
Seminggu sudah libur study tour, memang study tour hanya berlangsung 4 hari tapi entah kenapa kelas 1 2 sengaja di liburkan satu minggu dan jujur hati Qila masih sesak oleh perkataan Rizky yang terus saja terngiang di pikirannya, memang seminggu juga dia tidak pernah bertemu dengan Rizky dan selama seminggu juga dia tidak tahu kabar mengenai Rizky, bahkan rasanya Qila sudah tidak mau tahu mengenai hal yang bersangkutan dengan pria itu.
"Iky gak punya gebetan kaya dia"
"Terus kalo dia orang baik Iky harus jadiin dia pacar? Engga mah masih banyak wanita lain yang bisa di jadiin pacar"
Lagi-lagi perkataan itu mengusik hati Qila, memang benar Qila juga tidak pantas kalau di sandingkan bersama Rizky, apalagi Rizky cowok populer di sekolah sedangkan dia tidak, tapi bukannya selama ini Rizky juga mendekatinya, lantas untuk apa kalau tidak suka dengannya mau seperti itu, dia mau mengantar Qila kemanapun dan dia juga mau peduli pada Qila.
Qila kecewa dengan perkataan Rizky yang dia katakan pada kedua orangtuanya. Perkataanya sangat menusuk di jantung Qila membuat dia sesak.
"Nak gak sekolah?" tanya ibu Qila
"Bentar bu" jawab Qila dan langsung bergegas menghampiri orangtuanya yang sedang sarapan
"Sarapan dulu" ucap ayahnya
"Qila sarapan di sekolah aja ya yah takut telat soalnya udah siang juga kan"
"Gak mau di anter sama ayah nak?"
"Gak usah bu, udah ada Aldo di luar, Qila berangkat ya Assalamu alaikum" ucap Qila buru-buru
Semenjak kejadian di Taman Bunga itu Qila juga menjadi lebih dekat dengan Aldo, bahkan tak jarang Aldo mengirimi Qila beberapa pesan setiap malam atau paginya. Jujur Qila sedikit risih dengan beberapa pesan yang Aldo kirim tapi mau bagaimana lagi tidak mungkin dia tidak membalasnya.
Qila pergi ke sekolah bersama dengan Aldo.
Tak butuh waktu lama Aldo melajukan motornya terbukti sekarang mereka berdua sudah berada di lapangan parkir Sekolah.
"Makasih ya Do" Ucap Qila tulus
"Iya sama sama Qi, pulang mau bareng gua lagi apa enggak?" Tanya Aldo
"Enggak Do aku mau naik angkot aja"
Aldo mengangguk mengerti.
Qila bergegas ke kelas lebih dulu, sedangkan Aldo pergi ke kantin berharap Rizky masuk hari ini dan berniat menanyakan keadaannya. Karna memang selama di rawat Aldo tidak menampakan dirinya pada Rizky.
***
Tapi dugaan Aldo salah karna Rizky tidak ada di sana, oleh karna itu sekarang dia memutuskan pergi ke kelas.
Ternyata benar Rizky sedang berkumpul bersama teman yang lain di kelas.
"Ky?"
"Gimana keadaan lo?" tanya Aldo langsung
"Emangnya elo peduli sama Rizky?" tanya Angga "Baperan anjing si Angga" ucap Danang "Sorry kemarin..."
"Seminggu libur lo kemana? Kalo lo peduli harusnya lo liat Rizky, gak usah liat deh nelpon atau chat bisa kan tapi elu enggak ngelakuin itu sama sekali. Lu gak ngabarin elu gak nanyain keadaan Rizky lewat gua atau lewat yang lain juga. Lu kemana sebenernya Do?" potong Angga berhasil membuat Aldo kaku karna jujur dia lebih memilih menghabiskan waktunya bersama Qila dan temannya yang lain di banding menanyakan keadaan Rizky.
