Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Jalan Berdua


__ADS_3

Qila Pov


Qila sudah membaca novel yang Rizky berikan memang benar seperti judulnya menceritakan seorang perempuan yang dingin bahkan seperti tidak menanggapi pria yang sudah mengincarnya, tapi pada akhirnya dia mau juga menerima lelaki itu, apa ini akan sama seperti kisahnya karna akhir akhir ini ada Rizky yang seperti menyukai Qila, bukannya Qila kepedean tapi entah kenapa kalau tidak menyukai mana mungkin Rizky mau mengantar jemput Qila, mau menemani Qila bahkan mau memboncengi Qila di motor kesayangannya, tapi bagaimanapun Qila tidak boleh menganggap kalau Rizky menyukai nya, karna seharusnya Qila lah yang menghindar dari pria itu, pria yang selalu di cap jelek oleh semua guru di sekolahnya, saat sedang asik memilih novel mana lagi yang akan Qila baca tiba tiba ponselnya berbunyi, ada satu panggilan disana tapi entah dari siapa.


"Hallo assalamu alaikum" ucap orang di sebrang sana karna nomer yang dia gunakan merupakan nomer baru


"Wa'alaikum salam, ini siapa?" tanya Qila spontan


"Gua Rizky sorry pake nomer baru" oh ternyata yang menelpon Qila di sebrang sana adalah Rizky


"Oh kamu, ada apa?"


"Sibuk gak Sya?"


"Enggak, memangnya kenapa?"


"Gua mau ngajak keluar sebentar kalo gak keberatan sama kalo lo mau juga si" ucap Rizky


Sebenarnya Qila ingin sekali menolak karna tidak biasanya juga di hari libur seperti ini Qila pergi dari rumah.


"Kalo gak mau juga gapapa" jawab Rizky tiba tiba dingin


Qila yang merasa perubahan suara Rizky mulai memicingkan matanya.


"Bukannya gitu" jawab Qila


"Terus?" tanya Rizky


"Mmmmm gimana ya?" jawab Qila


Tapi tanpa Qila duga Rizky malah mematikan sambungannya secara sepihak, apa dia benar marah pada Qila tapi karna hal apa, masa iya karna hal sepele seperti itu Rizky bisa marah.


Tanpa mau berpikir terlalu lama Qila memutuskan pergi ke luar rumah, karna memang sudah lama juga dia tidak pergi ke Taman.


"Nak mau kemana?" tanya ibu Qila


"Ke Taman bentar bu" jawab Qila


Qila senang sekali melihat anak kecil berlarian dengan senangnya seperti tidak ada beban di pikiran maupun hati mereka berbeda dengan Qila kadang hati dan pikirannya tidak sinkron akhir akhir ini.


Saat Qila ingin membeli es krim di sebrang jalan tiba tiba ada sebuah motor melaju dengan cepat, hampir saja motor itu menabrak kalau tidak ada tangan seseorang dan membawa Qila ke dalam dekapannya.


Qila sangat takut sungguh, jantungnya berdetak lebih cepat, kalau mungkin tidak ada dia mungkin sekarang Qila sudah di larikan kerumah sakit.


"Elo gapapa kan Sya?" tanyanya khawatir


Sementara Qila masih enggan mendongkapkan wajahnya karna rasa takut masih menghantui dirinya.


"Sya elu gapapa kan?" tanyanya lagi


Qila merasa tidak asing dengan sebutan itu akhirnya ia mulai berani menatap ke arah suara itu dan ternyata yang sudah menyelamatkan dia adalah Rizky pria yang akhir-akhir ini selalu saja ada di pikirannya.


"Sya?" ucap Rizky masih khawatir Kali ini Qila menggelengkan kepalanya.


"Hati hati bisa kan. Disini tuh banyak banget motor yang lalu lalang elu bisa jaga diri gak si. Kalo jadi tadi gak ada gua elu bisa kena keserempet motor Sya" ucap Rizky dengan nada dinginnya.


Qila yang mendengar ucapan Rizky justru semakin menundukan kepalanya. Ia memang dia salah tidak melihat kesana sini sebelum menyebrang.


"Sya sorry. Bukan maksud gua buat bentak elu. Tapi gua gak mau elu kenapa napa Sya, elu ngerti kan maksud gua" ucap Rizky

__ADS_1


"Iya gapapa aku juga salah Ky gak tengok sana sini" jawab Qila dan hendak ingin meninggalkan Rizky tapi tangannya di cekal oleh Rizky sehingga Qila tidak bisa pergi dari sana.


"Biar gua anter aja ya. Elu mau pulang kan gua gak mau hal kaya tadi terjadi lagi" ucap Rizky


Qila tidak mau menolak karna dia memang masih sangat gugup takut kalau ada pengendara motor atau mobil yang mau menabraknya lagi dia memang sangat ketakutan.


Sesampainya di rumah Qila langsung di sambut oleh kedua orangtuanya yang masih heran kenapa bisa Qila pulang dengan Rizky.


"Tadi Qila ketemu Rizky di Taman" ucap Qila seolah mengerti raut wajah kedua orangtuanya


"Bagus ada Rizky, ibu mau minta tolong boleh gak nak?"


"Minta tolong apa tante?" tanya Rizky setelah menyalami kedua orangtua Qila


"Tolong belikan obat ini di Senayan, toko obat Kenanga namanya, bisa?"


Rizky hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.


