Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Moment


__ADS_3

"Bella sama Qila kemana. Ko gak ada disini yang lain udah kumpul semua?" tanya Aldo


"Mereka masih tidur tadi gua liat" jawab Sinta pacar Angga


"Oh yaudah kalo gitu gapapa" jawab Aldo lagi lebih ketus kali ini


Mereka mulai membagikan makanan, memang mereka sudah memesan 30 porsi makanan di Villa ini, saat sedang asik menyantap makanan mereka di kejutkan dengan suara merdu yang sedang menyanyikan lagu Closer, siapa lagi kalau bukan ketua touring Muhammad Rizky, suaranya yang indah membuat siapa saja pasti akan luluh dengan suaranya itu. la sangat pandai memainkan alunan lagu membuat siapa saja akan merasa baper dengan suaranya itu.


"Nikmatin guys makannya. Jangan sampe kalian kelaperan ya gara gara touring. Maaf kalo sajian nya kurang mengesankan di hati kalian semua" ucap Rizky di sela sela menyanyinya itu.


***


Padahal sekarang sudah jam Tujuh malam tapi Qila dan Bella belum bangun tidur membuat Rizky penasaran, ternyata mereka kalau sudah tidur lupa dengan yang lain padahal jelas mereka hanya makan waktu istirahat siang, itupun Qila hanya memakan makananya sedikit saja membuat Rizky khawatir akan hal itu.


Setelah menyanyikan satu lagu lagi Rizky memutuskan untuk pergi ke kamar milik Qila dan Bella yang kebetulan berada di belakang, sementara Aldo sekarang sudah menyanyikan lagu milik Reygan. Ya dia juga sama seperti Rizky. Memiliki suara yang indah.


Saat hendak mengetuk pintu Rizky di kagetkan dengan Qila yang membuka pintu terlebih dahulu membuat kepala Rizky membentur pintu itu dengan kencang.


"Astagfirullah maaf" ucap Qila


"Kamu gapapa kan?" tanya Qila lagi


"Its ok" jawab Rizky


"Ada apa kamu kesini?" tanya Qila karna heran kenapa Rizky ada di depan pintu kamarnya kali ini. Padahal ini sudah waktunya untuk beristirahat.


"Yang laen lagi pada makan, cuma kalian berdua yang belum makan jadi gua niatnya mau bangunin kalian. Soalnya kata Sinta tadi kalian masih tidur" jelas Rizky


"Sorry Ky gua sama Qila ketiduran, abisnya perjalanan bikin kita lelah banget, yaudah ayo kita makan gua juga laper banget nih" ucap Bella yang tiba-tiba muncul dari belakang Qila dan langsung menarik tangan milik Qila meninggalkan Rizky yang masih memegangi jidatnya disana.


Qila menyantap makanan yang sudah tersaji, benar kata Rizky ternyata semuanya sudah selesai makan hanya tinggal Qila dan Bella berdua saja yang belum menyantap makanannya.


Setelah makan Qila dan Bella hanya duduk duduk saja, melihat Aldo yang sedang menyanyikan lagu milik Jazz yang berjudul Kasmaran, jujur Qila memang mengagumi suara milik Aldo karna terdengar sangat lembut kalau sedang bernyanyi. Apalagi ia juga menjadi incaran para wanita di sekolah.


"Sya nyanyi dong kesana gih" ucap Bella


"Ih Bella apa si, gak ah malu aku"


"Ih gapapa suara elu kan bagus. Apa salahnya elu nyanyi sama Aldo tuh atau sama si Rizky gitu duet gitu Qi" ucap Bella memastikan.


"Gak mau ah Bell malu. Ini kan banyak yang dari luar sekolah kita kalo suara aku fals pasti bikin malu"


"Yaelah cewek-ceweknya doang yang dari luar juga Qi. Cowoknya mah pada anak futsal semua tuh ayo napa Qi nyanyi"


"Gak mau Bell ah. Tetep aja aku malu, suara aku gak bagus Bell"


Tapi saat Qila ingin beranjak dari sana tiba tiba tangannya di cekal oleh tangan seseorang. Ya dia adalah Rizky lelaki yang selalu mengharapkan nya menjadi kekasih dia.


