Athan & Aletta

Athan & Aletta
Bazar


__ADS_3


"terbongkarnya Kebohongan besar"


Athan


menghampiri Aletta yang tengah mengecek satu persatu stand setiap kelas untuk


bazar. Lelaki itu membawa bunga mawar dan coklat yang didapatnya dari salah


satu stand yang menjual tema valentine, padahal bukan bulan Februari, tapi


stand tersebut adalah stand paling ramai pengunjung.


“lo ngagetin aja sih.”


“nih buat lo.”


“ihh mimpi apaan.” Aletta mengambil coklat dan bunga yang


diberikan oleh Athan.


“gue kalo baik lo gituin ya.”


“mana kalo lo ngga mau.”


“maulah masa ngga mau, thanks.”


Athan dan Aletta berjalan menghampiri stand kelas 2 IPS A, Lala


tengah sibuk membakar sosis yang dijual di stand mereka, sisanya melakukan


promosi keliling.


Acara pun dimulai, Aletta langsung menuju ke belakang panggung


untuk menghandel susunan acara siang ini, bersama dengan ketua devisi Acara


Aletta duduk di samping belakang panggung.


Sambutan dari kepala sekolah, disusul dengan sambutan pembimbing


acara bu Vira dan terakhir sambutan dari ketua acara Aletta.


Aletta menuruni tangga dari panggung setelah memberikan sambutan


singkat, kemudian acara berikutnya adalah penampilan dari anak-anak cheerleader


yang dipimpin oleh Dinda, semua berbisik mengingat beberapa hari yang lalu


ketua Cheerleader sudah di ganti dengan Alisa tapi malah Alisa tidak ada diantara


mereka. Aletta melihat kearah ujung dimana Alisa tengah berdiri mengamati dari


jauh.


“eh gue pergi bentar ya.” Ijin Aletta


“oh iya iya.”


Aletta pergi dari tempatnya menuju dimana Alisa berdiri.


“Alisa.” Sapa Aletta


“tumben lo mau ngomong sama gue.”


“gue udah lupa kelakuan lo.”


“bukan gue ta.”


“gue ngga mau bahas hal itu sekarang, kenapa lo ngga mau


cheerleader, bukannya lo ketuanya.”


“gue mengundurkan diri sejak lama.”


“Dinda cari masalah sama lo?.”


“hm.”


“selamat lo jadi kandidat Queen.”


“gue ngga yakin bisa dateng ntar malem.”


“dateng aja, ngapain sih lo takut sama Dinda.” Aletta pergi


setelah mengucapkan hal itu pada Alisa.


Lo ngga tau aja ta, gimana


Dinda ke gue, lo selalu enak karna Athan ngelindungin lo terus.


Aletta melihat Athan dan teman-temannya di salah satu stand


sembari bergurau, disana juga ada Areksa, mengingat mereka semua adalah anggota


Arcux.


“ta!.” Panggil Lala sedikit berlari kearah Aletta sambil membawa


dua sosis bakar ditangannya. “nih buat lo.”


“thank you.” Aletta menggigit sedikit “wow enak.”


“iyalah kan gue yang buat.”


Dikejauhan Athan memandangi wajah cantik Aletta sembari tersenyum


bahagiaa, sudah sekian lama Athan merassakan hal itu namun selalu di tepis,


tapi sejak kejadian akan kehilangan Aletta, Athan mengerti bahwa perasaan itu


bukan sekedar sayang karena sahabat, bukan hanya sebuah obsesi, tapi juga Cinta.

__ADS_1


Flashback


Athan mematikan rokoknya


dengan menganjak batong rokok yang tinggal sedikit itu di tanah, melihat


kedatangan Areksa yang saat ini sudah berdiri didepannya.


“lo tau kenapa gue nyuruh


lo kesini?.” Tanya Athan dan hanya dijawab gelengan oleh Areksa, walaupun dalam


hati lelaki itu mengatakan bahwa Athan akan memukulnya kembali “gue udah puas


mukul lo, jadi ngga usah khawatir gue mukul lo lagi.”


“gue minta maaf bang.”


“Aletta udah maafin lo,


jadi gue ngga mau memperpanjang masalah itu. Gue ngebarin lo di Arcux karena lo


pantas di Arcux, tapi untuk Aletta gue ngga akan biarin lo deketin dia lagi,


karena lo ngga akan pernah cocok disamping dia lagi.”


“iya gue tau, gue sadar


bang.”


“bagus kalo lo sadar.”


Athan menepuk pundak Areksa, “santai aja normal cowok kayak gitu, tapi gue ngga


suka Aletta yang di gituin.”


Selesai dengan


perbincangannya, Athan meninggalkan Areksa dan kembali masuk markas.


Flashback Off


Athan berjalan menghampiri Aletta memberikan boba yang dibelinya


disalah satu stand, gadis itu terlihat memakan sosisnya lahap bahkan tidak


sadar kalau mengambil minuman dari Athan dan langsung meminumnya tanpa melihat


siapa yang memberikan.


