Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Membingungkan


__ADS_3

Rizky pov


Sudah 3 hari ia tidak menegur maupun sekedar menyapa gadis pujaannya itu dan entah kenapa juga Qila justru seperti mendiamkannya begitu saja. Padahal ia sudah sangat berharap hubungannya bisa terus semakin dekat denga Qila. Ternyata yang di katakan Angga itu salah, terbukti sampai hari ini Qila masih saja mendiamkannya. Terlebih lagi Rizky juga malas menegur terlebih dahulu pada Qila gadis incarannya itu.


"Napa si lu Ky kaya galau amat muka lu?" tanya Angga


"Gapapa" jawab Rizky ketus


"Gak yakin gua kalo lu gapapa kayanya masih galau ya gara-gara Qila?"


"Gak" Jawab Rizky singkat


"Kata si Aldo, Kevin nantang kita lagi menurut lu gimana kita terima apa jangan Ky. Soalnya anak anak yang lain juga mau kita nerima tantangan tuh anak pengecut?"


"Males gua Ga" ucap Rizky sekenanya


"Males? Tumben banget elu gak mau ikut tawuran Ky, serius elu gapapa hari ini. Seorang Rizky yang gua kenal pasti gak pernah nolak kalo di ajak tawuran. Elu lagi ada masalah atau gimana Ky?" tanya Angga tidak yakin dengan sikap sahabatnya ini, tidak biasanya Rizky menolak ajakan tawuran apalagi kali ini Kevin yang menantangnya langsung.


"Tau ah gua bingung banget Ga" ucap Rizky dan langsung pergi menuju tempat ternyamannya apalagi kalau bukan Rooftop Sekolah. Disana dia bisa bersantai ria tanpa memikirkan hal sekolah.


Tapi saat sedang asik dengan lagu di earphonenya Rizky tampak terkejut melihat keberadaan Qila di atas Rooftop dengan sedang memainkan ponsel pintar miliknya. Sedang apa sebenarnya dia disana, tidak biasanya dia keluar dari kelas dan pergi ke Rooftop sendiri.


Rizky tidak bersuara, ia mulai menghampiri Qila, Qila yang tampak kaget masih membenarkan posisi duduknya.


Rizky tetap tidak bersuara melainkan duduk di samping Qila, tidak ada percakapan di antara mereka berdua. Rizky tidak memulai pembicaraan terlebih dulu ia malah asik dengan ponselnya. Tapi entah kenapa Qila pun justru pergi meninggalkan dia sendiri.


Biasanya Rizky akan menghalangi kalau Qila pergi meninggalkannya tapi tidak dengan sekarang dia justru membiarkannya begitu saja.


Rizky masih sibuk dengan lagu-lagu yang ia putar lewat ponselnya, dia memang bingung dengan sikap Qila yang mendiamkannya tapi toh bukan urusannya, mungkin benar kata teman-temannya kalau gadis seperti Qila tidak akan pernah menyukai pria nakal seperti Rizky. Di tambah Rizky bukanlah siswa pintar, apalagi dia selalu membuat masalah dengan sekolah lain yang sudah pasti tidak akan di sukai oleh Qila.


Rizky memutuskan berdiam di Rooftop sampai jam istirahat selesai, buktinya sekarang bel istirahat sudah berbunyi dengan lantangnya dan Rizky mulai menuruni tangga menuju kantin.


"Darimana aje lu bos? Di tanyain bu Mega tuh tadu" ucap Angga Rizky tidak menjawab melainkan langsung meminum jus milik Angga.


"Kemana si Aldo?" tanya Rizky ketus


"Tuh" ucap Angga sambil menjulurkan telunjuknya ke arah Aldo.


Ya Aldo sedang berada di kantin bersama Qila hanya berdua, kemana sebenarnya Bella sampai hal ini terulang kembali.


"Jangan marah Ky" ucap Angga


"Gak" jawab Rizky sangat dingin bahkan Angga sampai merinding mendengar ucapan itu.


