Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Qila Menjauh


__ADS_3

Dua hari libur sekolah membuat Qila malas melakukan aktivitasnya, seperti sekarang dia enggan beranjak dari kasur miliknya, padahal jelas hari ini dia sudah memiliki janji untuk jalan bersama Aldo.


Entahlah seminggu lebih Qila sudah begitu dekat dengan Aldo, bahkan mereka selalu menghabiskan waktunya berdua, tak jarang Aldo juga sering mengantarkan Qila pulang tapi ada hal aneh justru yang Qila rasakan, rasa seperti kehilangan seseorang. Seseorang yang selama ini selalu ada di hati maupun setiap harinya.


Ya semenjak Kinar menyatakan cintanya pada Rizky, Qila lebih memilih menjauh dari Rizky karna dia tidak mau persahabatannya semakin hancur dengan Kinar, memang ada rasa tidak rela harus menjauh dari Rizky orang yang selama ini selalu ada di pikirannya tapi lagi-lagi perkataan Kinar membuat Qila berpikir ulang, bahkan Qila sekarang sudah berani menghapus semua foto berdua ia bersama Rizky dan yang lebih lagi sekarang dia sudah memblokir nomor Rizky dari ponselnya. Ia juga tidak tau apa yang di lakukan dia itu benar atau tidak. Yang jelas sekarang hatinya sakit, dia ingin bisa berdua dengan Rizky tapi ada Kinar yang membuat batas antara hubungan Qila dan Rizky. la tidak mau membuat sahabatnya itu kecewa karna ulahnya.


Dering ponsel menganggetkan Qila


Aldo


Assalamu alaikum Qi


Aldo


Jam 7 gua kesana ya


Ada dua pesan disana. Ya siapa lagi kalau bukan Aldo yang entah kenapa terus saja mendekat pada Qila sebenarnya sangat membuat Qila tidak suka atas perlakuannya akhir-akhir ini.


Syaqila


lya


Jawab Qila singkat, dua hari lalu entah sengaja atau tidak Rizky menyanyikan lagu milik Aldi Maldini, yang ia yakini sedang menyindir ia bersama Aldo, jujur hati Qila juga sesak mendengar Rizky menyanyikan lagu itu tapi ia harus bisa menjauhi Rizky walaupun mungkin sulit.


Qila memutuskan untuk pergi ke kamar mandi, bersiap-siap untuk pergi bersama Aldo.


Sebenarnya ia juga malas mandi sepagi ini apalagi ini dalam kondisi libur Sekolah tapi ia tidak mau menggagalkan acara Aldo hari ini.


***


Tepat jam 06:30 Qila sudah rapi dengan pakaian casualnya, la sengaja tidak berpakaian formal karna iapun belum tau entah hari ini Aldo akan mengajak Qila kemana tapi yang jelas jujur sebenarnya Qila sangat malas berpergian hari ini di tambah kondisi hatinya yang terus saja merasakan sesak. Tapi tidak mungkin juga ia menolak ajakan Aldo ia tidak mau di cap sombong sebagai wanita.


Bella


Qi lagi ngapain ?


Syaqila


Lagi mau jalan


Bella


Sama siapa? Aldo?


Syaqila


lya


Bella


Serius? Terus babang Rizky


Qila malas sekali membahas Rizky sebenarnya karna Bella pun sudah tahu tapi entah kenapa Bella selalu membawa-bawa Rizky dalam topik pembicaraan.


Syaqila


Bell, aku kan udah sering bilang


Bella


Gue liat Rizky lagi makan sama Kinar


Lagi hati Qila di buat sangat sesak mendengar ucapan Bella.


Syaqila


Terus apa hubungannya sama aku?


Bella


Qi gua tahu elu suka sama Rizky, elu gak bisa ngelak itu dari gua


Syaqila


Bell, maaf ya udah ada Aldo jemput, nanti di lanjut


lagi ya


Balas Qila bohong, padahal sekarang dia sudah menahan air matanya yang terasa sangat perih, sesak kenapa seperti ini, memang ia akan merelakan kalau Kinar bersama Rizky tapi entah kenapa hatinya justru sakit.


