
Rizky Pov
Muhammad Rizky Diandra
Pria dengan sejuta pesona
yang ia miliki sikap ramah yang
mudah di kenal oleh orang
banyak di tambah sikapnya yang
mudah bergaul menjadikan ia
mudah di kenal di sekolah
maupun luar sekolah.
Kini masa SMK menjadi
awal yang kurang baik bagi
Rizky, bagaimana tidak cap
sebagai seorang playboy kini
sudah melekat di dirinya,
walaupun sekarang ia sudah
memasuki kelas XII tapi tetap
saja rasa penasaran terhadap
berbagai wanita tetap melekat
pada dirinya.
Seperti sekarang dia baru
saja memutuskan hubungan
dengan salah satu teman
sekolahnya, memang rata-rata
wanita yang ia pacari tak lain
adalah teman sekolahnya
sendiri.
"Udah berapa cewek Ky
yang elu putusin?" Tanya Angga
Teman terbaik Rizky yang
memiliki sifat yang sama yaitu
sama-sama sering menyakiti
hati wanita.
"Gak tau gua juga
"Kayanya gak bakalan
keitung ya Ky?"
"Menurut lu?"
"Kata gua si gitu Ky"
"Yaudah kantin yuk"
Rizky pun mengikuti Angga
untuk pergi ke kantin, walaupun
sudah banyak wanita yang
menjadi mantannya tapi tetap
Saja masih banyak wanita yang
secara terang-terangan menaruh
hati pada dia, seperti saat ini
begitu banyak bisikan yang
Rizky dengar dari mulut mereka
mulai dari pujian sampai1
omongan yang kadang membuat
dia jengkel bahkan kadang
menyakiti hatinya.
Satu mangkuk baso sudah
habis ia makan dan sekarang
berganti minuman.
"Nanti sore futsal Ky" Ucap
Aldo kali ini, memang teman
yang ia miliki hanya Aldo dan
Angga, tapi berbeda dengan
Angga dan Rizky, Aldo lebih
Terlihat dewasa di antara mereka
berdua dan satu Aldo belum
pernah merasakan apa itu
namanya pacaran karna dia
selalu malas membuang waktu
untuk hal yang tidak penting,
meskipun begitu tapi Aldo selalu
paham sikap dan sifat kedua
sahabatnya itu.
Rizky dan Angga hanya
menganggukan kepalanya.
"Gua ke kelas duluan" Ucap
Rizky
Biasanya setiap hari sabtuu
Rizky tidak pernah masuk
sekolah tapi entah karna apa
Hari ini dia memilih sekolah
daripada membolos di luar.
Bel masuk sudah berbunyi
dan guru mata pelajaran
Ekonomi pun mulai memasuki
kelas.
"Tumben kamu sekolah,
biasanya tiap ibu ngajar kamu
selalu alfa" Ucap bu Mega
"Kalo hari rabu enggak bu"
Jawabnya cuek
Memang pelajaran ekonomi
tidak hanya satu pertemuan
dalam seminggu melainkan dua
Kali pertemuan.
"Ngeles aja kamu
Selama guru menerangkan
bahkan Rizky tidak mencatat
satu materipun padahal
sebentar lagi dia akan lulus dari
sekolah ini tapi tetap saja
baginya itu sudah biasa.
"Rizky!"
"Biasa aja bu" Ucap Rizky
"Ibu udah cape ya sama
kamu, bahkan banyak nilai
kamu yang masih kosong
bagaimana kamu mau lulus
kalau semua nilai kosong"
"Nanti saya isi bu"
Jawabnya enteng
"Kapan?"
__ADS_1
"Ya kapan-kapan bu"
Ucapnya sambil tertawa
membuat semua seisi kelas
ramai.
"Diam kalian!"
"Rizky sekarang itu bukan
waktunya kamu maen-maen,
bagaimana kalau nilai kamu
beneran kosong kamu tidak
akan lulus dari sini"
"Nanti siang temui saya jam 2"
Ibu bicara ke siapa?"
Tanya Angga
"Ke Rizky, mana orangnya?"
Karna sekarang Rizky
sudah tidak ada di kelas,
entahlah dia gampang sekali
keluar dari kelas apalagi tadi
suasana yang ramai mungkin
dia memanfaatkan waktu itu.
"Keluar kali bu"
"Dasar anak kurang ajar!"
Setelah kerusuhan di kelas
mulai berangsur berhenti bu
Mega segera membuka buku
Soal untuk memberi mereka
pelajaran, berbeda dengan Rizky
kalau soal pelajaran Angga
memang selalu mengedepankan
bahkan bisa di bilang dia jarang
sekali bolos kalau pelajaran itu
masuk dalam salah satu yang di
UN-kan.
"Kalau belum selesai kalian
buat PR saja, karna saya sudah
malas mengajar!
"Baik bu" Jawab seisi kelas
serentak
"Oh iya kalau ada Rizky
tolong bilang temui saya jam 2
Nanti di ruang guru" Perintah bu
Mega
"Iya bu"
Kembali suasana kelas
menjadi begitu ramai apalagi
guru seni budaya tidak masuk
hari ini, membuat mereka
bersorak karna seharusnya hari
ini mereka melakukan tes
memainkan alat musik.
Rizky dengan entengnya
mulai memasuki kelas kembali.
