
“yang namanya busuk pasti berbau.”
...
Motor Athan berhenti didepan markas Arcux, ada salah satu motor yang juga ada di sana dan tidak asing untuk Athan. Begitu mematikan motornya, Athan langsung masuk, dan benar Dimas ada didalam bergabung dengan lain. Bukan hanya Dimas saja, tapi anggota Arcux angkatannya yang lain juga ada.
“bang.”
“he bro, gimana kabar lo.”
Athan langsung menarik kerah Dimas, tapi wajahnya berkaca-kaca. Tangan Athan hampir memukul wajah tampan Dimas, tapi tertahan tepat dua centi didepan wajah itu. Namun Athan kemudian memeluk erat tubuh Dimas.
“walaupun lo udah gede sekarang, tapi lo tetep adek gue yang cengeng itu than. Sorry gue ngga pernah ngabarin lo, sejak keluarga kita berantakan, gue ngga ada keberanian buat ngehubungin lo, karna gue ngga tau harus ngapain.” Jelas Dimas lirih yang hanya bisa didengar oleh Athan.
Tepat setelah Athan melepaskan pelukannya pada Dimas, Aletta masuk, dia nampak canggung melihat banyak anak laki-laki disana, namun pandangannya tertuju pada Dimas.
“bang Dimas!.” Sebut Aletta.
Aletta langsung berlari memeluk pria itu erat, bahkan sebelum Athan berada di Arcux, Aletta lah yang sering berada di Arcux karena ajakan Dimas, Aletta juga lebih dekat dengan Dimas, mengingat Dimas yang lebih dewasa dan tidak membuat Aletta menangis sejak kecil.
Athan menarik Aletta sampai pelukan mereka terlepas.
“apaan sih lo than.”
“ngga usah lama-lama.”
“hahaha.” Dimas hanya tertawa, ternyata Athan tidak pernah berubah.
Aletta duduk di samping Athan bergabung dengan anak Arcux yang lain. Bagi Arcux Aletta bukan hanya seorang yang datang lalu pergi, tapi dia adalah bagian dari Arcux sejak dulu.
Aletta bisa menaiki motor milik Athan karena Dimas, walaupun Dimas tidak mengijinkan, tapi Aletta selalu ingin belajar, dan akhirnya dia bisa mengendarainya.
Areksa datang, lelaki itu nampak ngos-ngosan.
“lo habis marathon ngab?.” Celetuk Aldo
“gue tadi habis dari tempat tongkrongan, terus gue liat ada temen gue yang gabung sama bang Kelvin, dia ngga sengaja ngomong kalo malam ini bang Kelvin bakal operasi di tempat balapan.”
“seriusan lo?.” Tanya Dimas memastikan.
“siapa?.” Bingung Areksa
“nih namanya bang Dimas, mantan ketua Arcux, tapi masih keluarga kita.”
“sorry bang, gue baru tau wajah lo.”
“ngga papa santai aja, jadi bener yang lo bilang.”
“harusnya sih bener, dia juga ngga balik dari beberapa hari yang lalu waktu ada acara keluarga.”
Dimas menceritakan semuanya bahwa kedatangannya bukan ikut campur apa yang akan diselesaikan anak-anak Arcux masalah Kelvin, tapi menurut Dimas hal ini bukan ranah Arcux lagi, Kelvin sudah melakukan criminal, dan hanya dari pihak yang berwajib yang menangani hal ini.
Malam ini semua anggota Arcux tetap stay di markas, ada yang bermain gitar, ada yang makan-makan dan ada juga yang sibuk ngebengkel. Termasuk Aletta yang ikut makan-makan dengan Athan dan bercanda dengan Areksa, sejak tadi Areksa selalu membuatnya tertawa dengan lelucon yang sudah basi bagi anak Arcux lain.
__ADS_1
Dimas sendiri baru kembali dari kantor kepolisian, walaupun dia tidak membawa bukti, tapi dia membawa beberapa polisi untuk memeriksa anak-anak di area jalan untuk balapan, dan benar Kelvin membawa barang terlarang yang di jual ke penonton balapan liar, lelaki itu dibawa ke kantor polisi.
“bang gimana?.” Tanya Roni yang melihat kehadiran Dimas dengan temannya.
“tenang aja, yang namanya kejahatan itu pasti kebongkar sendiri, anak-anak yang memakai narkoba sekaligus Kelvin di bawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.”
