
Perkelahian.
Lagi-lagi Rizky berkelahi dengan Kevin. Sebenarnya Rizkypun tidak tau apa sebabnya yang jelas hari ini Kevin datang menyerang dia dengan brutal. Dia tidak sendiri ya Kevin datang bersama antek-anteknya.
Sampai kini ia harus di bawa ke Rumah Sakit terdekat.
"Elu kenapa lagi si Ky heran gua mah dah?" Tanya Angga yang muncul di balik pintu.
"Gapapa ko Ga biasa"
"Emang Kevin dalam rangka apa si nyerang elu heran dah gua mah segitu bencinya apa dia sama elu Ky sampe sampe dimanapun elu berada dia mau nyerang elu terus?"
"Gua juga gak tau Ga dia tiba-tiba nyerang gua gitu aja padahal gua pikir semuanya udah clear tapi keliatannya dia masih benci bangat sama gua"
"Gua gak yakin kalo masalah sama Kevin bakalan secepat itu selesai Ky kita kan tau sendiri dia orangnya kaya gimana?"
"Iya lu bener Ga"
"Ortu elu tau elu ada di sini sekarang?" Tanya Angga lagi
Rizky menganggukan kepalanya.
"Tau Ga cuka sekarang mereka ada pertemuan oenting dulu sama klien tadi udah ngabarin gua juga"
Angga mengangguk mengerti.
Cukup lama Angga berada disana menemani Rizky karna kebetulan kedua orang tua Rizky belum datang ke Rumah Sakit.
"Gua kasih tau Aldo dulu ya Ky bentar" Ucap Angga dan langsung pergi melenggang keluar untuk menghubungi sahabatnya Aldo.
***
"Do, Rizky masuk Rumah Sakit" Ucap Angga lewat sambungan telepon pada Aldo
"Kenapa?" Tanya Aldo ketus kali ini
"Dia berantem lagi kalo bisa elu kesini sekarang gua juga lagi nungguin dia" Jelas Angga
"Gua gak bisa. Gua lagi mau pergi"
"Iyakan bisa nanti Do perginya. Soib kita lagi sakit masa elu mau jalan jalan si?"
"Gak ada yang nyuruh dia sakit juga kan Ga. Kalo dia berantem itu berarti kemauan dia bukan karna memang benar sakit"
"Ko lu gitu si Do?" Tanya Angga tidak percaya
"Ya emang iya kan. Gua mau jalan sama Qila jadi gua gak bisa batalin gitu aja. Udah dulu gua lagi di jalan" Ucap Aldo dan langsung memutuskan sambungan.
Angga di buat tidak percaya dengan apa yang sudah Aldo katakan pada dirinya. Bagaimana tidak Aldo lebih memilih jalan berdua dengan Qila di bandingkan pergi ke Rumah Sakit untuk menengok Rizky.
Jujur ucapan Aldo barusan berhasil membuat Angga kesal pada sahabatnya itu.
Sebenarnya Angga juga di buat bingung bagaimana ia harus menjelaskan semuanya pada Rizky tapi bagaimanapun Rizky berhak tau atas apa yang sudah di katakan oleh Aldo pada dirinya.
"Gimana Ga lagi dimana dia?" Tanya Rizky langsung saat Angga mulai masuk kembali menghampiri Rizky.
"Gua gak percaya Aldo bilang kaya gitu Ky" ucap Angga
"Bilang apa emang Ga?" Tanya Rizky
"Dia bilang lagi sibuk Ky"
"Lagi ngapain emang sampe sibuk gitu?" tanya Rizky lesu
"Bukan sibuk si Ga lebih tepatnya dia lagi jalan
sama Qila ke Puncak" jawab Angga
"Oh"
Hati Rizky sesak kembali apalagi sekarang mendengar kalau gadis pujaannya sedang jalan berdua ke Puncak bersama dengan Aldo saingan beratnya.
