
Sebenarnya hari ini Rizky malas sekali pergi ke sekolah apalagi kondisi wajahnya yang sangat buruk nanti pasti akan banyak pertanyaan yang teman maupun gurunya lontarkan tapi kalau harus bolos lagi akan banyak alpa di bulan ini.
Setelah sarapan Rizky memutuskan untuk berangkat sekolah, karna memang semalam luka di hidungnya sudah di beri obat oleh bi Siti, siapalagi yang peduli dengannya kalau bukan bi Siti, bahkan tadi saat sarapan orangtuanya tidak menanyakan sama sekali tentang luka di wajah Rizky.
Rizky mulai melajukan motor sportnya dengan kecepatan standar tak butuh waktu lama untuk sampai di sekolah hanya 30 menit saja dari rumahnya.
Rizky mulai berjalan di koridor sampai tatapannya sekarang tertuju pada Qila yang sedang asik meminum minumannya, sebenarnya Rizky enggan sekali mengalihkan padangannya tapi suara nyaring mampu memalingkan pandangan Rizky dari Qila.
"Rizky kenapa?" tanya Ratu salah satu famous di sekolah ini juga yang sangat menyukai Rizky tapi sayangnya sikap manja yang dia miliki membuat Rizky enggan menanggapinya.
"Rizky wajah kamu kenapa?"
"Rizky ihhh"
Bukannya menjawab sekarang Rizky malah berlari menjauh dari wanita itu menuju ke kelasnya.
Dia langsung di sambut kedua sahabatnya dan juga teman-teman yang kemarin ikut tawuran dengannya.
"Gua kira elu gak masuk Ky"
"Masuk lah"
"Muka lu ancur banget sumpah" ucap Angga
"Kaya muka lu gak ancur aja"
"Kita mah cuma bonyok dikit-dikit aja, lah elu ampe semua muka bonyok gitu?" ucap Angga
"Gua kan jagoan" ucap Rizky sambil menampilkan senyum jahilnya
"Jagoan tapi gak berani nembak cewek hahaha!" ucap Aldo sambil mentertawakan Rizky
"Apaan si lu"
"Ky serius kemarin elu keren banget bisa bikin tuh anak babak belur juga" ucap Tristan kali ini salah satu teman kelas Rizky yang kemarin juga ikut tawuran.
Rizky hanya menanggapi dengan senyuman.
Bel masuk sudah berbunyi tak lama guru PKN datang dan hanya memberi tugas saja, untung sekali karna tidak banyak pertanyaan dan omelan dari guru yang melihat wajah Rizky seperti ini, karna Rizky juga tau semua guru pasti sudah paham apa yang membuat wajah Rizky babak belur seperti ini.
Tapi bukannya mengerjakan tugas Rizky malah terus saja memandangi Qila bahkan rasanya sampai tidak mengedipkan matanya.
"Cie elah yang kesemsem" ucap Angga sambil
tersenyum
"Manis banget Ngga, tapi jutek banget sumpah bikin gua males deketinnya" ucap Rizky jujur
"Hahahahahaha dia pengen di perjuangin tuh" ucap Angga so tahu
"Maksud lu?" tanya Rizky tidak mengerti
"Iya dia pengen liat perjuangan elu dapetin dia Ky" jelas Angga
"Laga lu kaya apaan tau ah" jawab Rizky
"Nih anak batu kalo di bilangin"
"Biarin aja Ngga, nanti juga keduluan sama gua baru tahu rasa" jawab Aldo kali ini
__ADS_1
"Gua hajar elu Do" jawab Rizky
Tanpa basa basi sekarang Rizky mulai menghampiri meja Qila, Qila yang kaget melihat Rizky langsung menjatuhkan buku di sampingnya.
"Astagfirullah" ucapnya
"Kaya liat setan aja lu" ucap Rizky kali ini
"Maaf"
"Maaf mulu" ucap Rizky dan langsung duduk di samping Qila karna hari ini Bella tidak masuk ada kepentingan keluarga.
"Gue boleh kan duduk di sini?" tanya Rizky
Qila yang bingung harus menjawab apa hanya menganggukan kepalanya saja, sebenarnya ia ingin melarang tapi takut justru akan memancing keributan.
"Ngerjain bareng ke" ucap Rizky
"Iya boleh"
"Cari di mana yang nomer 2, biar gua yang isi?"
"Di buku juga ada, itu bab 3" jawab Qila tanpa menoleh pada Rizky
"Google bisa kan?"
Qila menganggukan kepalanya.
