
Ucapan Kinar lagi lagi menghantui pikiran Qila. Qila di buat tidak percaya dengan semua penuturan yang Kinar ucapkan. Bukan hanya soal ia yang menyukai Rizky dan menyatakan cinta terlebih dahulu pada Rizky, tapi yang membuat Qila sangat tidak percaya sahabatnya itu bisa berkata kasar pada Qila bahkan membuat Qila sesak karna ulahnya itu.
Tidak biasanya hari ini Qila datang kesekolah jauh lebih awal, diapun tidak meminta ayahnya untuk mengantar dan tidak seperti biasanya juga Qila tidak sarapan terlebih dulu, orangtuanya pun di buat penasaran dengan sikap yang Qila keluarkan hari ini karna tidak biasanya Qila seperti itu.
Masih jam 06:00 tapi Qila sudah sampai di Sekolah, bahkan ia berjalan di koridor dengan sangat lesu, dia malas kesekolah apalagi harus bertukar pandang dengan Rizky lelaki yang sudah membuat sahabatnya menangis bahkan membentak Qila.
Qila akui memang dia cemburu, ternyata Kinar
sudah lebih dekat dengan Rizky bahkan sahabatnya itu menyatakan perasaanya pada Rizky, tapi di sisi lain Qila juga tidak bisa mengelak bahwa sekarang dia juga
sama sudah mulai menyukai Rizky.
Ia juga tidak paham bagaimana rasa ini tumbuh yang jelas semenjak Rizky peduli padanya dia pun mulai mengagumi pria itu.
"Sya?"
"Sya elo gapapa?" pertanyaan itu sontak membuat Qila mendongkapkan kepalanya.
Rizky?
Sejak kapan dia datang ke sekolah lebih awal seperti ini. Usahanya untuk menghindar justru gagal kalau harus bertemu dengan Rizky. la Qila akui dia berangkat lebih pagi karna ingin menghindar dari lelaki yang sudah membuat sahabatnya sakit hati.
"Sya elu kenapa?"
"Sya?"
Qila masih tidak menjawab, ucapan Kinar terus saja terngiang di pikiran Qila mengganggu semuanya. Membuat hatinya sesak kembali.
Gue suka sama Rizky Sya
Rizky temen elu
"Sya, elo kenapa. Elu lagi ada masalah atau kenapa?" ucap Rizky lagi
Qila menjawab hanya dengan menggelengkan kepalanya dan memilih pergi meninggalkan Rizky, jujur hatinya memang ingin bersama Rizky tapi tidak mungkin juga dia menghancurkan persahabatannya dengan Kinar, apalagi Qila dan Kinar bersahabat sudah sangat lama. Ia akan mengalah untuk sahabatanya itu. la tidak mau membuat hancur pertemananya dengan karna seorang pria.
Qila memutuskan pergi ke kelas, menjatuhkan kepalanya di atas meja lalu menutupnya dengan buku Sejarah yang ia bawa hari ini.
"Sya?" panggilan itu lagi pasti berasal dari Rizky.
Qila memutuskan tidak bersuara dan masih menyembunyikan wajahnya di balik tas dia.
"Elo marah sama gua?" tanya Rizky lagi
"Apa ada yang salah dari gua Sya?"
Qila masih enggan menjawab, hatinya masih sesak apalagi sahabatnya juga menyukai orang yang sama yaitu Rizky. Qila tidak tau harus bersikap seperti apa dalam menghadapi Rizky. Pria yang sudah membuat ia dan sahabatnya Kinar jatuh cinta secara bersamaan. Apakah Qila harus menghindar tapi di satu sisi dia juga ingin berdua dengan Rizky.
"Sya?"
"Aku gapapa Ky" jawab Qila sangat pelan bahkan hampir tidak terdengar sama sekali oleh Rizky.
"Elo sakit?" tanya Rizky
"Qilaaaaaa" Panggil Bella keras
"Wooyyy elu ngapain" ucap seseorang yang Qila yakini adalah Bella yang sudah muncul disana.
