berpamitan dan meninggalkan daerah tersebut.
Perjalanan pulang ditempuh seperti keberangkatan mereka, 4 jam,
hanya saja ini kurang dari 4 jam sudah sampai di markas kembali. Areksa
langsung mengantarkan Aletta pulang kerumahnya, karena hari ini Aletta harus ke
SMA Galileo untuk mengurusi persiapan festival seni SMA Galileo siang nanti.
“makasih.”
“sama-sama, istirahat dulu ta.”
“mana sempat, anak-anak MPK sudah disana semua, ntar aku bilangin
kalau kamu telat. Masih bantuin anak-anak Arcux kan.”
“iya palingan bentar doang sih.”
“ya usah sampai jumpa di sekolah.”
“beneran ngga mau dianter aja?.”
“ngga usah kelamaan kalo nungguin kamu.”
“ya udah deh.”
Areksa meninggalkan rumah Aletta menuju markas Arcux, sedangkan
Aletta masuk kedalam rumah untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya
dengan pakaian yang rapi sebelum ke SMA Galileo.
Pukul 10.00 Aletta meninggalkan rumahnya setelah memesan ojek
online lewat aplikasi, disekolah sudah banyak anak MPK yang sibuk dengan devisi
nya masing-masing.
“eh ta.” Suara Grace terdengar ditelinga Aletta, Aletta langsung
menengok ke belakang dan menemui Grace yang sudah rapi untuk berangkat ke
Singapura.
“lo berangkat sekarang?.”
“iya, bokap gue kebetulan ada tugas di Singapura juga, jadi gue
berangkat lebih awal sama nyokap.”
“ohh pantesan.”
“gue tadi mampir di Indoapril depan dan liat lo, jadi gue kesini
dulu.”
“thanks ya lo udah mampir dulu.”
“gimana?.”
“60% selesai sih, ntar tinggal sisanya doang sama hari H.”
“syukur deh, ngga salah gue milih lo.”
“hahaha lo bisa aja dah.”
⁂
__ADS_1