
Berdua sama lo aja udah bikin hati gua gak karuan
sya
(Rizky)
Rizky Pov
Entah sudah berapa kali Rizky telat masuk kesekolah tapi dia selalu berhasil masuk tanpa hukuman tapi berbeda dengan hari ini bahkan rasanya dia malas sekali masuk kedalam kelas padahal dia sudah berada di belakang sekolah tinggal naik pohon langsung sampai ke rooftop sekolah tapi entah kenapa rasa malas malah merasuki pikiran Rizky, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke warung belakang sekolah yang biasa menjadi tempat kumpul dia dan kedua temannya.
Saat menyusuri jalanan kecil di samping sekolah tanpa sengaja pandangannya bertemu dengan seseorang yang dia kagumi siapa lagi kalau bukan Qila wanita yang akhir-akhir ini membuat hatinya selalu bergetar, tapi kenapa jam segini dia masih ada di luar sekolah.
Tanpa pikir panjang Rizky langsung menghampiri Qila yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"Sya?" Dia tampak kaget mendengar suara Rizky.
"Kamu?" ucap Qila
"Elu telat?"
Dia hanya menganggukan kepalanya.
"Terus mau masuk?"
Lagi dia menganggukan kepalanya.
"Gak takut kena hukum?"
Rizky lihat Qila hanya menatapnya bingung.
"Terus kamu gak mau masuk?" tanya Qila
"Males, daripada kena hukum ada kepsek lagi hari ini, mending gua bolos" ucap Rizky dan berlalu meninggalkan Qila
Sementara Qila masih bingung, dia sudah beberapa kali menghubungi Bella sahabatnya tapi hasilnya nihil, Qila yakin pasti kelas sudah mulai dan hukuman dia akan dua kali lipat di hukum oleh guru piket dan juga guru pelajaran bagaimana ini tapi tidak mungkin dia bolos.
Akhirnya setelah berpikir cukup lama Qila
memutuskan pergi kearah belakang sekolah berharap
ada jalan tikus disana yang bisa dia lewati masuk ke dalam sekolah.
Saat sedang mencari jalan masuk Qila melihat
Rizky sedang asik di warung yang selalu menjadi tempat ternyaman anak nakal kalau tidak masuk kelas tapi tunggu yang Qila tidak habis pikir sekarang dia sedang merokok di sana dengan sangat tenangnya.
"Gimana ini?" tanya Qila saat bingung masa iya dia harus menaiki pohon agar sampai di tooftop sekolah.
"Gimana apanya?" suara berat itu lagi lagi mengagetkannya
"Ah enggak" jawab qlQila sedikit gelagapan
"Mau naek?"
"Percuma, lu liat tuh hukumannya di jemur di tiang bendera, kalo gua si males" ucap Rizky lagi
"Itu kan kamu"
Sementara Rizky merasa tersindir atas ucapan Qila tersebut dan langsung pergi meninggalkan Qila sendiri.
Saat sedang menimang-nimang apa harus masuk atau tidak tanpa Qila duga ada guru piket menuju ke pagar belakang sekolah tempat dimana dia sedang berdiri, Qila takut kalau dia akan ketahuan oleh guru piketnya itu tapi dia juga bingung harus pergi kemana, sebelum guru piket lebih dekat dengannya ada tangan yang menarik tangan Qila terlebih dulu, dan langsung membawanya masuk kedalam warung.
"Lu gila? Hampir aja ketahuan" ucap Rizky tepat di kuping Qila
"Saya gak tahu" ucapnya dan langsung menundukan kepalanya
"Udah diem disini" ucap Rizky yang masih asik
__ADS_1
menghisap rokoknya.
Setelah Rizky pikir cukup aman untuk keluar dia langsung menarik tangan Qila.
"Kenapa?"
"Ikut gua!"
"Kemana?" tanya Qila yang masih bingung dengan ucapan Rizky
"Ya elu mau diem disini? Kalo ketauan sama guru
piket gimana?"
"Tapi kan...."
"Sama aja lu udah bolos percuma masuk juga bakalan susah" potong Rizky
"Biar saya pulang"
"Lu gak takut di marahin orangtua"
Benar juga kata dia batin Qila
"Jadi lu mau ikut gua atau diem disini?" tanya Rizky
Tanpa menunggu persetujuan Qila, Rizky menarik tangan Qila menuju motornya.
"Saya gak bilang mau ikut" ucap Qila
"Ok kalo lu masih keukeuh mau masuk silahkan" ucap Rizky langsung menaiki motornya dan hendak pergi meninggalkan Qila, tapi sebelum itu terjadi Qila menarik tas yang di gunakan Rizky.