Air matanya mengalir begitu saja, seberapa kuatpun Qila menjauh tapi benar kata Bella kalau dia sudah menyukai Rizky dan mulai luluh dengan perlakuan yang Rizky berikan itu.


tok tok tok


Terdengar suara ketukan di depan, Qila mulai menghapus air matanya dengan tisu dan menghapiri orangtuanya yang kini sudah duduk bersama Aldo.


"Nak kamu gapapa kan?" tanya ibu Qila seolah tahu sekarang yang sedang Qila pikirkan, karna memang matanya pasti masih terlihat merah.


"Gapapa bu, yah Qila izin keluar ya"


"Hati-hati ya, jangan pulang malam" ucap ayah


Qila dan Aldo langsung menyalami orangtua Qila dan pergi setelah mengucapkan salam.


"Elo gapapa kan Qi?" tanya Aldo

__ADS_1


Qila malah melamun tidak mendengar pertanyaan yang Aldo sampaikan.


"Qi elo gapapa kan?"


"Qi" ucap Aldo kali ini dengan menepuk helm yang Qila kenakan sangat pelan


"Ah iya kenapa Do?" tanya Qila gelagapan


"Elo lagi gapapa kan?" tanya Aldo lagi


"Gapapa ko, maaf tadi bengong" ucap Qila kali ini dan langsung mengarahkan tangannya untuk memegang jaket yang Aldo kenakan


"Kita ke Puncak Qi, lebih tepatnya masih daerah Cianjurnya si Taman Bunga Nusantara gapapa kan kalo kita pergi kesana?" ucapan Aldo berhasil membuat Qila membulatkan matanya


"Berdua aja?" tanya Qila


"Enggak ko di depan Alfa kita ketemu sama temen gua" jawab Aldo


Qila tidak berbicara lagi dia memilih diam dan sibuk dengan pemikirannya yang entah kenapa lagi-lagi memikirkan Rizky.


Gue liat Rizky lagi makan sama Kinar


Gue liat Rizky lagi makan sama Kinar


Gue liat Rizky lagi makan sama Kinar


Ucapan Bella seakan memenuhi pemikiran Qila, bukan hanya itu Qila juga di buat sesak karna ucapan itu. Lagi Kinar pergi bersama Rizky. Membuat Qila memikirkan hal yang tidak-tidak.


Bagaimana kalau Kinar menyatakan perasaannya lagi pada Rizky. Apa Rizky akan menerimanya kali ini?


Entah hatinya sungguh sakit kalau harus memikirkan itu.


***


Sudah 3 jam perjalanan tapi mereka belum sampai juga di tempat tujuan.


Ya memang pemandangan selama di perjalanan sangat indah membuat pikiran Qila pun sedikit tenang. Tapi tetap saja ucapan Bella seperti menusuk hati Qila membuatnya terus dan terua memikirkan Kinar dan Rizky.


"Masih lama?" tanya Qila


"Enggak ko" jawab Aldo meyakinkan


Qila memutuskan membuka ponselnya, ada satu pesan disana dari Bella.


Rizky berantem lagi Qi sama Kevin, gua juga gak tau masalahnya yang jelas kata Angga sekarang dia ada di rumah sakit.


Entah apa yang bisa menggambarkan hati Qila sekarang, bukannya tadi kata Bella Rizky sedang makan bersama Kinar lantas kenapa sekarang dia mendapat kabar seperti ini. Justru lagi-lagi membuat hatinya sesak, itu artinya akan banyak luka lagi di wajah maupun badan Rizky apa dia tidak merasa sakit apa dia tidak pernah berpikir sebelumnya apa semua masalah yang dia punya harus di balaskan dengan pukulan. Apa tidak ada cara lain untuk menyelesaikan masalah selain berantem.


Qila menatap nanar pesan yang dikirimkan Bella, entah kenapa matanya terasa begitu perih sampai ia menjatuhkan air matanya lagi.


Qila segera mungkin menghapus air matanya.


"Enggak Do kenapa" jawab Qila dingin


Kalo di perbolehkan sekarang Qila ingin lari dari sini dan pergi melihat keadaan Rizky yang Qila yakini pasti sangat parah karna tidak biasanya dia di bawa kerumah sakit, tapi di satu sisi dia juga tidak mau membuat Aldo khawatir.