"Gua udah baik ko Do, thanks lo masih peduli sama gua" Ucap Rizky kali ini sangat dingin dan berlalu pergi meninggalkan Aldo, Aldo pikir Rizky akan sama seperti Angga menyindirnya tapi tidak kali ini Rizky justru bersikap dewasa yang tidak pernah Aldo pikirkan sebelumnya.
Aldo memilih kembali ke tempat duduknya dan mengerjakan beberapa tugas rumah yang belum dia selesaikan, sementara Angga masih asik mengobrol dengan Gabriel dan Danang bahkan sesekali Angga mengacuhkan keberadaan Aldo sahabatnya yang mulai berubah itu.
Bel masuk berbunyi semua siswa masuk, memang Rizky duduk bersama Aldo tapi kali ini entah kenapa dia berpindah tempat duduk menjadi di belakang, Aldo akui mungkin Rizky kecewa pada dia.
"Buka halaman 91, hari ini kita masuk Bab Penelitian Sosial" ucap bu Ranti guru Sosiologi
Bu Ranti mulai menjelaskan materi yang terdapat di dalam Bab 4 tersebut dari mulai proses berpikir ( Penalaran) dalam suatu penelitian dan menuliskan beberapa pendapat para ahli tentang penelitian sampai sekarang sudah menjelaskan tentang apa saja kegunaan penelitian.
"Tulis di buku kalian syarat penelitian, cara berpikir seorang peneliti dan sikap seorang peneliti karna biasanya itu akan muncul di lembar soal" ucap bu Ranti kali ini dan semua murid langsung menuruti tak terkecuali Rizky dia juga kali ini ikut patuh dengan perintah yang bu Ranti ucapkan.
Satu pelajaran telah usai kini giliran pelajaran kedua yaitu Matematika.
Tak butuh waktu lama pak Rully sudah memasuki kelas dengan gagahnya. Ya dia memang pria single yang selalu menjadi incaran para siswi maupun guru wanita lainnya.
"Pagi semuanya" Ucapnya dingin sama dinginnya dengan sikap yang Rizky miliki
"Pagi pak" Ucap mereka kompak
__ADS_1
"Ok kali ini kita akan bahas Program Linear ya, dari mulai Pengertian, Sistem Pertidaksamaan Linear sama Model Matematika"
"Pusing dong pak" Ucap Angga Asal
"Enggak juga. Ada yang udah pernah dengar kan?" Tanya pak Rully
"Iya pak" Jawab mereka
"Sebelumnya ada yang udah tau belum apa itu Program Linear?" Tanya Rully lagi
"Belum pak" Jawab mereka
"Ok Program Linear adalah metode untuk menyelesaikan permasalahan yang menggunakan sistem persamaan atau pertidaksamaan Linear. Misal bentuk umumnya : ax + by +c> 0, ax + by + c < 0, ax + by + c _< 0, ax+by+c>0. Contoh : 2x+5y > 5" Jelas Rully sambil menuliskan semuanya di papan tulis.
Ya memang pelajaran Matematika sangat tidak di sukai semua siswa tapi Rully harus membuat mereka semua menyukainya karna Matematika adalah pelajaran yang harus di UN-kan.
Rully menjelaskan semuanya dari Persamaan dan Pertidaksamaan Liner sampai Model Matematika membuat mereka merasakan pusing karna tak hentinya Rully menjelaskan tanpa jeda.
"Pak istirahat dulu kali bisa meledak ini otak" Ucap Rizky membuat teman yang lain mengangguk tanda setuju.
"Ok-ok saya kasih waktu buat kalian istirahatkan otak dulu"
Cukup lama mereka beristirahat Rullypun kini
sedang asik dengan ponselnya.
"Udah belum" Tanya Rizky
"Udah pak sok lanjut" Ucap salah satu siswa
"Oke kita lanjut sama satu soal aja ya abis itu udah"
Rully mulai memberikan mereka contoh soal, iapun menyuruh mereka menulis di buku masing-masing.
"Tulis semua ya jangan sampe gak ada yang nulis soalnya soal ini pasti muncul di UN nanti" Jelas Rully
"Baik pak"
Bel istirahat berbunyi menandakan pelajaran Matematika telah usai.
