Athan & Aletta

Athan & Aletta
Tuduhan


__ADS_3


“yang lo kira baik tuh belum tentu baik, harusnya lo lebih hati-hati sama orang yang kelihatan baik banget ketimbang sama orang yang jahat.”



Pict. Dicky Face Claim


Aletta berlarian menuruni tangga sambil memakai dasi dan rompi sekolahnya. Mira yang


tengah menyiapkan kotak bekal hanya menggeleng melihat putrinya yang selalu


telat bangun kalau kedua orang  tuanya ada dirumah.


“kebiasaan deh Aletta.”


“maaf bun, Aletta marathon drama tadi malem.”


“ya udah nih bunda masukin ke tas bekal kamu.”


“makasih bunda.”


Aletta langsung berlari keluar rumah, didepan rumahnya sudah ada


Areksa yang tengah menunggunya sangat lama.


“sorry ya lama.”


“ngga papa santai aja.”


Aletta langsung memakai helmnya dan naik ke atas motor Areksa.


Sampai di sekolah setelah memarkirkan motor, pintu masuk sudah ditutup.


“yah udah ditutup.” Ucap Aletta menyesali


Dibelakang mereka berdua datang Athan yang dengan santai tidak


memasukkan seragam sekolahnya.


“ngga usah kayak orang susah.” Ucap Athan yang membuat Aletta


mendengus kesal.


“dari pada didepan sini terus, mending ikut Areksa aja ke warung,


gue laper nih belum makan.” Lanjut Athan


“lah, gue ngga kesana bang.”


“ya elah udah ditutup rek, mending kita kesana aja dah.”


Areksa melihat Aletta yang kesal mendengar ucapan Athan.


“lo kalo mau nakal ngga usah ngajak anak orang deh.”


“dihh orang liat tuh Areksa sebenarnya juga mau.”


“tapi bener kata bang Athan, percuma juga kalo di tunggu.”


Akhirnya mereka bertiga pergi ke warung samping sekolah.


Aletta nampak kesal karena tidak masuk ke kelas malah jajan di


warung biasa tempat anak-anak SMA Galileo bolos jam pelajaran.


Sedangkan Athan dan Areksa malah asik ngobrol sendiri sambil makan


cilok.


“lo kenapa sih ta, kayak ngga pernah bolos aja.” Sindir Athan yang


membuat Aletta tambah kesal.


“ga, males ngomong.”


“mau nyoba ngga ta?.” Areksa dengan senyumannya menawari cilok ke


Aletta “enak kok, lo bakal suka deh.”


“satu doang ya?.”


“iya iya satu.”


Areksa menyuapi Aletta satu Cilok dari plastiknya. Athan terlihat


kesal, tapi wajahnya masih sama tanpa ekspresi dan mengalihkan pandangan ke


kendaraan yang lewat.


Aletta saling tertawa dengan Areksa.


“gue ke toilet bentar.” Athan langsung pergi ke toilet umum di


dekat sana, niatnya memang untuk buang air kecil, bukan karena marah.


Gerbang di buka di jam istirahat, mereka bertiga lewat belakang


sekolah, karna kalau lewat gerbang depan, mereka akan terkena hukuman.


Sedangkan gerbang belakang juga di buka waktu istirahat untuk tukang kebun


membuang sampah di pembuangan sampah belakang sekolah.


“awas ta, itu ada paku.” Athan menarik tubuh Aletta agar mendekat


kearahnya, “hampir saja menginjak paku”.

__ADS_1


“hehehe ngga liat.”


“lo kan emang buta.”


Sampai didepan kelas masing-masing mereka berpisah, Athan masuk


kelas dengan Aletta, sedangkan Areksa masuk ke kelasnya sendiri.


Sampai di kelas, Alisa menghampiri Athan “than, lo kemana aja


sih.”


“telat.”


Jawab singkat Athan sambil terus melihat kearah Aletta yang tengah


mengobrol seru dengan Lala, Athan merasa jantungnya semakin berdebar saat


melihat senyuman itu.


“than.”


“ha? Apa?.”


“lo liatin Aletta?.”


“emang kenapa?.”


“gue kan pacar lo.”


Athan mendekatkan wajahnya ke telinga Alisa dan berbisik lirih


penuh penekanan.


“kata siapa? Bukannya kita Cuma FWB an?.”


Alisa langsung terdiam, Athan menghampiri Aletta dan duduk didepan


gadis itu.


“ta, lo kan tadi bawa bekal, gue laper nih.” Rengek


“beli aja di kantin, ini kan bekal gue dari bunda.”


“bagi dual ah, males gue jalan ke kantin.”


Aletta membuka tas nya dan mengeluarkan kotak bekal dari tasnya


dan di taruh dimeja.


“tuh makan.”


“thank you cantikku.” Athan mengusap rambut Aletta pelan dan


tersenyum


“iya setan yang mencintaimu.”


