
“Persahabatan sejak kecil itu terkadang membuahkan rasa yang berbeda saat beranjak dewasa”
Athan memegangi kepalanya yang masih sakit akibat mabuk semalam, beberapa anak Arcux termasuk Aldo dan Roni masih tidur di sebelahnya, mereka berada di markas setelah di usir dari Aula dan memutuskan minum di markas Arcux. Athan melihat jam di ponselnya menunjukkan pukul 8 pagi, hari ini hari minggu jadi dia bisa tidur lebih lama, namun Athan memutuskan mencuci muka dan memesan makanan dari gofood $bukan iklan mon maap. Tidak membutuhkan waktu cukup lama saat Athan tengah menonton video youtube, makanan yang dipesannya datang. Satu kresek besar berisi minuman hangat dan sarapan.
“woi bangun lo pada!!.” Teriak Athan sambil menendang kaki Aldo dan Roni.
“apa sih.”
“bangun, nih makan keburu dingin.”
Tanpa menunggu Aldo dan Roni yang masih sibuk cuci muka dikamar mandi, Athan memakan makanannya, perutnya serasa berputar-putar tetapi perlahan kembali ke semula setelah meminum minuman yang dipesannya tadi.
Roni datang dan mengambil makanan dari kantong plastik di meja.
“nyokap gue telpon 1000kali, males banget dah.” Ucap Aldo keluar dari kamar mandi
“emang kenapa sih, tumben amat di cariin.”
“ntar malem ada acara keluarga besar.”
“pantesan.”
“sampek gue lupa ngabarin Lala.” Aldo melihat chat dari Lala yang lumayan banyak tapi hanya ke read “ohh shittt!!.” Aldo mengambil jasnya yang di sofa dan berlari keluar “gue pergi!.” Teriaknya dari luar bersamaan dengan suara motornya yang menyala.
“bakal ada perang yang kesekian kalinya.”
“hahaha.”
Selesai menghabiskan makanannya, Athan langsung pergi pulang kerumah begitu pula Roni. Rumah dengan gaya interior modern berdominan putih tetapi terlihat sangat mewah adalah kediaman keluarga Nicolas, rumah yang menjadi tempat pulang melepas penat itu telah menjadi neraka sejak 2 tahun silam. Sejak suara pecahan dimana-mana terdengar, teriakan dan makian.
Athan mematikan motornya dan masuk kedalam rumah dengan santai, bi Sumi tengah menyirami bunga di halaman belakang langsung menemui Athan.
“den Athan mau makan? Biar bibi hangatkan makanannya.”
“udah makan bi, papa ngga pulang?.”
“pulang den tapi sudah berangkat kerja sejak pagi.”
“ngga makan?.”
“tuan sejak beberapa hari yang lalu tidak pernah makan dirumah den, tapi tuan juga tidak mabuk-mabukan lagi.”
“syukurlah kalau begitu, aku naik keatas dulu bi.”
__ADS_1
“baik den, kalo ada apa-apa bilang aja ke bibi.”
“minta tolong buatkan salad buah terus bungkus bi.”
“buat non Aletta ya.”
Athan hanya mengangguk sambil tersenyum malu-malu menaiki tangga menuju lantai dua. Lelaki itu membuka kamar milik orang tuanya, kamar dengan semua serba putih didalamnya, Nicolas bahkan masih memajang foto pernikahan. ‘jika saja mama tidak seperti itu.’ Athan menutup kembali kamar tersebut dan masuk kedalam kamarnya yang sangat berbanding terbalik, warna navy dengan poster band-band barat kesukaannya, di nakas juga ada foto masa kecilnya dengan Aletta dan Dimas, sedangkan di rak atas ada foto keluarga yang sudah retak kacanya.
Setelah melepas pakaian yang dipakainya Athan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, dia benar-benar bau alcohol, kalau bi Sumi sadar mungkin akan kena omel lagi Athan, wanita yang seumuran dengan neneknya itu begitu protektif dengannya sejak kecil termasuk dengan Dimas, Bi Sumi bekerja dirumah itu sejak Dimas lahir hingga sekarang.
Athan keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit pinggangnya menutupi tubuh bagian bawah, sebelum memakai baju, Athan mengambil sebatang rokok dari kotak bungkus rokok yang ditaruh dimeja. Sambil membuka hpnya, Athan menyesap rokok hingga habis.
Gue mau otw kerumah lo, ini gue bawain salad buah buatan bi Sumi
Pesan singkat yang dikirimkan Athan pada Aletta tetapi belum ada jawaban sejak sebelum Athan mandi. Athan mengambil kaos hitam polos di lemari sekaligus celana jeans hitam panjang dan memakai nya.
