
“kalo gue mau dia, terus lo bisa apa, lo aja ngga ngasih kesan baik selain sebagai sahabat dan teman, atau lo sebagai keluarga doang, bukan pasangan. Jadi ngga usah sok seakan lo pacarnya.”
Pict. Areksa Bimanthara Face Claim
Areksa Bimanthara, laki-laki dari kelas satu SMA Galileo yang telah lama mengincar Aletta, bahkan sejak masuk SMA dia telah mengincar Aletta. Waktu itu dipagi hari yang masih petang, saat Areksa baru saja pulang dari main dirumah temannya, Areksa melihat Aletta jogging di jalan sekitar perumahan Jingga. Areksa mencari tahu mengenai Aletta dan jug Athan yang dikabarkan sangat dekat dengan Aletta, dan Areksa memiliki fakta bahwa mereka berdua hanya sebatas sahabat sejak kecil, dan Areksa memiliki kesempatan untuk mendapatkan Aletta.
Lahir dikeluarga yang sangat memanjakannya berbanding terbalik dengan Athan yang tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tua, yang ada hanya pukulan setiap kembali kerumah.
Areksa dan Aletta keluar dari rumah milik keluarga Areksa, Aletta tersenyum pada Sinta, ibunda Areksa yang sangat menerimanya baik. dan juga fakta baik lagi, Sinta dan Mira ibunda Aletta adalah teman sewaktu SMA, Sinta baru tau saat Aletta menceritakan mengenai keluarganya yang sibuk bekerja, dan Sinta juga baru tau kalau sebenarnya selama ini mereka tinggal satu perumahan yang sama.
Areksa mengantarkan Aletta sampai didepan rumahnya, namun disana ada Athan yang tengah duduk di motornya dengan wajah datar.
“dahh lo pulang aja langsung.”
“thanks waktunya ta.”
“thank you juga.”
Areksa meninggalkan area rumah Aletta. Aletta langsung membuka gerbang rumahnya, dan melihat Athan yang hanya diam.
“lo mau masuk nggak?.” Tanya Aletta
Athan langsung membawa motornya masuk, seperti biasa ada luka di sudut bibirnya.
Aletta mengambil kotak P3K samping kamar kedua orang tuanya, lalu membawanya turun menghampiri Athan yang ada disofa.
“lo darimana?.” Tanya Athan
“dari rumah Areksa.” Jawab Aletta singkat
“lo ada hubungan sama dia?.”
“gue baru kenal.”
“terus kenapa mau mampir kerumahnya.”
“Athan bisa diem dulu bisa ngga? Luka lo harus di bersihin.”
Aletta mulai membersihkan luka Athan dengan alcohol dan mengobatinya hingga selesai.
“jadi sejak kapan lo kenal Areksa?.” Tanya Athan kembali
“gue udah bilang gue baru kenal, dan masalah gue dirumahnya karena ada mama nya, terus kenapa? mama nya nyuruh gue mampir.”
“ohhh gitu.”
“lo kenapa sih, gue kira lo kencan sama Alisa.”
Di sisi lain, Areksa bertemu dengan teman-temannya setelah mengantarkan Aletta, lelaki itu nongkrong di tempat biasa dengan teman-teman sekolahnya jaman SMP, tapi sebagian ada temannya yang satu sekolah.
__ADS_1
“darimana lo, tumben ngga langsung kesini.”
“nganterin cewek gue balik.”
“cewek yang mana lagi?.”
“gue ngga ada cewek babi hutan, ini gue serius mau deketin dia.”
“belum jadian ternyata, tapi dah ngaku-ngaku.”
“suka suka gue lah.”
Beberapa pesan masuk ke ponsel Areksa, dia hanya memeriksanya sekilas dan menutupnya kembali. sebatang rokok di keluarkan dari tempatnya dan mulai membakarnya, menghisapnya hingga habis.
Areksa melihat Kelvin dan geng motornya melewati warung dimana dia dan teman-temannya berada. Mereka Kelvin dan geng nya adalah musuh bebuyutan Athan dan Arcux.
“dih geng motor itu selalu meresahkan masyarakat.” Ucap salah satu teman Areksa
“emangnya kenapa bro? perasaan keren dah, lagian mereka juga sering bagi bansos.”
“lo ngga tau aja kalo tiap malem selalu ngadain balapan liar.”