Memang tadi pagi juga Rizky makan bersama dengan Kinar, tapi itu hanya sekedar permintaan maaf saja karna sudah melukai hati Kinar dengan penolakannya, tapi saat sedang asik makan tanpa di duga Kevin datang dan langsung menyerangnya. Entah karena dendam waktu tawuran atau apa yang jelas dia bersama teman-temannya langsung menyerang Rizky sampai sekarang dia sudah berada di Rumah Sakit karena tergores kaca Caffe yang mengenai punggungnya, bukan hanya terluka bahkan Rizky juga harus bertanggung jawab karena banyak kerusakkan yang terjadi di tempat itu.
"Udah gak usah di pikirin dah Ky orang kaya si Aldo mah" Ucap Angga kali ini
Rizky tidak menjawab ia masih sibuo dengan pikirannya.
"Oh ya soal Kinar gimana dia maafin elu Ky?" tanya Angga karena Rizky sudah memberitahunya tadi kalau dia memang sedang makan berdua dengan Kinar.
"Gua juga gak tau, yang jelas dia bilang masih berharap sama gua. Padahal gua udah jelasin ke dia kalo gua gak mungkin nerima dia. Harusnya dia juga paham sama perasaan gua tapi gua juga gak tau dah bakalan kaya gimana kedepannya kita jalanin aja Ga" jelas Rizky
"Segitu cintanya dia sama elu Ky? Apa dia juga gak tau kalo elu ngincer cewek laen selain dia gitu bukannya kata elu bilang kalo lu itu sukanya sama Qila?"
Rizky menggelengkan kepalanya.
"Gua juga gak tau Ga. Dia pasti tau gua sukanya sama Qila kan gua sendiri yang bilang sama dia tapi tadi dia tetep bilang ke gua kalo dia akan berusaha buat jadi pacar gua" Jelas Rizky
"Terus kalo masalah Qila gimana Ky hubungan elu sama dia sekarang?" tanya Angga
"Gak gimana-gimana Ga elu sendiri juga kan tau. Sekarang nomer gua aja di blok sama dia, jadi udah gak ada niatan buat gua deketin dia lagi kayanya, apalagi kata lu sekarang dia lagi jalan sama Aldo, mungkin aja kan Aldo nembak dia di sana sekarang" pasrah Rizky
"Jadi lo nyerah Ky?"
__ADS_1
"Udah cukup gua berjuang Ga, kalo nyatanya emang susah buat di dapetin jadi untuk apa gua terus berjuang, gua juga punya perasaan Ga gak seharusnya perasaan gua di giniin terus gak seharusnya gua terus-terusan berharap kalo hasilnya akan sama aja dia akan nolak gua Ga. Gua juga gak tau si dia bakalan nerima gua apa enggak yang jelas gua udah yakin dia pasti bakalan milih Aldo di banding gua" jelas Rizky lagi
Angga seolah tau perasaan sahabatnya itu kini hanya bisa menundukan kepalanya, memang tidak biasanya Rizky seperti ini terhadap wanita membuat Anggapun tidak percaya dengan perasaan sahabatnya itu.
Rizky memilih diam dan memainkan ponsel pintar miliknya sekarang.
"Taman Bunga Nusantara" ucap Rizky
"Apa Ky?" tanya Angga tidak mengerti
Angga melihat ke arah ponsel Rizky yang sedang menampilkan video siaran langsung yang di lakukan Aldo, ya mereka sedang berada di Taman Bunga Nusantara bahkan Aldo terlihat sangat bahagia dengan merangkul pundak milik Qila tapi berbeda dengan Aldo, Qila terlihat sangat murung bahkan sesekali Aldo menyuruh Qila tersenyum ke arah kamera tapi Qila malah menundukan kepalanya. Qila seolah tidak senang berada disana bersama Aldo.
