
Hanya dengan perlakuan kecil seperti itupun bisa membuat seseorang salah paham
Rizky pov
Entah sengaja atau tidak yang jelas sekarang Aldo malah pergi ke kantin dengan Qila gadis pujaan Rizky, bahkan waktu Rizky mengajaknya ke kantin dia enggan dengan berkata kalau dia malas tapi sekarang justru sedang berada di kantin dan memesankan makanan untuk Qila, sebenarnya apa maksud Aldo melakukan itu, apa dia ingin menikung Rizky?
"Eh elo Ky, mau gabung?"
"TAI. Gini Do cara elu!!!" jawab Rizky kasar sambil menggebrak meja dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua, memang Qila seperti ketakutan mendengar Rizky berkata seperti itu.
Sudah tahu kalau Rizky mengincar Qila sejak lama tapi kenapa sahabatnya itu justru lebih dekat dengan Qila, itu justru akan membuat Rizky makin sulit mendapatkan Qila, apalagi terlihat jelas kalau Qila selalu nyaman mengobrol dengan Aldo, bahkan Qila bisa tertawa dengan lebarnya kalau sudah bersama dengan Aldo sahabatnya itu.
"Ky" panggil Angga sahabatnya, ya dia mengejar Rizky sampai ke kelas
"Lo kenapa?" tanya Angga lagi
"Aarrrgggghhhhhhhh" bukan menjawab Rizky malah berteriak membuat seisi kelas heran melihat ke arah Rizky.
Entah kenapa ia bisa se-emosi seperti sekarang. la juga heran dengan dirinya sendiri.
"Lo kenapa si Ky?" tanya Angga
Lagi-lagi bukannya menjawab ucapan Angga, Rizky malah berlalu dan sialnya dia malah berpapasan dengan Aldo dan Qila di depan pintu membuat Rizky geram melihat itu sampai dia menendang pintu yang tidak bersalah di sampingnya.
"Elu kenapa si?" tanya Aldo
"Gua kenapa? Bukannya elu yang kenapa hah?" bentak Rizky dan malah langsung menonjok muka Aldo.
"Elo ada masalah sama gua?" bentak Aldo kali ini
"IYA!" ucap Rizky sangat keras takut.
Sementara Rizky melihat Qila kini sudah menunduk
Tidak mendapat perlawanan dari Aldo, Rizky memilih pergi ke rooftop menenangkan hatinya.
Entah apa yang membuat dia sampai melakukan itu, menonjok muka sahabatnya sendiri sebenarnya tidak pernah dia lakukan pada Angga maupun Aldo tapi sekarang rasanya berbeda di tambah dia yang tidak suka melihat Aldo jauh lebih dekat dengan wanita pujaannya itu membuat Rizky semakin emosi di buatnya.
"Maafin gua Do" ucap Rizky
Sekarang dia sedang berada di rooftop menenangkan pikirannya yang akhir-akhir ini sangat sulit menahan emosinya sendiri, dia akui bahwa sekarang dia sedang cemburu dan yang membuat dia seperti itu adalah sahabatnya sendiri, seharusnya Aldo mendukung dia mendapatkan Qila bukannya malah mengambil kesempatan lain yang Rizky akui mungkin Aldo juga sudah mulai tertarik dengan Qila.
Cukup lama ia berada di rooftop sampai bel pulang berbunyi dia tetap berada di sana enggan kembali ke kelas mengambil tasnya yang masih tertinggal disana.
Kini hatinya sedikit tenang, walaupun dia marah memang sangat marah tapi Rizky pikir untuk apa toh mereka sama sama menyukai Qila, kalaupun Aldo suka mereka harus bersaing secara sehat walaupun sudah jelas nantinya yang akan di pilih Qila pastilah Aldo pria dewasa pria berprestasi tidak seperti dirinya.
__ADS_1
Rizky mulai kembali ke kelas karna semua murid sudah tidak ada berlalu larang di koridor itu artinya mereka sudah pulang, tapi tanpa Rizky pikir ternyata Qila masih berada di sana di dalam kelas sendiri sedang memainkan ponselnya.
Sebenarnya Rizky ingin menanyakan kenapa gadis pujaannya itu belum pulang tapi di urungkan niatnya itu.
"Kamu kenapa?" tanpa Rizky duga justru Qila bertanya terlebih dulu padanya
"Gapapa" jawab Rizky dan langsung mengambil tas miliknya
"Boleh saya pulang bareng kamu?"
"Ayah saya nyuruh kamu kerumah hari ini" ucapnya lagi
"Sorry gua gak bisa" jawab Rizky dingin, sebenarnya dia ingin sekali pergi kerumah Qila tapi lagi-lagi hatinya masih merasakan cemburu.
"Saya belum pulang karna nunggu kamu" ucapnya lagi
"Gua gak nyuruh lu buat nunggu gua" ucap Rizky lagi ketus, lagi-lagi Rizky membohongi hatinya yang jelas sangat anti berlaku ketus pada Qila.
Rizky ingin keluar dari kelas tapi langkahnya terhenti saat sebuah tangan memegangnya begitu saja.
