
Kinar pov
Sebulan sudah aku dekat dengan Rizky, entah perasaan apa yang jelas semenjak kejadian itu aku lebih berani mengirimi Rizky pesan hanya untuk sekedar basa basi, bahkan tak jarang aku juga menghabiskan waktu bersamanya. Aku juga tau mungkin diapun sama dekat dengan Qila tapi selagi mereka tidak berpacaran apa salahnya kalau aku lebih dekat dengan Rizky.
Seperti sekarang aku sudah mengajaknya ke salah satu Caffe yang berada di Jakarta. Dan ia selalu mengiyakan ajakanku. Itu yang membuat aku semakin tertarik pada diri dia.
"Ada apa?" tanya Rizky
"Enggak, cuma mau ngajak makan aja emangnya gak boleh" jawab Kinar dan langsung memesankan makanan untuk dia dan Rizky nikmati.
Cukup lama mereka menunggu, hingga sekarang sudah tersaji beberapa makanan, mereka langsung menyantapnya hanya saja Rizky tidak memakan makanan itu hanya meminum jus yang sudah ia pesan saja.
"Ko gak di makan Ky?" tanyaku
"Gapapa" jawabnya ketus, itu yang membuat aku suka sikap dingin yang dia miliki justru membuat perempuan sepertiku luluh begitu saja.
"Makan aja Ky enak tau makanan di caffe ini tuh selalu enak selalu bikin mood baik coba deh"
"Gapapa gua masih kenyang" jawabnya masih dingin
Aku memilih menghabiskan makanan itu, memang tujuan ku mengajak Rizky sebenarnya hanya untuk sekedar basa basi tapi entah kenapa jantungku kembali berdetak lebih cepat apa mungkin aku menyukai dia tapi entahlah karna setiap kali aku bersamanya hatiku merasa tenang dia bisa membuatku nyaman. Tidak kebanyakan lelaki yang sudah menjadi pacarku mereka hanya mengincar kecantikanku saja untuk di pamerkan pada orang lain. Rizky berbeda ia bisa membuat aku jatuh cinta brgitu cepat.
Setelah menghabiskan makanan aku mengajak Rizky ke salah satu taman yang tak jauh dari Caffe, aku pikir dia akan menolak tapi dia mengikutiku begitu saja.
"Ky gua mau nanya sesuatu sama elu tapi elu jangan tersinggung ya"
"Sebenernya elo lagi deket sama cewek gak Ky?" tanyaku berani
"Kenapa?"
"Gapapa gue cuma pengen tau aja, kan sebulan ini kita lumayan deket tuh. Maksud gua ada gak yang lebih deket dari gue ke elu gitu' ucapku
"Ya terus kenapa emang. Gue harus kasih tau elu? Enggak juga kan itu bukan urusan elu juga?"
"Ya enggak si. Gua cuma pengen tau aja ko Ky, apa ada yang lebih deket dari gua gitu ke elu
Rizky tidak menjawab dia malah memalingkan
wajahnya dariku.
"Jadi sebenarnya gue ngajak elu makan itu gue mau bilang sesuatu sama elu Ky"
"Bilang apa?" Jawabnya masih sama ketus
"Sebenernya selama kita deket..."
"Gua mulai tertarik sama elu Ky bisa di bilang gue suka sama lu" ucapku jujur aku tahu mungkin baru sebulan aku kenal dekat dengan dia tapi perasaan ini susah untuk aku elak, aku benar menyukai Rizky toh kata Rizky dia tidak ada hubungan apapun dengan Qila walaupun waktu itu dia menemani Qila main denganku tapi aku pikir mereka hanya sebatas teman tidak lebih.
"Maksud lo?" tanyanya tampak tidak percaya mendengar pengakuanku.
"Aku suka sama kamu" ucapku, aku tidak mau terlalu lama lagi memendam perasaan ini walaupun mungkin ini terlalu cepat.
"Gak tau sejak kapan yang jelas tiap deket lo hati gua deg-degan Ky gua ngerasa ada yang beda sama perasaan gue ke elu. Ini bukan hanya perasaan sekedar teman Ky ini lebih" jelasku lagi
"Gua bener bener suka sama elu. Suka sama perhatian elu, suka sama elu yang gak pernah nolak ajakan gue"
"Sorry Nar, tapi ada gadis lain yang udah ngisi hati gua" jawaban Rizky sontak membuat aku membulatkan mata, siapa bukannya tadi dia bilang tidak dekat dengan siapapun lantas siapa orang yang sudah singgah di hati Rizky.
"Siapa Ky?"
"Qila?" tanyaku langsung
Dia hanya menganggukan kepalanya.