"Kayanya Qila gak seneng deh Ky jalan sama si Aldo"
"So tau lu" ucap Rizky
"Lu liat aja Ky, tiap Aldo nyuruh Qila senyum dia malah nundukin kepalanya. Gua yakin banget kalo si Qila itu gak seneng Ky jalan sama Aldo. Mungkin dia takut aja kalo nolak ajakan si Aldo elu kan tau sendiri kalo udah emosi si Aldo kaya gimana. Sama kaya lu gak bisa ngatur emosi" ucap Angga
"Mungkin aja panas disana. Gak mungkin dia nolak ajakan Aldo Ga. Mereka itu serasi yang satu pintar yang satu cerdas sama sama anak baik juga di Sekolah" jawab Rizky
Sebenernya ia sangat kesal apalagi dari tadi Aldo merangkul pundak milik Qila, dan terlihat jelas di wajah Aldo tidak ada rasa khawatir sama sekali, apa dia telah melupakan persahabatan yang selama ini mereka bangga-banggakan. Mungkin kalau Rizky berada di posisi Angga ia akan membatalkan niat jalannya dengan Qila dan memilih menemui sahabatnya. Tapi tidak dengan Aldo mungkin dia sudah tidak peduli pada Rizky.
"Yang kepanasan itu hati elu bukan Qila disana" jawab Angga ketus dan langsung mematikan ponsel milik Rizky.
"Siniin hp gua Ga, elu apaan si Ga maen ambil gitu aja hp gua. Siniin cepet hp gua"
"Gua gak mau liat sahabat gua kaya gini Ky, cuma gara-gara cewek masa seorang Rizky bisa gini si. Gua itu mau elu kaya biasanya Ky tanpa elu usaha cewek bakalan dengan mudahnya buat deketin elu. Gua mau Rizky yang strong yang selalu bisa mendapatkan apapun yang di mau. Sekarang mana ada Rizky kaya gitu, sekarang yang ada elu cuma galau, pasrah, pesimis gua gak suka Ky elu kaya gitu kaya bukan Rizky yang gua kenal?"
"Gua juga punya hati kali Ga. Hati gua kali ini beneran sakit Ga elu juga harus paham itu. Suka sama seseorang itu buat kita sangat bahagia memangnya juga Ga, tapi kalo orang yang di suka jauh lebih dekat dengan orang lain tentu juga akan membuat kita sakit. Dan sekarang itu yang lagi gua rasain" jawaban Rizky sontak membuat Angga tahu kalau sebenarnya sahabatnya itu benar-benar sedang galau karna Qila. Hanya Qila yang berhasil membuat Rizky segalau itu, biasanya ia akan dengan bebas memilih wanita yang ingin ia pacari tapi beda dengan sekarang.
Rizky memilih tidur, enggan menjawab pertanyaan Angga atau sekedar berbasa-basi dengan sahabatnya itu karna kini hatinya sedang tidak stabil. Dia terlalu kecewa hari ini.
***
Jam 20:00 Rizky masih sibuk menonton tv sedangkan Angga sudah pulang dari satu jam yang lalu dan sekarang Rizky di temani oleh kedua orangtuanya, memang semenjak kejadian itu orangtua Rizky jauh lebih perhatian jauh lebih peduli bahkan mereka selalu menyempatkan waktu untuk sekedar bercengkrama dengan Rizky.
"Angga kenapa ko pulang duluan?" Tanya mamah Rizky
"Gak tau mah. Lagian dia kan nungguin Iky dari pagi mungkin dia mau istirahat mah kecapean juga kan"
"Iya juga ya tapi mamah akuin Angga itu baik banget sama kamu Ky. Kamu harus bersyukur punya temen kaya dia"
"Iya mah lky juga bangga banget bisa dapet sahabat kaya Angga. Dia itu ada di saat susah maupun senang, dia mau nerima semua kekurangan Iky mah"
Benar kata mamahnya Rizky. Rizky harus bangga memiliki sahabat seperti Angga.
"Oh iya Ky, kamu di rawat ko pacar kamu gak dateng kesini si?" tanya mamah Rizky
"Pacar?" tanya Rizky tidak mengerti
"Iky gak punya pacar mah" jawab Rizky jujur
"Itu loh maksud mamah yang waktu itu nengok kamu kerumah itu, bukannya dia pacar kamu. Kata Angga kamu naksir dia ya bukannya waktu itu kalian lagi PDKT? Apa kamu gak ngasih tau dia takut dia khawatir Ky" jawab ayah Rizky kali ini
Rizky mulai mengingat-ngingat kejadian itu, apa yang mereka maksud itu adalah Syaqila. Karna siapa lagi yang datang menengok Rizky kerumah kalau bukan Syaqila.
