
*
“Selamat Ulang Tahun yang ke-16 Aletta Fredella, semoga jadi pribadi yang lebih dewasa”*
Aletta langsung keluar dari mobil Athan begitu mobil Fortuner tersebut berhenti diparkiran Tempo Gelato. Sedikit berlari Aletta masuk kedalam tempo gelato dan membeli es krim coklat kesukaannya, bahkan dia melupakan Athan yang masih berjalan santai. Lelaki itu melotot pada Aletta yang sudah duduk disalah satu meja menikmati sendiri es krim yang di belinya tanpa menunggu Athan, Aletta menjulurkan lidahnya pada Athan sambil tertawa.
Athan pun membeli dua es krim vanilla dan stoberi, biasanya Aletta akan meminta miliknya juga jadi dia siap-siap membeli dua. Setelah mendapat dua es krim di tangannya, Athan berjalan menuju ke meja Aletta dan duduk disana.
“mau vanilla?.” Rengek Aletta
“Vanilla yang mana? Yang bawah atau yang ini.”
(Author : astagfirullah Athan, ngga boleh gitu nak, mama marah loh)
“ihhh Athan mesum!.”
“siapa yang mesum, otak lo aja kebanyakan baca novel dewasa.”
“apaan sih, engga.” Aletta mengambil es krim milik Athan begitu saja dengan menunjukkan wajah tanpa bersalahnya.
“thanks.” Ucap Aletta dan memakan es krim yang di rebutnya dari Athan.
Selesai makan es krim, Aletta langsung menarik Athan yang berniat kembali ke mobil menuju sebuah toko souvenir, Aletta sering lewat sana, hal itu pula Aletta tidak sempat mampir kesana karena ketika ingin mampir waktu tidak mengijinkan untuknya singgah.
Dengan wajah bahagia, Aletta memilih beberapa gelang dan kalung lucu, gelang dengan lambang infinite berwarna coklat perunggu, warna yang tak begitu mencolok jika dipakai di tangan, dan sangat pas pada tangan Aletta. Namun gelang itu sepasang, Aletta menatap kearah Athan.
“apa lagi?.” Tanya Athan
“ini?.” Aletta meunjukkan gelang yang dibawanya
Athan menghembuskan nafas beratnya “iyalah.” Aletta dengan gembira memakaikan gelang tersebut dipergelangan tangan Athan. Walaupun Athan terlihat datar dan tak begitu tertarik, tapi jantungnya benar-benar tidak bisa diajak berdamai, apalagi saat melihat gadis itu menyunggingkan senyuman.
Tak hanya mengambil sepasang gelang, Aletta juga mengambil kalung dan jepitan, setelahnya gadis itu membayar di kasir.
Mereka keluar bersamaan dengan Alisa yang baru saja keluar dari sebuah supermarket didekat sana.
“Alisa!.” Panggil Aletta
“ta.”
“lo belanja sampek sini?.”
“iya kan rumah gue deket sini.”
“ohh gitu, naik apa lo tadi?.”
“jalan sih.”
“ya udah bareng kita aja.”
“ngga usah ngerepotin ntar.”
“ngga lah, kan kita temen sekalas, ya kan than?.”
Athan hanya mengangguk mengikuti kemauan Aletta. Mereka bertiga menuju mobil Athan, karena Athan tidak ingin seperti sopir, lelaki itu meminta Aletta duduk di depan disebelahnya, padahal niatan Aletta ingin mengobrol dengan Alisa.
__ADS_1
Hanya beberapa menit mereka sampai di depan rumah besar dipinggir jalan.
“udah sampai.”
“oh ini rumah lo.”
“bukan sih, rumah kakek gue, mau masuk dulu ngga?.”
“engga deh, gue mau pulang soalnya.”
Alisa turun dari mobil, “thanks ya.”
Aletta melambaikan tangannya pada Alisa meninggalkan jalanan, pulang kerumah.
Athan melihat ponselnya, perlahan bibirnya menyunggingan senyuman, besok adalah hari ulang tahun Aletta.
Sampai dirumah, Athan dan Aletta masuk kerumah, merebahkan tubuh mereka di sofa. Setelah meminta bi Indah menyiapkan camilan, karena mereka memutuskan untuk menonton film hari ini hingga nanti malam.
“nonton di kamar lo aja si ta, males banget berbagi sofa kayak gini.” Ucap Athan
“ayok, bawa semua makanan tuh.” Aletta berjalan terlebih dahulu tanpa membawa apapun, sedangkan Athan kesusahan dengan makanan dan minuman dikedua tangannya.