Semua tersenyum lega.
“bang, minggu ini ikut kita bansos yuk.” Ajak Roni
“gue harus balik ke Surabaya.”
“emang balik kapan bang? Lo ngga pulang kerumah dulu?.” Tanya Athan penuh harapan
“sorry than, gue ada kelas minggu depan, jadi harus segera balik.”
“lo ngga ketemu mama dan papa.”
“emang lo tau mama dimana?.”
Athan menggeleng, sejak dua tahun berlalu Athan hanya tau kalau ibunya bermain beberapa sinetron dan film, hanya dari tv dia mengetahui keadaan ibunya yang terlihat bahagia, tapi tidak pernah tau dimana dia sekarang.
“mami kan lagi syuting sinetron, gue tau dimana tempat syuting nya, bunda waktu pulang itu sempet telfonan sama mami.” Jelas Aletta
Sepulang dari markas, Aletta pulang dengan Areksa, karena Athan dan Dimas masih ada urusan keluarga.
Areksa nampak sangat baik dengan Aletta, bahkan mereka berdua berhenti di mamang tukang nasi goreng hanya karena Aletta mengatakan ingin nasi goreng, padahal Areksa sudah makan malam.
“mang kayak biasa ya.”
“pedes semua?.”
“iya.”
“iya mang tapi jangan pedes bangat yak.”
“siap.”
Areksa dan Aletta duduk di bangku paling ujung yang mana masih kosong, jam menunjukkan pukul setengah dua belas malam dan disana masih ramai orang makan, ada yang sudah dewasa, ada juga yang seumuran dengan Areksa dan Aletta.
“lo sering makan disini?.”
“iya hampir tiap hari gue selalu mampir kesini, nyokap nyuruh beliin nasi goreng kalo malem, dia juga suka pedes kayak lo.”
“pantesan.”
Nasi goreng mereka pun datang.
“nih.” Mamang tukang nasi goreng itu pun menaruh pesanannya di meja “eh pacarnya Ar? Geulis pisan.”
“hahaha belum mang doain aja.”
“amin amin, Areksa baik neng, ngga salah kalo milih dia.”
“iya mang.” Jawab Aletta sambil malu-malu.
__ADS_1
Selesai membayar makan, mereka berdua kembali menaiki motor menuju rumah Aletta. Pintu gerbang dibuka, Aletta baru tau kalau rumah nya sekarang ada penjaga nya.
“gue langsung balik ya.”
“oke hati-hati dijalan reksa.”.
“siap.”
Melihat Areksa telah pergi, Aletta langsung masuk, dia masih heran kenapa sekarang pakai penjaga segala, Aletta ingin bertanya pada Bi Indah tapi sudah lewat tangh malam, pasti Bi Indah sudah tidur.
Saat keluar dari kamar mandi, Athan menelponnya.
“halo kenapa?.”
“gue kira belum balik.”
“udah, kenapa than?.”
“engga, dirumah lo ada penjaganya, dia ngga mau bukain pintu, brengsek banget, gue dibawah.”
“hahaha bentar.”
Tanpa mematikan teleponnya, Aletta keluar menuju balkon dan melihat kebawah, Athan tengah berbincang dengan penjaga di rumahnya.
“pak!”. Terika Aletta
“iya non.”
“itu Athan teman saya, biarin masuk, ayah sama bunda udah kenal dia lama kok.”
“ya kan pak, saya bilang juga apa.”
“maaf den.”
Penjaganya langsung membukakan pintu, tidak hanya Athan, tapi juga ada Dimas yang ikut masuk. Melihat hal tersebut, Aletta langsung turun ke lantai dua.
“bang Dimas juga dateng kesini, bentar ya gue siapin makan dulu.”
“udah ta, ngga usah, nih gue bawain martabak buat lo.”
“makasih banyak.”
“ta, gue sama bang Dimas nginep disini yak?.”
“ya tentu saja, tapi kamar tamu nya masih belum di bersihin, kalian ngga papa kan tidur di ruang keluarga dulu.”
“ngga papa lah santai aja.”
“bentar gue ambilin selimut.”
Aletta masuk ke kamar tamu dan mengambilkan selimut dari dalam lemari.
Terlihat Athan dan Dimas yang tengah menonton tayangan tv sambil mengobrol.
“than, kalo mau makanan ringan sama minuman, ambil aja didapur kayak biasanya.”
__ADS_1
“siap.”
⁂