“seriusan lo?.”
“iye lah masa gue bohong, bokap gue kerja di kepolisian selalu nyiduk mereka, yang sering kena ya anak Arcux, Cuma yang kelihatan liar tetep si Kelvin dan teman-temannya.
“dah kelihatan itu mah.”
Areksa hanya mendengarkan pembicaraan mereka. Hingga menjelang sore, Areksa meninggalkan tongkrongan. Dia akan pergi ke café dimana dia akan bertemu dengan salah satu gebetan yang akan di putuskan, lebih tepatnya pamit pergi.
Sampai di café tersebut, cewek yang sudah menunggu Areksa hanya tersenyum melihat kedatangan Areksa.
“belum, gue nungguin lo.”
“bentar gue aja yang pesenin.”
Areksa langsung berjalan menuju tempat pesan makanan dan minuman.
“Coffee Late 1, Hot Chocolate 1, sama nugget.”
Setelah membayar, Areksa langsung menemui Dini dan duduk didepannya.
“sorry y ague agak lama.”
“ngga papa kok, lo udah makan? Gimana kalo habis ini kita makan?.”
“sorry Din, gue ngga bisa, ada urusan mendadak sama nyokap.”
“ya udah deh kapan-kapan aja.”
Pesanan mereka pun datang, Areksa langsung meminumnya hingga tinggal setengah, padahal posisi lumayan sedikit panas.
“ehem, gue mau ngomong sama lo, penting.”
“apa? ngomong aja.”
__ADS_1
“gue tau selama ini gue salah karena gue gantungin lo, jadi jujur gue ngga ada rasa apa-apa sama lo, dan gue hari ini mau pamit sama lo din, semoga lo bisa dapetin cowok yang lebih baik dari gue dan bisa ngertiin lo.”
“Areksa.”
“sorry banget din.”
Areksa beranjak dari duduknya, dia tidak ingin berlama-lama disana dan membuat Dini tidak bisa melupakannya terus.
Areksa langsung meninggalkan café tersebut begitu saja.
Tujuannya sekarang adalah rumah Aletta, dia membawakan makanan untuk Aletta. Dia mendengar Aletta berbincang dengan ibunya kalau Aletta sendirian dirumah, kedua orang tuanya di luar kota dan pembantu dirumahnya pulang kampung.
Sampai disana, sama seperti sebelumnya seakan dejavu, Areksa kembali bertemu dengan Athan. Dimana Athan akan meninggalkan rumah Aletta, karena terlihat Aletta mengantarnya sampai gerbang.
“eh reksa.” Ucap Aletta
“ngapain lo kesini?.” Tanya Athan ketus
“apaan sih Athan.”
“sorry ya emang gitu anaknya.”
“iya ngga papa kok. Gue Cuma mau nganterin makanan buat Aletta, bang Athan.”
“ohh dah makan tuh anak tadi, buat gue aja napa.”
“apaan sih lo, pergi sana, orang buat gue.”
“iye iye gue pergi, gue duluan bro, jangan macem-macem sama Aletta.”
“siap bang.”
Athan meninggalkan rumah Aletta, menyisakan Areksa dan Aletta disana
“mau masuk ngga?.”
“ngga usah deh kayaknya, udah malem.”
“baiklah, thanks ya, lain kali ngga usah repot-repot kayak gini.”
“ngga papa kok, oh ya besok pagi gimana kalo sekolah bareng gue aja?.”
“ha? Seriusan lo.”
“iya serius, ntar gue jemput.”
“boleh deh kalo gitu.”
“thanks ya.”
Aletta tersenyum.
Setelah kepergian Areksa, Aletta kembali menutup gerbangnya dan masuk kedalam rumah. Tanpa disadari seorang lelaki dari rumah sebrang mengamati mereka berdua. Dia adalah Kelvin, banyak yang tidak tau kalau sebenarnya Kelvin masih memiliki hubungan darah dengan Areksa. Ibu Kelvin adalah saudara Ayah Areksa, makanya mereka tinggal di perumahan yang sama.
Masalah Kelvin lah yang membuat keluarga itu renggang. Ibu Areksa melarang Areksa berteman dengan Kelvin, sekolah mereka juga berbeda.
__ADS_1
“kenapa lo lagi lo lagi.”
⁂