"Sorry kalo lu nganggep semua ini beda. Asal elu tau gua perhatian sama elu karna gua mau balas budi mungkin kalo waktu itu gak ada elu yang nyelamatin gua. Gua udah gak ada disini gak lebih" ucapnya lagi membuat aku sesak
__ADS_1
"Jadi elu jangan salah paham sama perhatian gua.
Gua gak nolak ajakan lu karna gua gak mau bikin orang yang udah nyelametin gua kecewa. Itu aja gak ada perasaan apapun di hati gua. Sorry gua gak bisa Nar, dan satu lagi gua gak mungkin ngecewain Qila karna ada dia yang jauh lebih deket sama gua dari sebelumnya" Ucapnya
"Tapi Qila sendiri bilang kalo elu sama dia cuma temenan Ky gak lebih"
"Ya memang kita masih temenan Nar. Tapi harusnya elu paham dong sama situasi gua dan Qila. Elu udah sering pacaran harusnya elu tau mana perhatian yang tulus mana perhatian yang cuma sekedar perhatian biasa" Ucapnya dan pamit pulang meninggalkanku sendiri.
Sebenarnya aku tidak terima karna biasanya lelaki akan bertekuk lutut padaku tapi berbeda dengan Rizky dia seperti mengacuhkanku begitu saja, padahal kalau di bandingkan dengan Qila aku jauh lebih cantik, aku jauh lebih terkenal di banding Qila tapi nyatanya Qila lah cewek pendek yang berhasil membuat Rizky jatuh cinta, Rizky bilang dia tidak ada hubungan dengan Qila tapi kenapa sekarang dia mengatakan itu padaku membuat hatiku sesak dibuatnya.
Kinar memutuskan pulang dengan membawa luka di hatinya, luka yang baru di ciptakan oleh seorang lelaki yang jelas sangat pantas sebenernya untuk Kinar hanya saja lelaki itu lebih memilih wanita lain sahabatnyasendiri.
***
Qila pov
Saat Qila sedang asik memainkan ponselnya tiba tiba ada ketukan di luar sana, entah siapa yang bertamu hari ini yang jelas Qila memang tidak ada janji dengan siapapun, Qila mulai membukakan pintu, tapi ia sangat terkejut karna Kinar datang dengan penampilan yang sangat kacau. la menangis sejadi jadinya. Penampilannya tidak seperti biasa ini seperti bukan Kinar yang aku kenal. Sebenarnya dia kenapa haru ini bisa sekacau sekarang.
"Kinar?"
"Kamu kenapa?"
"Kamu lagi ada masalah Nar?"
Bukannya menjawab Kinar malah memeluk Qila dengan sangat erat.
"Nar kamu kenapa ko kaya gini?" tanya Qila
"Sya emang gua gak pantes apa dapetin dia?" ucap
Kinar
Qila yang tidak mengerti dengan ucapan Kinar hanya menampilkan wajah bingungnya. Memangnya siapa yang tidak pantas untuk dia.
"Maksud kamu apa Nar. Coba cerita sama aku kalo ada masalah?" tanya Qila
Menembak cowok? Sejak kapan Kinar melakukan itu? Biasanya seorang pria dengan mudah menyatakan cinta pada Kinar tapi kali ini kenapa harus Kinar yang menyatakan cinta terlebih dulu pada pria itu, memangnya siapa? Sampai membuat sahabatnya menjadi seperti ini. Siapa orang yang berhasil mematahkan hati sahabatnya itu.
"Gue di tolak Sya" ucap Kinar lagi dan kali ini sudah mengeluarkan air mata
"Nar udah, kamu jangan tangisin cowok kaya gitu. Cowok kaya gitu gak pantes kamu tangisin" jawab Qila
"Gue beneran suka Sya sama dia, baru kali ini gue berani nembak cowok baru kali ini karna dia bener-bener spesial buat gua. Gua ilangin rasa malu gua demi dia Sya, tapi apa balasan dia. Dia malah nolak gua dan milih cewek yang gak jelas Sya" ucap Kinar lagi kali ini tambah histeris
Sebenarnya Qila juga penasaran siapa pria yang membuat Kinar sampai seperti ini. Tapi ia enggan menanyakannya karna tidak mau melihat sahabatnya itu semakin sedih
"Rizky Sya dia yang udah buat gua kaya gini"
Qila diam. Ucapan Kinar kali ini membuat tubuh Qila bergetar
Rizky? Apa Rizky yang Kinar maksud itu adalah Rizky Diandra, yang sudah beberapa bulan ini menghantui pikiran Qila, apa mungkin benar dia pria yang menyakiti sahabatnya sendiri. Lantas sejak kapan mereka dekat sampai Kinar berani menyatakan cinta terlebih dulu pada Rizky. Apa sudah sejauh itu hubungan mereka berdua.