Qila mulai mengangkat kepalanya dan benar ternyata itu adalah Bella sahabatnya.
"Gua cuma khawatir sama dia. Dari tadi gua panggil dia gak jawab sama sekali gak lebih ko. Gua cuma takut dia sakit aja"
__ADS_1
"Gak usah khawatir kalo rasa khawatir elo itu kesemua cewek juga" jelas Bella dan langsung menarik tangan Qila pergi meninggalkan Rizky.
***
Kantin
Sekarang mereka berdua sedang berada disana. Bella sengaja mengajak Qila ke Kantin karna tidak mau melihat sahabatnya itu tidak sarapan. Bella yakini pasti Qila belum sarapan karna berangkat sepagi ini. Jujur Bella baru kali ini melihat Qila segalau sekarang, karna memang Bella pun tahu Qila tidak pernah memiliki pria idaman.
"Qi elo jangan kaya gini dong ga.ua gak suka tau" ucap Bella
"Kinar pasti marah banget sama aku Bell. Aku gak mau bikin dia kecewa sama aku"
"Elo gak salah Qi. Kan gua udah bilang harusnya elu yang marah sama dia bukan malah dia yang bentak-bentak elu gak jelas" ucap Bella
"Menurut aku emang gak salah, tapi beda dengan pikiran dia Bell, dia bakalan benci sama aku apalagi kalo tau...."
"Lo juga suka sama Rizky iya?" potong Bella
"Qi kalo lu juga suka sama dia itu hak lo, lo berhak merasakan itu Qi jadi lo jangan merasa bersalah kaya gini sama temen lu itu. Elu juga berhak bahagia sama cowok yang elu harapin, elu gak usah peduliin dia Qi, harusnya elu juga pikirin hati sama perasaan elu"
"Tapi..."
"Lo mau mikir apalagi Qi, sekarang elu gak bisa ngelak gua juga tau kalo pasti elu bakalan luluh sama dia. Gua percaya Qi kalo dia itu bener-bener tulus sama elu bukan sekedar basa basi mau mainin hati lu aja enggak Qi. Gua yakin dia pasti bakalan berubah kalo udah sama elu gua yakin itu Qi' potong Bella
Entah dorongan darimana tapi sekarang Bella sudah memeluk Qila dengan sangat erat, Qila menangis disana hanya Bella memang yang selalu mengerti keadaan Qila. Qila tidak tau kalo sekarang tidak ada Bella, entah akan seperti apa jadinya ia, karna hanya Bella yang mau menjadi temannya. Hanya Bella yang selalu mau mendengarkan segala keluh kesahnya. la sangat berterimakasih pada Bella karna sudah mau menjadi sahabat baiknya.
"Lakuin apa yang sekarang ada di hati lo Qi lakuin yang elu rasain. Jangan pernah dengerin kata orang Qi"
"Jangan bikin elu nyesel sendiri nantinya. Gua tau ko elu bisa milih mana yang baik buat elu mana yang buruk buat elu. Kita udah SMK kita paham sama hati kita sendiri Qi bukan orang lain" ucap Bella lagi, Qila menjawab dengan menganggukan kepalanya.
"Elu jangan pernah merasa bersalah Qi karna ini soal perasaan. Hati itu gak bisa di paksa Qi"
"Tapi aku takut persahabatan aku hancur Bell sama Kinar"
"Elu gak usah pikirin semua itu Qi. Ya gua yakin pasti dia marah kecewa tapi apa hak dia. Rizky juga gak salah kan kalo dia suka sama elu apa salahnya dia coba Qi, sedangkan elu aja kan bukan milik siapapun jadi Rizky juga berhak merasakan semua itu"
"Iya Bell tapi tetep aja Bell aku takut"
"Udah udah elu gak usah bahas itu lagi lupakan yang gak seharusnya elu inget Qi"
Qila menganggukan kepalanya.
