Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Muhammad Rizky Diandra


__ADS_3

Rizky Pov


Muhammad Rizky Diandra


Pria dengan sejuta pesona


yang ia miliki sikap ramah yang


mudah di kenal oleh orang


banyak di tambah sikapnya yang


mudah bergaul menjadikan ia


mudah di kenal di sekolah


maupun luar sekolah.


Kini masa SMK menjadi


awal yang kurang baik bagi


Rizky, bagaimana tidak cap


sebagai seorang playboy kini


sudah melekat di dirinya,


walaupun sekarang ia sudah


memasuki kelas XII tapi tetap


saja rasa penasaran terhadap


berbagai wanita tetap melekat


pada dirinya.


Seperti sekarang dia baru


saja memutuskan hubungan


dengan salah satu teman


sekolahnya, memang rata-rata


wanita yang ia pacari tak lain


adalah teman sekolahnya


sendiri.


"Udah berapa cewek Ky


yang elu putusin?" Tanya Angga


Teman terbaik Rizky yang


memiliki sifat yang sama yaitu


sama-sama sering menyakiti


hati wanita.


"Gak tau gua juga


"Kayanya gak bakalan


keitung ya Ky?"


"Menurut lu?"


"Kata gua si gitu Ky"


"Yaudah kantin yuk"


Rizky pun mengikuti Angga


untuk pergi ke kantin, walaupun


sudah banyak wanita yang


menjadi mantannya tapi tetap


Saja masih banyak wanita yang


secara terang-terangan menaruh


hati pada dia, seperti saat ini


begitu banyak bisikan yang


Rizky dengar dari mulut mereka


mulai dari pujian sampai1


omongan yang kadang membuat


dia jengkel bahkan kadang


menyakiti hatinya.


Satu mangkuk baso sudah


habis ia makan dan sekarang


berganti minuman.


"Nanti sore futsal Ky" Ucap


Aldo kali ini, memang teman


yang ia miliki hanya Aldo dan


Angga, tapi berbeda dengan


Angga dan Rizky, Aldo lebih


Terlihat dewasa di antara mereka


berdua dan satu Aldo belum


pernah merasakan apa itu


namanya pacaran karna dia


selalu malas membuang waktu


untuk hal yang tidak penting,


meskipun begitu tapi Aldo selalu


paham sikap dan sifat kedua


sahabatnya itu.


Rizky dan Angga hanya


menganggukan kepalanya.


"Gua ke kelas duluan" Ucap


Rizky


Biasanya setiap hari sabtuu


Rizky tidak pernah masuk


sekolah tapi entah karna apa


Hari ini dia memilih sekolah


daripada membolos di luar.


Bel masuk sudah berbunyi


dan guru mata pelajaran


Ekonomi pun mulai memasuki


kelas.


"Tumben kamu sekolah,


biasanya tiap ibu ngajar kamu


selalu alfa" Ucap bu Mega


"Kalo hari rabu enggak bu"


Jawabnya cuek


Memang pelajaran ekonomi


tidak hanya satu pertemuan


dalam seminggu melainkan dua


Kali pertemuan.


"Ngeles aja kamu


Selama guru menerangkan


bahkan Rizky tidak mencatat


satu materipun padahal


sebentar lagi dia akan lulus dari


sekolah ini tapi tetap saja


baginya itu sudah biasa.


"Rizky!"


"Biasa aja bu" Ucap Rizky


"Ibu udah cape ya sama


kamu, bahkan banyak nilai


kamu yang masih kosong


bagaimana kamu mau lulus


kalau semua nilai kosong"


"Nanti saya isi bu"


Jawabnya enteng


"Kapan?"

__ADS_1


"Ya kapan-kapan bu"


Ucapnya sambil tertawa


membuat semua seisi kelas


ramai.


"Diam kalian!"


"Rizky sekarang itu bukan


waktunya kamu maen-maen,


bagaimana kalau nilai kamu


beneran kosong kamu tidak


akan lulus dari sini"


"Nanti siang temui saya jam 2"


Ibu bicara ke siapa?"


Tanya Angga


"Ke Rizky, mana orangnya?"


Karna sekarang Rizky


sudah tidak ada di kelas,


entahlah dia gampang sekali


keluar dari kelas apalagi tadi


suasana yang ramai mungkin


dia memanfaatkan waktu itu.


"Keluar kali bu"


"Dasar anak kurang ajar!"


Setelah kerusuhan di kelas


mulai berangsur berhenti bu


Mega segera membuka buku


Soal untuk memberi mereka


pelajaran, berbeda dengan Rizky


kalau soal pelajaran Angga


memang selalu mengedepankan


bahkan bisa di bilang dia jarang


sekali bolos kalau pelajaran itu


masuk dalam salah satu yang di


UN-kan.


"Kalau belum selesai kalian


buat PR saja, karna saya sudah


malas mengajar!


"Baik bu" Jawab seisi kelas


serentak


"Oh iya kalau ada Rizky


tolong bilang temui saya jam 2


Nanti di ruang guru" Perintah bu


Mega


"Iya bu"


Kembali suasana kelas


menjadi begitu ramai apalagi


guru seni budaya tidak masuk


hari ini, membuat mereka


bersorak karna seharusnya hari


ini mereka melakukan tes


memainkan alat musik.


Rizky dengan entengnya


mulai memasuki kelas kembali.