"Bentar ya ada telpon dari Angga" ucap Aldo


Apa Angga akan memberitahu Aldo?


Apa Aldo akan membatalkan acaranya kali ini demi Rizky tapi dugaan Qila salah, buktinya sekarang Aldo masih melanjutkan perjalanan.


"Ada apa?"


"Biasa si Rizky bikin ulah, udah gak penting gua lagi males bahas dia Qi. Pasti dia yang salah emang tuh anak selalu cari gara-gara gak pernah sedikit aja bersikap dewasa gua juga heran. Dia selalu bersikap kekanak-kanakan" jawab Aldo sedikit tapi menusuk


Apa sudah tidak ada artinya lagi persahabatan Aldo dengan Rizky? Bukankah mereka berdua sangat dekat, kalau sekarang Rizky ada di posisi Aldo pasti dia akan lebih memilih membalikan motornya dan pergi ke Rumah Sakit untuk menghampiri dia. Tapi berbeda dengan Aldo ia justru melanjutkan perjalanan dan seolah tidak terjadi apa-apa padahal sahabatnya sendiri sekarang sedang terkapar di Rumah Sakit.


Qila sudah meneteskan air matanya lagi, tidak percaya dengan reaksi yang Aldo keluarkan.


Tepat pukul 11:40 mereka sampai di tujuan, Qila mulai mengikuti Aldo dari belakang tapi kali ini Aldo lebih memilih menarik tangan Qila agar bisa sejajar dengannya.


"Suka gak Qi?" tanya Aldo


"Suka" jawab Qila bohong, karna jujur pikirannya entah kemana,memikirkan bagaimana keadaan Rizky sekarang, Qila sungguh takut kalau sesuatu hal terjadi pada Rizky, memang bukan kali pertama Qila tau Rizky berantem tapi tetap saja ia sangat khawatir akan keadaan Rizky hari ini.


"Qi?"


"Hmmm?"


"Elo nangis?" tanya Aldo


"Enggak ko" jawab Qila dan langsung menarik tangan Aldo menuju rumah kaca, tempat banyak tanaman di simpan di sana.


"Suka Qi disini?"


Qila hanya menganggukan kepalanya.


Rumah kaca yang banyak di hiasi dengan berbagai macam tanaman. Dari mulai yang kecil sampai tanaman yang berukuran besar ada disana. Tidak hanya dari indonesia, disana juga banyak bunga bunga yang berasal dari luar negeri. Semuanya menyatu dengan sangat baik dan indah.


Qila terus saja mengekor di belakang Aldo. Sepertinya benar Aldo tidak memperdulikan Rizky, buktinya Aldo tidak membahas Rizky sama sekali. Apa segitu tidak berartinya persahabatan mereka, bukankah mereka selalu menjungjung tinggi rasa persaudaraan, kekompakan tapi ada apa dengan Aldo hari ini? Ini seperti bukan Aldo yang Qila kenal, dia tidak khawatir sama sekali pada Rizky sahabatnya.


"Qi kita makan dulu ya disana" Ucap Aldo membuat Qila menolehkan pandangannya.


"Iya" Jawab Qila sangat singkat

__ADS_1


"Mau makan apa?"


"Terserah kamu aja Do"


Aldopun mulai memesan makanan. Sementara Qila kini sedang asik dengan ponsel pintar miliknya.


Ada satu pesan tertera disana ya dia Bella.


Bella


Elu udah pulang belum Qi?


Syaqila


Belum Bell. Aku heran banget sama sikap Aldo hari ini. Dia beda banget Bell dia kaya gak khawatir sama sekali sama Rizky. Padahal kan mereka bersahabat sudah sangat lama.


Jawab Qila dengan panjang lebar karna jujur ia memang kecewa dengan respon Aldo.


Bella


Dia gak ngajakin elu pulang gitu?


Syaqila


Enggak Bell. Mangkanya aku aneh banget sama dia gak biasanya kan


Ketikannya tiba-tiba terhenti karna sekarang Aldo sudah duduk disamping Qila.


"Lagi chatingan sama siapa?" Tanya Aldo


penasaran


"Ah enggak siapa-siapa ko. Makanannya udah dateng mending kita makan aja ya" Jawab Qila mengalihkan pembicaraan.