Mereka berdua pun memutuskan masuk kedalam kelas karna sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.
Tapi saat Qila berpapasan dengan Rizky dia memilih menundukan kepalanya karna jujur hatinya akan sesak kalau harus bertemu pandang dengan Rizky pria yang kini ia sukai. Rizky mampu membuat hati dan pikirannya tidak sinkron.
Bel istirahat sudah berbunyi tidak biasanya hari ini Rizky tidak keluar dari kelas ia lebih memilih berdiam diri di kelas memainkan ponsel miliknya, karna jujur semenjak dia menolak Kinar hampir tiap jam Kinar mengirimi ia pesan, dari mulai menanyakan dia sudah makan atau belum, sekolah atau tidak tapi itu semua bukan membuat Rizky senang justru membuat Rizky sedikit jengkel, karna memang dia tidak suka dengan wanita seperti itu wanita yang Rizky anggap hanya bisa mengganggu waktunya saja, buktinya sekarang Kinar sudah beberapa kali menghubungi Rizky tapi kali ini Rizky lebih memilih mematikan ponselnya.
Memang Rizky masih memikirkan ucapan Kinar kemarin, Rizky juga tidak percaya kalau Kinar bisa menyatakan perasaannya pada Rizky padahal mereka dekat hanya sebulan ini, itupun hanya sebatas teman bahkan sesekali Rizky tidak menanggapi ucapan yang Kinar bicarakan atau pesan yang Kinar kirimkan tapi entah kenapa Kinar bisa langsung mengatakan perasaannya begitu saja pada Rizky, yang lebih membuat Rizky tidak mengerti karena Kinar merupakan sahabatnya Qila, apa dia tidak tahu kalau Rizky sedang mendekati temannya itu karna suka,? Mungkin iya Qila tidak merasa karna dia belum pernah merasakan apa itu pacaran tapi kalau Kinar tentu pasti sudah paham kalau ada seorang pria yang secara terang-terangan mendekati sahabatnya sendiri apalagi kalau bukan karena jatuh cinta.
Entahlah Rizky enggan memikirkan itu semua dan memilih memainkan jari jemarinya diatas senar gitar.
I'm jealous of the rain
That falls upon your skin
I'ts closer than my hands have been
I'm jealous of the rain
I'm jealous of the wind
__ADS_1
That ripples through your clothes
I'ts closer than your shadow
Oh, i'm jealous of the wind
Entah kenapa Rizky bisa menyanyikan lagu milik Labrinth itu yang jelas lagu itu sekarang sedang menggambarkan hatinya, karna sekarang sepertinya Qila sedang memberi jarak lagi bagi Rizky.
Sepertinya Qila tidak akan pernah luluh dengan dia, buktinya saja sekarang Qila sudah kembali dari kantin dan sedang berbincang dengan Aldo sangat akrab, benar kata Angga, Aldo jauh lebih pantas memiliki Qila di banding dia. Aldo jauh lebih berharga untuk Qila sepertinya. Ia akan sangat bahagia bila berbincang dengan Aldo, lain ceritanya kalau dengan Rizky. Qila selalu menciptakan jarak antara la dan Rizky.
Rasanya Rizky harus mulai menyingkirkan perasaannya pada Qila, dia tidak mau jatuh terlalu dalam lagi dengan pesona yang Qila miliki. Daripada nantinya yang ada kecewa dan sakit hati ia lebih memilih mundur mungkin ini yang terbaik untuk hubungannya.
"Galau aja lagu lu Ky" tanya Gabriel Rizky hanya menanggapi dengan senyum tipisnya.
"Kenapa? Karna Qila lagi ya?"
