Athan & Aletta

Athan & Aletta
Keputusan


__ADS_3

*




“keputusan terakhir dari perasaan adalah perjanjian”*


Sudah beberapa hari yang lalu sejak perbincangan singkat mereka, Athan dan Aletta sedikit jauhan, beberapa kali Athan ingin mendekati Aletta tapi gadis itu sibuk dengan dunianya sendiri.


saat ini kelas 2 IPS A pelajaran olahraga dilapangan, Aletta tetap bersama Lala seperti biasanya. Beberapa kali Athan memperhatikan Aletta tapi Aletta enggan menengok kearah Athan.


“lo ada masalah sama Athan?.” Tanya Lala lirih


“engga.”


“masa sih, kok kalian kayak jauhan gitu.”


“engga tuh biasa aja.”


Aletta melihat kearah Athan yang menatapnya tajam. Aletta mengangkat tangannya.


“ya Aletta.”


“pak saya ijin ke kamar kecil.”


“oh iya silakan.”


“makasih pak.”


Aletta keluar dari barisan dan pergi ke toilet, bersamaan dengan itu Athan juga ijin ke UKS dengan Alasan tidak enak badan, padahal lelaki itu mengikuti Aletta bahkan menunggu Aletta di depan toilet wanita.


Beberapa menit kemudian Aletta keluar dari toilet.


“ta tunggu.”


“kenapa?.”


“bisa ngomong bentar ngga?.”


“ya udah ngomong aja.”


“ikut gue.”


Athan menarik tangan Aletta menuju halaman belakang sekolah.


“kenapa?.”


“gue minta maaf soal hari itu, gue ngga bermaksud apa-apa, gue Cuma-.”


“ngga mau ngambil keputusan karena takut sama suatu hal yang belum kejadian.” Lanjut Aletta


“nanti gue jemput lo jam 7 malem.” Ucap Athan dan langsung meninggalkan Aletta disana.


Jam sekolah berakhir, Aletta dijemput oleh supirnya, sejak ulang tahunnya Aletta selalu diantar jemput sopir kecuali jika Athan datang menjemputnya, tapi beberapa hari ini Aletta tidak mau berangkat dengan Athan dan selalu menolak walaupun Athan sudah datang kerumahnya.


Aletta memakai kemeja putih dengan celana jeans tak lupa sepatu, dilihatnya mobil Athan yang sudah ada di depan gerbang rumah Aletta, lelaki itu keluar dari dalam mobil dan menunggu Aletta di depan gerbang, biasanya dia masuk tapi entah kenapa Athan tetap menunggu disana.


“non Aletta mau kemana?.” Tanya bi Indah yang tengah menyiapkan makan malam

__ADS_1


“ngga tau bi diajak Athan.”


“ohh ya udah makan malamnya bibi taruh di lemari pendingin, nanti kalau non Aletta sudah pulang biar bibi hangatkan.”


“iya bi makasih.”


Aletta keluar dari rumahnya menghampiri Athan, bahkan Athan membukakan pintu mobil untuk Aletta.


“its not you.” Celetuk Aletta saat masuk kedalam mobil Athan, tapi lelaki itu enggan mengucapkan sepatah apapun hanya tersenyum.


Athan menyetir mobilnya dan meninggalkan rumah Aletta menuju Markas Arcux, dari jalannya Aletta tau bahwa tujuannya adalah markas Arcux.


Gedung bercat hitam abu-abu dengan lampu kuning ala-ala café itu menjadi saksi adanya Arcux di dunia ini, dan seseorang yang berada di sebelah Aletta adalah pemimpinnya.


Athan keluar dari mobil begitupula Aletta, lelaki itu membuka pintu bangunan tersebut dan mengajak Aletta masuk, tatkala lampu utama dinyalakan, wajah Aletta tercengang, ditengah markas yang biasanya ada bekas oli dan suara motor yang menggema, sekarang terlihat begitu indah dengan meja beserta lengkap makanan diatasnya.


Athan memberikan serangkaian bunga mawar pada Aletta.


“haha kenapa ini?.” Ucap Aletta mengalihkan rasa canggung


“gue udah memutuskan, lo mau ngga jadi cewek gue?.” Sebelum Aletta berbicara Athan kembali membuka suara “gue capek siapin ini semua dan anak-anak susah dibujuk buat pergi dari sini, kalo lo nolak gue, Anjing lo.”


“hahaha.” Aletta tertawa sangat keras melihat Athan “iya gue mau jadi cewek lo.”


