
Setelah seminggu lamanya Rizky berada di rumah akhirnya hari ini dia bisa kembali ke sekolah benar kata Qila ternyata pak Rully memang mengusahakan dia agar tidak di keluarkan dari sekolah oleh karena itu hari ini Rizky akan mengucapkan terimakasih pada guru killernya itu.
Sebenarnya Rizky juga tidak tau kenapa bisa seorang Syaqila meyakinkan pak Rully apa sebenarnya hubungan mereka jujur saja ini juga membuay Rizky takut tapi bagaimanapun ia harus berterimakasih pada gurunya itu karna berkat dia dan bu Mega akhirnya Rizky bisa kembali lagi masuk ke Sekolah.
Memang pak Rully terkenal sangat killer bahkan semua murid hampir tidak menyukai sikap dinginnya itu tapi bagi Rizky sikap dia yang sama dengan pak Rully membuat dia dengan mudah mengobrol dengan guru killer itu. Mereka sama sama memiliki sikap dan sifat yang sama pantas saja kadang siswa siswi menganggap kalo Rizky adalah adik dari pak Rully. Ya memang mereka terlihay sama sama tampan hanya saja sikap cuek yang mereka berdua miliki kadang menjadi di pandang cuek oleh orang lain.
Rizky mulai melajukan mobilnya, karna motor yang sering dia pakai masih berada di bengkel.
Tepat jam 07:20 Rizky sudah sampai di sekolah dan di sambut oleh teman-temannya yang juga merasa lega karna melihat Rizky kembali bersekolah.
"Babang tampan masuk again" ucap Gabriel
"Akhirnya Ky elu gak jadi di keluarin" Ucap Angga
"Iya bener Ky kita bisa sedih banget kalo sampe elu keluar dari sekolah ini' Ucao Gabriel lagi
"Apalagi elu kan most wanted di Sekolah kita iya gak?" Ucap Gabriel terus menerus karna senang Rizky bisa kembali ke Sekolah.
"Bisa aja lu bahasa lu kaya apa tau Gab" ucap Angga kali ini
"Thanks guys" Ucap Rizky
"Iya Ky sama-sama"
"Makasih ya guys berkat kalian juga gua gak jadi di keluarin dari Sekolah thanks banget suportnya. Selama gua di rumah juga kalian yang ngerjain semua tugas tugas gua. Gua bangga si sama pertemanan kita" ucap Rizky karna beruntung memiliki teman seperti mereka.
"Gua gak nyangka aja kalian bisa se care itu sama gua. Padahal kan kita cuma teman biasa tapi gua beneran salut sama kelas ini. Kalian satu kelas kompak banget buat suport gua, gua beneran berterimakasih banyak sama kalian semua"
"Yaelah melow gini si Ky" ucap Angga
Setelah cukup lama mereka berbincang bel masukpun berbunyi menandakan kalau semua murid harus berada di dalam kelas begitupun Rizky dia sudah memasuki kelas dan pandangannya tertuju pada gadis pujaannya yang kini sedang tersenyum ke arahnya, Rizky membalas senyuman yang Qila berikan.
Sedikit lagi Sya, gua tau elu juga bakalan suka sama gua batin Rizky
Hari ini merupakan pelajaran PKN yang mengharuskan mereka mengerjakan beberapa tugas yang sudah guru siapkan, memang hari ini juga guru akan sibuk mengurusi study tour anak kelas 11 jadi kebanyakan dari mereka hanya memberikan tugas saja.
Rizky tidak mengerjakan tugasnya dia sedang asik dengan ponsel pintar miliknya.
Kinar
Gimana luka lo?
Memang waktu Kinar menolong Rizky tak lupa dia meminta nomer Kinar dan pernah sekali mengirimi Kinar pesan hanya untuk mengucapkan terimakasih.
Rizky
Gua udah sekolah, sekali lagi thanks
Kinar
Syukur deh kalo gitu,
Rizky
lya
Entah kenapa juga dua hari ini Kinar mengirimi ia pesan, padahal kemarin juga Rizky sudah bilang kalau luka dia sudah kering tapi lagi Kinar menanyakan itu, atau mungkin dia hanya ingin sekedar basa-basi. la sedikit tidak suka dengan perlakuan yang Kinar berikan padanya, karna Rizky memang sangat anti membalas pesan kalau tidak penting.