"Ayah saya akan kecewa kalau kamu tidak datang, dia baru saja membeli catur baru. Apalagi dia sangat menyukai kamu"
Memang sangat sulit menolak ajakan Qila, mau berkelit seperti apapun tetap saja hatinya terus berkata ingin kesana.
"Iya" ucap Rizky lalu berjalan lebih dulu dari Qila menuju lapangan parkir.
Apa lu gak ngerti sama isi hati gua batin Rizky.
Bahkan hanya ayahnya saja yang menyukai Rizky. Sementara gadisnya sampai sekarang pun belum bisa ia dapatkan.
Aldo Pov
"Gua tau dia cemburu sama gua" ucap Aldo
"Ya elu udah tahu Rizky suka sama Qila ngapa lu ajak ke kantin tuh cewek" jawab Angga
"Gua cuma kasian lagian dia gak ada temen ke kantin, lu tahu sendiri Rizky gak ada usaha" jelas Angga
"Ya se'engganya elu suruh Rizky buat ngajak Qila ke kantin, jadi yang ngajak itu Rizky bukan elu, semuanya gak bakalan kaya gini Do. Elu paham kan kalo Rizky itu berharap banget sama si Qila"
"Gua salah"
"Apa jangan-jangan elu juga beneran suka sama Qila, Do?" tanya Angga kali ini
"Enggak, mana ada si gua niat nikung Rizky sama sekali gak ada Ga. Niat gua cuma kasian aja sama Qila dia gak ada temen" jelas Aldo lagi
__ADS_1
Memang sekarang Aldo sedang berada di rumah Angga menjelaskan semuanya agar tidak ada lagi salah paham diantara persahabatan mereka, tapi Aldo sampai sekarang masih enggan meminta maaf pada Rizky karna menurutnya Rizky yang bersikap kurang dewasa dan lebih mementingkan emosinya.
"Yaudah elu jelasin ke dia secara baik-baik. Jangan pada emosi" ucap Angga
"Percuma, lu tahu sendiri Rizky kalo udah marah kaya apa. Dia gak bakalan pernah mau dengerin penjelasan orang lain Ga"
"Yaudah serah kalian dah ah gua bingung jadinya" jawab Angga dan langsung pergi menuju dapur untuk mengambil beberapa cemilan untuk dia makan bersama Aldo.
Aldo sibuk dengan buku ekonominya sedangkan Angga sekarang sedang asik memainkan ponsel miliknya, apalagi kalau bukan mengirimi wanita pesan, berbeda dengan Rizky Angga selalu memulai duluan pada wanita tidak seperti Rizky yang menunggu wanita mengirimi dia pesan.
"Do, lu tahu si Kevin masuk rumah sakit?"
"Canda lu" jawab Aldo yang masih asik dengan buku ekonominya
"Serius Do, gara-gara kemaren tawuran"
"Yang bener aja, ampe segitunya apa pukulan si Rizky?"
"Hahaahahha ya kali do, mangkanya elu jangan cari masalah sama dia kalo gak mau nasib lu sama kaya si Kevin" ucap Angga memperingati sahabatnya
"Gua udah bilang gua gak nikung"
"Kan takutnya Do, hati orang siapa si yang tahu" ucapan Angga memang ada benarnya kadang kita sendiripun tidak mengetahui isi hati kita sendiri, atau kadang kita sudah berusaha menolak tapi hati tetap berkata lain itu yang kadang membuat kita sulit menahan emosi.
"Gua cabut ya Ga"
"Iya udah hati hati"
Pukul 21:00 Aldo memutuskan untuk menghubungi Rizky karna dia memang tidak mau berlama-lama dalam kondisi seperti ini,
Salah paham ternyata sangat tidak mengenakan apalagi mereka bersahabat sudah sangat lama tidak mungkin hanya karna satu wanita persahabatan mereka harus hancur begitu saja.
"Hallo" ucap Aldo
"Gua mau jelasin sama lu Ky" ucap Aldo lagi
Walaupun di sebrang sana Rizky tetap diam, tapi Aldo yakini dia mendengar semua perkataan Aldo sampai sekarang Aldo sudah menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada Rizky sahabatnya itu.
"Gua juga minta maaf Do, tadi gua sulit nahan emosi gua" ucap Rizky tulus
"Gua ngerti gimana di posisi elu Ky, gua juga minta maaf kalo udah buat elu cemburu" jelas Aldo
"Iya santai, kalo lu suka sama Qila gapapa Do, biar kita bersaing secara sehat aja" jawaban Rizky kali ini membuat Aldo tidak percaya, apa ia yakin akan bersaing secara sehat dengan Aldo tapi lebih baik tidak, karna Aldo enggan hal seperti ini terjadi lagi.
"Gak lah, masih banyak cewek lain Ky. Gua juga gak ada niat sama sekali buat nikung elu. Gua justru dukung elu buat dapetin Qila" jawab Aldo, membuat Rizky sedikit lega karna Aldo memang tidak berharap pada Qila.
__ADS_1
"Oke, gua tutup dulu Do"
"Siap" jawab Aldo