Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Diantar pulang


__ADS_3

Jam 14:00 dan mereka


masih asik dengan berbagai


macam soal yang bu Mega


berikan, padahal ini baru satu


bab tapi begitu banyak soal yang


harus di kerjakan oleh Rizky,


tapi bedanya dia lebih paham


kalau Qila yang menerangkan


semua itu, Rizky pikir gadis itu


berbakat menjadi seorang guru.


Suara dering telepon


mengagetkan mereka berdua,


ternyata ponsel Qila yang


Berbunyi dan menampilkan


ayah calling, memang


sebelumnya Qila berjanji jam 11


ia akan pulang tapi ini sudah


jam 2 dan mereka masih berada


disana.


"Hallo assalamu alaikum


yah"


"Nak kamu dimana?"


"Maaf yah, Qila lupa


beritahu ayah kalau sekarang


Qila udah mulai bantuin temen


buat ngerjain tugas" ucapku jujur


"Iya kamu dimana


sekarang? Kata ibu kamu janji


Jam 11 pulang tapi ini sudah jam


2 loh kok kamu belum pulang?"


ucap ayah sedikit tinggi


Qila sudah terlihat


ketakutan karna memang tidak


biasanya dia melanggar janji.


"Maaf yah Qila minta maaf,


Qila masih di Caffe Jasmine


sebentar lagi Qila pulang ya"


"Apa perlu ayah jemput?"


tanya ayah Qila


"Enggak usah yah, Qila bisa


naik angkot"


"Yaudah hati-hati"


"Iya yah assalamu alaikum"


Qila sedikit lega karna


ayahnya tidak


mempermasalahkan itu semua.


Setelah menyelesaikan satu


lembar soal Qila memutuskan


membereskan semua buku yang


dia bawa dan memasukannya ke


dalam tas.


"Udah kan, saya pulang


duluan ya" ucap Qila


"Biar gua antar"


Seengganya gua bisa duduk


deket sama elu, batin Rizky


"Gak usah, saya bisa naik


angkot"


"Gapapa biar gua aja yang


anter, lagian ini sebagai tanda


terimakasih gua karna lu udah


mau bantuin"


Qila hanya mengangguk


patuh.


"Nih pake" Rizky


menyodorkan helm pada Qila


Lagi Qila hanya


mengangguk dan menerima


helm itu.


"Ayo naik"


"Iya" terlihat jelas dari


wajah Qila kalau dia sedikit risih


kalau harus berboncengan


dengan pria apalagi Rizky pria


yang di cap sebagai playboy di


sekolahnya.


Sementara Rizky sesekali


melihat wajah Qila dari kaca


spion bahkan Rizky terlihat


senang karna berhasil


mengantar Qila pulang ke


rumahnya.


Memang sulit, tapi gue


yakin elu bisa juga gua dapetin


Sya.


"Macet" ucap Qila pelan


"Apa?" tanya Rizky yang


tidak mendengar jelas ucapan


Qila


"Gapapa" jawab Qila


Setelah cukup lama mereka


berkutat dengan kemacetan di

__ADS_1


sore hari akhirnya sampai juga


di rumah Qila, dan sekarang


Rizky jadi mengetahui dimana


Qila tinggal, sebenarnya itulah


satu alasan kenapa Rizky mau


mengantar Qila pulang.


"Makasih ya"


"Iya sama-sama gua pulang"


Qila hanya menganggukan


kepalanya dan langsung pergi ke


dalam rumah.


"Qi udah ngerjain pr belum


"Udah"


"Gua liat ya plissS gapapa


kan Qi"


Lagi Qila menganggukan


kepalanya dan langsung


memberikan buku prnya.


"Gimana ngajar tuh anak


playboy Qi?"


Gak gimana-gimana"


"Pasti susah ya Qi dia kan di


sekolah aja kaya gitu berani


banget sama guru, apalagi sama


elu Qi bukan siapa-siapa nya dia


iya kan"


"Ya begitulah Bell,


mudahan aja semuanya berjalan


lancar dan aku gak perlu


lama-lama ngajar dia"


Setelah Bella berhasil


menyalin buku Qila mereka


berduapun memutuskan pergi


ke kantin karna bel masuk


belum berbunyi.


