
"terbongkarnya Kebohongan besar"
Athan
menghampiri Aletta yang tengah mengecek satu persatu stand setiap kelas untuk
bazar. Lelaki itu membawa bunga mawar dan coklat yang didapatnya dari salah
satu stand yang menjual tema valentine, padahal bukan bulan Februari, tapi
stand tersebut adalah stand paling ramai pengunjung.
“lo ngagetin aja sih.”
“nih buat lo.”
“ihh mimpi apaan.” Aletta mengambil coklat dan bunga yang
diberikan oleh Athan.
“gue kalo baik lo gituin ya.”
“mana kalo lo ngga mau.”
“maulah masa ngga mau, thanks.”
Athan dan Aletta berjalan menghampiri stand kelas 2 IPS A, Lala
tengah sibuk membakar sosis yang dijual di stand mereka, sisanya melakukan
promosi keliling.
Acara pun dimulai, Aletta langsung menuju ke belakang panggung
untuk menghandel susunan acara siang ini, bersama dengan ketua devisi Acara
Aletta duduk di samping belakang panggung.
Sambutan dari kepala sekolah, disusul dengan sambutan pembimbing
acara bu Vira dan terakhir sambutan dari ketua acara Aletta.
Aletta menuruni tangga dari panggung setelah memberikan sambutan
singkat, kemudian acara berikutnya adalah penampilan dari anak-anak cheerleader
yang dipimpin oleh Dinda, semua berbisik mengingat beberapa hari yang lalu
ketua Cheerleader sudah di ganti dengan Alisa tapi malah Alisa tidak ada diantara
mereka. Aletta melihat kearah ujung dimana Alisa tengah berdiri mengamati dari
jauh.
“eh gue pergi bentar ya.” Ijin Aletta
“oh iya iya.”
Aletta pergi dari tempatnya menuju dimana Alisa berdiri.
“Alisa.” Sapa Aletta
“tumben lo mau ngomong sama gue.”
“gue udah lupa kelakuan lo.”
“bukan gue ta.”
“gue ngga mau bahas hal itu sekarang, kenapa lo ngga mau
cheerleader, bukannya lo ketuanya.”
“gue mengundurkan diri sejak lama.”
“Dinda cari masalah sama lo?.”
“hm.”
“selamat lo jadi kandidat Queen.”
“gue ngga yakin bisa dateng ntar malem.”
“dateng aja, ngapain sih lo takut sama Dinda.” Aletta pergi
setelah mengucapkan hal itu pada Alisa.
Lo ngga tau aja ta, gimana
Dinda ke gue, lo selalu enak karna Athan ngelindungin lo terus.
Aletta melihat Athan dan teman-temannya di salah satu stand
sembari bergurau, disana juga ada Areksa, mengingat mereka semua adalah anggota
Arcux.
“ta!.” Panggil Lala sedikit berlari kearah Aletta sambil membawa
dua sosis bakar ditangannya. “nih buat lo.”
“thank you.” Aletta menggigit sedikit “wow enak.”
“iyalah kan gue yang buat.”
Dikejauhan Athan memandangi wajah cantik Aletta sembari tersenyum
bahagiaa, sudah sekian lama Athan merassakan hal itu namun selalu di tepis,
tapi sejak kejadian akan kehilangan Aletta, Athan mengerti bahwa perasaan itu
bukan sekedar sayang karena sahabat, bukan hanya sebuah obsesi, tapi juga Cinta.
__ADS_1
Flashback
Athan mematikan rokoknya
dengan menganjak batong rokok yang tinggal sedikit itu di tanah, melihat
kedatangan Areksa yang saat ini sudah berdiri didepannya.
“lo tau kenapa gue nyuruh
lo kesini?.” Tanya Athan dan hanya dijawab gelengan oleh Areksa, walaupun dalam
hati lelaki itu mengatakan bahwa Athan akan memukulnya kembali “gue udah puas
mukul lo, jadi ngga usah khawatir gue mukul lo lagi.”
“gue minta maaf bang.”
“Aletta udah maafin lo,
jadi gue ngga mau memperpanjang masalah itu. Gue ngebarin lo di Arcux karena lo
pantas di Arcux, tapi untuk Aletta gue ngga akan biarin lo deketin dia lagi,
karena lo ngga akan pernah cocok disamping dia lagi.”
“iya gue tau, gue sadar
bang.”
“bagus kalo lo sadar.”
Athan menepuk pundak Areksa, “santai aja normal cowok kayak gitu, tapi gue ngga
suka Aletta yang di gituin.”
Selesai dengan
perbincangannya, Athan meninggalkan Areksa dan kembali masuk markas.
Flashback Off
Athan berjalan menghampiri Aletta memberikan boba yang dibelinya
disalah satu stand, gadis itu terlihat memakan sosisnya lahap bahkan tidak
sadar kalau mengambil minuman dari Athan dan langsung meminumnya tanpa melihat
siapa yang memberikan.
