Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Syaqila Sakhi Dianti


__ADS_3

Santai kali" ucap Rizky asal


dan langsung meninggalkan Qila


sendiri.


Tak lama setelah Rizky


keluar Qilapun pergi


meninggalakan perpustakaan.


"Kenapa gugup?" tanyanya


pada diri sendiri


Rasanya baru kali ini Qila


melihat Rizky dengan jarak


seperti itu, biasanya dia selalu


Menghindari pria itu, pria yang


selalu di cap jelek di sekolah pria


dengan kepopulerannya dan


pria yang selalu menjadi daftar


nama yang harus ia hindari di


sekolah.


Ya.


Syaqila Sakhi Dianti, gadis


polos yang tidak begitu banyak


memiliki teman bahkan dia pikir


teman yang dia miliki bisa di


hitung dengan jari karna


baginya sangat sulit untuk


bersosialisasi bersama banyak


orang dan di sekolah dia hanya


memiliki Bella, teman yang


selalu baik yang selalu mau


Menuruti dia kemanapun


bahkan dimana pun sementara


di tempat tinggalnya dia hanya


memiliki satu teman bahkan


sahabat yang sudah dia anggap


sebagai saudaranya sendiri yaitu


Kinar, berbeda dengan Qila,


Kinar cenderung terkenal di


sekolahnya bahkan banyak pria


yang jatuh hati padanya.


"Nak?" ucap ayahnya yang


sudah datang menjemput


"Ayah" jawabnya, ia


langsung menyalami ayahnya


dan menaiki motor.


"Anak ayah kenapa


Melamun begitu?"


"Ah tidak ayah"


Memang Qila selalu di antar


jemput ayahnya kalau tidak


sibuk dengan pekerjaan tapi


kalau sibuk Qila biasa menaiki


angkutan umum.


Sesampainya di rumah Qila


langsung di sambut oleh ibunya.


"Assalamu alaikum"


"Wa'alaikum salam" ucap


ibunya


Qila memutuskan pergi ke


kamar untuk mengganti


Seragamnya dengan pakaian


rumahan.melamun begitu?"


"Ah tidak ayah"


Memang Qila selalu di antar


jemput ayahnya kalau tidak


sibuk dengan pekerjaan tapi


kalau sibuk Qila biasa menaiki


angkutan umum.


Sesampainya di rumah Qila


langsung di sambut oleh ibunya.


"Assalamu alaikum"


"Wa'alaikum salam" ucap


ibunya


Qila memutuskan pergi ke


kamar untuk mengganti


"Nak makan dulu"


"Iya bu bentar" setelah


mengerjakan soal Ekonomi yang


di berikan bu Mega Qila


langsung pergi menuju dapur


menghampiri ibunya.


"Makan dulu"


"Iya bu"


Dia mulai menyantap


semua masakan ibunya, hanya


masakan sederhana tapi selalu


membuat Qila dan ayahnya


ketagihan.


Pukul 19 : 0o Qila


menghampiri ibu dan ayahnya


yang sedang asik berbincang di


ruang tv.


"Sini nak" ucap ayah


"Ayah, mulai senin besok


Qila pulangnya telat" ucapnya


jujur


"Memangnya ada apa?"


"Jadi Qila di suruh bantuin


temen buat nyelesain pelajaran


Ekonomi karna nilai dia kosong


semua"


"Cowok?" tanya ayah


Qila hanya menganggukan


kepalanya.


"Yaudah gapapa, pulang


jam berapa?" tanya ayahnya


"Jam 4 juga selesai yah"


"Nak, memangnya kenapa


nilai dia kosong?" tanya ibu

__ADS_1


Sebenarnya Qila sangat


malas kalau harus mengumbar


aib orang lain tapi kalau tidak di


jelaskan Qila takut orangtuanya


tidak memberi izin.


"Jarang masuk bu"


"Pasti anak nakal deh.


Biasanya kan kalo nilai kosong


anak nakal yang sering bikin


ulah iya kan nak?" ucap ibu


Qila tidak menjawab


apapun.


"Yaudah gapapa, toh niat


kamu kan baik mau bantu dia


jadi ayah izinin. Asal ingat


waktu ya nak jangan pulang


malam pesan ayah"


"Makasih ya ayah. Qila gak


akan pulang malam yah" ucap


Qila dan langsung memeluk


ayahnya, memang Qila


merupakan anak tunggal oleh


karna itu sikap manja sangat


Melekat di dirinya.


*****


Hari minggu seperti biasa


Qila hanya mengurung diri di


kamar dan menyibukan dengan


membaca beberapa novel


kesukaannya.


Drt drtttt drrttt


Tiba-tiba ponselnya


berbunyi dan menampilkan


nama.


Bu Mega


Assalamu alaikum, Qila hari


ini kamu mulai ajarin Rizky ya


Syaqila


Wa'alaikum salam, maaf bu


tapi hari ini hari minggu


Bu mega


lya gapapa, nanti ibu


hubungin dia


Syaqila


"Baik bu.


Sebenarnya Qila sangat


malas melakukan aktivitas di


hari minggu, apalagi dia harus


mengajar rasanya ilmu dia


belum setinggi itu tapi yang


meminta adalah bu Megaa


Bagaimana bisa dia menolak.