"Qi gak mau ke kantin?" Tanya Bella
"Enggak Bell. Aku lagi gak laper"
"Oh yaudah kalo gitu gua ke kantin ya" Ucap Bella dan pergi meninggalkan Qila.
Sementara itu Rizky dan teman temannya sudah berada di kantin kali ini, ya Aldo juga ikut dengan mereja semua tapi baik Rizky, Angga maupun yang lainnya menganggap seolah tidaj ada Aldo disana.
Mereka semua masih kecewa dengan sikap Aldo selama seminggu ini yang acuh pada Rizky.
Bel pulang sudah berbunyi Rizky memutuskan pulang terlebih dulu setelah berkumpul dengan tim futsalnya termasuk Aldo ada disana karna hari ini dia menggunakan mobil apalagi di jam seperti sekarang dia harus mulai berkutat dengan kemacetan di sore hari tapi saat hendak keluar dari sekolah dia melihat Qila yang masih duduk di depan gerbang, sebenarnya sedang apa dia disana apa sedang menunggu Aldo tapi bukannya mengajak Qila Aldo malah berboncengan dengan Gabriel lalu sedang apa Qila disana, sebenarnya ini kesempatan Rizky untuk menanyakan benar atau tidaknya Qila menengok dia di Rumah Sakit, tapi bayang-bayang Aldo sedang merangkulnya justru membuat Rizky enggan menghampiri Qila, tapi di sisi lain Rizky juga merasa kasihan apalagi ini sudah jam 4 sore dan dia masih duduk disana sendirian.
Setelah berperang cukup lama dengan hatinya akhirnya Rizky mulai keluar dari mobil miliknya dan menghampiri Qila.
"Kamu?" ucap Qila
"Gak pulang?" tanya Rizky dingin
"Gak ada angkot, dari tadi gak ada yang lewat biasanya banyak tapi entah kenapa hari ini gak ada satupun angkot yang lewat ke arah sini" ucap Qila masih menundukan kepalanya.
"Grab?" tanya Rizky sangat dingin bahkan ia enggan menatap wajah Qila sama sekali.
"Aku lagi gak ada kuota buat mesen grabnya" jawab Qila jujur
"Gua anter" ucap Rizky
"Gak usah biar nanti hubungin ayah aja"
"Ada pulsa?"
Qila menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Gua anter, percuma kan elu gak bisa hubungin ayah lu jadi mau lewat apa lu hubungin ayah" ucap Rizky sangat dingin
Cukup lama Rizky menunggu jawaban Qila sampai akhirnya Qila mau mengikutinya menuju mobil.
"Makasih" ucap Qila tapi Rizky malah sibuk dengan
kemudinya.
Mereka masih sibuk dengan pemikiran masing-masing, tidak ada yang memulai baik Rizky maupun Qila yang ada malah keheningan semata, di tambah kemacetan kota membuat mereka akan semakin lama lagi berada di posisi seperti ini.
"Lu ke Rumah Sakit?" akhirnya Rizky memulai tidak mau lebih lama lagi dalam kondisi yang justru malah membuat hatinya semakin berdetak.
"Maksudnya?" tanya Qila
"Waktu gua di rawat"
"Ah itu enggak ko" jawab Qila malah gelagapan
"Oh" jawab Rizky masih dengan sikap dinginnya
Mungkin itu hanya penglihatan Kinar saja, lagipula tidak mungkin Qila mau menengoknya malam-malam apalagi dia baru pulang dari puncak waktu itu. la pasti sangat kecapean tidak mungkin Qila datang kesana.
"Emangnya kenapa?" tanya Qila
"Gapapa lupain aja" jawab Rizky malas dan kini sibuk dengan kemudinya lagi, entah kenapa jalanan seolah tidak berpihak pada Rizky sebenarnya ia ingin sekali terlepas dari Qila yang sudah membuat jantungnya mengalami sport jantung terus menerus tapi dengan kemacetan seperti ini justru akan membuatnya semakin terus dekat bersama Qila.