"Kamu? Ada apa Ky?" Ucap Qila ragu


"Sorry, tapi boleh lah elu nyanyi satu lagu aja buat ngisi kekosongan malam ini nih" Ucapnya


"Enggak ah" ucap Qila dan langsung meninggalkan Rizky begitu saja


Rizky yang di tinggal seperti itu justru pergi ke tempat teman yang sedang memainkan gitar, dia mulai mengambil gitar yang sedang di pegang oleh temannya itu dan mulai memetik senar gitar dengan mahirnya.


"Sebenernya gua mau ngundang seseorang buat nyanyi bareng, tapi sayang orangnya lagi ada di sana tuh" tunjuk Rizky


Tanpa di suruh seluruh teman Rizky mengikuti arah telunjuk tangan Rizky dan mendapati Qila yang sedang duduk disana.


Qila yang merasa terpanggil justru malah membuka matanya lebar lebar, tidak percaya dengan ucapan Rizky itu, ternyata dia bisa melakukan hal seperti itu. Bahkan Qila tidak pernah memikirkannya sedikitpun.


"Ayolah Qi maju" ucap Bella sambil teriak


"Iya Qi kita semua penasaran sama suara elu"


"Iya bener tuh Qi"


"Ayo Qila cepet"


Sebenarnya ingin sekali Qila pergi dari sana tapi tarikan tangan Bella membuatnya susah untuk pergi dari tempat itu.


"Bell aku malu ih ngapain si pake kaya gini segala. Kan aku udah bilang suara aku itu jelek Bell. Ke kamar aja yuk"


"Udah ayo Qi. Kali-kali elu ngehibur kita semua sama suara bagus lu itu. Jangan di sembunyiin aja" Bella membawaku tepat di sebelah Rizky, dia menyuruhku duduk disana.


"Ayo ke kamar aja Bell" ucap Qila pelan


"Satu lagu aja Sya gapapa" jawab Rizky yang mendengar ucapan Qila itu, walaupun pelan tapi dia masih bisa mendengar dengan jelas.


Akhirnya Qila mau menuruti kemauan Rizky dan Bella itu. la mulai menghampiri Rizky dan duduk di sampingnya.


"Mau lagu apa?" tanya Rizky


Qila menggelengkan kepalanya.


"Bukti, Virgoun tahu gak?" tanya Rizky


Qila menganggukan kepalanya.


"Yaudah lagu itu aja ya Sya"


Rizky mulai memainkan gitarnya dan dia yang memulai menyanyikan lagu itu.


Memenangkan hatiku


Bukanlah satu hal yang mudah


Kau berhasil membuat


Ku tak bisa hidup tanpamu


Rizky menyanyikan bait pertama dengan menatap Qila lekat, Qila yang di tatap seperti itu hanya bisa menundukan kepalanya malu. Sekarang giliran Qila menyanyikan bait kedua.


Menjaga cinta itu


Bukanlah satu hal yang mudah


Namun sedetik pun


Tak pernah kau berpaling dariku


Beruntungnya aku


Di miliki kamu


Di lanjut sekarang giliran Rizky lagi menyanyikan bait selanjutnya, dia terus saja menatap Qila enggan memalingkan wajahnya, Qila yang terbawa dengan kata demi kata pada bait itu mulai memberanikan diri menatap Rizky dengan lekat.


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati

__ADS_1


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kau lah bentuk terindah


Dari baiknya tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Kini Qila mulai menyanyikan bait selanjutnya dengan pandangannya yang masih tetap menatap Rizky, dia tersenyum sangat manis membuat Rizky susah mengatur nafasnya.