"Rizky?" tanya Qila
"Iya Rizky temen lu Sya. Dia yang udah bikin gua hancur kaya gini"
Bughhhh
Hantaman itu seakan masuk kedalam hati Qila, sesak sungguh sangat sesak, kenapa harus Rizky bukankah Kinar tahu kalau Rizky itu sedang dekat dengan Qila lalu kenapa Kinar juga menyukai Rizky, apa selama ini Kinar jauh lebih dekat dengan Rizky tapi kenapa dia tidak berbicara pada Qila. Kenapa dia memendamnya sendiri seperti ini.
"Ko bisa?" tanya Qila tidak percaya
"Emangnya kenapa Sya, atau jangan jangan elu juga suka sama dia?" tanya Kinar seperti tidak percaya
"Bukan...."
__ADS_1
"Bukan apa Sya, bahkan secara terang-terangan Rizky bilang suka sama lu di depan gue. Apa dia gak punya perasaan sampe bilang kaya gitu di depan gua hah" ucap Kinar kali ini mulai meninggi
Kenapa Rizky mengatakan itu pada Kinar, tapi di satu sisi sungguh hati Qila juga sesak, jujur memang Qila sudah luluh dengan semua perhatian maupun kebaikan yang Rizky berikan padanya tapi sekarang sahabatnya sendiri mengatakan kalau dia juga menyukai Rizky. Itu justru akan membuat Qila juga sulit.
"Aku juga gak tau kalo dia..."
"Lo yang terlalu polos apa so polos si Sya. Apa elu beneran gak ngerti soal cinta, jangan Munafik Sya?" ucap Kinar kali ini seperti membentak Qila.
"Nar aku bener gak tahu kalo Rizky...."
"Lo tuh so suci Sya tau gak, elo juga suka kan sama dia. Gua yakin mana mungkin lu gak suka sama dia Sya" bentak Kinar
"Lo munafik Sya. Lu tuh sama aja kaya dia, bukannya elu sendiri yang bilang kalo lu itu cuma temenan sama dia tapi kenapa bisa-bisanya dia nolak gua Sya" ucap Kinar keras
"Kurang apa gua di banding elu. Justru elu gak ada apa apanya Sya di banding gua. Lu gak cantik lu gak modis lu itu cupu Sya cupu" Bentakannya kali ini sungguh membuat hatiku sakit. Aku tidak pernah melihat Kinar berbicara kasar seperti ini. Ini seperti bukan Kinar yang aku kenal.
"Gua benci banget sama cewek munafik kaya elu Sya gua bener bener benci" Ucap dia tak henti hentinya
"Elu tuh jangan terlalunpolos Sya jadi cewek. Gua yakin elu juga suka sama dia iya kan. Gua gak nyangka sama elu Sya elu itu Munafik!" Ucapnya terus menerus dan langsung pergi meninggalkan Qila yang masih mematung karna ulahnya.
Qila masih tidak percaya, sahabatnya sendiri berkata seperti itu pada dia, dan sekarang dia hanya menangis, meluapkan semuanya hanya dengan tangisan, sungguh Qila juga tidak tahu kalau ternyata Rizky benar benar menyukainya.
Qila tidak habis pikir kenapa bisa seorang Kinar sahabat yang ia kenal dari kecil mampu berkata kasar seperti itu pada dirinya. Bukankah dia juga tau memang selama ini Qila dan Rizky dekat tidak seharusnya dia juga menyatakan itu bukan. Tidak seharusnya dia menyukai Rizky yang jelas jelas mengincar Qila.
Perasaan nya sungguh sakit baru kali ini dia dapat kata-kata sekasar tadi. Memang benar kata Kinar di banding Kinar, Qila memang tidak ada apa-apanya. Kinar sangat sempurna sementara Qila jauh dari kata sempurna. Tapi tidak sepantasnya juga Kinar berkata seperti itu.
Cukup lama Qila menangis dan sekarang ponselnya sudah bergetar, Rizky menghubunginya, sebenarnya Qila ingin sekali mengangkat telpon dari Rizky tapi kata-kata Kinar begitu saja terngiang di pikiran Qila, membuat Qila diam mengabaikan ponselnya. la sangat kecewa dengan perkataan Kinar yang lagi lagu berhasil membuat dia menitikan air matanya.