“makasih ta.” Athan membawa Aletta kedalam pelukannya. “silakan duduk tuan putri, sayang ni ngga dimakan gue pesen mahal-mahal.”


“iya iya, gue juga laper kok.” Aletta duduk di kursi berhadapan dengan Athan.


Beberapa kali Athan tersenyum saat melihat Aletta, membuat gadis itu malu-malu.


“kenapa?.”


“ya lo cantik aja, ternyata pacar gue.”


“masa manggilnya Athan.”


“terus siapa? Bagusan Athan.”


“sayang.”


“ngga suka, alay.”


“terus apa bedanya sama ngga jadian.”


“beda lah, sekarang aku milikmu dan kamu milikku.”


Athan mengusap rambut Aletta sambil tertawa.


Selesai menghabiskan makanannya, Aletta duduk di sofa dalam, sedangkan Athan membersihkan meja dan makanan bekas mereka, Aletta ingin membantunya tapi lelaki itu menolak dengan keras kalau Aletta sampai menyentuh sedikit saja yang ada dimeja dia akan marah, jadinya Aletta hanya melihat dari jauh.


Setelah mengantarkan Aletta kembali ke rumah, Athan langsung pulang kerumahnya mengambil motor. Malam ini dia akan turun dijalanan melawan Kelvin.


Flashback


Athan berhadapan dengan Kelvin saat berada di sebuah warung tongkrongan, lelaki itu menghampiri tongkrongan anak-anak Arcux dan mencari Athan.


“ngapain lo kesini?.” Tanya Athan ketus


“santai bro, gue Cuma mau bilang kalo lusa turun, kalo lo ngga ada berarti lo banci.”

__ADS_1


“oke, tapi kalo gue manang, jauhi Aletta.”


“oke, deal?.”


“deal.”


Setelah Kelvin dan teman-temannya pergi, Areksa menghampiri Athan.


“lo yakin bang?.” Tanya Areksa


“iya, itu jalan supaya tuh anak ngga ganggu Aletta lagi.”


Flashback off


Athan sudah sampai di area balapan, tepat disana juga ada banyak anak-anak Arcux, termasuk Aldo, Roni, Dicky, dan Areksa. Mereka nampak berbincang satu sama lain, disebrang ada anak-anak klub milik Kelvin yang bahkan hingga sekarang tidak memiliki nama tapi menguasai jalanan.


“lo udah disini aja than? Gimana tadi berhasil?.” Tanya Dicky, lelaki itu lah yang membantu Athan menyiapkan kejutan untuk Aletta dan membujuk anak-anak Arcux tidak datang ke markas melam ini sebelum Athan selesai balapan.


“berhasil.”


“selamat bro, jagain tuh bocah.”


“tanpa lo suruh.”


“jangan lo kalah kayak waktu itu.”


“gue ngga akan kalah hari ini.”


Kelvin baru saja datang, dia langsung mengambil alih area balapan, begitupula Athan yang juga mengambil alih Area balapan.


“lo siap kehilangan Aletta?.”


“dalam mimpi lo aja ngga mungkin.” Athan mengacungkan jari tengahnya pada Kelvin.


Bruuumm bruumm brumm


3-2-1


Motor mereka berdua melaju sangat kencang dijalanan yang sepi, Kelvin memimpin didepan dengan bangga. Hampir mendekati finish, Athan menambah kecepatan dan ganti memimpin didepan, hingga sampai finish, Athan yang memenangkan balapan hari ini. Lelaki itu melepas helmnya dan melihat kearah Kelvin dengan wajah bangga.


“jangan lupa tepati janji lo.”


“shitt!!.”


Jam menunjukkan pukul 2 pagi dini hari saat motor Athan berheti didepan rumah Aletta, dilihatnya lantai dua kamar Aletta yang sudah padam lampunya. Athan mengunci motornya didepan pagar rumah Aletta, lelaki itu memanjat dinding pagar depan kamar Aletta, hingga berhasil masuk kedalam. Kemudian Athan mengambil tangga di samping rumah untuk naik ke lantai dua dimana kamar Aletta berada.


Sampai di lantai dua, Athan mengeluarkan kunci dari dalam sakunya dan membuka pintu menuju balkon kamar Aletta.


Gadis itu nampak tertidur lelap hanya dengan cahaya bulan yang masuk melalui celah gorden yang belum tertutup.


“cantik.” Ucap Athan


Athan mengusap rambut Aletta, berjongkok didepan gadis itu sembari tersenyum.


“thanks Aletta.”


 


 

__ADS_1



 


__ADS_2