
“terima kasih untuk hati anak remaja yang telah kau patahkan hingga tak percaya lagi bahwa keluarga itu memang ada wujudnya.”
...
Athan keluar
dari SMA Galileo setelah menyelesaikan belajarnya yang terasa seperti di neraka
dengan mendengar ocehan Alisa yang ditelinganya terdengar menyebalkan. Sebelum
Alisa keluar, terburu Athan menyalakan motor dan meninggalkan sekolah.
Sebelumnya Dimas memberitahukan kalau dia hari ini kembali ke Surabaya,
Athan tidak sempat bertemu dengannya karena masih berada di sekolah siang tadi.
Tapi Dimas mengatakan kalau Aletta yang mengantarkannya hingga di bandara.
Tujuan Athan sepulang sekolah ada kembali kerumah, dia tidak ingin
kerumah Aletta lagi.
Sampai dirumah, pintu rumah terbuka da nada mobil putih milik
ibunya terparkir dihalaman, disana juga ada mobil milik ayahnya.
Begitu Athan masuk, pandangannya tertuju pada seorang wanita paruh
baya yang duduk didepan ayahnya yaitu ibunya.
“Athan.” Panggil Jessica lembut
Athan yang sangat kesal dengan ibunya hanya berlalu menuju lantai
dua dikamarnya.
“lo udah tau kan, kalo anak lo aja ngga mau sama ibunya sendiri.”
“gue mau minta maaf sama dia.”
“apa lagi? Athan milih disini sama gue.”
Suara perdebatan kedua orang tua nya membuat Athan kesal, dia
memasukkan beberapa pakaiannya kedalam tas, memakai jaket hitamnya menutupi
seragam sekolah yang masih melekat ditubuhnya.
Athan berjalan menuruni tangga.
“kalian tidak perlu bertengkar, saya akan pergi.” Ucap Athan
meninggalkan rumah.
Dengan motornya Athan menjalankan entah kemana, tapi tujuannya
malah berhenti didepan ruamh Aletta. Sebelum pintu gerbang itu terbuka dan
Aletta tau, Athan langsung pergi menuju taman didekat rumah Aletta.
Saat tengah duduk dibangku taman, sebuah tangan menyetuh pundaknya
lembut. Athan menengok kebelakang dan menemukan Aletta yang tengah berdiri
dibelakangnya dengan kantong plastic di tangannya.
“lo ngapain disini?.” Tanya Aletta
“gue-.”
“kerumah gue aja, bi Indah masak enak, lo laperkan.”
Athan mengangguk.
Mereka berdua menuju rumah Aletta yang tidak terlalu jauh dari
taman.
Athan duduk disofa ruang tamu selama Aletta menaruh belanjaannya
di dapur, hanya beberapa makanan ringan kesukaan Aletta jikalau tengah marathon
drama.
Aletta duduk disamping Athan dengan membawa makanan ringan kesukaan
Athan.
“nih.”
“thanks ta.”
“lo ngga mau cerita apa-apa?.”
“nyokap gue kerumah tadi.”
Aletta mengusap pundak Athan lembut “gue tau lo pasti masih sakit
hati banget, ngga papa lo marah, lo luapin semua kemarahan lo, tapi jangan
sampek lo nyakitin diri lo sendiri than.”
__ADS_1
Athan mengangguk.
“udah ya, gue bakal selalu ada buat lo. Jangan ngerasa canggung ke
gue lagi, gue tau lo pengen kesini tapi lo sungkan, rumah ini selalu terbuka
buat lo than, selamanya.”
“thanks ta.”
Aletta mengangguk. Gadis itu memeluk Athan erat, mengusap
pundaknya lembut.
‘gue nyaman ke lo ta, gue minta maaf karena gue bodoh ngga sadar
kalo gue suka sama lo.’
Disisi lain, Areksa tengah berada di markas dengan anak-anak Arcux
yang lain, tanpa Athan. Mereka menyiapkan beberapa perlengkapan untuk acara
bansos hari minggu di daerah rawan longsor.
Mobil milik Dinda terparkir didepan, gadis itu langsung keluar
dari mobilnya dengan membawa banyak sekali makanan yang dibelinya di KFC.
“Athan mana?.” Tanya Dinda yang baru saja datang dengan makanan di
tangannya
“ngga dateng anaknya, off dari tadi.”
“nih makanan buat kalian.”
Micella dan Dinda duduk di antara mereka semua yang tengah sibuk,
bahkan keduanya enggan membantu, hanya melihat sambil sesekali bermain ponsel
dan update story.
“lo kalo ngga mau bantuin mending pergi aja deh Din.” Celetuk
Dicky yang kesal
“dih apaan sih lo, gue aduin Athan.”
