Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Genggaman tangan


__ADS_3

Sampai bunyi guntur tidak


terdengar baru Qila melepaskan


genggamannya dari tangan


Rizky, mungkin sekarang


wajahnya sudah merah karna


malu, bagaimana tidak? baru


kali ini tangan dia di genggam


oleh pria dan pria itu malah


Rizky yang seharusnya dia


hindari.


"Gua anter pulang"


"Gak usah, saya di jemput


ayah"


"Tapi ini ujan kasian ayah


elu, gua bawa mobil ko tenang


aja"


"Tapi.."


Saat Qila ingin melanjutkan


ucapannya, Rizky malah


menarik tangan Qila dan


membawanya keluar perpus


menuju parkiran, entah harus


beraksi bagaimana lagi karna


sekarang tangan Qila justru di


genggam pria itu dan bodohnya


Qila tidak marah sama sekali


malah merasa nyaman.


Bukan Rizky namanya


kalau tidak bisa mendapatkan


wanita pujaannya, buktinya


sekarang dia sudah menaruh


jaketnya di atas kepala Qila


karna tidak mau gadis di


sebelahnya terkena air hujan,


memang Qila sudah menolak


dari tadi tapi Rizky terus


memaksa dia sampai sekarang


Qila mau juga menaiki mobil


Rizky.


Tidak ada percakapan sama


sekali selama di mobil, Qila


lebih banyak diam karna tidak


mau termakan dengan pesona


Rizky lebih dalam, memang dia


Terlihat sangat baik tapi kalau


baiknya pada semua wanita jadi


untuk apa.


"Sya?" Rizky memulai


pembicaraan


"lya kenapa?"


"Nomor gua lu simpan?"


"Mmmmm itu?" Qila jujur


"Oh gak penting ya"


"Bukan gitu,?"


"Gapapa kalo gak penting


mah gak usah di save Sya" entah


karna apa akhir-akhir ini Rizky


Sebagai lelaki malah selalıu baper


dengan perkataan yang di


ucapkan Qila, walaupun sedikit


tapi kata-katanya selalu bikin


malas untuk menjawab lagi.


Mereka sudah sampai di


rumah, awalnya Qila tidak ingin


menawarkan Rizky masuk tapi


ayahnya malah menyuruh Rizky


masuk ke dalam rumah.


Qila memasuki kamar dan


mengganti pakaiannya, setelah


cukup lama di kamar Qila


memutuskan untuk turun karna


tidak sopan kalau Qila tidak


menemui Rizky lagi.


Orang baru"


"Iya bu Qila juga heran"


"Iya kan gak biasanya tau


ayah kaya gitu"


"Iya bu"


"Yaudah bawa sana kopinya,


kasian anak orang"


Qila membawa kopi itu dan


menaruhnya tepat di samping


Rizky yang masih asik bermain


catur dengan ayahnya.


"Yahhh ayah kalah" ucap


ayahnya dan langsung


meninggalkan mereka berdua


"Gua minum ya"


"Iya"


"Elu anak tunggal?"


"Iya"


Rasanya Rizky sudah malas


menanyakan sesuatu lagi karna


jawabannya akan sama kalo


enggak Ya pasti Tidak.


Setelah meminum kopi,

__ADS_1


Rizky lebih diam karna dia


enggan berbicara terlebih dulu.


Satu detik


Dua detik


Suasana masih saja hening,


sampai akhirnya Rizky bangkit


dari duduknya dan langsung


menghampiri ayah Qila yang


kebetulan berada di luar rumah,


Rizky pamit karna untuk apa di


rumah Qila pun seperti tidak di


inginkan, dia mulai melajukan


mobilnya dengan kecepatan


standar.


Memang sulit


Tapi yakin suatu saat nanti


akan ada masanya kita bisa


duduk berdua dengan perasaan


yang sama.


Rizky Pov


Malam ini Rizky dan


teman-temannya bermain futsal


di tempat langganan mereka,


malam ini mereka akan


berhadapan dengan SMA 75.


"Ky elu gapapa kan?" tanya


Angga


"Emangnya gua kenapa?"


Rizky malah balik nanya.


"Ya gapapa juga si, kaya ada


yang beda aja" ungkap Angga


"Bahasa lu kaya apaan tahu"


Rizky terus saja mengikat


Sepatu futsalnya sampai


sekarang pandangannya


bertemu dengan salah seorang


wanita yang dulu pernah


mengisi hari-harinya.


"Cie elah ketemu mantan


terindah" ejek Aldo


"Kaya tai lu!"


Memang dulu Rizky sangat


menyukai Mawar bahkan dia


gadis yang sama seperti Qila


bisa meluluhkan hatinya, tapi


itu dulu, sekarang semua


perasaannya hanya untuk Qila,


memang belum bisa di dapatkan


tapi nanti pasti bisa.


sekarang Mawar berpacaran


dengan Gilang, lelaki yang selalu


menjadi musuhnya bisa di


bilang sama seperti Rizky,


Gilang merupakan playboy di


sekolahnya.


