Athan & Aletta

Athan & Aletta
Kebusukan Bakal Kelihatan


__ADS_3


“gue bakal nyari siapa yang jebak lo, tenang aja.”


...


Aletta duduk di ruang kedisiplinan dengan guru disiplin dan wali kelasnya, beberapa kali wali kelas nya membantu Aletta, tapi bukti membuktikan segalanya, dan ada saksi yang bilang Aletta memang merokok di belakang sekolah.


“kenapa bapak tidak memberitahu saya saksi nya siapa?.”


“sudah tugasnya kalau kami melindungi saksi, jadi tetap saja Aletta saya tidak akan memberitahukan saksinya.”


“tapi pak-.”


“ini surat scorsing kamu.”


Aletta di scorsing 3 hari sesuai dengan peraturan sekolah pasal 3 bahwa murid yang ketahuan merokok dan membawa rokok ke sekolah akan dikenakan sanksi suspensi selama 3 hari.


“kamu boleh meninggalkan sekolah lebih cepat.”


“ya udah pak.”


Aletta keluar dari ruang kedisiplinan, didepan sudah ada Athan, Areksa dan juga Lala yang khawatir.


“ta gimana? Lo ngga papa kan?.” Tanya Lala


“scorsing 3 hari.” Jawab Aletta sambil menunjukkan surat ditangannya “gue pulang duluan, kayaknya emang butuh istirahat.”


Saat Aletta meninggalkan mereka bertiga, Athan dan Areksa bersamaan menahan kedua tangan Aletta, yang satu kanan dan satunya kiri.


“kenapa?.” tanya Aletta menengok ke belakang sambil melepaskan kedua tangan mereka.


“gue anter balik.” Ucap Athan dan Areksa bersamaan


Aletta menghembuskan nafasnya berat “gue bisa balik sendiri tenang aja, bokap gue tau dan dia bakal jemput gue.”


“kalo gitu lo tunggu sini ya ta, gue ambilin tas lo dikelas.”


“makasih la.”


Lala meninggalkan mereka bertiga, tinggalan Athan Areksa dan Aletta yang duduk di depan ruang kedisiplinan menunggu Lala kembali.


Hanya butuh beberapa menit Lala kembali membawa tas Aletta.


“ini ta, tas lo, ntar selesai kelas, gue fotoin materi hari ini.”


“thanks banget ya la.”


“sama-sama.”


Aletta meninggalkan mereka semua dan keluar dari sekolah, didepan sudah ada Hans, Ayah Aletta yang menjemput setelah cek proyek dan mengetahui kalau anaknya terkena kasus disekolah.


“maaf yah.” Ucap Aletta menunduk saat berada di dalam mobil bersama ayahnya.


“its okay, ayah tau kamu ngga mungkin gitu nak. Ada teman yang ngga suka sama kamu mungkin.”


Aletta hanya menggeleng, dia memang tidak tau siapa yang tidak menyukainya, walaupun di fikirannya penuh nama Dinda, tapi Dinda bersamanya dan juga Micella pun juga ada bersama Dinda.


“ya sudah yang namanya kebenaran itu pasti terungkap Aletta, bunda juga mengerti kamu tidak mungkin kayak gitu.”


“thanks yah.”


Lain sisi dengan Athan yang tengah tidur dikelas pelajaran terakhir, bukan sekedar tidur, dia terus memikirkan siapa yang menaruh rokok itu dalam tas Aletta bahkan memfitnahnya.


“than, lo tidur?.”


Athan mengangkat kepalanya.


“engga, lo tadi waktu istirahat kemana?.”


“gue bantuin bu Diah di Perpustakaan rapiin buku, emang nya kenapa?.”


“gue kira lo tau siapa yang naruh rokok di tas Aletta.”


“kenapa ngga di cek di cctv.”


Athan melongo.

__ADS_1


“bener juga kata lo.”


Selesai jam pelajaran terakhir, saat yang lain pulang, Athan menuju ke ruang keamanan. Tapi saat sampai disana, Areksa sudah ada disana tengah meminta penjaga melihat CCTV kelas 11 IPS 1.


“lah lo ngapain disini rek?.”


“gue cek CCTV, gue mau buktiin kalo Aletta di fitnah, lo sendiri juga?.”


“iya, ya udah sih bareng aja.”


Lima belas menit berada di ruang CCTV melihat layar, nyatanya sewaktu istirahat listrik padam, dan CCTV otomatis tidak merekam saat jam istirahat.


“percuma cctv pasti ikutan mati.” celetuk Areksa.


“bener, gue curiga sama orang.”


“siapa?.”


“gue sih ngga bisa ngasih tau lo siapa dia, tapi gue bakal cari tau dia apa bukan.”


“gue juga bakal usaha nyari bukti lain.”


Athan meninggalkan Areksa, lelaki itu pergi ke perpustakaan. Walaupun jam sekolah sudah berakhir, tapi murid-murid masih banyak diperpustakaan. Perpustakaan sendiri tutup pukul 5 sore dan penjaganya selalu sama Bu Diah dan Pak Bondan.


“hai bu diah, tambah cakep aja makin kesini.”


“eh Athan, bisa aja kamu ini. Kenapa? tumben ngga sama Aletta.”


“Alettanya udah balik bu.”