Sedangkan Rizky tersenyum penuh arti.
"Apa?" ucap Rizky sedikit meninggi karna ia juga ingin menyembunyikan itu semua dari Qila.
menyembunyikan wajahnya.
Mereka pun pergi dan menghilang begitu saja dari area sekolah, ini kali pertamanya Qila membolos dan yang lebih parahnya lagi dia harus pergi bersama dengan lelaki yang lagi-lagi harusnya dia hindari.
Entah Rizky akan membawa Qila kemana yang jelas di batin Rizky hanyalah ingin berdua dengan Qila, sampai jam sekolah selesai itu lumayan lama bukan, ini justru akan mempermudah dia mendekati gadis yang sudah dia sukai selama ini.
"Kita mau kemana?" tanya Qila
"Gak tahu" jawab Rizky singkat
"Kalo gak tahu terus ngapain jalanin motornya?"
"Emangnya kenapa si Sya? Gak usah terlalu polos deh" ucap Rizky kesal, kadang dia heran dengan gadis ini di saat semua wanita ingin di boncemg Rizky tapi tidak dengan Qila, dia selalu menolak ajakan Rizky.
Qila yang merasa di ejek berusaha menyembunyikan wajah kesalnya, bukannya dia polos tapi untuk apa menjalankan motor tapi tidak tahu mau pergi kemana.
Rizky membawa Qila ke salah satu tempat wisata yang tidak begitu jauh dari sekolah, biasanya tempat ini akan ramai kalau hari weekend berbeda dengan sekarang hanya satu dua pengunjung.
"Kita di sini aja" ucap Rizky
Qila hanya menganggukan kepalanya karna dia malas kalau harus berdebat dengan Rizky lagi, yang Qila anggap adalah cowok keras kepal.
Lo cantik Sya kalo lagi diem gini batin Rizky
"Mau beli minum?" tanya Rizky
"Saya bawa ko"
"Yaudah kalo gitu gua kesana dulu"
Qila menganggukan kepalanya lagi.
__ADS_1
Rizky pergi untuk membeli minuman, tapi tak lupa dia juga membelikan Qila cemilan karna dia takut membawa anak orang kelaparan.
"Nih" Rizky sudah kembali dan menyodorkan
beberapa snack pada Qila.
Qila menggelengkan kepalanya.
"Buat elu ini"
"Enggak usah" jawab Qila jutek
Bisa gak si sekali aja lu bersikap manis sama gua
Sya batin Rizky lagi
"Yaudah gua taro disini kalo mau makan ambil aja" ucap Rizky dan langsung beralih mengambil rokok di kantong celananya.
Sebenarnya Qila sangat tidak suka dengan asap rokok apalagi kalau dia berada disamping Qila membuat Qila sesak.
"Uhuk uhuk uhuk"
"Kenapa?" tanya Rizky yang masih asik memegang puntung rokok
"Saya...."
"Gak suka asap rokok?" tanya Rizky
Qila hanya mengangguk dia takut Rizky marah apalagi Rizky terkenal egois di sekolah, tapi tanpa Qila duga Rizky langsung membuang rokok yang sedang dia hisap begitu saja.
"Sorry" ucap Rizky, dia tidak mau membuat wanita yang dia suka tidak nyaman atas perilakunya.
"Iya"
"Kalo gak di makan masukin aja makanannya ke
tas lu"
"Tapi ini kan punya kamu"
"Yaudah gapapa, lagian gua beli buat elu"
"Makasih" ucap Qila sambil tersenyum kali ini
Coba kaya gini terus Sya, senyum lu manis banget sumpah batin Rizky
Rizky berjalan lebih dulu dan Qila mengikutinya dari belakang, sebenarnya ingin sekali Rizky mensejajarkan jalannya dengan Qila tapi rasanya tidak mungkin karna Qila terus saja menjaga jarak dengannya.
Cukup lama mereka menghabiskan waktunya disini hingga satu pertanyaan membuat Rizky sedikit malas menjawabnya.
"Kenapa suka bolos?" tanya Qila spontan
"Elu gak bakalan ngerti" ucap Rizky malas dan langsung meninggalkan Qila
Bukan ini yang Qila maksud, dia hanya ingin bertanya bukannya tidak salah kalau kita bertanya.
Qila mengejar rlRizky sampai ke area parkiran.
"Gua mau pulang" ucap Rizky
"Terus saya?"
"Yaudah ikut gua, nanti gua anterin pulang"
Qila menganggukan kepalanya dan menaiki motor
Rizky.
__ADS_1
"Saya minta maaf"