"Elu punya jurus hilang apa
Ky" Ucap Ikhsan salah satu
teman kelasnya
menghiraukan ucapan
temannya itu.
"Darimana lu?" Tanya Aldo
"Biasalah abisnya tuh guru
cerewet banget gua jadi males"
Tapi elu di suruh nemuin
dia jam 2"
"Yaelah paling mau
marahin gua lagi, apalagi pasti
semua guru bakal ngelakuin itu
ke gua" Ucap rizky
"Gak tahu dah" Ucap Angga
Sementara Rizky terus saja
Memandangi gadis yang
menurut dia berbeda dari yang
lain, walaupun sekelas tapi
Rizky tidak pernah melihat dia
tertawa seperti sekarang ini,
rasanya baru kali ini dia begitu
terlihat senang.
"Samperin kali jangan di
liatin aja" Ucap Aldo yangg
mengerti arah padang Rizky
"Belum saatnya" Jawab
Rizky
"Nanti di ambil orang"
Jawab Angga
"Mana ada si yang mau
Ngelawan gua ngambil tuh
cewek?" Ucap Rizky pede
"Seerah lu deh"
Setelah berbincang cukup
lama waktupun mulai menyusut
hingga bel pulangpun sudah
berbunyi dengan kencangnya,
semua siswa sudah
berhamburan keluar
menyisakan Rizky dan seorang
wanita yang terus saja dia
pandangi.
Belum saatnya bantinnya.
Rizky keluar terlebih dulu
meninggalkan dia yang masih
Asik duduk di bangkunya, sesuai
dengan perintah bu Mega
sekarang Rizky sudah memasuki
ruang guru, bahkan rasanya
semua guru merasa aneh
melihat kedatangan dia,
bagaimana tidak cap jelek selalu
melekat didirinya bahkan semua
guru sudah mengetahui itu
__ADS_1
semua.
"Tumben kamu kesini"
Ucap salah seorang guru
Rizky tidak menjawab,
bukannya tidak sopan pasti
kalau dia menjawab akan
banyak pertanyaan lain
"Sini!" Suruh bu Mega
Rizky mulai menghampiri
bu Mega.
"Ada apa bu?"
"Bentar ibu nyelesain ini
dulu" Ucap bu Mega yang
sedang sibuk memberi paraf
pada banyak buku.
"Ayo ikut ibu"
"Kemana?" Tanya Rizky
"Jangan banyak tanya, ini
tuh buat nilai kamu kalau nilai
ekonomi kamu kosong
bagaimana? bisa kamu lulus dari
Sini?" Bu mega mengingatkan
Rizky hanya bisa pasrah,
memang sudah banyak guru
yang lelah mengajarnya hingga
akhirnya mereka selalu member
nilai pas kkm karna mereka
tidak mau berurusan dengan
anak satu ini tapi berbeda
dengan guru lain bu mega selalu
memberi kesempatan agar Rizky
mau berubah.
Ternyata bu Mega
membawa Rizky ke
perpustakaan, sudah pasti Rizky
di suruh membaca semua mater
atau di suruh mengisi berbagai
macam lembar soal.
Qila" Panggil bu Mega,
sementara yang punya nama
langsung menghampiri.
"Kamu ngerti kan maksud
sms ibu?"
Dia hanya menganggukan
kepalanya.
"Rizky"
"Iya bu?" Rizky masih
bingung sebenarnya apa yang
akan di lakukan bu mega dan
kenapa dia memanggil Qila
kesini juga, padahal setahu
Rizky qila tidak pernah
membuat onar atau tidak
Mengerjakan tugas.
"Mulai sekarang kamu akan
di temani Qila mengerjakan
semua tambahan materi
ekonomi"
Rizky membulatkan
matanya, bagaimana tidak
waktu yang dia tunggu untuk
lebih mengenal gadis itu
akhirnya sekarang tiba.
"Rizky!"
"Iya ibu sayang kenapa?"
"Jadi mulai sekarang
jangan bikin Qila kesal atau
apapun itu karna ulah kamu ya,
Qila orangnya perfect jadi ibu
harap kamu bisa tahu itu!"
"Iya"
"Jangan iya terus"
Terus apa ibu cantik?"
Godanya agar bu Mega segera
menyuruhnya pulang.
"Qila kamu tidak keberatan
kan mengajari Rizky apa saja
yang bersangkutan dengan
pelajaran Ekonomi?"
"Tidak bu" Ucapnya sambil
tersenyum sangat manis
"Kalau gitu mulai senin
Besok kalian mulai belajarnya ya
dari pulang sekolah sampai jam 4"
Rizky hanya menganggukan
kepalanya.
"Jangan bolos, kasian Qila
kamu harus berterimakasih
sama dia karna mau mengajari
kamu"
"Qila kalau Rizky membuat
kamu kesal atau susah di
bilangin kamu tinggal telpon ibu
aja ya
Qila menganggukan
kepalanya.
Iya ibu"
"Soal tempat belajarnya
kalian bisa diskusikan itu, ibu
keluar ya"
Rizky pun merasa lega
Sekarang tinggal ia dan Qila
yang terlihat gugup, itu terlihat
jelas dari gerak geriknya yang
sekarang sedang meremas rok
panjangnya itu.
"Santai kali" Ucap Rizky
__ADS_1
asal dan langsung meninggalkan
Qila sendiri.