"Siapa ya namanya Sya Sya apa ya?" tanya mamah Rizky bingung
"Mamah lupa deh namanya yang waktu itu sama Angga loh Ky datengnya?" Tanya mamah penasaran.
"Syaqila?" tebak Rizky, sebenarnya dia malas mengatakan nama itu tapi ia harus menjawab pertanyaan mamahnya.
"Iya dia Ky" jawab mamahnya senang
"Kamu gak kasih tau dia kalo kamu lagi di Rumah Sakit sekarang?"
"Buat apa mah?" Tanya Rizky
"Iya kan dia deket sama kamu?"
"Dia bukan pacar Iky mah?" Jawab Rizky malas
"Tapi kata Angga dia gebetan kamu kan. Bukannya kata Angga waktu itu kalian dikit lagi juga pacaran ya?"
"Bukan, Iky gak punya gebetan kaya dia" jawab
Rizky
"Nak tapi kayanya dia orang baik, sopan ya pah orangnya"
"Terus kalo orang baik apa Iky harus jadiin dia pacar? Enggak mah masih banyak wanita lain yang bisa Iky jadiin pacar" jawab Rizky sangat malas.
"Iya tapi kan ky kalo dia baik siapa tau dia bisa ngerubah kamu jadi lelaki yang lebih dewasa, lebih baik dari sebelum-sebelumnya kan"
"Iky pengen jeruk mah tolong kupasin ya mah"
jawab Rizky kali ini ingin mengalihkan pembicaraannya itu dari kedua orangtuanya.
Mamahnya langsung mengambil jeruk dan mengupasnya.
"Nih nak"
"Masalah Caffe udah selesai, tadi ayah udah ganti rugi semuanya sama pihak Caffe. Mereka juga gak sepenuhnya menyalahkan kamu ko"
__ADS_1
"Makasih Pah" ucap Rizky tulus tapi sangat dingin.
"Mereka yang nyerang itu semua musuh kamu?" tanya ayah Rizky
"Bukan pah, Iky juga gak tau mereka langsung nyerang gitu aja" jawab Rizky bohong karna dia tidak mau kedua orangtuanya tau kalau sebenarnya memang Rizky banyak memiliki musuh.
Cukup lama orangtua Rizky berada di Rumah Sakit, menemani Rizky bahkan sesekali memberi motivasi maupun memberi saran pada Rizky sampai terdengar bunyi ketukan di luar.
"Assalamu alaikum" ucap seseorang di balik pintu sepertinya itu wanita
Dan benar saja ternyata yang datang adalah Kinar.
"Masuk nak" ucap mamah Rizky
Kinar mulai menghampiri Rizky dan memberi salam pada kedua orangtua Rizky tak lupa dia juga memperkenalkan diri pada orangtua Rizky.
"Gimana Ky lukanya? Sorry tadi gua langsung pulang gua..."
"Gua tau ko" potong Rizky
"Tapi lo gapapa kan?" tanya Rizky karna takut Kinar akan syok dengan kejadian pagi tadi.
"Gua gapapa ko" jawab Kinar sambil menampilkan senyumnya
"Iya Alhamdulillah Ky kalo elu gak kenapa-napa"
"Tadi Qila abis dari sini ya?" ucap Kinar
Bukannya menjawab Rizky malah menampilkan wajah bingungnya dengan perkataan yang di ucapkan Kinar.
"Tadi gua liat dia keluar dari pintu sini" ucap Kinar
Tetap sama Rizky masih menampilkan wajah bingungnya.
Apa mungkin Qila mendengar semua ucapan Rizky dengan kedua orangtuanya? Tapi kenapa bukannya masuk dia malah pergi keluar apa justru perkataan terakhir Rizky yang membuat dia berlari keluar.
"Kaya mau nangis gitu Ky gua gak salah liat ko itu beneran Qila deh" ucapan Kinar kali ini justru malah menohok hati Rizky
Apa benar Qila menangis? sungguh Rizky tidak tahu kalau Qila ada disana tadi dan mendengar semuanya.