Sementara Rizky langsung mengetikan materi yang ia cari dan benar saja jawabannya langsung muncul begitu saja, dan ia mulai menyalin pada buku tugasnya, kebetulan sekali Rizky mau melakukan hal seperti ini, biasanya untuk menulispun dia menyuruh Arga anak yang Rizky anggap cupu di kelasnya.
"Nih" ucap Rizky dan menyodorkan hasil yang ia kerjakan
"Tulisannya jelek?" tanya Rizky
"Hah?"
"Abisnya dari tadi elu ketawa gitu?"
"Gapapa ko" jawab Qila
Qila pov
"Gapapa ko" jawabku
Bukannya tulisan Rizky jelek Qila hanya lucu saja melihat Rizky mau mengerjakan tugas seperti ini padahal Qila tahu dia adalah tipe cowok yang sangat anti mengerjakan tugas.
"Sya"
"Ky"
Ucapku secara bersamaan dengan dia.
"Ladies first"
"Kamu aja duluan"
"Gapapa elu aja"
Sebenarnya Qila ingin menananyakan luka di wajah Rizky tapi dia takut Rizky menjadi besar kepala nantinya, pasti dia berpikiran kalau Qila perhatian pada dia
__ADS_1
Tapi Qila benar-benar penasaran, kenapa wajah Rizky bisa sehancur itu? Lihat saja luka memar hampir memenuhi semua wajahnya belum lagi luka robek di pelipis juga pinggir bibirnya.
"Mmmmm"
"Apa?"
"Muka kamu kenapa?" tanya Qila dan langsung menundukan kepala karna Qila tahu dia pasti menganggap kalau Qila sedang perhatian padanya.
"Oh gapapa biasa cowok"
"Tawuran?" tanya Qila mulai memberanikan diri
"Gapapa, gua udah nih ngerjainnya mau kesana Apa pertanyaan Qila salah?
Padahal Qila hanya ingin tahu saja sebenarnya apa penyebab wajahnya jadi seperti itu.
Tapi sudahlah, lagian kenapa Qila bisa peduli dengan dia biasanya juga Qila sangat anti berbicara dengan dia, tapi kenapa sekarang Qila jadi seperti ini Ini seperti bukan sifatnya.
Jam istirahat kali ini Qila tidak pergi ke kantin karna memang dari awal sekolah sampai sekarang kelas 12, Qila tidak berani kalau harus makan di kantin sendiri di tambah sikap cuek yang Qila miliki membuat Qila jaga jarak dengan semua orang, jangankan beda kelas dengan teman sekelaspun Qila tidak dekat.
"Qi gak ke kantin?" tanya Aldo yang memang dia juga masih ada di kelas
Qila hanya menggelengkan kepala.
"Kenapa?"
"Gak ada temen?" tanyanya lagi
"Iya" jawab Qila
"Mau ke kantin?" tanya Aldo lagi
"Enggak usah, di kelas aja"
"Emang gak laper? Udah yu sama gua" ucap Aldo dan langsung menarik tangan Qila
Memang walaupun Qila jaga jarak dengan orang-orang sekitar tapi kalau dengan Aldo rasanya tidak, karna Qila bisa dekat kadang bisa tertawa begitu keras kalau dengan Aldo, karna dia selalu menunjukan sisi humorisnya.
Kantin hari ini terlihat sangat ramai.
"Mau pesen apa?" tanya Aldo
"Samain aja" jawab Qila
"Mie ayam mau?" tanya Aldo lagi
Lagi Qila menganggukan kepala.
Saat sedang menunggu Aldo, Qila sesekali melirik ke kanan kiri sampai pandangannya bertemu dengan Rizky pria itu, tapi tunggu kenapa tatapannya seperti itu pada Qila? Seperti dia tidak suka dengan keberadaan Qila saat ini, tapi tanpa Qila duga dia justru malah menghampiri meja Qila dan Aldo yang kebetulan Aldo juga sudah datang dengan membawa makanan di tangannya.
"Eh elo Ky, mau gabung?"
"TAI. Gini Do cara elu!!" ucap Rizky keras sambil menggebrak meja dan langsung berlalu begitu saja Kenapa?
Kenapa dia berkata seperti itu pada Aldo sahabatnya sendiri, apa mereka ada masalah, Aldo juga tadi tidak pergi ke kantin bersama mereka malah dengan Qila.
Qila di buat tidak percaya dengan perkataan bahkan perlakuan yang Rizky keluarkan. Membuat ia takut melihatnya.
Sebenarnya apa yang terjadi antara Aldo dengan Rizky. Baru kali ini Qila melihat mereka seperti ini. Bukankan mereka bersahabat sangat solid. Lalu hari ini mereka kenapa?
__ADS_1