
“tidak semua yang terlihat baik itu selalu baik”
Aletta duduk
diantara bu Vira dan kepala sekolah pak Pram. Hari ini adalah H-3 Festival seni
SMA Galileo, hari seleksi King and Queen SMA Galileo tahun ini. Banyak yang
daftar, tapi tahun ini hanya di khususkan untuk anak kelas 2, beberapa anak
kelas 1 ada yang daftar tapi langsung gagal di pemberkasan yang hanya untuk
kelas 2 saja. Dalam peraturan King and Queen tahun ini hanya anak kelas 2 dan
bukan panitia yang bisa mendaftarkan diri menjadi calon King and Queen.
Peserta nomor 14 masuk, Alisa berdiri disana, Aletta juga sudah
tau kalau gadis itu mengikuti seleksi King and Queen, Lala sempat
memberitahunya kalau Alisa diancam oleh Dinda untuk tidak mengikuti seleksi ini
tapi seperti nya gadis itu lebih gigih dari yang Aletta bayangkan.
Sejak Alisa masuk, beberapa kali Aletta melirik kearah kepala
sekolah yang sangaat bangga terhadap gadis itu, keahliannya adalah dance, Alisa
juga pintar dalam hal akademik, bahkan dia bisa menjawab seluruh pertanyaan bu
Vira.
8-9-10
Poin milik Alisa total 27 dari 30.
Peserta berikutnya nomor 15 masuk, Dinda berdiri disana, centil
seperti Dinda pada umumnya. Dinda lebih berbakat dalam hal non akademik, dia
bisa memainkan piano, menyanyi, dance modern tradisional, dia juga pintar dalam
bersosialiasi terhadap teman-temannya.
9-9-8
Poin milik Dinda total 26 dari 30, hingga selesai seleksi King and
Queen berakhir hingga sore.
Aletta menutup pintu ruangan tempat seleksi yang bertuliskan
diantasnya ruang King and Queen SMA Galileo, tak lupa menguncinya. Aletta
berjalan menuju ruang MPK, sebelum pagi datang diesok hari, pengumuman 3
kandidat King and Queen harus di umumkan di platform sekolah dan juga di tempel
di madding.
Athan datang dengan dua kotak makanan ditangannya.
Tok tok tok
“masuk aja.”
Athan langsung masuk dan duduk di sofa.
“makan dulu ta, lo belum makan kan dari tadi, udah mulai petang
gini.”
“wait, bentar lagi selesai.”
Athan yang kesal dengan Aletta yang tetap sibuk dengan
pekerjaannya, mengambil Alih Laptop yang ada dipangkuan Aletta dan menaruhnya
di meja.
“makan dulu, ntar lo sakit.”
“tapi bentar lagi selesai.”
“iya nanti dilanjut lagi.”
Athan membukakan nasi kotak yang dibawanya dan menaruh didepan
Aletta, tak lupa memberikan minuman kesukaan Aletta, boba.
“thanks.”
Aletta langsung memakan makanannya dengan lahap, dia memang
menahan lapar karena malas membeli makanan sebelum pekerjaannya selesai,
ternyata Athan datang membawa makanan untuknya.
“lo ngga daftar King sih?.” Tanya Aletta
“males.”
“lo tuh cocok jadi King.”
__ADS_1
“ya udah lo kan orang dalem, masukin gue jadi kandidatnya.”
“dih apaan, ngga bisa lah, orang lo ngga ikut seleksi.”
“ya udah kalo gitu, gue mah ogah ikut begituan.”
“terserah.”
Selesai menghabiskan makanan mereka, Aletta kembali sibuk dengan
pekerjaannya. Pukul 8 malam, Aletta baru selesai mencetak pengumuman kandidat
King anda Queen SMA Galileo.
Ditemani Athan, Aletta menempelkan pengumuman tersebut dipapan
pengumuman disekolah.
Saat tengah berjalan di lorong tanpa sengaja Aletta menginjak
kulit pisang yang ada dilantai dan membuatnya hampir terjadi, untung saja Athan
menahan tubuh Aletta. Wajah mereka sangat dekat hingga keduanya bisa merasakan
deru nafas masing-masing dan detak jantung yang tak beraturan. Seakan terbawa
suasana, Athan mendekatkan wajahnya pada wajah Aletta, hanya tinggal 2 CM bibir
mereka bertemu tapi suara kucing membuat Aletta sadar dan mendorong tubuh
Athan.
“Sorry sorry.” Ucap Athan sedikit gugup
“ngga papa, makasih than.” Aletta yang malu-malu berjalan lebih
dulu meninggalkan Athan menuju parkiran.
Athan mengambil helm milik Aletta dan memakaikannya dikepala
Aletta.
“thanks.”
“sama-sama.”