Rizky masih saja terus menatap Qila yang sedang asik berbincang dengan Aldo, bahkan kali ini Aldo tak segan menatap Qila intents, jujur hati Rizky sedikit menohok tapi bagaimanapun dia harus bisa menjaga perasaan Aldo yang juga menyimpan perasaan pada Qila. Bukannya ia juga sudah berjanji akan bersainh secara sehat dengan sahabatnya itu yang sudah pasti Aldo yang akan mendapatkannya.


"Sakit ya Ky?" tanya Angga


"Banget Ngga" jawab Rizky jujur


"Cari yang laen aja lah Ky kalo gitu daripada sakit hati terus"


"Makasih Ga, tapi gua pengennya dia" jelas Rizky


"Lu gak niat nonjok Aldo lagi kan?" tanya Angga


"Tenang aja, gua udah janji ko sama dia bakalan bersaing secara sehat" ucap Rizky


"Elu yakin Ky"


"Iya gua tau Ga si Aldo juga pasti ada rasa sama Qila. Gak mungkin kalo gak ada rasa tiap ada kesempatan dia juga selalu deketin Qila" Jawab Rizky dan langsung pergi meninggalkan Angga yang masih asik dengan makanannya.


Rizky memutuskan pergi ke dalam kelas dia enggan melihat Aldo dan Qila lebih lama lagi akan membuat hatinya sesak saja.

__ADS_1


Pantas saja Aldo dan Qila hanya berdua ke kantin karna sekarang Bella sedang asik tertidur di dalam kelas. Rasa yang bahkan tidak pernah Rizky rasakan dulu kini terus menjalar di hatinya. Ya rasa cemburu dulu ia dengan mudahnya memutuskan hubungan bahkan berselingkuh dengan wanita lain tapi kali ini tidak. la sangat cemburu melihat gadis yang ia harapkan bisa terus bersamanya tapi nyatanya malah tertawa bahagia bersama dengan sahabatnya.


Rizky mulai memainkan ponselnya, sebenarnya banyak sekali direct mesaage yang berasal dari teman seangkatan maupun adik kelasnya tapi Rizky selalu tidak memperdulikan itu karna sekarang hatinya memang hanya untuk Qila tapi sayangnya cinta yang tulus itu hanya bertepuk sebelah tangan, Qila bahkan tidak pernah sekalipun memberi respon akan hubungannya dengan Rizky. Memang kemarin mereka sangat dekat apalagi waktu di TMII tapi Rizky rasa sekarang semuanya sudah berubah Qila bersikap kembali pada sikap aslinya yang selalu mendiamkan bahkan seperti menganggap Rizky tidak ada. Iya Qila selalu cuek pada Rizky, bahkan ia selalu melewatkan Rizky tidak pernah mau menatap kearahnya.


Bel pulang berbunyi, Rizky memutuskan pergi ke warung belakang sekolah tempat dia dan temannya berkumpul banyak sekali yang ingin bergabung dengan kumpulan Rizky, tapi Rizky hanya membatasi bagi adik kelas, kalau dia tidak mengenal baik dengan orangnya lebih baik tidak karna Rizky berteman dengan adik kelaspun hanya agar mereka membantu Rizky Cs dalam tawuran selebihnya tidak.


"Rabu gua terima tantangan Kevin" ucap Rizky keras seperti nada gretakan bagi teman-temannya.


"Serius?" tanya Aldo


Sebenarnya Rizky enggan sekali bertukar suara dengan Aldo tapi dia sudah janji tidak akan melibatkan perasaannya dalam hal ini.


"Kapan si gua gak serius" jawab Rizky ketus dan langsung pergi menuju Gabriel.


"Lo serius Ky?" tanya Gabriel


"Iya, pulang sekolah kita serang mereka" ucap Rizky tenang tapi sangat dingin


"Siap" jawab mereka serempak, kurang lebih ada 30 orang


Sementara Rizky kini sedang asik memainkan ponsel miliknya, satu demi satu potret kebersamaan dia dengan Qila mulai di buka kadang kalau melihat seperti ini Qila memang seperti anak kecil karena tingginya yang sangat minim membuat dia hanya berada sedada Rizky.