"Serius banget chat dari siapa lu, gua bilangin Qila" ucap Angga
"Gapapa Ngga, biar Qilanya gua ambil" ucap Aldo kali ini
"Gak ada" jawab Rizky simple tapi sangat dingin
"Hahahaha mulai" ucap Angga
"Lagian ngakunya suka tapi sampe sekarang belum nyatain juga, gengsi lo kebangetan gede Ky. Beneran kata Aldo keburu dia ambil aja bisa nangis bombay elu" jelas Angga
"Rese lu, perjuangan gua belum besar tunggu aja nanti. Awas aja lu Do kalo berani duluan nembak dia gua hajar"
"Bukan gua kali Ky. Yang ada juga keburu di sambut si Rully tuh" jawab Aldo
"Rully?" tanya Rizky
"Guru MTK, lu bakal nambah saingan baru Ky buat
dapetin si Qila" ucap Angga kali ini
__ADS_1
"Maksud lo semua apa nih gua gak ngerti?" tanya Rizky masih bingung
"Dongo banget nih anak,"
"Iya oak Rully Ky, seminggu ini kita liat Qila sering banget ngobrol sama si Rully bahkan gua pernah liat si Qila di bonceng sama pak Rully waktu berangkat maupun pulang sekolah. Mereka tuh kaya akrab banget napa" jelas Angga
"Serius?" tanya Rizky tidak percaya
"Ya lo liat aja nanti istirahat mereka pasti ada di perpustakaan buat sekedar makan bareng berdua atau cuma berbincang-bincang berdua. Mereka tuh sedeket itu Ky elu bakalan susah dah ngadepin pak Rully, saingan lu terlalu berat kalo sama dia" jelas Angga
Apa benar yang dikatakan kedua sahabatnya itu kalau Qila sudah sejauh itu dengan pak Rully ternyata seminggu tidak sekolah banyak hal yang terlewatkan olehnya termasuk gadis pujaannya itu, benar kata Aldo kalau saingan dia akan bertambah Rully bagaimana bisa Rizky menyaingi Rully untuk bersaing dengan Aldo saja Rizky sedikit cemas karna kelakuannya yang bisa di bilang berbeda dengan sahabatnya itu Aldo, apalagi kali ini harus bersaing dengan gurunya sendiri yang sudah jelas Rizky pasti kalah telak, bagaimana tidak Rully memang terlihat dingin tapi penampilannya sangat rapi dan Rizky akui guru itu memang tampan belum lagi kepintarannya dalam menjelaskan beberapa materi MTK membuat Rizky semakin ciut saja di buatnya. Apa mungkin pak Rully menyukai Qila gadis polos di tambah usia mereka kan cukup jauh berbeda. Ah sudahlah tidak penting yang terpenting sekarang Rizky harus berterimakasih terlebih dulu pada pak Rully.
"Bakal tambah susah gua dapetin dia kalo kaya gitu dong" jawab Rizky
"Bukan susah lagi lah secara saingan elu guru. Denger namanya aja udah keburu ciut apalagi bersaing sama dia udah pasti kalah duluan elu Ky" ledek Angga
"Lebih tepatnya elu kalah sebelum bersaing si Ky" jawab Aldo kali ini sambil meledek.
"Tai ah lu pada. Liat aja si kayanya menurut gua gak bakalan terjadi si antara Rully dengan Qila!" jawab Rizky dan langsung pergi keluar hendak mencari Rully, walaupun kali ini Rully menjadi saingannya tapi tetap saja ia harus berterimakasih pada gurunya itu karna berkat dialah Rizky tidak jadi di keluarkan dari sekolah ini. Memang ada bu Mega juga yang membelanya tapi bisa terlihat yang paling membantu adalah Rully guru Matematikanya itu.
Rizky mulai pergi ke ruang guru tapi disana di ruang guru tidak terlihat pak Rully, di Perpuspun tidak ada tapi dia ingat kalau pak Rully pastinya sedang berada di kelas 11 IPS 2 karna dia memang menjadi wali kelas disana.
Kakinya berhenti di salah satu kelas dan benar saja Rully sedang berada disana bercengkrama dengan beberapa muridnya.
Rizky mengetuk pintu sopan.