Mereka berempat mulai menyantap makanan yang tersaji di meja dengan begitu lahapnya, tapi tidak dengan Qila dia hanya memakan makanannya sedikit saja membuat Aldo tidak suka melihatnya.


"Kenapa gak di makan si Qi?"


"Gapapa aku masih kenyang aja" Jawab Qila bohong, padahal ia sedang tidak mood untuk makan.


Qila ingin sekali mengajak Aldo pulang, tapi ia takut. Takut kalau Aldo menanyakan kenapa ia ingin pulang. Qila bingung harus menjawab apa nantinya, tidak mungkin dia menjawab khawatir pada Rizky itu akan membuat Aldo kecewa pastinya.


Qila urungkan niatnya itu karna ia tidak mau membuat Aldo marah ia takut melihat Aldo emosi.


"Kita mau kemana lagi nih?" Tanya Aldo kali ini


"Cabut aja yuk" Ucap teman Aldo


Ucapan teman Aldo itu membuat Qila tersenyum. Ya akhirnya ada yang mewakili perasaannya. Jadi dia tidak perlu repot-repot untuk mengajak Aldo pulang.


"Yaelah masih sore kali bentar lagi dah mending kita ke tempat lain yuk" Ajak Aldo


Jawaban Aldo kali ini justru membuat Qila kecewa, ia ingin sekali pulang tidak mau untuk pergi ke tempat lain lagi.


"Yaudah ayo" Jawab teman Aldo


Tanpa pikir panjang mereka pun langsung pergi keluar dari Taman Bunga dan menuju tempat wisata lain yang ada di Cianjur.


Sebenernya Qila sudah malas di tambah ia pun cape karna selama di Taman Bunga ia terus berjalan.


"Apa gak sebaiknya kita pulang aja Do?" Ucap Qila ragu


"Emangnya kenapa si Qi?"


"Elu gak suka maen sama gua atau apa?" Ucapan Aldo membuat Qila sedikit takut.


"Bukan gitu Do. Aku cape aja dari tadi kan kita jalan jalan terus di Taman Bunga" Jelas Qila kikuk


"Elu kecapean Qi? Yaudah ayo kalo gitu kita pulang aja ya. Bentar gua bilang dulu sama temen gua" Ucap Aldo penuh perhatian


Coba dari tadi Aldo mengatakan itu pada Qila. Mungkin Qila akan sangat senang.


Qila tidak berbohong pada Aldo, dia memang sangat lelah hari ini. Tidak biasanya Qila mau berjalan jalan jauh seperti tadi, karna itu akan menyebabkan ia kelelahan.


Aldopun mulai melajukan motornya, ya kita berempat bergegas untuk pulang kerumah masing-masing.


Pemandangan Kota Cianjur memang tidak bisa di ragukan lagi. Hamparan kebun teh tah lupa juga hamparan sawah yang luas membuat mata segar melihatnya.


Susasanapun begitu adem tidak seperti di Jakarta yang penat dan panas bahkan cuaca sepetinya tidak pernah mengenakan.


Sebelum pulang mereka berempat memutuskan pergi ke tempat oleh-oleh terlebih dahulu. Aldo tidak mau Qila pulang tanpa membawa apapun untuk kedua orangtuanya.


"Gak usah Do ayo kita langsung pulang aja" Ucap Qila tidak sabar, karna jujur ia ingin sekali langsung pergi kerumah sakit untuk menengok Rizky agar ia tau bagaimana keadaan Rizky sebenarnya.


"Masa elu pulang gak bawa apa-apa si Qi. Kita beli oleh-oleh dulu buat Ayah sama ibu"


"lya tapi gak usah banyak banyak Do, aku gak mau ngerepotin kamu"


"Enggak Syaqila. Ngerepotin apa si justru gua seneng banget bisa ngajak elu maen keluar. Ini sebagai tanda terimakasih gua buat orangtua lu karna udah izinin kita jalan" Jelas Aldo


"Padahal gak usah Do. Orangtua aku juga bakalan izinin ko kalo aku perginya sama orang yang udah ayah kenal"


"Iya gapapa. Bentar ya gua bayar dulu"


Setelah membayar semuanya Aldo dan Qila pun memutuskan pergi melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Jakarta.

__ADS_1


__ADS_2