"Wihhhh siapa tuh?" tanya Gabriel


"Apaan si lu, bukan siapa-siapa" jawab Rizky gelagapan dan langsung menyembunyikan ponselnya


"Hahahaha santai kali Ky, yang laen juga tau bos kita ini lagi ngincer siapa" jawab Gabriel


"Bisa aja lu"


"Tumben aja gitu elu sampe kaya gitu sama cewek biasanya juga elu tinggal milih mau yang mana" ucap Gabriel


"Biasanya elu gak perlu bucin bucinan yang penting tuh cewek dapet sama lu udah gitu aja tapi sekarang elu sampe bucin banget Ky sama tuh cewek tapi belum dapet juga" ucap gabriel lagi sambil tertawa


"Apaan si lu ah" jawab Rizky


"Gua pulang duluan ya" ucap Rizky


Yang lain hanya menganggukan kepalanya, dan Rzky langsung melajukan motornya dengan kecepatan standar.


Entah pikirannya hari ini sedang kemana, yang jelas dia memang merasa bingung kenapa bisa seperti ini, suka pada seseorang, biasanya dengan mudah Rizky memilih wanita mana yang akan dia pacari karna rata-rata merekalah yang menyatakan cinta terlebih dulu pada Rizky tapi kali ini justru Rizky yang ingin menyatakan cinta pada Qila tapi sepertinya gadis itu sedang menjaga jarak dengannya.


Memang sekarang juga banyak wanita yang menembaknya tapi entah kenapa Rizky tidak berminat sama sekali untuk menerima salah satu diantara mereka.


Sebelum ia pergi dengan motor kesayangannya ada Angga yang menghalangi jalannya.


"Apaan si Ga mau mati lu?" Tanya Rizky


"Yaelah sewot aja lu kaya emak emak tau gak"


"Ky gua cuma mau mengayakinin aja serius elu nerima tantangan Kevin. Bukannya tadi pagi elu sendiri yang bilang kalo lu gak mau tawuran?" Tanya Angga penasaran


"Kan gua udah bilang kapan si gua gak serius Ga" Jawab Rizky


"Iya tapi kenapa elu langsung berubah pikiran gitu gua perly tau?"


"Ya pokoknya gua terima aja tantangan tuh anak. Gua gak mau dia nganggep gua cowok pengecut Ga. Udah awas gua mau cabut" Jelas Rizky


Rizky mulai melajukan lagi motornya. Kali ini ia akan pergi ke tempat yang tidak pernah dia datangi selama setengah tahun, biasanya tiap hari bahkan malam Rizky selalu menghabiskan waktunya di sana.


Ya Basecame tempat dimana dia sering berkumpul dengan club motor ninjanya.


"Weyyyy bro kemana aja lu baru mampir kesini lagi ?" tanya Dika salah satu teman karibnya disana

__ADS_1


"Ada gua" jawab Rizky sambil menyalami satu persatu temannya disana


"Gua kira elu udah lupa sama nih tempat Ky. Biasanya elu tiap hari kesini tapi ini udah lama banget elu baru kesini lagi" jawab Vino


"Kagalah, mana mungkin gua lupa sama tempat ini gua lagi sibuk sekolah aja sekarang mangkanya gak pernah kesini lagi" ucap Rizky sambil tersenyum


"Cie elah abang lupa kalo nih ade masih sekolah" jawab Dika


Memang Rizky dan mereka masih seumuran hanya saja mereka tidak bersekolah lagi hanya sekolah menengah pertama saja, padahal kebanyakan diantara mereka berasal dari keluarga berada tapi entahlah, tapi satu yang membuat Rizky cepat akrab dengan mereka karna nasib mereka sama dengan Rizky tidak pernah di perhatikan kalau sedang berada di rumah oleh sebab itu mereka lebih memilih menghabiskan waktu di luar.