"Cinta itu butuh perjuangan bos" Ucao Gabriel lagi
"Percuma berjuang juga kalo hasilnya nihil mah Gab. Cape cape berjuang kalo yang ada malah kecewa sama sakit hati yang di dapat" jawab Rizky kali ini
"Yaelah Ky semua perjuangan juga gak bakalan langsung berjalan mulus gitu aja, pasti ada kerikil-kerikil yang coba ngalangin jalan lurus elu" jelas Gabriel
"Tapi kayanya kerikil kerikil itu udah sering gua rasain Gab, tapi sampe sekarang semuanya nihil"
"Gua juga gak pantes buat dia Gab" ucap Rizky
pasrah
"Kapan si Rizky yang gua kenal ngeluh kaya gini. Biasanya apapun yang elu mau bisa elu dapatkan Ky gak kaya sekarang dikit dikit ngeluh. Emang lu mau kalo dia beneran jadian sama Aldo?"
"Biasanya juga elu gak bakalan mau kalah sama orang lain Ky elu bakalan perjuangin apa yang seharusnya jadi milik elu. Gak kaya sekarang ini kaya bukan Rizky yang gua kenal, elu lebih sering pasrah akhir-akhir ini" ucap Gabriel lagi
"Tapi kali ini beda Gab, ini soal perasaan. Dia bukan wanita di luaran sana dia beda Gab, wanita lain akan mudahnya luluh sama gua tapi dia enggak Gak, gua bingung harus ngapain lagi biar dia peka sama gua" ucap Rizky
Terdengar jelas dari nada bicaranya kalau dia memang sudah tidak ingin berjuang untuk gadis pujaannya itu.
"Jadi lo mau ngalah sama Aldo gitu Ky. Qila tuh emang beda Ky sama cewek lain, dia itu belum pernah pacaran mungkin dia gak ngerti mana perasaan suka dan cinta. Jadi wajar kalo sikapnya gitu-gitu aja, elunya yang harus tambah tambah lagi buat bikin dia ngerasa kalo elu itu cinta sama dia?"
"Ya mungkin bener kata elu Gab kalo dia itu belum pernah pacaran jadi dia belum pernah tau bagaimana perasaan seseorang yang suka sama dia, tapi gua pikir-pikir Aldo lebih pantas sama dia" jawab Rizky dan langsung pergi meninggalkan Gabriel
Sebenarnya Gabriel tidak percaya kenapa seorang Rizky bisa mengalah seperti itu, biasanya dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan yang dia suka tapi kali ini tidak, dia lebih memilih diam melihat sahabatnya jauh lebih dekat dengan Qila gadis yang selama ini dia sukai.
Rizky memutuskan pergi ke warung belakang. Ya dia ingin bolos hari ini. la tau tidak seharusnya ia melakukan ini di tambah dia baru saja bisa masuk ke Sekolah lagi. Tapi ada hal yang mengharuskan ia bolos. la tidak mau melihat Qila berbincang terus menerus dengan Aldo. la sakit hati ia cemburu melihat gadis pujaannya bisa tersenyum lebar seperti itu dengan pria lain.
"Lagi ngapain lu" Ucap seseorang di balik pintu Rizky pikir itu siapa ternyata itu Bella sahabat Qila.
"Elu?"
"Justru harusnya gua yang nanya ngapain lu disini?" aneh Rizky karna tidak biasanya Bella ada di luar sekolah.
"Gua abis ngambil makanan di grabfood eh kaga boleh masuk lagi sama guru piket" Jelasnya
Sementara Rizky hanya menanggapi dengan ber-oh ria.
"Ky gua mau nanya deh sama elu boleh gak?" Ucap Bella ragu
"Nanya apa?" Jawab Rizky ketus
"Hubungan elu sebenernya gimana si sama Qila?"
"Oh soal itu elu juga pasti tau kan tanpa gua jelasin. Gua mau cabut duluan ya"
__ADS_1
Ya memang Rizky sangat enggan membahas Qila kali ini. Hati dan pikirannya sedang tidak baik. Bukannya tidak menginginkan Qila tapi kalau kenyataannya susah untuk di gapai apa boleh buat bukan.