Mereka berdua meninggalkan sekolah, tanpa sadar didekat gerbang
Areksa melihat hal tersebut. tadinya Areksa datang untuk menjemput Aletta
setelah selesai mengurusi persewaan dengan anggota devisinya, tapi melihat
Aletta yang berjalan dengan Athan keluar dari sekolah mengurungkan niatnya
untuk menemui Aletta.
“harusnya lo tau kalau Athan dan Aletta ngga Cuma sekedar
kebelakang dan menemukan Alisa yang berdiri disana.
“ngapain lo kesini?.”
“lewat.” Alisa menghampiri Areksa dan duduk di motor Areksa “soal
perasaan itu harus egois rek, mau sampai kapan lo diem aja cewek lo sama cowok
lain, mereka ngga sedarah.”
Areksa terdiam, benar yang dikatakan oleh Alisa, Athan dan Aletta
tidak sedarah dan mereka bisa bersama ataupun saling jatuh cinta.
“bukan urusan lo sa, minggir.”
Areksa menyalakan motornya dan meninggalkan Alisa yang tersenyum
puas.
“musuh gue itu bukan Dinda, tapi Aletta, Dinda terlalu bodoh.”
Flashback
Areksa baru saja datang
dari latihan basket mingguan bersama club basketnya, bahkan tubuhnya masih bau
keringat.
“reksa cepat mandi, jemput
adekmu di bandara.”
“males ah ma.”
“Areksa!.”
“iya iya.”
Areksa langsung naik
kelantai dua membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang
santai. Setelah bersiap, Areksa mengambil kunci mobil yang ada dimeja dan
meninggalkan rumah menuju bandara.
Tepat mobil Areksa sampai,
seorang gadis berpakain lumayan seksi dengan koper disampingnya menghamppiri
__ADS_1
Areksa.
“lama banget lo.”
“macet.”
“bantuin.”
Areksa dengan terpaksa
keluar dari mobil dan membantunya memasukkan koper kedalam bagasi.
“tante ada dirumah?.”
“ada.”
“gue mau ketemu dulu.”
“ngga, gue disuruh mama
buat nganterin lo pulang kerumah dulu, kakek kangen sama lo.”
“nyebelin banget Areksa.”
“lo lebih ngeselin sa,
males banget jemput lo.”
“ya udah gue turun aja.”
“jangan, iya iya, gue kan
Cuma becanda Alisa cantik.”
Flashback off
Areksa menghentikan motornya tidak jauh dari rumah Aletta, melihat
Athan yang juga baru sampai mengantarkan Aletta pulang. Setelah Athan pergi,
Areksa datang dan Aletta yang ingin masuk kedalam rumah menghentikan
langkahnya.
“eh kamu udah selesai?.” tanya Aletta dengan senyuman seperti
biasanya
“udah, kamu pulang naik apa?.”
“sama Athan barusan, katanya dia pergi ke markas.”
“ohh.”
“mau masuk dulu ngga?.”
“boleh.”
Areksa membawa motornya masuk dan memarkirkan motornya di depan
garasi yang kosong, kemudian mengikuti Aletta masuk kedalam rumah.
“bentar ya aku ambilin minum.” Aletta pergi kedapur mengambil
minum di lemari pendingin dan beberapa makanan ringan.
“nih.”
“makasih ta.”
“iya, aku naik bentar ya mau mandi sekaligus ganti baju.”
“oke.”
Aletta naik kelantai dua menuju kamarnya.
Sedangkan Areksa yang terus terbayang dengan ucapan Alisa menaruh
tasnya di sofa dan naik kelantai dua menuju kamar Aletta, kebetulan kamar
Aletta bertuliskan nama Aletta dan bahkan pintunya tidak terkunci.
Areksa masuk kedalam, dan menutup kembali pintu kamar Aletta
pelan. Lelaki itu dengan santai tiduran di ranjang milik Aletta. Tepat 5 menit
kemudian Aletta keluar dengan jubah mandi dan rambutnya yang masih basah.
“Areksa, ngapain kamu disini?.” Tanya Aletta dengan wajah kaget
dan sedikit ketakutan
“emang kenapa? ini kan kamar pacarku.”
“keluar!.”
“ngga mau.”
“keluar reksa!.” Teriak Aletta, Aletta baru ingat kalau bi Indah
tengah berbelanja bulanan, dirumahnya tidak ada siapa-siapa dan penjaga rumah
Aletta juga ijin karena anaknya sakit.
Areksa berjalan mendekati Aletta perlahan, menyentuh pipi Aletta
lembut “kamu tau kalau aku sangat mencintaimu?.” Ucap Areksa
Aletta hanya menggeleng sambil mengeratkan jubah mandinya.
__ADS_1
⁂