Sampai dikamar Aletta, Aletta langsung menyalakan tv, memilih film yang ada di Netplix,
“males ah jangan yang series.” Ucap Athan yang sudah tiduran di ranjang
Aletta memenekan daftar film yang tengah popular bulan ini.
“pilih sendiri.” Ucap Aletta memberikan remot yang dibawanya pada Athan.
“gue mau 365DNI.”
“kenapa?.”
“ngga yang lain aja than?.”
“lo dah nonton ye?.”
“ngga.”
“ya udah gue mau itu, lo kan belum nonton juga.”
“iya iya.”
Akhirnya mereka berdua menonton film 365DNI. Athan mulai melototkan matanya tatkala adegan lebih intim di film terlihat, sedangkan Aletta hanya diam karena gadis itu telah selesai menonton sebelumnya.
Athan melihat kearah Aletta, gadis itu melototkan matanya kearah Athan.
“Pleasee.” Ucap Athan dengan wajah yang memerah.
“keluar lo!.”
“dikit doang ta.”
“babi! diem atau gue tendang lo dari kamar gue!.”
“iya iya, padahal gue juga pengen kayak gitu.”
“sekali lagi lo ngomong-.”
__ADS_1
“emm.” Athan mengunci mulutnya.
Film baru saja selesai, tapi Athan sebelum itu sudah keluar dari kamar Aletta, pamitnya ke kamar mandi yang ada di kamar tamu tapi ngga balik-balik sampai filmnya selesai. jam menunjukkan sudah pukul 10 malam, Aletta masuk kekamar mandi mencuci muka dan memakai skincare malamnya.
Aletta mematikan tv, memutar music tidur dan mulai terlelap. Sedangkan Athan tengah sibuk menghubungi seseorang disebrang sana.
“kayaknya Aletta udah tidur bun.”
“coba liat lagi than.”
“bentar.”
Athan mematikan ponselnya dan pelan-pelan berjalan ke kamar Aletta, dilihatnya Aletta yang tengah tidur berbalut selimut dengan airpods yang berada di telinga. Athan menutup kembali pintunya pelan dan keluar dari rumah, tepat saat itu mobil milik orang tua Aletta datang.
Mira membawa kue coklat dengan tulisan happy Birthday my sweety Aletta, sedangkan Hans mengeluarkan banyak sekali kotak kado dari bagasi mobil, dibantu Athan dan bi Indah mereka semua membawa kado tersebut didepan pintu kamar Aletta.
Pukul 00.01 pintu kamar Aletta di ketok, Aletta yang tengah terbangun dari tidurnya langsung melihat kearah pintu, suara ketukan itu terus menerus.
“siapa?.” Teriak Aletta
“Athan.”
Aletta beranjak dari ranjangnya dan membuka pintu, “happy birthday!!.” Aletta yang melihat orang tuanya dihadapannya, wajahnya berbinar bahagia, cukup lama tidak bertemu kedua orangtuanya membuat Aletta sangat merindukan mereka.
Setelah membuat permohonan dan meniup lilin, Aletta memeluk Mira dan Hans.
“thanks ayah, bunda, Athan.”
“happy birthday sayang.”
“happy birthday sweety.”
“selamat ulang tahun Aletta.”
Malam ini adalah malam terbaik Aletta dari sekian malam ulang tahunnya. Athan membantu Hans membawa kado milik Aletta masuk ke kamar gadis itu.
“dari ayah dan bunda, kamu pasti suka sayang.”
“makasih bun.” Aletta memeluk Mira erat.
Mereka berempat duduk di ruang keluarga sembari berbincang, bercanda dan memakan kue. Banyak makanan di meja yang sudah di buat bi Indah khusus merayakan malam ulang tahun Aletta. Tahun ini tidak ada pesta untuk gadis itu seperti sebelumnya, umur Aletta bertambah satu tahun, sekarang sudah 16 tahun.
Pesan masuk happy birthday Aletta, semoga tetap jadi Aletta yang baik dan murah senyum pada siapapun. Nama Areksa tertera disana. Aletta hanya membalas terimakasih lalu kembali bergurau dengan keluarganya.
“ayah sama bunda nanti pagi langsung pergi ke bali untuk urusan bisnis.” Ucap Hans merubah perasaan Aletta.
“ngga papa yah, Athan bakal ajak Aletta jalan-jalan besok.”
“terima kasih ya nak, udah ngertiin.”
Athan hanya tersenyum, lelaki itu tau kalau Aletta sangat kecewa di hari ulang tahunnya, tapi hanya itu yang bisa Athan lakukan untuk tidak membuat Aletta kecewa kembali.
⁂
__ADS_1