Seharusnya sekarang Rizky senang karna dengan seperti ini Qila akan menjauhinya jadi dia tidak perlu lagi mencari cara untuk menjauhi Qila tapi tetap saja hatinya tidak rela kalau harus melihat Qila menangis karna ulahnya sendiri bahkan karna perkataan Rizky yang melukai hati Qila, sungguh Rizky sangat menyesal kalau benar Qila datang kesini dan menangis.
"Tapi elu beneran udah gapapa kan Ky?" Tanya Kinar lagi
"Iya gua udah gapapa ko Nar, thanks elu udah nengokin gua"
"Iya gapapa ko Ky?"
"Tapi serius deh tadi Qila kenapa ya gak jadi kesini. Gua kira dia udah masuk dari sini Ky pas keluar ternyata belum masuk ya dia"
Lagi Rizky terusik dengan perkataan Kinar. Kalau benar Qila datang ia sungguh kecewa dengan dirinya sendiri karna sudah berkata seperti itu dengan mamahnya. la seolah menjelekan nama Qila di hadapan mamahnya.
"Belum Nar. Mungkin ada yang nelpon atau ada keperluan lain jadi dia gak masuk kesini terus lebih milih buat pulang dulu"
"Ah iya mungkin bener kata elu Ky. Apalagi dia kan orangnya maluan gitu mungkin malu juga sendiri kesini di tambah kan ada orangtua elu"
"Iya mungkin"
Cukup lama Kinar berada di sana. Ia terlihat berbincang dengan mamah Rizky.
Jujur Kinar memang wanita yang baik ia terlihat peduli dengan sekelilingnya, tapi entah kenapa hati
Rizky tidak terketuk sama sekali oleh ucapan Kinar yang mengatakan kalau ia mencintai Rizky.
Kinar memang sangat cantik Rizky akui itu, wajahnya yang terlihat seperti blasteran belum lagi hidung mancungnya rambut yang tergerai sangat rapi badan yang terlihat sangat ideal sebagai wanita membuat siapa saja pasti akan terpesona padanya, tapi entah kenapa tidak dengan Rizky.
Rizky sama sekali tidak tertarik dengan wanita yang ada di hadapannya itu.
Kini mereka semua sedang asik berbincang mengenai banyak hal dari mulai sekolah, karir bahkan mereka sudah membahas tentang Kuliah apa yang nanti akan mereka ambil.
"Mmm om tante kalo gitu saya pulang dulu ya
soalnya udah malem juga. Rizky juga kan harus istirahat biar cepet pulih" Ucap Kinar sopan
"Oh iya gapapa. Kamu pulang sendiri?" Tanya
mamah Rizky
"Enggak tante ada supir yang jemput dia udah on the way kesini ko"
"Oh iya hati hati ya" Ucap mamah Rizky tulus
Kinar pun mulai pamit pada Rizky dan kedua orangtua Rizky tak lupa dia juga memberitahu Rizky kalau dia masih berharap dengan Rizky.
Kinar bisa mendapatkan pria yang lebih dari dia tapi kenapa Kinar masih saja berharap pada Rizky membuat Rizky risih justru di buatnya.
Rizky tidak suka wanita yang selalu memuji dirinya sendiri seperti Kinar, bahkan dia selalu membandingkan dirinya lebih baik dari Qila itu yang membuat Rizky tidak menyukai Kinar.
Sekelas wanita seperti Kinar terlalu menyombongkan dirinya dan menganggap rendah wanita lain. Kalau saja Kinar tidak seperti itu mungkin juga Rizky akan luluh dengannya. Tapi semua yang Kinar lakukan sekarang justru membuat Rizky tidak suka, memang benar semua yang dia katakan kalau dia itu sempurna tapi tetap saja dia tidak bisa merendahkan oranglain apalagi dia sendirikan wanita harusnya bisa saling menghargai satu sama lain.
"Yaudah nak kamu istirahat ya. Mamah sama ayah mau ke kantin dulu cari makan, kamu mau makan lagi?"
"Enggak usah mah Iky mau istirahat aja disini"
__ADS_1
"Oke" Ucap mamahnya dan langsung pergi menuju kantin.
Sementara Rizky memutuskan untuk memejamkan matanya karna hari ini terasa begitu melelahkan.