“owalah pantesan.”


“bu Diah maau nanya.”


“nanya aja.”


“tadi waktu jam istirahat terakhir, bu Diah minta anak baru buat bantuin nata buku ya?.”


“ohhh Alisa?.”.


“iya bu.”


“ohh, ya udah makasih bu Diah, sakit perut nih mau ke toilet dulu.”


Athan keluar dari Perpuskataan, saat jalan di lorong, bersamaan bertemu dengan Dinda dan Micella.


“hi sayang.”


“ngapain sih lo ganggu hidup gue mulu.”


“siapa juga yang ganggu, gue mau ngasih tau kalo Aletta di jebak.”


“Apa maksud lo?.”


“nih ada buktinya.” Dinda menunjukkan ponselnya, tapi saat direbut Athan, tidak diberikan olehnya. “eitss lo harus nurutin permintaan gue dan gue bakal kasih ini ke lo.”


“iya, lo bilang aja minta apaan?.”


“putusin Alisa.”


Athan menghembuskan nafasnya “gue sama Alisa ngga ada hubungan serius, kita Cuma FWB an, kalo lo mau gue berhenti jadi partnernya, gue berhenti.”


“kalo gitu lo harus berhenti.”


“iya gue berhenti, mana hp nya.”


Dinda memberikan ponselnya pada Athan dan menunjukkan seorang wanita berambut kecoklatan bergelombang dengan sweater biru muda memasukkan rokok kedalam tas Aletta, video tersebut diambil dari jendela depan dan keadaan kelas kosong.


“Alisa.”


Athan meninggalkan Dinda dengan senyuman puas diwajahnya.


“lo udah rekam kan suaranya, pastiin kalo suara Athan masuk acara bincang sekolah besok.”


“oke siap Din.”


Athan pergi ke rumah Aletta setelah selesai dari sekolah, kebetulan rumah Aletta gerbangnya terbuka, biasanya tertutupi, tapi sepertinya semua orang ada dirumah mengingat mobil milik ayah Aletta ada di dalam.

__ADS_1


“eh Athan, masuk sana, Aletta ada dikamar.” Ucap ibunda Aletta yang tengah menata bunga di halaman depan rumah


“sore om Hans.” Sapa Athan


“Sore than, tumben sore-sore dateng kesini.”


“hehehe mau ketemu Aletta.”


“dikamarnya dia, ngga mau keluar sejaak pulang.”


“biar Athan yang kesana om.”


“ajak makan, dia belum makan apa-apa sejak tadi.”


“siap om, Athan naik dulu.”


Athan langsung naik ke lantai dua dan masuk kemar Aletta tanpa mengetuk pintu, terlihat Aletta yang tengah rebahan di ranjang sambil bermain tabnya.


“ngapain lo lemes amat.” Celetuk Athan sambil menaruh tasnya di sofa dan melepas sepatunya.


“lo ngapain sih kesini.”


“jenguk lo lah, enak ngga rokoknya, coba-coba gue cium dulu.” Athan mendekat kearah wajah Aletta, tapi wajah Athan langsung di dorong dengan telapak tangan milik Aletta.


“duh kasar banget sih yang.”


“berisik, ngapain sih lo kesini?.”


“ngasih tau sesuatu ke lo.”


“apa.”


“duduk dulu dong.”


Aletta langsung duduk di mendengarkan Athan yang siaap bercerita.


“duh manis banget ah kalo lagi serius.”


“Athaaannn ihhh.” Aletta mencubit lengan Athan


“aahhh sakit tau.”


“lagian lo becanda mulu.”


“oke oke ini serius, gue tuh percaya ke lo ta, gue cari tau siapa yang jebak lo, Alisa, gue dapet video dari Dinda waktu Alisa masukin rokok kedalam tas lo.”


“mana?.”


Athan menunjukkan video tersebut pada Aletta, wajah Aletta sedikit terkejut tapi kemudian dia faham kalau bukan hanya Alisa yang membenci Aletta karena terlalu dekat dengan Athan, bahkan Dinda, pacar sebelumnya Athan, semua membenci Aletta.


“gue kalo jadi Alisa kayaknya juga gitu deh than.”


“lah.”


“secara lo sama gue deket banget kayak orang pacaran, pasti pacar lo ngga suka lah.”


“bener kalo emang cemburu, tapi kalo kayak gini juga criminal namanya ta, dia udah ngelakuin kejahatan yang bikin nama lo jelek di sekolah, bahkan gue yakin MPK mungkin bakal ngeluarin lo dari organisasi nya.” Jelas Athan


“ya terus gimana lagi?.”


“besok gue bakal kasih video ini ke guru Kedisiplinan, gue ngga mau lo kayak gini.”


“terus Alisa, dia kan pacar lo than.”


“terus kenapa? kalo ngelakuin kesalahan ya harus tanggung jawab, lagian gua mau putusin dia kok.”


“lah kenapa? gue ngga mau ya gara-gara masalah ini lo putusin dia.”


“engga, emang gue dari awal udah ngga suka sama dia.”


“than…”


“apa Aletta sayang?.”


“dih.” Aletta mendorong wajah Athan yang terlalu dekat dengan wajahnya


“aduhh..”

__ADS_1


“btw makasih ya lo udah bantuin gue.”



__ADS_2