"Bu itukan jauh. Lagian Rizky juga mau pulang bu dia masih ada urusan lagi kan" ucap Qila


"Iya anter sama kamu nak. Memangnya kamu ada urusan lain nak?" Tanya ayah Qila kali ini


"Enggak ada om tante. Gapapa kalo mau minta beliin obat Rizky bisa ko


"Tuh Rizky aja bisa sama kamu juga kan nak" Ucap ayah Qila kali ini


Qila hanya menampilkan wajah bingungnya.


"Cepat sana ganti baju dulu" ucap ibu Qila


Lagi Qila juga hanya menganggukan kepala karna tidak mungkin juga Qila menolak keinginan ibunya karna sangat anti membuat orangtua mengalami kerusakan mood gara gara dia.


"Pelan aja ky bawa motornya jangan ngebut-ngebut ya soalnya kalo weekend pasti rame banget jalanan" ucap ayah Qila


"Baik om, Iky pergi dulu Assalamu alaikum" ucap Rizky dan langsung melajukan motornya


Di perjalanan tidak ada percakapan Qila juga lebih banyak diam sedangkan Rizky masih fokus dengan konsentrasi membawa motor, karna Senayan cukup jauh dari rumah Qila oleh sebab itu Rizky tidak memulai berbicara pada Qila begitupun Qila dia tidak mau mengganggu konsentrasi Rizky.


Mereka melewati jalanan tikus karena kebetulan hari ini Rizky tidak membawa SIM dia takut kalau melalui jalan raya akan ada polisi yang merazia mereka, sebenarnya Rizky kurang hafal kalau dia harus pergi ke Senayan melalui jalan tikus tapi kali ini dia menggunakan GPS, itu yang membuat dia tidak khawatir dan memudahkan dia tentunya.


"Sya, lo gak tidurkan?"


"Kenapa berat ya?" tanya Qila sedikit khawatir


"Enggak, gua takut lu tidur aja mangkanya pegangan aja ya" jelas Rizky


Entah kenapa hari ini Qila jauh lebih sering


menuruti ucapan Rizky, buktinya sekarang Qila sudah memegang pinggang Rizky.


"Masih jauh ya Ky?" tanya Qila


"Enggak ko, paling 20 menit lagi sampe" jelas Rizky


"Ayah bisa bisanya nyuruh kamu. Maaf ya Ky jadi ngerepotin kamu lagi" Ucap Qila tulus


"Gapapa Sya santai aja ko. Lagian hari ini gua gak


ngapa-ngapain ko cuma bersantai ria aja. Anak anak mau maen futsal juga gak jadi"

__ADS_1


"Iya makasih ya Ky"


"Iya kalo lo mau tidur juga gapapa Sya. Tapi pegangan ya"


Qila hanya menganggukan kepalanya.


Benar saja kata Rizky hanya tinggal 20 menit lagi karna buktinya sekarang mereka sudah sampai di salah satu toko obat yang ada di Senayan.


"Biar pake uang gua aja ya" ucap Rizky


"Gak usah kan tadi ibu kasih ini" ucap Qila sambil menunjukan uang yang dia miliki pada Rizky


"Udah gapapa"


"Semuanya berapa mba?" tanya Rizky


"Semuanya jadi Rp.680.000 mas" jawab kasir pada Rizky


Rizky langsung membayar dengan uang cash yang dia miliki.


"Makasih ya" ucap Qila sambil menunjukan senyuman tulusnya.


"Manis" ucap Rizky tanpa sengaja


"Hah apa?" sebenarnya Qila mendengar dengan sangat jelas kalau Rizky berkata manis padanya, tapi dia hanya ingin memastikan benar atau salah pendengaran dia itu.


"Ah enggak, ayo nanti keburu malem" jawab Rizky dan langsung menarik tangan Qila


Saat sedang asik dengan menikmati pemandangan senja yang tumben terlihat sangat indah dari kota Jakarta Rizky memberhentikan motornya di salah satu Cafe yang berada di pinggir jalan.


"Makan dulu ya" ucap Rizky dan langsung menarik tangan Qila


Entahlah sepertinya jarak yang Qila buat untuk menjauhi Rizky kini sudah tidak berarti lagi karna sekarang dengan leluasa tangan Rizky berhasil menggenggam tangan mungil milik Qila.


"Samain lagi Sya?" Tanya Rizky


"Ah enggak. Aku gak mau makan berat Ky soalnya di rumah udah makan" Jawab Qila


"Terus mau pesan apa?"


"Roti bakar aja deh. Kayanya enak, tapi kalo kamu mau makan makan aja ya" Ucap Qila


"Samain aja deh" Jawab Rizky


"Tapi kan kamu belum makan Ky nanti sakit?" Ucap Qila penuh perhatian. Membuat Rizky menampilkan senyum manisnya.


"Gapapa Sya gua udah biasa ko"


"Yaudah disini makan roti bakar. Nanti sampe di rumah aku kamu makan nasi ya" Ucap Qila sangat perhatian


Rizky menganggukan kepala tanda ia mengiyakan ucapan Qila.


Roti bakar dan ice cofe pun sudah ada di hadapan mereka.


"Enak banget rotinya" Ucap Qila antusias


"Emang beda Sya sama roti-roti yang laen?" Tanya Rizky


"Sama aja si. Cuma ini lebih berasa Ky coklatnya" Ucap Qila sangat polos membuat Rizky gemas padanya.

__ADS_1


Ini yang Rizky mau. Bisa menghabiskan waktu weekend nya dengan hanya berdua bersama Qila, wanita yang selalu ia harapkan bisa menjadi pasangannya.


__ADS_2