Meruntuhkan egoku


Bukanlah satu hal yang mudah


Dengan kasih lembut


Kau pecahkan kerasnya hatiku


Beruntungnya aku


Di miliki kamu


Kini mereka berdua mulai menyanyikan bait terakhir, entah karna terbawa perasaan atau apa yang jelas maupun Qila atau Rizky mereka sama-sama enggan mengalihkan pandangannya. Mereka berdua seolah terbawa dengan perasaan masing-masing.


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kau lah bentuk terindah


Dari baiknya tuhan padakuuu


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Semua yang jadi bukti


Tersimpan di dalam relung hati


Semua yang jadi bukti


Tersimpan di dalam relung hati


Suara tepukan membuat mereka memalingkan pandangan mereka masing-masing. Mereka tersadar dengan tepukan itu. Entah ada rasa aneh yang menjalar di hati Rizky maupun Qila yang sulit di ungkapkan oleh satu sama lain. Jatung mereka berdua sama-sama berdetak lebih cepat.


"So swetttt" ucap Sinta


"Bagus banget Qi gua baper banget dih ngeliat kalian berdua" ucap Bella dan langsung menarik tangan


"Aku malu jelek tau Bell" ucap Qila sambil menundukan wajah merahnya


"Ih serius bener kata Sinta kalian so swet hahaha"


"Gua gak nyangka Rizky bener bener romantis gitu, nih udah gua videon Qi biar buat kenang-kenangan" ucap Bella dan menyodorkan ponsel miliknya.


"Kebiasaan!!" jawab Qila


"Biarin"


"Kamar yuk Bell aku bener bener malu tau" ajak Qila


Bella hanya menganggukan kepalanya menuruti Qila dan berjalan menuju kamar.


Entahlah hatinya masih tidak sinkron bahkan sekarang jantungnya berdetak lebih cepat.


"Belum meleleh Qi?"


"Maksudnya?"


"Iya di pandang sama Rizky dalem kaya tadi. Emangnya elu gak ngerasa gimana gitu Qi sama jantung elu. Itu jantung kaga disko sama sekali emang Qi?" tanya Bella penasaran


"Apaan si?"


"Qi kalo elu suka gua gapapa ko, awalnya emang gua benci tapi sekarang udah enggak ko, ternyata dia beneran baik sama lu, bukan kaya ke cewek cewek lain tapi kayanya dia beneran tulus deh Qi sama lu"


"Apaan si Bell, udah ah aku mau tidur. Kamu ngebahas yang enggak-enggak aja dari tadi"


"Abisnya gua gemes sama kalian berdua"


"Oh iya elu yakin gak mau video ini nih. Seromantis ini loh Qi dia natap elu?"


"Yaudah kirim" jawab Qila malu dan langsung menutup wajahnya dengan bantal, Bella yang melihat reaksi sahabatnya seperti itu sekarang sudah tersenyum. Bella tahu kalau Rizky dari awal memang menyukai sahabatnya itu, tapi karena Bella tidak suka dengan sikap playboy Rizky maka membuat sahabatnya juga jaga jarak dengan pria itu.


Jam 08:00 mereka semua memutuskan untuk pergi ke salah satu Curug yang berada di dekat Villa, sengaja kamar mereka kunci karna barang barang masih mereka tinggal di dalam Villa. Wajar kalau mereka semua curiga bukan karna ini kan di tempat orang jadi harus jaga-jaga.


"Pake helm gak?" tanya Qila pada Rizky


"Gak usah cuma di atas ko deket"


Qila hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"Semuanya udah belum nih?" tanya Rizky


"Udah pak ketu" jawab Gabriel


Rizky mulai melajukan motornya.


"Gak bawa baju ganti?" tanya Rizky


"Enggak" jelas Qila


"Oh yaudah. Takutnya mau mandi disana" jawab Rizky sangat singkat.


"Emang boleh?" Tanya Qila


"Ya bolehlah sama enggak" Jawab Rizky


Sepertinya Qila sudah tidak mau membahas masalah semalam, padahal semalam Rizky sangat senang bisa saling pandang seperti itu dengan Qila. Apalagi baru kali ini ia di tatap sedalam itu oleh Qila.