“thanks.” Ucap Aletta tanpa melihat
“ha?.”
Aletta menengok kebelakang mendengar dengusan Athan.
“eh lo than.”
“dari tadi tolol.”
dan diberi tepuk tangan oleh semua orang yang disini, right?.”
“ya ya ya.”
Aldo menghampiri mereka membawa pergi Lala meninggalkan Athan dan
Aletta yang menjadi canggung tiba-tiba.
“lo mau kemana?.” Tanya Aletta
“ngga kemana-mana? Stand?.”
“g- gue mau kesana.”
“okay.”
Aletta melambaikan tangannya pada Athan dan melangkahkan kakinya
menuju samping panggung duduk dengan ketua devisi Acara.
“ta, untuk acara nanti malam di undur 1 jam.” Ucap ketua Devisi
Acara Niana anak 2 IPA A setelah menerima telepon dari seseorang “barusan dari
anak perlengkapan mengatakan kalau lampu bermasalah dan teknisi bakalan datenga
di jam mulai acara.”
“what? Kenapa? kenapa ngga bisa sebelum atau sekarang aja?.”
“ngga bisa ta, ini udah job jadwal mereka, sedangkan kita emang
telepon kalau ada masalah barusan.”
“tolong umumin di instagram sekarang, hubungi anak Devisi DDM,
handel semua sampek semua tau kalau acara di undur, jangan sampai ada cacat
sedikitpun, gue tunggu 30 menit dari sekarang semua harus clear soal ini, dan
juga robak lagi susunan acaranya, di awal kita ada penampilan awal kan, itu
hilangin, semua tetap sama untuk petinggi.”
“baik siap.”
“thanks, gue bakal cek lapangan basket sekarang.”
“oke.”
“semangat!.”
Aletta berjalan tergesa menuju lapangan basket, beberapa anak MPK
__ADS_1
termasuk Areksa tengah menyiapkan beberapa hal mendesak disana.
Aletta hanya melihat nya
sebentar kemudian menuju ke Aula, disana puncak Festival seni SMA Galileo malam
ini, tema klasik ala 90an. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini tema
pesta adalah tahun 90an yang didesign lebih simple dari biasanya namun tetap
menunjukkan pecahnya Festival seni tahun ini.
“ta, tadi gue udah bilang ke Niana.”
“iya gue udah tau, masalah itu lo tenang aja karena kita udah
molor satu jam gue mau lo pastiin kalo satu jam itu semua sudah selesai.”
“oke siap.”
“thanks.”
Aletta meninggalkan Aula setelah dirasa beres, dia pergi keruangan
bu Vira. Saat melewati lorong, Aletta tanpa sengaja bertemu dengan Athan
kembali.
“mau kemana ta?.”
“ruangan bu Vira.”
“ohh ya udah.”
“okay.”
“bentar ta.”
“iya?.”
“ntar lo berangkat bareng gue ya?.”
“gue ngga janji pulang ntar, banyak kerjaan.”
“oke, jangan lupa makan.”
“sip.”
Aletta meninggalkan Athan.
Dari arah belakang, Dinda yang masih memakai baju Cheerleader
menghampiri Athan, berbeda dengan sebelumnya Dinda centil, dia terlihat lebih
licik.
“lo ditolak Aletta?.” Tanya Dinda
“apaan sih lo gaje.”
“gue tau lo suka kan sama Aletta, gue baru sadar kalo tikusnya itu
Aletta.”
Athan menghembuskan nafasnya kasar dan menatap Dinda tajam
“lo udah selesai ngomong?.”
“belum! Gue bakal buat siapapun yang menghalangi langkah gue buat
dapetin lo kembali hancur, termasuk Aletta.”
“terserah tapi gue ngga akan diem aja, dan gue ngga akan mau sama
cewek kayak lo.”
Athan meninggalkan Dinda yang kesal.
“Awas aja lo Aletta.”
“bener kan kata gue.” Suara Alisa muncul ditelinga Dinda, gadis itu
berdiri di samping Dinda dengan wajah bangga.
“bacot lo.”
“Dinda-Dinda, lo tuh bego dari dulu.”
“apa lo bilang?.”
“lo bego, bisa-bisanya lo nuduh gue yang masukin rokok di tas
Aletta, padahal kan lo sama temen-temen lo.”
“gimana lo bisa tau?.”
“karena Cuma lo yang bisa ngelakuin itu, dan jangan lupakan kalo
gue keponakan kepala sekolah, saksi itu lo kan.”
“apaan sih lo.”
“main lo kurang rapi.” Alisa menepuk pundak Dinda dan tersenyum
puas sembari mematikan rekaman suara diponselnya.
⁂
Hi teman-teman sambil nungguin crazy up, yuk baca “the butterfly effect” bisa langsung search aja atau cek di akun aku. Genre nya teenfiction juga, ngga kalah seru dari Athan dan Aletta yang pasti.
Posternya yang ini yaaa
__ADS_1
Thank you🖤🌻