“aduin aja, orang Athan ngga suka sama lo.”
“ih nyebelin!.” Dinda bersama Micella meninggalkan markas Arcux
yang membuat semua tertawa.
Athan sedari tadi diam di ruang keluarga, televisi yang terus
terheran melihat Athan yang hanya diam.
Hingga sebuah telepon masuk kedalam ponsel Aletta, telepon masuk
dari bundanya.
“Aletta.”
“iya bun.”
“kamu sama Athan.”
“iya nih kenapa?.”
“mami kecelakaan.”
“apa?.”
“kamu sama Athan ke rumah
sakit xxxxx ya.”
“iya bun.”
Athan yang melihat ke Aletta penasaran, membuat Aletta bingung
harus mengatakan apa.
“than, mami kecelakaan.”
Degg
Seakan jantung Athan berhenti ditempat tertusuk oleh panas yang
datang tiba-tiba, dia tidak bisa mengatakan apapun.
“sekarang ada dirumah sakit, kita kesana ya?.”
Athan mengangguk.
Aletta mengambil jaketnya di sofa dan kunci mobil miliknya yang
ada di laci, sudah sangat lama Aletta tidak memakai mobil miliknya sendiri.
Walaupun Aletta bisa menyetir mobil, tapi sebelum 17 tahun Aletta tidak ingin menyetirnya.
Malam ini Aletta akan memakainya.
“ayo.”
__ADS_1
Setelah Athan masuk dengan kepala yang kalut, Aletta membawa
mobilnya menuju rumah sakit yang di katakan bundanya.
“sus, pasien yang baru masuk.” Ucap Aletta
“nyonya Jessica?.”
“iya benar.”
“ada di UGD.”
“thanks sus.”
Aletta dan Athan langsung menuju keruang UGD yang masih tertutup.
Athan sendiri hanya bisa duduk diam menunggu seseorang keluar mengatakan bahwa
ibunya baik-baik saja, Athan membenci wanita itu tapi Athan juga menyayanginya.
Aletta membawa Athan kedalam pelukannya, “udah than, doain semoga
mami baik-baik aja.”
“tapi gue jahat ke dia ta.”
“engga, lo ngga jahat than. Udah, mami pasti baik-baik aja.”
Semakin erat Athan memeluk Aletta menyembunyikan tangisannya,
Athan memang anak brandalan, ditakuti, tapi bagi keluarga dan Aletta, Athan
tetaplah anak kecil yang butuh kasih sayang.
Dokter keluar dari ruang UGD.
Athan langsung berdiri didepan dokter tersebut. “bagaimana keadaan
mama saya dok?.”
“nyonya Jessica baik-baik saja, tapi dia belum sadarkan diri,
nanti bisa mengunjungi kalau sudah dipindah diruang rawat.”
“baik dok.”
Athan berdiri didepan pintu kaca melihat ibunya yang terbaring
dengan selang ditangan.
Semalaman Athan dan Aletta menunggu dirumah sakit, pesan dari
Areksa diabaikan olehnya. Sedangkan ponsel Athan sendiri mati.
Setelah di pindah keruangan VVIP, Athan dan Aletta bisa melihatnya
dari dekat, tapi Jessica belum juga bangun dari tidurnya.
Hingga pagi menyapa mereka berdua yang terlelap di sofa.
Jessica membuka matanya, pandangannya tertuju pada Athan yang
terus menggenggam tangannya erat, Jessica mengusap rambut kepala Athan lembut
sambil meneteskan air mata.
“mama.” Panggil Athan begitu melihat ibunya sadar
“Athan.”
“maafin Athan ma.”
Jessica menggeleng “mama yang salah Athan, maafin mama.”
Athan memeluk ibunya erat, Aletta yang melihatnya dari jauh ikut
tersenyum. Namun pintu terbuka membuat Athan dan Aletta menengok kearah pintu,
seorang pria paruh baya berpakaian rapi datang dengan membawa karangan bunga
mawah ditangannya.
Seorang pria yang beberapa kali masuk di berita selebritis yang
dikabarkan menjalin hubungan dengan Jessica.
“ngapain lo kesini!.” Athan menarik kerah pria itu
“than udah.” Aletta menahan lengan Athan, mendengar suara Aletta,
Athan melepaskan kerah kemeja pria itu.
“saya datang untuk menjenguk mama kamu.”
“cihh.”
“Athan, maafin mama tapi dia calon papa kamu.” Ucap Jessica yang
membuat Athan terkejut sekaligus sakit hati.
“apa? ngga! Selamanya papa Athan Cuma satu, dan itu bukan dia!.”
Athan meninggalkan ruangan Jessica, di ikuti Aletta yang terlebih dahulu pamit
pada Jessica untuk menyusul Athan.
__ADS_1
⁂