"Nanti malem ada balapan Ky, udah lama lu gak turun nih kira kira mau ikut kaga" ucap Vino


"Pengen si gua, tapi udah lama si gua gak turun kayanya gak bakalan sama kaya dulu dulu deh. Gimana malem deh nanti gua kabarin lagi" jawab Rizky


"Yaelah elu mah jago kali Ky pasti menang kita semua mah percaya sama elu"


"Ya tetep aja kali gua udah lama gak balapan lagi. Nanti gamua WA deh kalo jadi"


"Ok siap nanti gua tunggu kabar dari elu ya, lumayan hadiahnya 5 juta Ky" ucap Vino lagi


"Wihhh besar juga ya gak biasanya nih, lawan mana kira-kira gua kalo ikut" jawab Rizky


"Kita juga belum tau lawannya siapa"


"Yaelah nanti master lagi lawan gua bisa K.O duluan gua"


"Ya kagalah Ky"


Cukup lama Rizky mengobrol dengan temannya, ternyata enam bulan tidak kesini banyak juga hal yang Rizky lewatkan dengan clubnya ini, padahal touring kemarin Rizky tidak ikut karna harus mengerjakan beberapa tugas kelompoknya, hari sudah mulai sore, Rizky memutuskan pamit pada teman temannya.


***


Uangnya lumayan batin Rizky


Rizky memutuskan menghubungi Vino dan menerima balapan malam ini, sebenarnya dia malas kalau harus berhadapan dengan penantangnya yang lumayan jago kali ini tapi dari pada pikirannya terus tertuju pada Qila akhirnya dia menerima balapan ini, sudah lama juga dia tidak mengetes motor kesayangannya di jalanan jadi tidak ada salahnya kalau ia kembali kejalanan toh hadiahnya nanti selalu ia bagi dua untuk bi Siti pembantunya bahkan kadang ia bagikan pada anak yatim jadi apa salahnya kalau dia ikut balapan malam ini.


"Wey bro gimana nih" Ucap Vino di sebrang sana


"Gua terima deh Vin. Lumayam juga hadiahnya sayang kalo gua lewatin" Jawab Rizky


"Oke kalo lu jadi gua bakalan konfirmasi sama pihak sana"


"Oke nanti kita kumpul dimana. Elu sharelok aja ya sama gua"


"Siap-siap"


"Yaudah gua tutup dulu ya Vin"


Usai menelpon Vino Rizky memutuskan untuk pergi kedapur menemui bi Siti pembantunya, ia mulai merasa lapar karna memang dari pagi ia belum makan nasi. "Bi masak apa nih lky laper banget" Tanya Rizky pada pembantunya


"Masak rendang kesukaan aden. Sok gera makan dulu den"


Ya memang bi Siti sangat tau makanan kesukaan


Rizky karna iapun bekerja disini sudah sangat lama.


Rizky langsung melahap makanannya dengan sangat lahap. Masakan pembantunya itu memang sangat enak di tambah ia memang lapar.


"Bibi emang paling the best lah kalo soal masakan" Ucap Rizky tulus


"Aden bisa aja"


"Serius bi masakan bibi itu emang paling enak. Mantap pokoknya bi" Ucap Rizky sambil tersenyum membuat bi Siti senang karna pujiannya.

__ADS_1


Setelah makan Rizky memutuskan pergi lagi. Ya dia ingin menghampiri Vino sahabatnya itu dan melakukan aksinya balapan liar. Memang balapan liar sangat di larang oleh pihak manapun tapi bagaimana lagi banyak yang mendapat mata pencaharian dari situ. Di tambah sekarang sangat susah melakukan atau mencari pekerjaan membuat orang-orang memilih cara instan, walaupum memang balapan liar memiliki resiko tinggi tapi tetap saja banyak orang-orang yang melakukannya termasuk Rizky.


Bukan tidak memiliki uang. Justru uang yang ia dapatkan dari orangtuanya sudah sangat cukup, ia hanya iseng saja untuk mengisi kekosongan oleh sebab itu ia juga selalu ikut untuk balapan liar. Lumayan bukan hadiahnya pun besar bisa ia bagikan pada anak anak yatim bahkan bisa ia bagikan pada bi Siti juga tak lupa hasilnya akan ia bagi pada Nenek Rasmi.


__ADS_2