__ADS_1


Benar kata Rizky air terjun berada di atas oleh sebab itu tak butuh waktu lama untuk sampai di sana.


"Udah kedengeran suaranya" ucap Qila


"Iya gemuruh" jawab Rizky


Kaya hati gua Sya yang lagi bergemuruh kalo sama elu batin Rizky


"Ayo" ajak Rizky


Qila mulai mengekor di belakang Rizky.


Air terjun kalau dari dekat memang terdengar sangat bergemuruh, asri begitulah suasana yang tergambar di area ini, air nya pun terlihat sangat jernih mengalir dengan begitu indahnya. Ada rumah pohon juga disana menjadi tempat favorit untuk berselfi.


"Mau kesana gak?" tanya Rizky


Memang sekarang Qila hanya mengekori Rizky, Bella entah berada dimana bersama Aldo.


Qila menganggukan kepalanya dan mereka segera menaiki rumah pohon itu.


"Mana ponsel lu?" tanya Rizky


Qila menyodorkan ponselnya, sebenarnya ia sangat malu, apalagi kalau yang memotretnya itu adalah Rizky. Lelaki yang selama ini mulai dekat dengannya.


"Pake kamera gua aja ya" ucap Rizky lagi


Qila menunjukan wajah bingungnya.


"Lebih cerah pake kamera dari pada hp. Soalnya kan disini ada kabut" jawab Rizky dan segera mengeluarkan kamera canggihnya.


Jujur Qila sangat canggung berada di posisi seperti ini, tapi dia tidak mau melewatkan moment ini tanpa berfoto. Apalagi ia jarang sekali berpergian ke alam seperti ini.


Qila mulai tersenyum dan mengarahkan pandangannya pada kamera milik Rizky, entah sudah berapa jepretan yang Rizky lakukan tapi justru malah membuat Qila menunduk malu.


"Mau gantian gak?" tanya Qila


"Boleh"


Untung saja Qila juga memiliki kamera di rumahnya jadi tidak terlihat norak ketika harus memotret Rizky menggunakan kamera bagusnya.


Tampan batin Qila, entah apa yang membuat Qila bisa memuji Rizky seperi itu yang jelas memang sekarang Rizky terlihat sangat tampan jaketnya yang oversize membuat ia kelihatan begitu tinggi. Di tambah kaos dan celana juga sepatu yang ia kenakan. Semuanya begitu senada dengan wajah tampan Rizky. la memang terkenal dengan ketampanannya tak heran banyak wanita yang ingin sekali menjadi pacarnya.


Sekarang tanpa Qila duga Rizky malah meminta salah satu pengunjung untuk memotret mereka berdua. Membuat jantung Qila berdetak lebih cepat.


"Buat kenangan satu aja ya Sya" ucap Rizky masih dengan sikap dinginnya.


Qila tidak bisa menolak dia takut Rizky menganggapnya sombong.


Rizky mulai mendekat ke arah Qila. Ia mendekatkan badannya pada Qila.


"Senyum kali Sya jangan kaku kaya gitu"


Qila yang di suruh seperti itu hanya menampilkan senyum tipisnya, tanpa Qila sadari sekarang sudah tidak ada jarak di antara mereka berdua dan sekarang Rizky merangkul pundak Qila membuat Qila salah tingkah di buatnya.


"Makasih ya mas" ucap Rizky pada pengunjung itu


"Anak-anak yang lain udah di air terjun semua, kita juga kesana yuk" ucap Rizky


Qila menjawab dengan menganggukan kepalanya.


***


"Qila dari mana aja. Gua cari cari gak ada?" tanya Bella dan langsung mendekat pada Qila


Qila menjawab dengan menunjuk rumah pohon yang kebetulan berada tak jauh dari curug.


"Ah gak di ajakin si Qi"


"Maaf, lagian dari tadi aku gak liat kamu Bell"


"Hehehehehe gua makan mie sama Aldo"


"Hemm" Jawab Qila sambil menunjukan senyum jahilnya.