"Permisi pak"
"Ada apa?" tanya Rully dingin
"Saya mau bicara sama bapak" ucap Rizky kali ini sopan
"Oh bentar" ucap Rully dan langsung menghampiri Rizky, bukan di depan kelas tapi Rully mengajak Rizky ke kantin dan memesankan dia minuman.
"Mau bicara apa sama saya?" tanya Rully masih dengan sikap dinginnya
"Mmm itu pak"
"Saya mau berterimakasih sama bapak, karna berkat bapak saya tidak di keluarkan dari sekolah ini. Saya bener bener terimakasih banyak sama bapak. Saya juga janji gak akan pernah ngecewain kesempatan yang udah bapak kasih ke saya. Saya akan berubah menjadi lebih baik lagi dari sekarang pak" ucap Rizky
"Oh masalah itu, itu sudah jadi kewajiban saya sebagai seorang guru membela anak muridnya bukan?" jelas Rully
"Bukan cuma saya ko yang bantu kamu, ada bu Mega, ada teman-teman kamu dan ada Syaqila yang gak henti hentinya maksa saya buat pertahanin kamu" jawab Rully santai
Syaqila batin Rizky
"Kalau bukan karna Qila yang memaksa saya mungkin saya juga sama seperti bu Mega akan menyerah mempertahankan kamu di Sekolah ini" jelas Rully
"Maaf maksud bapak gimana ya?"
Rully langsung menjelaskan semuanya pada Rizky.
Awal kedekatannya dengan Qila sampai Qila terus memaksa pak Rully untuk mempertahankannya di Sekolah ini. Sebenarnya Rizky tidak percaya kenapa Qila bisa sebegitunya meyakinkan pak Rully sampai dia mau mempertahankan Rizky untuk terus bersekolah disini. Tapi mendengar semua penjelasan pak Rully membuat ia semakin yakin bahwa sebenarnya Qila juga ingin Rizky tetap ada disisinya dengan berada di Sekolah yang sama.
"Jangan berterimakasih sama saya, tapi kamu harus berterimakasih sama Qila karna berkat dialah kamu masih bertahan disini" ucap Rully santai dan langsung meninggalkan Rizky yang masih mematung tidak percaya mendengar semua penuturan Rully.
Apa mungkin Qila mulai tertarik juga pada Rizky. Terbukti ia begitu memaksa pada pak Rully untuk mempertahannya. Tapi Rizky tidak boleh gegabah bisa saja Qila melakukan semua itu karna kasihan pada Rizky bukan melainkan memiliki rasa yang sama dengan Rizky.
Rizky memutuskan tidak langsung pulang ia terlebih dulu menghampiri meja milik Qila.
"Sya?"
"Hmmmm?" jawabnya
"Ikut gua bentar mau kan?"
"Gimana ya ayah udah on the way kesini buat jemput aku Ky" ucap Qila
"Oh gitu, yaudah nanti gua kerumah lu aja sekalian izin ngajak elu keluar bentar, lu gak sibuk kan hari ini Sya?" tanya Rizky
Qila hanya menggelengkan kepalanya.
"Aku duluan ya Ky takut ayah udah ada di luar juga" ucap Qila dan langsung meninggalkan Rizky seorang diri.
***
Pukul 14:00 Rizky memutuskan pergi kerumah Qila setelah mengganti semua pakaiannya menjadi pakaian rumahan, ya dia memakai pakaian yang casual hari ini karna Rizky ingin berterimakasih pada Qila maka ia putuskan untuk mengajak Qila bermain keluar.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Qila ia langsung di sambut oleh ayah Qila yang sedang asik duduk di luar.
"Assalamu alaikum" Ucap Rizky sopan
"Waalikum salam" Jawab ayah Qila santai
"Om kira kamu udah lupa kesini Ky. Udah lama juga ya kamu baru maen kesini lagi. Kemana aja nih lupa apa sama rumah Qila"
"Maaf om, biasalah anak cowok suka sibuk sama dunia masing-masing om. Enggak lupa lah om masa lupa si maen kesini enggak sama sekali om" jawab Rizky santai memang ia sudah dekat dengan ayah Qila jadi tidak ada rasa canggung sama sekali.
"Saya mau minta izin...."