Seperti sekarang Qila terus


saja melihat notifikasi ponselnya


berharap bu Mega memberi


tapi tanpa dia duga sebuah


nomor baru menghubunginya.


"Hallo assalamu alaikum?"


ucap Qila


"Jam 9 di Caffe Jasmine"


ucapnya di sebrang sana, apa


yang menghubungi Qila adalah


Rizky


"Heh denger gak?"


tanyanya lagi


Sepertinya iya, terdengar


dari cara bicaranya.


"Iya" jawab Qila dan


langsung memutuskan


sambungan secara sepihak,


sementara Rizky yang di sebrang


sana terus saja bergerutu karna


baru kali ini ada wanita yang


memutuskan telpon terlebih


dulu.


Sebentar lagi permainan di


mulai, pasti elu luluh sama gua


batinnya.


Jam sudah menunjukan


pukul o8:30 itu artinya dia


harus segera bergegas dan izin


Terlebih dulu pada ibunya karna


kebetulan ayahnya sedang


berada di luar.


"Nak mau kemana?"


"Mau ngajar bu"


"Mulai hari ini?" tanya ibu


Qila hanya menganggukan


kepalanya.


"Dimana?" tanya ibunya lagi


"Di Caffe Jasmine bu, Qila


berangkat dulu ya takut telat"


"Yaudah hati-hati ya nak"


Setelah pamit Qila langsung


Pergi menuju jalan karna tidak


mungkin dia menaiki grab


belum memesan dan belum


menunggu sementara sekarang


Qila sudah berada di dalam


angkot, bagaimana ini sekarang


sudah jam 9 bisa-bisa Qila akan


mendapat banyak ucapan yang


tidak mengenakan dari pria itu.


"Kiri bang" ucapnya dan


langsung membayar, bahkan


Sekarang Qila sudah berlari


menuju dalam Caffe tak lama

__ADS_1


Qila menemukan pria itu, Qila


pikir dia akan mengajak


temannya tapi tidak dia hanya


duduk sendiri disana.


"Maaf saya telat" ucap Qila


"15 menit" ucapnya


"Maaf lagian nelpon


ngedadak" ucap Qila malas


"Apa?" tanya Rizky


pura-pura tidak mendengar


"Ah tidak" jawab Qila dan


langsung duduk di depan Rizky.


Qila mulai membuka buku


dari bab pertama, memang


sekarang bu Mega sudah


memasuki bab ke lima tapi nilai


Rizky yang belum ada dari bab


pertama jadi Qila harus


Mengulang semuanya dari awal


Sementara Rizky malah asik


dengan ponselnya, entah apa


yang sedang dia lakukan dengan


ponselnya sampai melupakan


semua tugasnya.


"Niat belajar gak si?" tanya


Qila


"Yaudah gua dengerin ko


jawabnya


Qila tidak melanjutkan


melainkan sama dengan Rizky


memainkan ponselnya.


"Ko elu berenti?" tanya


Rizky


Kamu aja berenti" ucap


Qila


Kamu.


Kalau orang lain yang


berkata seperti itu mungkin


akan beda rasanya tidak seperti


sekarang.


"Yaudah iya"


Qila mulai menjelaskan lagi


beberapa materi sampai


sekarang tiba Qila memberi satu


soal untuk Rizky kerjakan dan


memang bu Mega sudah


memiliki beberapa soal yang


harus Rizky kerjakan.


Gua bingung yang ini"


ucap Rizky


Qila langsung mendekatkan


badannya, dia hanya ingin


memberi tahu Rizky tapi entah


kenapa jantungnya malah


berdetak sangat kencang seperti


sekarang, bahkan rasa gugup


kini mulai merasuki tubuhnya.


Tidak!


Qila harus menghilangkan


rasa gugup ini.


"Jadi gini" ucap Qila sampai


tidak terdengar


Oh ok gua ngerti" ucap


Rizky yang sama seperti qila


bahkan sekarang dia juga


terlihat gelagapan.


"Makan dulu gak lu?" tanya


Rizky untuk mencairkan


suasana dan memberi jeda pada


jantungnya.


Qila hanya menggelengkan


kepalanya.


"Gua jamin si elu belum


makan


"Gak usah biar nanti saja"


jawabnya


"Gapapa di sini aja, nanti


gara-gara ngajarin gua anak


orang kelaperan lagi" ucap Rizky


seolah menyindir


"Gua pesenin, mau apa?"


tanya Rizky


"Samain aja" jawab Qila


karna malas berdebat dengan


Rizky yang seolah tidak akan


ada ujungnya.


Makanan sudah tersaji dan


bukupun sudah mereka rapikan


terlebih dulu, dan mereka


berdua mulai menyantap


makanan yang sudah di pesan


Tapi bukan Rizky namanya


kalau tidak menebar banyak


pesona, buktinya banyak remaja


wanita yang terus memuji


ketampanan dia.


"Sya" baru kali ini ada yang


memanggil Qila dengan sebutan


itu lagi.


"Hmm" jawab Qila karna


sedang mengunyah.


"Elu kenapa jarang keluaar


kelas?"


Qila yang di tanya seperti


itu malah tersedak dengan


makanannya sendiri.


Uhuk uhuk uhuk

__ADS_1


"Sorry-sorry, nih minum"


__ADS_2