Athan menuruni tangga setelah rapi dengan penampilan seperti biasanya, hanya saja dia tidak memakai jaket. Athan mengambil kunci mobil di laci dekat televisi, mobil yang lama tidak ia pakai sejak dulu.
“ini den Athan sudah bibi siapkan.”
“makasih bi.”
“sama-sama den, titip salam buat non Aletta.”
“siap bi.”
Sangat lama Athan berhenti dijalanan karena macet, akhirnya lelaki itu memasuki perumahan tempat tinggal Aletta. Berhenti didepan rumah Aletta dan masuk setelah penjaga gerbang rumah Aletta membukakan gerbangnya melihat kedatangan Athan. Athan keluar dari mobil nya sambil membawa bungkusan salad buah kesukaan Aletta,
“Alettanya masih bobok den Athan.” Ucap Bi Indah yang tengah membersihkan rumah
“emang pulang jam berapa bi?.”
“pagi tadi den, sekitar jam 7 an.”
“pantesan, ini taruh di kulkas aja bi.”
“baik den.” Athan memberikan salad buah yang dibawakan kepada bi Indah dan naik kelantai dua menuju kamar Aletta.
Baju kotor berserakan dimana-mana, tasnya masih dilantai, ponselnya mati dimeja, orangnya tidur dengan batal basah karena rambutnya masih basah. Athan menarik selimut untuk Aletta dan mengatur suhu ac, lelaki itu menarik kursi dari depan meja belajar Aletta tanpa menimbulkan suara, sedikit mengambil rambut Aletta yang basah dan mengeringkannya menggunakan hairdryer, Aletta kalau tidur lumayan pulas, bahkan ada gempa saja dia tidak bangun, apalagi kalau sedang kelelahan sudah seperti mayat tidurnya. Salah satu Army itu seperti fangirl pada umumnya, banyak foto artis kore dikamarnya, bahkan ada rak khusus yang bersisi buku tebal atau mereka sebut sebagai Album.
Athan melihat paperbag disamping sofa, isinya banyak sekali novel yang masih terbungkus plastic.
“dia mau jualan apa gimana sih.”
Athan membuka pintu menuju balkon dan keluar untuk merokok, walaupun siang tapi dibalkon kamar Aletta selalu sejuk, banyak tanaman yang ditanam Aletta tapi kebanyakan mati.
“kebiasaan nih anak sok sokan nanem tapi mati juga.”
__ADS_1
Athan melihat kearah rumah mewah milik Kelvin, pintu gerbangnya selalu tertutup, hanya ada pelayan saja di sana yang sering keluar masuk atau sekedar membersihkan halaman. Hingga sebuah mobil berhenti didepan gerbang, setelah pintu gerbang dibuka mobil tersebut masuk kedalam.
Pintu terbuka, sosok yang telah lama menghilang kembali lagi “shittt! Kelvin.” Lelaki itu terlihat tersenyum dengan seorang pria paruh baya di sebelahnya.
Triinggg triing triingg
Suara banyak pesan masuk kedalam ponsel Athan.
Gue denger dari nyokap Kelvin bebas
Laahhh kok bisa
Ngga tau gue
Dihhh anjing banget tuh
Keluarganya berpengaruh ngab, lo santai aja kalik gue dah duga
Iya bener, paman emang berpengaruh
Begitulah isi chat grup Arcux, Athan meremas ponsel yang dibawanya sambil melihat kearah Kelvin yang masuk kedalam rumah.
Athan melihat Aletta yang tengah tertidur dengan lelap, hingga gadis cantik itu menggeliat pelan. “eunghh.” Aletta membuka mata, pandangan pertama yang dilihatnya adalah wajah tampan Athan yang ada didepan matanya. “gue masih mimpi ya.” Ucap Aletta lirih
“engga lagi mimpi kok cantik.” Jawab Athan santai
Aletta langsung bangun dan terduduk “ngapain lo disini.”
“liatin lo tidur, lagian lo tidur aja cakep, gue kan jadi betah lama-lama.”
“eww.” Aletta melihat keadaan kamarnya “ehehehe, habis capek banget.”
“cuci muka sana, lo belum makan kan, makan dulu turun, gue bawain salad buah buatan bi Sumi.”
“serius?.”
“iya serius, gue tunggu dibawah, jangan lama-lama.”
“okay siap.”
⁂
__ADS_1
-Selamat menikmati Crazy Up. Hello December-