“ihhh Athan alay banget tau ngga.”


“hahaha.”


Athan membawa kotak bekal milik Aletta dan duduk di samping Dicky


yang tengah membaca buku dan mendengarkan music. Athan mengambil satu Airpods


milik Dicky dan memakainya.


“ini lagu kesukaan gue nih.”


“lo ganggu banget dah.”


“bentar doang, lo kan sahabat gue dic.”


“apaan, itu kan di Arcux, bukan di kelas.”


“lo ngeselin banget sih Dic, ayolah kita juga keluarga dimanapun.”


“suka-suka lo.”


“oke sahabat gue.”


“jijik.”


Mereka berempat berjalan di lorong kelas, siapa yang tidak


mengenal icon Arcux di SMA Galileo, Athan, Dicky, Aldo, dan member barunya anak


kelas satu Areksa yang semua tau lagi gencar mendekati Aletta.


Saat melewati kelas 2 IPS B, bersamaan dengan Dinda dan Micella


yang keluar kelas. Mereka berdua adalah anak Cheerleader yang selalu di


kabarkan dekat dengan anak-anak Arcux, terutama Dinda mantan Athan.


“Athan.” Dinda langsung memeluk lengan Athan erat.


“lo apaan sih din.”


“ihh Athan kenapa sih, orang gue kangen sama lo.”


“kita duluan than.” Ucap Dicky datar


“tungguin woi! Minggir nggak lo!.” Bentak Athan pada Dinda yang


membuat Dinda mundur.

__ADS_1


Dinda pun melepaskan pegangannya dan mundur selangkah.


Aletta yang berada di belakang bersama Lala yang juga kebetulan


lewat hanya tertawa.


“apa lo ketawa!.” Teriak Dinda


“kasihan banget sih Dinda, lo mundur aja deh din, lagian Athan kan


udah punya cewek.”


Dinda terdiam, dia juga tau kalau Athan di kabarkan dengan Alisa


anak baru SMA Galileo, sejak lama Dinda mengenal Athan, lelaki itu tidak mau


berhubungan perasaan dengan siapapun, termasuk dengannya, dia bahkan curiga


kalau Alisa juga partner FWB an Athan doang, yang bakal di buang kalau Athan


udah bosan.


“lo tau Alisa kan?.” Tanya Dinda pada Micella


“tau banget lah, dia aktif di medsos dengan foto-foto seksi.”


“berarti lo tau apa yang ada di otak gue, buat dia ngga betah di


SMA Galileo.”


“ahahaha gempang din.”


Dinda berjalan mengikuti Aletta dan Lala ke arah kantin, karena


makan siangnya di ambil Athan. Aletta harus makan di kantin hari ini.


Aletta dan Lala duduk di meja paling ujung, tapi kemudian Dinda


dan Micella datang menghampirinya dan duduk didepan nya.


“cari sana meja lain, gue males semeja sama lo.” Kesal Aletta


“gue ada rahasia yang harus lo tau.”


“apaan lagi?.”


“lo ngga mungkin percaya kan kalau Alisa dan Athan pacaran?.”


Tanya Dinda


“lo gaje banget sih din, orang jelas-jelas mereka jadian, bilang


aja lo ngga terima.”


“gue tau Athan itu gimana ta, dan gue juga tau lo ngga mungkin tau


soal ini, karena Athan ngga sebodoh itu buat ngasih tau lo semua tentangnya.”


“maksud lo apaan sih din.”


“majuan dikit.”


Aletta sedikit mencondongkan tubuhnya kedepan.


“Athan sama Alisa itu FWB an.”


“fitnah lo din!.”


“ya udah kalo ngga percaya, liat aja ntar gue buktiin.”


“serah lu dah.”


Selesai menghabiskan makanannya, Aletta dan Lala langsung pergi,


tidak ingin berlama-lama dengan Dinda dan Micella.


Saat masuk kelas, beberapa guru berada di kelasnya, Aletta dan


Lala sendiri bingung kenapa guru kedisiplinan masuk kedalam kelasnya.


“ini kenapa ya pak?.” Tanya Aletta yang bingung


“Aletta, coba buka tasmu, tadi ada siswa yang memberitahukan


kedisiplinan kalau kamu ngerokok.”


“rokok? Orang saya ngga ngerokok pak.”


“kalau begitu kamu ngga perlu takut membuka tasmu.”


“baik.”


Aletta langsung membuka tasnya, dan benar di tasnya ada bungkusan


rokok sekaligus koreknya.


“benar kan, ikut kami ke ruang kedisiplinan.”


“pak tapi ini jebakan pak, bapak bisa percaya saya kan.”


“bukti dan saksinya ada Aletta.”


Aletta pun mengisyaratkan pada Lala kalau dia baik-baik saja, dan


mengikuti para guru ke ruang kedisiplinan.


__ADS_1


__ADS_2