***
Tepat jam 20:00 Qila memutuskan menelpon Bella sahabatnya menceritakan semua keluh kesahnya karna sekarang kalaupun ia menghubungi Kinar yang ada Kinar akan semakin memojokkan Qila atau justru malah membentaknya seperti tadi.
Qila masih di buat tidak percaya sebenarnya kenapa pernyataan Kinar bisa berefek sedahsyat ini di hatinya.
Lagi-lagi membuat hatinya sesak.
Cukup lama Qila bercerita pada Bella, bahkan sekarang Bellapun dibuat tidak percaya karna jelas memang waktu itu Kinar tahu kalau sebenarnya Rizky sudah mengincar Qila.
"Qi secara gak sengaja dia nikung elu kan kalo kaya gitu caranya mah" ucap Bella kesal
"Enggak Bell, aku yakin Kinar gak kaya gitu orangnya. Dia itu baik Bell aku juga gak tau kenapa dia kaya gitu sama aku"
"Tapi nyatanya gitu Qi, dia baik tapi dia nusuk elu kan, udah biarin aja dia mau ngebentak elu kaya gimana juga, kan emang elu jelas gak tau kalo selama ini perhatian atau kebaikan yang Rizky buat itu karna dia suka sama lu, emang gua tau sejak awal kalo Rizky ngincer lu tapi kan lu tau sendiri gua gak suka sikap playboynya. Mungkin ini juga jawaban buat hubungan elu sama dia Qi" jelas Bella
"Udah sekarang gak usah pikirin Kinar dulu, tenangin hati lu, lu itu gak salah Qi, biarin aja dulu dia mau ngomong kaya gimana juga dia itu sekarang lagi emosi Qi pasti bakalan ngomong yang enggak-enggak" ucap Bella
"Tapi dia marah banget Bell sama aku. Baru kali ini aku liat dia semarah itu Bell, dia bahkan jelek-jelekin aku. Ya aku tau memang aku itu gak ada apa-apanya di banding dia yang terkenal, tapi gak seharusnya juga kan Bell dia kaya gitu. Baru kali ini aku liat dia se emosi itu Bell sampai dia maki maki aku" ucap Qila masih tidak bisa menahan tangisnya.
"Qi gua paham apa yang elu rasain.tapi mungkin iya dia emosi tapi seharusnya yang marah tuh elu, bukannya dia Qi. Rizky udah berbulan-bulan deket sama lu tapi dengan entengnya Kinar nembak Rizky gitu aja, dia sama kaya nikung Qi seharusnya yang bener bener marah itu elu, ya tapi mungkin dia juga ngerasa perhatian Rizky lebih ke dia jadi dia pikir Rizky juga sayang. Padahal nyatanya enggak kan Rizky lebih milih elu di banding dia" jelas Bella kali ini sedikit meninggi
"Udah deh mending lu istirahat, jangan terlalu di pikirin perkataan dia yang bikin elu sakit hati. Bebasin aja anggap aja gak pernah terjadi apa apa hari ini Qi. Gua gak mau ah gara-gara cowok sahabat gua jadi galau atau sedih gitu. Besok kita lanjut lagi di sekolah ya sekarang lu tidur, lu istirahat udah malem juga Qi" ucap Bella menenangkan Qila
"Makasih ya Bell, kamu mau dengerin aku. Maaf banget kalo aku suka ngerepotin kamu"
"Ngerepotin apa si Qi, gak sama sekali lah. Sahabat itu harus ada kalo temennya lagi kesusahan bukan? Gua disini Qi gua sama lu gua percaya sama elu kalo lu itu orang baik. Jadi jangan sedih lagi ya ada gua ko" ucapan Bella kali ini sedikit membuat hati Qila tenang dan dia memutuskan untuk beristirahat. Menghilangkan semua rasa luka di hatinya.
Memang sulit menghilangkan rasa sesak ini tapi Qila harus berusaha tidak terjadi apa-apa hari ini.
***
Ucapan Kinar itu sampai membuat Qila tidak bisa tidur. Semuanya terasa begutu sesak di hati Qila, jujur selama berteman dengan Kinar baru kali ini Qila melihat sifat Kinar yang emosian.
Memang mereka berteman sudab sangat lama tapi biasanya Kinar akan selalu menghargai kekurangan Qila tidak seperti tadi, Kinar seolah mengolok-olok Qila.
Qila memang tidak cantik bahkan bisa di bilang jauh berbading dengan Kinar tapi tidak sepantasnya juga seorang sahabat mengatakan seperti itu.
__ADS_1
Menangis, hanya itu yang bisa Qila lakukan sekarang sampai ia sudah terlelap dengan tidurnya.