"Qila udah ngomong sama om, om izinin ko asal jangan pulang malam aja ya soalnya kan sekarang lagi rawan juga di jalan potong ayah Qila
"Terimakasih om masih percaya sama saya. Iya saya gak akan pulang malem ko om. Saya juga paham kondisi sekarang ini yang lumayan gak kondusif kalo malem" ucap Rizky
"Iya kamu juga tau kan. Asal kamu gak ngehianatin kepercayaan saya aja ya" ucap ayah Qila sambil tersenyum
"Mudahan aja enggak ya om" jawab Rizky
Qila sudah keluar dengan pakaian casualnya, biasanya dia akan mengenakan flatshoes tapi tidak dengan sekarang dia mengenakan sepatu converse sama sepertiku.
"Saya pamit dulu ya om tante" yang kebetulan sekarang sudah ada ibu Qila juga yang menghampiri
"Iya hati hati" jawab ayah Qila
Rizky mulai melajukan motornya dengan kecepatam standar. Sebenarnya ia juga tidak tau akan mengajak Qila kemana. Tapi nanti ia akan pikirkan sambil memajukan motornya.
la ingin sekeli berterimakasih pada Qila. Rizky juga tidak menyangka kenapa bisa-bisanya Qila bersikap seperti itu, meminta pak Rully guru Killer di sekolah untuk mempertahankan ia di sekolah. Apa memang benar sebenarnya ada hubungan antara dia Syaqila dengan pak Rully guru Matematikanya itu kalau benar Rizky akan sangat kecewa karna Rizky sudah berharap banyak pada Qila. Tapi di satu sisi ia juga bersyukur karna mengenal Qila yang mau berusaha agar Rizky tidak di keluarkan dari sekolah.
Rizky memutuskan pergi ke salah satu Mall yang ada di Jakarta ya ia akan mengajak Qila menonton kali ini.
"Sya" Panggil Rizky
"Hmm iya Ky?"
"Kita ke Mall aja ya soalnya cuaca juga agak mendung nih kalo maen keluar"
"Iya gapapa Ky lagian aku juga udah lumayan lama gak ke Mall" Jawab Qila sangat manis dengan menampilkan senyumnya.
Ya Qila akan terlihat sangat manis kalau sudah memamerkan senyumnya itu. Senyum yang selalu membuat candu bagi Rizky. Apalagi kalau dia sudah memamerkan gugi gingsulnya itu membuat Rizky enggan berpaling dari wajahnya.
"Sya anter gua beli sepatu dulu yuk" Ucap Rizky yang kini sudah memarkirkan motornya.
"Iya ayo"
Sebelum menonton mereka memutuskan pergi ke toko sepatu terlebih dulu.
"Sya bisa tolong pilihin buat gua gak?" Ucap Rizky
"Boleh Ky bentar ya aku cari cari dulu" Jawab Qila
Ini merupakan moment langka bagi Rizky karna sekarang Qila mau memilihkan sepatu untuk Rizky.
"Ky ini gimana?" Tanha Qila sambil menunjukan sepatu pilihannya.
"Bagus Sya bentar gua cari nomornya dulu ya"
Pilihan Qila sangat cocok untuk Rizky. Bahkan membuat Rizky tersenyum manis karna berhasil membuat Qila menuruti kemauannya dengan memilihkan ia sepatu.
"Thanks ya Sya. Nih buat lu" Ucap Rizky sambil menyodorkan kotak yang sama pada Qila.
Rizky memang sengaja menyuruh Qila memilihkan sepatu untuknya karna ia ingin memiliki sepatu yang sama dengannya seperti couple, ya walaupun mereka bukan couple sesungguhnya.
"Ko aku kan ini sepatu kamu?" Tanyanya bingung
"Ini punya gua. Biar samaan Sya'
"Tapi Ky gak perlu ini kan mahal tau Ky. Udah kamu beli buat kamu aja"
"Gapapa Sya anggap aja ini ucapan terimakasih gua karna lu mau maen sama gua"
"Tapi gak perlu kaya gini juga Ky"
"Udah gapapa. Udah gua bayar ko gua tulus ko ngasih ini ke elu" Ucap Rizky sambil tersenyum lagi dan lagi membuat Qila tersipu.
"Makasih banyak ya Ky" Balas Qila tak kalah manis sambil menampilkan senyumnya lagi.
__ADS_1
Setelah mendapatkan sepatu yang mereka mau merekapun bergegas pergi ke Bioskop untuk menonton film terbaru tentunya.