Pertandingan di mulai,


memang cukup sengit apalagi


yang di lawannya kali ini


merupakan musuh, satu gol


tercipta terlebih dulu dari SMA 7


5 tidak butuh waktu lama untuk


Rizky memasukan bola ke


gawang 75 dengan satu


tendangan kaki kirinya sangat


mudah.


Sampai menit menit akhir


skor masih sama yaitu 1-1


penjaga gawang yang mereka


miliki memang sama-sama


hebat, oleh karna itu Rizky


sangat susah memasukan bola,


sekarang tiba Rizky


mendapatkan bola tinggal


sedikit lagi dia bisa memasukan


bola itu, tapi tanpa dia duga


Gilang menendang kaki


kanannya tepat dari belakang


sampai Rizky merasakan nyeri


yang amat sangat sampai dia


terjatuh.


"Lu gila hah, main tuh


sportif" ucap Angga


"Kenapa? Lu takut kalah"


ucap Gilang bangga


"Kita gak akan kalah kalo lu


gak nendang kaki Rizky"


"Udah udah mending lu


bantuin gua" ucap Rizky


Dan teman temannya


membawa Rizky ke luar


lapangan.


Sebenarnya ingin sekali


Rizky menonjok wajah Gilang


tapi di urungkan niatnya itu


yang justru akan memicu


keributan baru lagi.

__ADS_1


"Gua yakin lu bisa masukin


Do"


"Doain gua Ky, biar gua


balas rasa sakit lu sama


kemenangan kita" ucap Aldo


semangat


Memang wasit menunjuk


pinalti karna berada di depan


gawang saat di langgar.


Dan kini tiba Aldo


menendang bola dan benar saja


ucapan Aldo dia berhasil


mengakhiri pertandingan ini


dengan skor 1-2.


Sementara Gilang yang


merasa geram dengan semua


keadaan di lapangan di tambah


kekalahannya langsung


meninggalkan tempat futsal


tersebut.


"Ky kayanya kaki elu cedera


deh"


"Gua pikir juga gitu, kaki


gua susah di gerakin masa iya


patah lagi?" ucapnya sangat


bodoh, bahkan Rizky tidak


meringis sekalipun membuat


teman-temannya ingin


memukul dia.


Mereka membawa Rizky ke


rumah karna memang ada


Tukang urut yang menjadi


andalan mereka bertiga kalau


kakinya patah atau keseleo.


Untung saja mereka dekat


dengan tukang urut itu, jadi


walaupun tengah malam seperti


ini dia tetap mau datang


kerumah Rizky.


"Pelan-pelan aja pak" ucap


Rizky


Bahkan rasa sakit yang dia


rasakan kini begitu terasa, tak


butuh waktu lama tukang urut


selesai membenarkan kaki Rizky


dan benar saja sekarang dia bisa


sedikit menggerakan kakinya,


Walau rasa sakitnya akan hilang


4 hari kemudian tetap saja dia


sangat berterimakasih karna


mengenal pak Muklis


langganannya.


"Terimakasih ya pak, dan


ini sedikit buat bapak" ucap


Rizky dan memberikan amplop


"Nak lain kali hati-hati ya


ini udah tiga kali kamu kaya gini"


ucap pak amuklis penuh


perhatian


Rizky hanya mengangguk


"Maklum pak, ini anak so


jagoan" ucap Angga meledek


"Apaan si lu, mereka aja


takut kalah sama gua jadi selalu


nendang kaki gua bukan bola"


ucap Rizky tak mau kalah


"Udah-udah, gua antar pak


Muklis pulang dulu" ucap Aldo


melerai


Dan Aldo langsung pergi


mengantar pak Muklis pulang.


"Besok elu gak sekolah


dong?" tanya angga


"Gila aja gua sekolah kaki


kaya gini" jawab Rizky


"Ya kali kan ada gebetan


Yang bikin rasa sakit ilang tapi


bagi elu mah ini kesempatan


buat bolos gak masuk sekolah


iya kan?" ucap Angga kali ini


sambil terkekeh geli


"Gila lu, gua gak segitunya


kali kalo sakit ya sakit aja, ga


mempan mumpun kaki gua


sakit kan gua bisa nyantai di


rumah gak perlu denger


omongan guru-guru yang bikin


gua mumet" ucap Rizky


"Udah ah gua mau tidur,


mau ngerasain kaki gua nih,


kalo lu mau makanan atau


minuman ambil aja di kulkas"


Angga menganggukan


kepalanya dan ya Angga dan


Aldo memutuskan menginap


hari ini menemani sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2