"Elu punya jurus hilang apa


Ky" Ucap Ikhsan salah satu


teman kelasnya


menghiraukan ucapan


temannya itu.


"Darimana lu?" Tanya Aldo


"Biasalah abisnya tuh guru


cerewet banget gua jadi males"


Tapi elu di suruh nemuin


dia jam 2"


"Yaelah paling mau


marahin gua lagi, apalagi pasti


semua guru bakal ngelakuin itu


ke gua" Ucap rizky


"Gak tahu dah" Ucap Angga


Sementara Rizky terus saja


Memandangi gadis yang


menurut dia berbeda dari yang


lain, walaupun sekelas tapi


Rizky tidak pernah melihat dia


tertawa seperti sekarang ini,


rasanya baru kali ini dia begitu


terlihat senang.


"Samperin kali jangan di


liatin aja" Ucap Aldo yangg


mengerti arah padang Rizky


"Belum saatnya" Jawab


Rizky


"Nanti di ambil orang"


Jawab Angga


"Mana ada si yang mau


Ngelawan gua ngambil tuh


cewek?" Ucap Rizky pede


"Seerah lu deh"


Setelah berbincang cukup


lama waktupun mulai menyusut


hingga bel pulangpun sudah


berbunyi dengan kencangnya,


semua siswa sudah


berhamburan keluar


menyisakan Rizky dan seorang


wanita yang terus saja dia


pandangi.


Belum saatnya bantinnya.


Rizky keluar terlebih dulu


meninggalkan dia yang masih


Asik duduk di bangkunya, sesuai


dengan perintah bu Mega


sekarang Rizky sudah memasuki


ruang guru, bahkan rasanya


semua guru merasa aneh


melihat kedatangan dia,


bagaimana tidak cap jelek selalu


melekat didirinya bahkan semua


guru sudah mengetahui itu

__ADS_1


semua.


"Tumben kamu kesini"


Ucap salah seorang guru


Rizky tidak menjawab,


bukannya tidak sopan pasti


kalau dia menjawab akan


banyak pertanyaan lain


"Sini!" Suruh bu Mega


Rizky mulai menghampiri


bu Mega.


"Ada apa bu?"


"Bentar ibu nyelesain ini


dulu" Ucap bu Mega yang


sedang sibuk memberi paraf


pada banyak buku.


"Ayo ikut ibu"


"Kemana?" Tanya Rizky


"Jangan banyak tanya, ini


tuh buat nilai kamu kalau nilai


ekonomi kamu kosong


bagaimana? bisa kamu lulus dari


Sini?" Bu mega mengingatkan


Rizky hanya bisa pasrah,


memang sudah banyak guru


yang lelah mengajarnya hingga


akhirnya mereka selalu member


nilai pas kkm karna mereka


tidak mau berurusan dengan


anak satu ini tapi berbeda


dengan guru lain bu mega selalu


memberi kesempatan agar Rizky


mau berubah.


Ternyata bu Mega


membawa Rizky ke


perpustakaan, sudah pasti Rizky


di suruh membaca semua mater


atau di suruh mengisi berbagai


macam lembar soal.


Qila" Panggil bu Mega,


sementara yang punya nama


langsung menghampiri.


"Kamu ngerti kan maksud


sms ibu?"


Dia hanya menganggukan


kepalanya.


"Rizky"


"Iya bu?" Rizky masih


bingung sebenarnya apa yang


akan di lakukan bu mega dan


kenapa dia memanggil Qila


kesini juga, padahal setahu


Rizky qila tidak pernah


membuat onar atau tidak


Mengerjakan tugas.


"Mulai sekarang kamu akan


di temani Qila mengerjakan


semua tambahan materi


ekonomi"


Rizky membulatkan


matanya, bagaimana tidak


waktu yang dia tunggu untuk


lebih mengenal gadis itu


akhirnya sekarang tiba.


"Rizky!"


"Iya ibu sayang kenapa?"


"Jadi mulai sekarang


jangan bikin Qila kesal atau


apapun itu karna ulah kamu ya,


Qila orangnya perfect jadi ibu


harap kamu bisa tahu itu!"


"Iya"


"Jangan iya terus"


Terus apa ibu cantik?"


Godanya agar bu Mega segera


menyuruhnya pulang.


"Qila kamu tidak keberatan


kan mengajari Rizky apa saja


yang bersangkutan dengan


pelajaran Ekonomi?"


"Tidak bu" Ucapnya sambil


tersenyum sangat manis


"Kalau gitu mulai senin


Besok kalian mulai belajarnya ya


dari pulang sekolah sampai jam 4"


Rizky hanya menganggukan


kepalanya.


"Jangan bolos, kasian Qila


kamu harus berterimakasih


sama dia karna mau mengajari


kamu"


"Qila kalau Rizky membuat


kamu kesal atau susah di


bilangin kamu tinggal telpon ibu


aja ya


Qila menganggukan


kepalanya.


Iya ibu"


"Soal tempat belajarnya


kalian bisa diskusikan itu, ibu


keluar ya"


Rizky pun merasa lega


Sekarang tinggal ia dan Qila


yang terlihat gugup, itu terlihat


jelas dari gerak geriknya yang


sekarang sedang meremas rok


panjangnya itu.


"Santai kali" Ucap Rizky

__ADS_1


asal dan langsung meninggalkan


Qila sendiri.


__ADS_2