"Apaan si Qi. Gua cuma makan mie lagian banyak sama anak anak juga ko"


"Cie ada kemajuan dong Bell" ucapan Qila malah membuat Bella pergi menjauh darinya.


Cukup lama mereka berada di sana, menghabiskan waktu di bawah gemercik air terjun, bahkan sekarang baju yang mereka kenakan sudah basah, tanpa Qila sadari dari tadi sudah ada yang memotretnya dari berbagai macam ekpresi yang di keluarkan oleh Qila siapa lagi kalau bukan Rizky, cowok yang menyukainya.


"Qi selfie yuk. Sayang banget kalo kita gak foto-foto disini pemandangannya asri banget Qi"


"Ayo"


Qila dan Bella pun segera berpose, selfie merupakan kebiasan mereka berdua, semenjak istirahat kemarin sampai sekarang sudah banyak foto yang mereka hasilkan.


Tanpa mereka berdua sadari dari tadi sudah ada yang memotret mereka secara candid ya siapa lagi kalau bukan Rizky. Dia sangat menyukai ekspresi yang Qila keluarkan apalagi kalau sudah bersama Bella dia tidak akan terlihay canggung sama sekali.


Jam menunjukan pukul 10 mereka memutuskan untuk kembali ke Villa karna jam 1 nanti mereka akan segera bergegas pulang ke Jakarta. "Makan dulu" ucap Rizky yang sudah ada di depan pintu.


Qila menganggukan kepalanya dan mengikuti Rizky, memang Bella sudah terlebih dulu pergi kesana.


Setelah acara makan selesai, mereka merapikan semua barang barang dan memutuskan untuk kumpul di lapangan parkir.


"Gimana semuanya udah siap buat pulang belum nih?" tanya Rizky


"Siap!" ucap mereka serentak


"Sejujurnya waktu segini sangat sebentar si ya buat hangout tapi mau gimana lagi kita kan masih sekolah gak mungkin juga kita bolos gara-gara touring iya kan"


"Sebelum pulang, gua mau ngucapin makasih banyak buat kalian semua karna udah mau meluangkan waktunya buat berbagi kebahagiaan bareng-bareng disini"


"Gua juga minta maaf kalo soal konsumsi mungkin kurang enak atau apapun itu, yang jelas semoga dengan adanya touring ini bisa nambah mempererat silaturahmi kita semua ya. Yang tadinya gak deket jadi makin deket. Yang tadinya lagi ada masalah satu sama lain bisa terselesaikan ya dengan adanya touring ini"


"Aminnnnn" jawab teman teman Rizky


"Sekali lagi gua ucapin makasih dan maaf buat kalian, sekarang kita pulang dan inget ya satu lajur aja, dan pelan-pelan aja bawa motornya jangan cari gara-gara sama orang lain. Kita santai aja ya" jiwa pemimpin mulai Rizky keluarkan


"Siap!!"


"Yaudah ayo, tapi sebelum pulang kita berdoa menurut agama masing masing, berdoa di mulai" ucap Rizky dan memimpin


Setelah selesai berdoa Rizky memberikan helm milik Qila.


"Pegangan, takut gua ngebut nanti di jalan"


Lagi Qila menganggukan kepalanya.


Selama di perjalanan tidak ada percakapan di antara Rizky dan Qila, Rizky lebih fokus membawa motor di banding berbicara dengan Qila. Begitupun dengan Qila ia enggan sekali mengalihkan pandangannya dari sekeliling jalan yang begitu indah menampilkan pemandangannya. Ia juga tak henti-hentinya melingkarkan tangan pada pinggang milik Rizky. Bahkan ia terlihat seperti memeluk Rizky dengan erat.


Entah keberanian darimana juga Qila melakukan itu yang jelas ia hanya takut kalau Rizky membawa motor ngebut membuat ia akan jatuh. Tapi tidak mungkin juga Rizky melakukan itu.

__ADS_1


__ADS_2