"Gua cuma penasaran aja, soalnya Kinar liat lu keluar dari ruangan gua waktu di Rumah Sakit, tapi mungkin Kinar salah liat" jelas Rizky
"Oh" Ucap Qipa sama dinginnya
"Iya" Jawab Rizky
Akan jadi apa sebenarnya hubungan mereka, merekapun tidak tau karna masing masing diri mereka memiliki ego yang besar tidak ada yang mau mengalah sama sekali.
"Iya aku emang kesana" ucapan Qila kali ini membuat Rizky membulatkan matanya.
"Aku emang kesana waktu kamu du rawat Ky" Ucap Qila lagi dan kini sudah membuat Rizky menatap ke arahnya tak percaya.
"Kenapa gak masuk?" tanya Rizky kali ini
"Kamu lagi asik ngobrol sama orangtua kamu jadi gak enak kalo aku masuk ke dalam takut ngeganggu" jawab Qila
"Gak enak apa karna elu denger omongan gua sama mamah?" tanya Rizky berani kali ini
"Bukan hak aku untuk marah karna hal itu kan"
"Iya emang bukan hak lu untuk marah sama gua. Apalagi kita gak ada hubungan apapun Sya"
"Iya kita memang gak ada hubungan apapun" ucapan Qila selanjutnya justru menohok hati Rizky itu artinya dia tidak merasa sedih dengan ucapannya yang mengatakan banyak wanita lain yang lebih dari dia. Disisi lain juga dia seolah menegaskan kalau memang benar adanya tidak ada hubungan apapun antara Rizky dengan Qila.
Rizky tidak menjawab dia lebih memilih diam, memang benar yang di katakan Qila dia tidak berhak marah dengan perkataan Rizky waktu itu, tapi apa salahnya dia mengatakan iya marah walaupun itu bohong, justru perkataannya barusan lebih menusuk lagi di hati Rizky, berarti benar kata Angga kalau perjuangannya selama ini tidak berarti sama sekali bahkan sepertinya setelah ini Qila akan semakin jauh dari Rizky.
Qila tidak bisa menjaga perasaan Rizky sama sekali walaupun dengan berbohong tapi Qila tidak dia selalu berkata jujur justru yang membuat hati Rizky sesak.
"Seru jalan-jalan sama Aldo?" Tanya Rizky mengalihkan pembicaraan karna ia enggan di selimuti dengan rasa penasaran. Jujur ia sangat penasaran gimana perasaan Qila jalan bareng Aldo.
"Biasa aja" Jawab Qila singkat
"Angga ngabarin dia waktu gua di pukulin Kevin. Tapi kata Angga dia gak bereaksi apapun"
Qila mengangguk mengerti.
"Ya aku tau. Dia bilang sama aku. Aku pikir dia bakalan puter balik buat liat kamu tapi dia malah lanjutin perjalanan. Aku juga aneh sama sikap dia waktu itu, gak biasanya dia nyepelein soal kamu" Jelas Qila
"Hmmmm mungkin dia emang lagi pengen maen sama elu. Jadi dia gak mau gara-gara gua elu malah gak jadi maen sama dia" Jawab Rizky
Qila menggelengkan kepalanya.
Qila kenapa sangat sulit untuk Rizky mendapatnya dia. Sepertinya Rizky sudah berjuang sekuat hatinya tapi tetap saja ia tidak luluh dengan perjuangan yang sudah Rizky berikan.
Rizky ingin sekali menjadi satu satunya pria bagi Qila tapi entah kenapa sepertinya semua tidak berpihak pada dia, semua seolah ingin Qila tidak bersamanya. Dari mulai keadaan yang selalu tidak berpihak pada Rizky sampai Syaqila sendiripun yang selalu membuat Rizky ragu untuk mengungkapkan semua perasaannya.
__ADS_1
Mereka sudah sampai di rumah Qila.
Qila mengucapkan terimakasih pada Rizky dan Rizky langsung berlalu begitu saja meninggalkan Rumah Qila.