Selama menyusuri koridor


kedua sahabat itu selalu


berbincang mengenai banyak


hal, dari masalah sekolah


sampai masalah pribadi yang


mereka alami akhir-akhir ini,


Qila hanya bisa tertawa lepas


kalau sedang bersama Bella,


bahkan rasanya dengan teman


sekelas yang lain Qila tidak


pernah menyapanya terlebih


dulu.


segerombolan anak futsal yang


juga tengah duduk di kantin


siapa lagi kalau bukan Rizky CS,


geng mereka begitu terkenal di


Sekolah bahkan rasanya semua


siswa tergila-gila pada


ketampanan Rizky yang bisa di


bilang merupan leader mereka


Semua.


Rizky yang terus


memperhatikan Qila sampai


lupa kalau dia menaruh sambal


di makanannya begitu banyak.


"Fokus kali" ucap salah satu


temannya


"Susah gua kalo udah liat


dia rasanya pengen banget


merhatiin dia terus" jawab Rizky


Jujur, memang sudah lama


Rizky menaruh hati pada Qila


Tapi entahlah hanya pada Qila


Rizky tidak berani


mengungkapkan perasaannya


karna memang semua cewek


yang pacaran dengan dia


biasanya menyatakan Cinta


terlebih dulu pada Rizky.


****


"Gua ke kelas" ucap Rizky


dan langsung meninggalkan


teman-temannya.


Di dalam kelas Rizky mulai


memberanikan diri mendekat ke


meja Qila.


Qila yang bingung dengan


Reaksi Rizky hanya sesekali


menepuk tangan Bella.


"Ngapain lu kesini?" tanya


Bella


"Yaelah duduk dimana aja


kali gak ada yang larang"


"Tapi kita males duduk


sama lu" ucap Bella, memang


Bella kurang menyukai Rizky


yang bertingkah sok

__ADS_1


kegantengan tapi memang


ganteng


"Oh gitu"


"Nanti jam 2 gua tunggu di


Perpus Sya" ucap Rizky dan


Langsung berlalu menuju tempat


duduknya.


"Tuh anak tumben giat


banget belajar?"


Qila menggelengkan


kepalanya.


Setelah semua mata


pelajaran selesai Qila tidak


langsung pergi ke perpus tapi


dia berjalan ke arah kantin


terlebih dulu.


Drrtt drtt drrrttt


Ponsel Qila berbunyi dan


menampilkan nomor yang


memang tidak dia simpan,


Seingat Qila ini adalah nomor


milik Rizky.


+6285617787xxx


Lo dimana?


Gua udah di perpus


Syaqila


Tungguu


Setelah membalas pesan


dari Rizky Qila memutuskan


membayar roti dan air mineral


yang dia beli, karna tidak mau


melihat Rizky mengoceh bahkan


marah padanya, sudah cukup


kemarin qila melihat Rizky jutek


Karna dia telat.


Ternyata benar kata dia


bahkan sekarang Rizky sedang


membaca sebuah buku ekonomi.


"Darimana?" tanya Rizky


Yang di tanya hanya


menunjukan air mineral dan roti


yang tadi ia beli.


"Kenapa beli satu?" tanya


Rizky


"Yaudah gua ke kantin dulu"


ucapnya lagi


"Minum aja" ucap Qila


langsung menyodorkan air


Mineralnya pada Rizky.


"Elu?"


"Punya saya masih ada ko".


Rizky yang di perbolehkan


langsung mengambil air itu dan


meminumnya karna memag


dia sangat haus.


Thanks"


Qila mulai membuka


lembar buku yang sedang dia


pegang, hari ini mereka tidak


mengerjakan soal melainkan


Qila menerangkan bab ke dua


karna menurut Qila kalau


langsung ke soal Rizky tidak


Akan paham dari awal oleh


sebab itu Qila mulai


menjelaskan.


"Sya?"


Qila hanya mendongkapkan


kepalanya menatap Rizky.


Tatapan elu bikin gua luluh


Sya batin Rizky.


"Gapapa, berenti dulu ya


ngejelasinnya gua pusing


dengerin semua materi yang elu


jelasin"


Qila mengangguk dan


langsung membuka novel


kesukaannya.


"Lu suka novel?"


Lagi Qila hanya


menganggukan kepalanya.


"Udah jam 4, ayah saya


udah ada di depan, besok di


lanjut lagi ya saya duluan"


setelah mengucapkan itu Qila


langsung membereskan buku


dan meninggalkan Rizky


sendirian.


Lama-kelamaan juga gua


bakalan bisa dapetin elu sya,


walau kadang elu gak pernah


nganggep gua ada.

__ADS_1


__ADS_2