“thanks.” Ucap Aletta tanpa melihat


“ha?.”


Aletta menengok kebelakang mendengar dengusan Athan.


“eh lo than.”


“dari tadi tolol.”


dan diberi tepuk tangan oleh semua orang yang disini, right?.”


“ya ya ya.”


Aldo menghampiri mereka membawa pergi Lala meninggalkan Athan dan


Aletta yang menjadi canggung tiba-tiba.


“lo mau kemana?.” Tanya Aletta


“ngga kemana-mana? Stand?.”


“g- gue mau kesana.”


“okay.”


Aletta melambaikan tangannya pada Athan dan melangkahkan kakinya


menuju samping panggung duduk dengan ketua devisi Acara.


“ta, untuk acara nanti malam di undur 1 jam.” Ucap ketua Devisi


Acara Niana anak 2 IPA A setelah menerima telepon dari seseorang “barusan dari


anak perlengkapan mengatakan kalau lampu bermasalah dan teknisi bakalan datenga


di jam mulai acara.”


“what? Kenapa? kenapa ngga bisa sebelum atau sekarang aja?.”


“ngga bisa ta, ini udah job jadwal mereka, sedangkan kita emang


telepon kalau ada masalah barusan.”


“tolong umumin di instagram sekarang, hubungi anak Devisi DDM,


handel semua sampek semua tau kalau acara di undur, jangan sampai ada cacat


sedikitpun, gue tunggu 30 menit dari sekarang semua harus clear soal ini, dan


juga robak lagi susunan acaranya, di awal kita ada penampilan awal kan, itu


hilangin, semua tetap sama untuk petinggi.”


“baik siap.”


“thanks, gue bakal cek lapangan basket sekarang.”


“oke.”


“semangat!.”


Aletta berjalan tergesa menuju lapangan basket, beberapa anak MPK

__ADS_1


termasuk Areksa tengah menyiapkan beberapa hal mendesak disana.


Aletta hanya  melihat nya


sebentar kemudian menuju ke Aula, disana puncak Festival seni SMA Galileo malam


ini, tema klasik ala 90an. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini tema


pesta adalah tahun 90an yang didesign lebih simple dari biasanya namun tetap


menunjukkan pecahnya Festival seni tahun ini.


“ta, tadi gue udah bilang ke Niana.”


“iya gue udah tau, masalah itu lo tenang aja karena kita udah


molor satu jam gue mau lo pastiin kalo satu jam itu semua sudah selesai.”


“oke siap.”


“thanks.”


Aletta meninggalkan Aula setelah dirasa beres, dia pergi keruangan


bu Vira. Saat melewati lorong, Aletta tanpa sengaja bertemu dengan Athan


kembali.


“mau kemana ta?.”


“ruangan bu Vira.”


“ohh ya udah.”


“okay.”


“bentar ta.”


“iya?.”


“ntar lo berangkat bareng gue ya?.”


“gue ngga janji pulang ntar, banyak kerjaan.”


“oke, jangan lupa makan.”


“sip.”


Aletta meninggalkan Athan.


Dari arah belakang, Dinda yang masih memakai baju Cheerleader


menghampiri Athan, berbeda dengan sebelumnya Dinda centil, dia terlihat lebih


licik.


“lo ditolak Aletta?.” Tanya Dinda


“apaan sih lo gaje.”


“gue tau lo suka kan sama Aletta, gue baru sadar kalo tikusnya itu


Aletta.”


Athan menghembuskan nafasnya kasar dan menatap Dinda tajam


“lo udah selesai ngomong?.”


“belum! Gue bakal buat siapapun yang menghalangi langkah gue buat


dapetin lo kembali hancur, termasuk Aletta.”


“terserah tapi gue ngga akan diem aja, dan gue ngga akan mau sama


cewek kayak lo.”


Athan meninggalkan Dinda yang kesal.


“Awas aja lo Aletta.”


“bener kan kata gue.” Suara Alisa muncul ditelinga Dinda, gadis itu


berdiri di samping Dinda dengan wajah bangga.


“bacot lo.”


“Dinda-Dinda, lo tuh bego dari dulu.”


“apa lo bilang?.”


“lo bego, bisa-bisanya lo nuduh gue yang masukin rokok di tas


Aletta, padahal kan lo sama temen-temen lo.”


“gimana lo bisa tau?.”


“karena Cuma lo yang bisa ngelakuin itu, dan jangan lupakan kalo


gue keponakan kepala sekolah, saksi itu lo kan.”


“apaan sih lo.”


“main lo kurang rapi.” Alisa menepuk pundak Dinda dan tersenyum


puas sembari mematikan rekaman suara diponselnya.



Hi teman-teman sambil nungguin crazy up, yuk baca “the butterfly effect” bisa langsung search aja atau cek di akun aku. Genre nya teenfiction juga, ngga kalah seru dari Athan dan Aletta yang pasti.



Posternya yang ini yaaa

__ADS_1


Thank you🖤🌻


__ADS_2